Ahmad Deedat Bicara Syiah

Dalam Alquran yang mulia, Allah Swt. berfirman: “Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. Attaubah : 33), walaupun Amerika Serikat, Rusia dan seluruh adi daya tidak menyukainya. Janji Allah tidak bergantung pada kekuatan para adi daya. Dalam pengertian luas, pergerakan Islam menjangkau seluruh umat. Dalam pengertian sempit, pergerakan Islam merepresentasikan bagian dari umat yang paling cepat dalam perjuangannya untuk menjadikan Islam sebagai jalan hidup.

Beberapa tahun yang lalu tidak ada yang menyadari seorang pemimpin tunggal dalam pergerakan Islam. Semua itu menjadi pemandangan negatif yang menutupi wajah umat sebagai pergerakan sejarah menuju akhir abad ke-14 hijriah. Namun dunia tidak menyadari pergerakan Islam di Iran. Iran di bawah eks-Syah telah mencederai Islam. Iran berada dalam posisi lemah. Kita adalah suni dan kebodohan kita pada masa itu sangat jelas. Dengan seketika revolusi Islam di Iran menjadi berita utama pada awal tahun 1978.

Mayoritas umat Islam yang menyebut diri mereka suni juga tidak menyadarinya. Propaganda Syah adalah dengan menyalahkan ulama Islam. Media Barat dan media Islam yang dimanipulasi Barat, serta rezim di negara-negara Islam, menganggap kejadian di Iran sebagai hal kecil. Kita semua terlambat dalam menyadari realita baru di Iran. Telah ada usaha sistematis untuk menodai Islam Iran. Media Barat sengaja memberitakan kabar palsu tentang Revolusi Islam yang dipimpin Ayatullah Khomeini, pendiri dan pemimpin Republik Islam Iran.

Kampanye dalam menyerang Iran bukan hal baru. Sejak awal, kepentingan pribadi telah membawa kampanye tiada akhir dalam melawan Revolusi Islam Iran. Tamu pembicara kita malam ini, Syekh Ahmed Deedat, yang merupakan ulama terkemuka Islam dan baru saja kembali dari perjalanannya ke Iran, akan menceritakan kepada kita perjalanan pertamanya ke Iran. Saya panggilkan Tuan Ahmed Deedat untuk berbicara kepada kalian.

Syekh Ahmed Hoosen Deedat

Aku berlindung (kepada Allah) dari godaan setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. “Jika kamu berpaling (dari Islam dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.” (QS. Muhammad : 38). Mahabenar Allah.

Saudara-saudara sekalian,
Kita meragukan keajaiban dari sebuah negara yang terlahir kembali. Janji Allah yang tidak dapat ditawar telah terbukti dalam kebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa yang disebutkan dalam ayat yang saya baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhir dari ayat tersebut memperingatkan kita bahwa jika kalian berbalik dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kalian dengan bangsa lain.

Pribahasa Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapa musibah yang terjadi di sebuah umat dan berbicara tentang sebuah negara yang dapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah bahasa Alquran dan benar-benar terjadi melalui sejarah yang berulang. Pertama, Allah Swt. memilih Yahudi Bani Israil sebagaimana yang Dia katakan dalam Quran: “Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini.” (QS. Albaqarah [2]: 47).

Dengan kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan Tuhan untuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak istimewa dan ini merupakan yang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena mereka tidak mematuhi kewajiban, seorang Yahudi di antara kaum Yahudi pengikut Nabi Isa as. sebagaimana direkam di kitab Kristiani mengatakan kepada mereka: “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Mattius 21: 43), dan bangsa yang akan bangkit adalah umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada umat Islam.

Umat Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab, diberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya dan pengetahuan untuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal membawa hasil, Allah mengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam sejarah, kita mengingat orang Turki dan Mongol menghancurkan kerajaan Islam dan ketika mereka menerima Islam, mereka menjadi pembawa obor cahaya dan pengetahuan bagi dunia.

Sebagaimana Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orang muslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa. Kekuatan anggur tidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah bangsa kita. Batasan kita dan kekuatan Islam tidak bergantung pada batasan geografi atau bangsa.” Inilah yang Allah kehendaki lagi; Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika mereka menjadi lemah, Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… dan seterusnya merupakan proses berlanjut.

Jika kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah Swt. akan memilih bangsa lain yang ingin. Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat muslim. Miliaran kalau kita ingin berbangga! Sembilan puluh persen dari satu miliar merupakan suni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka Allah memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang Syiah! Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Syah menjadi penguasa… dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan! Orang ini bernama Muhammad dan bukan orang yang beriman. Sulit bagi kita untuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja pergi ke negara itu, mencari hingga detail, lihatlah apa yang sedang terjadi.

Orang Iran ini yang terlihat seperti Syah (raja) sebenarnya hanyalah orang asing. Jika Hitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita dapat memahaminya. Jika Rusia menaklukan rakyat itu, kita dapat mengertinya. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasa Persia, yang namanya Muhammad. Tapi, lihatlah ke arah mana ia membungkuk? Enam belas tahun dia melarang salat Jumat. Enam belas tahun! Kita telah menyamakan Iran dengan Syah dan Syah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah yang sama. Tapi jika Anda melihat lebih jauh, kita tahu bahwa Syah dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnya bagaikan orang asing satu sama lain.

Sekarang tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan tempat di mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran pertama kali terhadap kami. Kebetulan ini terjadi di Roma. Saya yang pertama merasakan dan kemudian beberapa teman saya merasakannya pula di bandara udara Roma. Kami sedang menunggu pesawat, dan kami mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salah seorang dari kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian dia menuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda yang mengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Wallah sangat indah melihatnya… yang saya maksud adalah ketika Anda melihat orang-orang dengan pakaian seperti itu (chodur) mereka adalah orang-orang yang cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalian harus melihat bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepada kami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat wanita muslim Iran yang sesungguhnya maka datanglah (ke Iran).” Saya dan beberapa orang pun pergi dan kami melihatnya. Itu adalah aroma pertama yang kami rasakan dari umat Islam Iran di Roma.

Ketika kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima yang dahulu sebelum revolusi dikenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama Hotel Istiqlal. Kemudian kami berkeliling ke tempat-tempat menarik dan saya akan menceritakan kepada Anda beberapa hal yang kami lihat dan saya akan menggambarkan perasaan dan pengalaman kami.

Jika saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalah pemakaman Behesht Zahra. Behesht berarti “surga” dalam bahasa Persia dan Zahra adalah gelar dari Fatimah az-Zahra yang merupakan putri Nabi Muhammad (saw.). Zahra berarti cahaya. Jadi nama tempat pemakaman tersebut adalah Surga yang Bercahaya.

Sebelum tiba di Iran, saya pernah membaca di koran tentang pemakaman Behesht Zahra. Saya ingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke pemakaman. Saya berpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk berdoa? Ya! Untuk orang yang meninggal? Ya! Ketika Anda memikirkan pemakaman di sini, Afrika Selatan, Anda mengingat jalan Brook, Riverside, dan lainnya. Anda tidak bisa membayangkan bahwa pemakaman (Behest Zahra) ini luasnya berkilo-kilo. Anda tidak bisa membayangkannya! Ini adalah tanah terbuka yang dapat menampung satu atau dua juta manusia. Orang berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untuk meluapkan emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada 70.000 lebih syuhada dalam peristiwa revolusi dan 100.000 luka-luka. Masyarakat dengan slogan “Allahu Akbar” sebagai senjata mereka telah menghancurkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah. Jadi kami pergi ke pemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana. Pria, wanita dan anak-anak termasuk kami benar-benar terinspirasi oleh antusiasme dan perasaan saudara-saudari kami di sana.

Saat itu pertengahan musim dingin, pria, wanita, dan anak-anak duduk di tanah yang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim dingin di bawah tanpa karpet atau kursi! Sebuah bangsa yang dapat menahan disiplin berjam-jam, dan Anda hanya dapat membayangkan takdir Allah apa yang direncakan bagi mereka. Satu atau dua hari kemudian dalam program kunjungan, saya membaca pemakaman Behesht Zahra, lagi. Pertama kali kami pergi untuk ceramah, kami melihat di kuburan orang-orang membaca puisi kesedihan dan doa dan saya pikir kunjungan kedua ini akan berlebihan. Tapi kenapa harus pergi dua kali? Saya telah melihat pemakaman ini. Tapi seluruh teman saya pergi dan saya pikir kalau semua orang pergi, ini tidak akan baik bagi saya untuk tetap di hotel bersantai ketika seluruh teman saya pergi dengan bus menuju pemakaman.

Kemudian saya pergi dan saya menjadi sangat bahagia. Karena kunjungan kedua ini adalah ketika Kamis sore dan Kamis di Iran seperti Sabtu bagi kita. Puluhan ribu orang berada di pemakaman. Ini hal biasa. Seperti hari raya raya (id). Puluhan ribu orang di sana, tidak lain kecuali untuk mengisi baterai spiritual mereka. Ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan. (Ucapan) “Putraku memberikan hidupnya bagi Islam” atau “Ayahku memberikan jiwanya untuk Islam” menunjukkan bahwa mereka memberikan hidup mereka untuk Islam. Dengan cara seperti ini, setiap Kamis merupakan suntikan spiritual dan pengingat bahwa mereka akan memberikan hidup untuk Islam.

Ketika berkeliling, terdapat sebuah balai kota yang dapat menampung 16.000 orang, dibandingkan dengan balai kota di Afrika Selatan, yaitu Good Hope Center di Capetown, yang hanya dapat menampung 8.000 orang. Bangunan itu didirkan oleh Syah untuk menyombongkan “Mitos Aria”-nya. Dia membanggakan tidak hanya bahwa dia Shahanshah atau raja seluruh raja, tapi juga bahwa dia sebagai Aryamehr, cahaya orang-orang Aria. Inikah penyakit orang-orang Aria? Ingat bualan Hitler tentang menjadi Aria karena orang Jerman adalah orang Aria. Kemudian orang Hindu membual bahwa mereka orang Aria. Jika masyarakat saya, orang Gujarat, bukan muslim maka mereka akan membual juga untuk menjadi Aria seperti mereka. Mantan Syah ini menyatakan diri sebagai cahaya orang-orang Aria dan membangun monumen ini sebagai penghormatan. Dia membangun monumen lainnya dengan menghabiskan biaya jutaan untuk memperingati leluhurnya Cyrus Agung, seorang penyembah berhala, musyrik dan memboroskan kekayaan negara untuk kepentingannya.

Tahun 1984 dia berencana mengadakan Olimpiade di Tehran untuk menyombongkan egonya. Di balai kota ini kami melihat atletik dan akrobatik. Wallah, sayangnya kita, muslim Afrika Selatan, seperti orang yang lemah dan membuat kita lebih buruk lagi dari hal itu. Pemuda kita tidak melakukan aktivitas seperti itu. Di sana dilakukan atletik, gimnastik, akrobatik yang tidak kita lakukan. Hal seperti itu bukan untuk kita; yang melakukan jogging, Anda tahu, anak-anak muda yang ketika saya bertemu mereka saya berjabat tangan dengan mereka dan mereka seperti orang lemah. Tapi hampir setiap pemuda yang Anda temui di Iran terlihat seperti atlet. Mereka melakukan olah raga yang biasa dan hal itu membuat kami senang karena mereka tidak membicarakan Iran. Mereka tidak bicara tentang Iran “Kami orang Iran, kami orang Aria” justru mereka berbicara tentang Islam, Islam dan Islam. Tidak ada satu pun wanita setengah telanjang, tidak ada satu pun. Jika Syah mempunyai caranya, jika dia masih hidup dan menjalankan rencananya, Anda bisa bayangkan akan ada wanita setengah telanjang di sana yang setiap orang bisa melihat hingga puas.

Di Iran segala sesuatu berhubungan dengan Islam untuk memperkuat moral masyarakat, membangkitkan ribuan pria dan wanita. Kami tergetar melihat anak-anak kami, kami merasa mereka anak-anak kami, saudara kami sendiri, dan kami benar-benar tergetar. Kami melihat hal itu sebagai hal yang anak-anak kita juga bisa lakukan. Kemudian kami pergi melewati parade militer dengan berbagai kelompok lelaki Iran dan tidak ada kekurangan kekuatan di sana. Anda tahu, beberapa orang ingin pergi dan menolong saudara seiman kita di Iran. Alhamdulillah di sana tidak kekurangan kekuatan; yang mereka inginkan hanya alat dan senjata. Jika bangsa Iran memiliki senjata militer seperti yang Israel miliki, seluruh Timur Tengah akan bebas dari intervensi asing dalam sekejap. Inilah bangsa yang bisa melakukannya. Semangat jihad ada pada setiap dan seluruh pria dan wanita di negara itu. Seluruh masyarakat terlibat dalam mempromosikan Islam. Kita berbicara tentang 20 juta orang yang mampu mewujudkannya. Jika mereka memiliki senjata dan materi, setiap wanita pria dan anak-anak akan pergi berjihad.

Kemudian kami mengunjungi tawanan perang Irak. Sebagaimana yang Anda tahu perang ini dimulai oleh Irak dengan menyerang Iran. Seluruh negara dalam keadaan kacau. Irak merasa bahwa jika Yahudi dapat melakukannya ke bangsa Arab dalam waktu 6 hari, maka mereka bisa melakukannya kepada Iran dalam waktu 3 hari. Seluruh dunia berpikir dalam waktu satu minggu Iran akan hancur berkeping-keping. Tahukah Anda sudah berapa lama sekarang ini? Ini sudah setengah tahun dan bahkan lebih. Alhamdulillah, di awal perbandingannya 20 berbanding 1 dalam hal pasukan dan material, namun bangsa Iran membalikan posisi dan menjadikannya 1 berbanding 3 bagi mereka. Mereka mampu memukul balik (Irak). Mereka memiliki kembali seluruh wilayah mereka dan sebuah bukit yang dinamai Allahu Akbar. Alhamdulillah mereka melakukannya dengan baik.

Bagaimana pandangan Ahmad Deedat tentang Imam Khomeini? Lanjut ke Halaman 2

About these ads

33 thoughts on “Ahmad Deedat Bicara Syiah”

    1. Terima kasih. Sengaja diterjemahkan sekalian saya belajar bahasa Inggris dan teman-teman yang sama seperti saya (baca: kurang tentang bahasa Inggris) bisa juga membaca dan paham :)

  1. Assalamualaikum

    Saya rasa ada kalimat yang salah penulisannya seperti “Aku berlindung kepada setan yang terkutuk.” mungkin maksudnya “Aku Berlindung dari godaan Setan yang terkutuk” di awal pidato Syeikh Ahmed Deedat. Mohon di revisi.

    Terima kasih

  2. SATU RISAU, BAGAIMAN KEADAAN UMAT INI, KEMBALILAH KEPADA AL-QURAN DAN AS SUNNAH, SEPERTI PARA SAHABAT R.HUM

  3. Rasanya ada yg tidak dibahas dalam pidatonya bapak ahmad deedat ini, dan cukup krusial juga, yaitu pada pertanyaan: “Kenapa mereka suka mencaci maki para sahabat besar yang lain dengan segala tuduhan miringnya terhadap mereka?”. Apakah ada alasan logis yang dapat diterima?

    1. Lho, bukannya udah di jelaskan ya?
      Pertanyaan ini, jawabannya ada di sini:

      “Ada apa dengan semua ketegangan suni–Syiah ini? Semuanya adalah politik. Semua permusuhan yang kita miliki sekarang adalah politik. Jika ikhwan suni di suatu tempat melakukan kesalahan, Anda mengatakan “Oh, orang itu tidak Islami, dia kafir”, tapi jika satu orang Syiah melakukan kesalahan, Anda menyalahkan seluruh komunitas Syiah, seluruh negara dan bangsa yang jumlahnya jutaan, dan mengatakan mereka semua sampah hanya karena satu orang Syiah berbuat tidak islami. Pada saat yang sama, kita melihat dengan cara yang berbeda jika salah seorang dari saudara Anda melakukan kesalahan serius karena dia ayah atau paman Anda. Satu kelompok suni mengatakan kepada yang lain “Anda bukan muslim”, kelompok suni lain mengatakan “Anda bukan muslim, Anda kafir.” ”

      Nah, jadi jika satu orang yang melakukan itu, kenapa jadi satu kelompok yang di salahkan? :)
      Seharusnya itu kesalahan individual, tolong jangan di campur adukan.
      Ayolah, kita sesama saudara lebih enak berdamai aja ya, saling positive thinking. :)

  4. Al-Quran yang suci menyebutkan: Dan jika kamu berpaling (dari Islam{Bangsa Arab} dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain(Bangsa Persia/Iran), dan mereka tidak akan seperti kamu (QS. Muhammad : 38).

  5. Mudah2an setelah ini kita tidak lagi mengkultuskan “Ali r.a, Fatimah azh & Husain ” dan mengkafirkan serta melaknat para Sahabat yang lain, yg telah berjuang bersama2 Rosululloh saw menegakan Dienul Islam ini….!!!

    1. Berarti kalau Ahlulbait bukan manusia biasa bisa di kultuskan ya Ali Reza??? Mohon Penjabarannya Om… Terimakasih… Wal affu minkum…

    2. Oooo gak bisa mas, beda muslim dg munafik ada disitu.( ingat ttg abdulah bin ubay yg memfitnah Aisyah) Dan mrk akan tetap sebagai munafik ngikutin si ubay

  6. Al-Quran yang suci menyebutkan: Dan jika kamu berpaling (dari Islam{Bangsa Arab} dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain(Bangsa Persia/Iran), dan mereka tidak akan seperti kamu (QS. Muhammad : 38).

    Bagaimana Alqur’an yang suci bisa ditafsirkan seperti itu?

    1. Ayat tersebut memberikan penjelasan umum dan akan berlaku terus sepanjang zaman pada setiap kaum. Anda bisa membaca realitas sekitar.

  7. Ingatlah saudara2ku yg sunni, imam syafi’i r.a. telah menyuruh hati2 pd syi’ah, karena syi’ah itu paling banyak berdusta.!

    Syi’ah membuat kalian berpihak pada syi’ah dgn mengangkat perkataan orang yang telah tiada.& selalu begitu. , layaknya ahli kitab yg membawa nama Musa a.s. ,& Isa a.s.(Yesus),untuk berdusta.

    ===
    DISKUSI SUNNI VS SYIAH +KRISTEN

    Telah diadakan diskusi antara ulama Ahlus Sunnah (Sunni) dengan tujuh ulama Syiah atas undangan Presiden Iran yang antara lain dihadiri oleh beberapa orang pendeta Kristen. Diskusi ini diadakan untuk mengetahui titik perbedaan antara dua kelompok tersebut.

    Ketika seluruh ulama Syiah telah hadir, tak satupun ulama Sunni yang datang. Tiba-tiba masuklah seorang yang membawa sepatu di bawah ketiaknya. Ulama Syiah terheran-heran, kemudian mereka bertanya: “Kenapa kamu membawa sepatumu?” Orang itu menjawab: “Saya tahu bahwa orang Syiah itu suka mencuri sandal di zaman Rasulullah.” Ulama Syiah saling pandang terheran-heran akan jawaban itu. Mereka kemudian berkata: “Tapi di zaman Rasul belum ada Syiah.” Orang itu menjawab lagi: “Kalau begitu diskusi telah selesai. Dari manakah datangnya ajaran agama kalian? Kalau di zaman Rasulullah tidak ada Syiah (demikian juga di zaman Yesus tidak ada Kristen).” Semua ulama Syiah dan para hadirin diam. Ternyata orang yang datang membawa sepatu tersebut adalah Ahmad Deedat, da’i besar dan Kristolg dunia, Rahimahullah.

    Tetap waspada terhadap aliran sesat Syiah,
    Syi’ah memanfaatkan Ahmad Deedat yg telah tiada untuk berdusta. Padahal Ahmad Deedat belum tentu berkata sprti yg syi’ah katakan.

    1. “Syi’ah membuat kalian berpihak pada syi’ah dgn mengangkat perkataan orang yang telah tiada.& selalu begitu. , layaknya ahli kitab yg membawa nama Musa a.s. ,& Isa a.s.(Yesus),untuk berdusta.”

      Memang itu salah ya?
      Kalau kita ga boleh ngangkat perkataan orang yang telah tiada, berarti kita juga ga boleh ngangkat perkataan Rasulullah donk?
      Dan Anda juga ga boleh harusnya mengangkat perkataan imam syafi.
      Saya ga tahu anda suni atau bukan, tapi dengan begini anda telah menjelek2an suni sendiri karena membawa perpecahan antar saudara.
      Tolong, jangan mempermalukan suni dan membuat suni menjadi buruk.

  8. Belajar dari umat yang saleh adalah institusional. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada beliau SYECH AHMAD DEEDAT

  9. Untuk Sahabatku Ali Reza yg hebat, Seruan @asySyabani tidak perlu ditanggapi secara ilmiah dan empiris. Karena dalil mereka pasti tidak faktual dan menyenangi pertikaian bukannya persatuan.. Semoga akan lahir ahmad deedad yang baru lagi….

Bagaimana komentarmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s