Bicara soal haram-halal memang harus hati-hati. Apalagi di lingkungan masyarakat yang sensitif; bisa-bisa justru saya yang terkena fatwa haram. Tapi bicara soal fikih, kita harus nurut, meski bisa dipastikan terdapat perbedaan pendapat. Menurut fikih ahlusunah, ikan lele pada asalnya adalah halal. Tapi terkadang masyarakat kita memelihara lele di empang-empang dan diberi makan kotoran.
Jika kondisinya seperti itu, maka ikan lele menjadi sama seperti binatang jallalah, yaitu binatang yang memakan makanan kotor dan najis sehingga hukum memakannya adalah haram. Agar menjadi halal kembali, lele diharuskan untuk dikarantina alias dipisahkan dari tempat yang kotor dan makanannya pun harus yang bersih.
Blog LPPOM-MUI Kaltim menuliskan pendapat Ibnu Umar yang mengatakan sekaitan binatang jallalah tadi bahwa unta harus dikarantina selama 40 hari, kambing selama 7 hari, dan ayam selama 3 hari. Mungkin karena di daerah Timur Tengah tidak ada lele, maka sulit ditemukan berapa lama waktu karantina lele. Mazhab Syafii mengatakan tidak ada waktu tertentu. Situs kajianislam.net mengatakan selama 3 hari untuk karantina lele.
Sedangkan mazhab Syiah ahlulbait sejak awal memang menyatakan haramnya memakan lele dan ikan lainnya yang tidak memiliki sisik. Disebutkan dalam beberapa literatur ahlulbait bahwasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, “…bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian makan dari ikan kecuali yang memiliki kulit dan padanya sisik…” (Wasâil 24/107) Begitu juga Imam Ja’far al-Shadiq as.: “Makanlah dari ikan yang memiliki sisik dan janganlah engkau makan yang tidak bersisik darinya.” (Wasâil, 16/33)
Sedangkan info mengenai bahaya makan ikan lele, saya peroleh dengan sanad seperti ini: dari Ali Akbar dari Mukhtar Laksana dari DakiUnta.com, menulis:
Buat teman-teman yang suka makan pecel lele atau belut goreng hati-hati ya. Ini ada informasi dari pak dokter…
Saya ingin membahas kenapa orang mudah sekali terkena penyakit tiroid yang bengkak (dan) infeksi. Beberapa bulan ini saya sering kedatangan pasien-pasien yang terkena penyakit thyroid yang bengkak, dengan gejala:
- Leher bawah bengkak
- Disekitar leher ada yang seperti tumor
- Bola mata seperti mau keluar,
- Panas di sekitar leher.
- Sering batuk di tengah malam tanpa sebab
Setelah saya sering bertanya, ternyata semua pasien sering memakan lele dan belut.
Pada juragan lele di Jogja [Yogyakarta]; ayah, istri dan anak, semua timbul gejala-gejala seperti di atas. Saya tanyakan ke salah satu profesor dokter di Pluit. Ternyata belut/lele mengandung racun ringan, sehingga bila digoreng, maka minyak yang bersih pun akan hitam, dan dulu saya pun ingat jika makan tahu/tempe dari minyak hasil gorengan lele, maka tenggorokan gatal/panas. Tterkadang bikin batuk.
Nah karena dari ini semua saya hanya ingin menginformasikan bahwa makanan yang murah belum tentu sehat. Tolong sampaikan ke saudara-saudara yang suka makan lele/belut. Mungkin lebih baik dipertimbangkan. Mungkin perlu ada penelitian lebih lanjut.
Puji Tuhan, pasien-pasien dengan kelenjar thyroid bermasalah, semua sudah kembali normal. Terkadang bengkak sampai ke punggung seperti terjepit…
Terima kasih.

izin share bib…. Syukron!!!
Silakan, syukran wa afwan
O y bib ane punya usul, gimana kalau Habib bahas tentang sholat jum’at bib…, buat tambahan informasi…!!!
Syukron sebelumnya bib, afwan jikalau kurang berkenan!!
Allahumma Sholiala Muhammad wa aali Muhammad wa Ajjil Faraja Muhammad….
masukin status facebook ah…
Share link blognya dong
fiuuuhh untung udah lamaaaaa banget ga makan lele
Setahu saya kedua jenis ikan ini banyak mengandung protein, tapi di balik itu ternyata dapat membahayakan pula bagi orang yang mengkonsumsinya.
Beruntung saya tidak begitu doyan makan hewan jenis ini.
terima kasih atas infornya
Mungkin kalau diolah dengan baik, tapi kalau bercampur minyak??
sahih.. sanadnya juga :p
Mau di-link ke FB apa alikaff?
tadinya saya sering kasih anak daging ikan lembut,dan durinya dikit,seperti lele,patin,ternyata begitu ya….
Mungkin tuna dan salmon bisa jadi pilihan yang lebih baik dan tentu lebih sehat
1) Apakah tuna & salmon memiliki sisik? Sejauh pengamatan saya thd ikan tuna & salmon di supermarket, kedua jenis ikan tsb tidak ada sisiknya. Badannya licin mirip ikan tenggiri yg juga tidak bersisik. Bagaimana menurut pengamatan Anda?
2) Bagaimana pandangan fiqih Syiah thd ikan cakalang? Dari situs internet [salah satunya wikipedia] disebutkan bhw cakalang tidak memiliki sisik kecuali di bagian longitudinal. Apakah dgn dasar itu cakalang masih halal dari sudut pandang fiqih Syiah?
Syukron. Salam ‘alaykum.
Assalamualaikum. Sepertinya ahli ikan yang lebih pas untuk menjawab, kemudian disimpulkan oleh ahli fikih. Maaf.
salmon mengalami daur hidup, bentuknya berubah. saat masih kecil ada sisiknya. http://en.wikipedia.org/wiki/Salmon#Life_cycle.
bagaimana menurut fiqih dengan tumbuhan/makanan organik? karena tumbuhan organik paling bagus diberi pupuk organik yang berasal dari kotoran sapi/kambing. apakah ada hukumnya di qur’an/hadist?
Saya belum tahu. Mungkin bisa baca di sini.
ijin share ya……
untung ga demen lele…
Saya setuju dengan haramnya lele yg diberi makan dgn kotoran, tetapi saya meragukan hadits dari syiah, karena ada suatu riwayat dimana Rasulullah pernah mengutus kelompok pengintai untuk menghadang musuh, di mana pengintai tersebut kehabisan makanan dan menemukan bangkai paus dan memakannya, setelah itu ditanyakannya perihal itu kepada Rasulullah, dan mengatakannya bahwa bangkai ikan adalah halal, jikalau paus haram (karena tidak bersisik) pastilah Rasulullah melarangnya. Sebenarnya jikalau mau jujur banyak yg mengandung racun tapi kita justru ikhlas dan marah jika diberitahu misal: kopi (dengan racun kafeinnya), teh (dgn racun tehin), hiu yg terdeteksi mengandung mercuri pada siripnya yg justru siripnya yang mahal, dan satu lagi yg fenomenal adalah rokok, yang ingin saya sampaikan adalah makanlah secukupnya jangan berlebihan itu yang membuat sehat.
Meragukan wajar, karena itu perbedaan penerimaan riwayat dalam fikih. Tapi apakah paus itu ikan? Dalam biologi ia digolongkan sebagai mamalia (Whale, Class: Mamallia). Terima kasih.
Pada masa itu belum ada pengklasifikasian paus, lumba-lumba bukan ikan dan termasuk mamalia, dan dahulu juga tidak mengenal rokok sehingga tidak bisa secara langsung di hukumi sebagai barang haram
, tetapi jikalau melihat mudharatnya lebih banyak,ya mungkin itu yg menjadi dasar sebagian ulama mengharamkan, tergantung dari pemahaman masing-masing jg yg memang tidak ada hukum yang jelas menyatakan itu haram (karena dulu memang ga ada rokok), btw pada hadits tertulis al anbar (ikan sejenis paus).
Sy meragukan info ini… Tdk ada bukti2 konkrit dr peneliti resmi yg mensahkan bhwa ikan lele mengakibatkan sakit tyroid… Sy anggap postingan di forum kaskus ini adalah HOAX
Saya juga belum nemu bukti-bukti konkrit yang mensahkan komentar Anda
Lagi pula ini blog, bukan forum Kaskus. Terima kasih.
Ikan yang Tidak Bersisik Mempengaruhi Spritual Ibadah
Saya Praktisi Reiki, dan telah lama mendalami dan aktif meditasi, kebetulan jamaahku banyak. suatu ketika ada salah satu jamaah datang dan bertanya tubuhnya mengalami bentol-bentol gatel dan meditasinya tdk bisa khusyu’. lalu kutanya; bebrapa hari ini kamu makan apa? dia jwb: makan pecel lele di warung. lalu seluruh cakrnaya saya slaraskan, akhirnya gatelnya hilang bsoknya bentol-bentolnya juga hilang.
Suatu hari ada juga seorang temanku datang, skujur tubuhnya gatel/alergi parah. saya tanya habis makan apa? dia jwb: barusan makan ikan cumi-cumi habis satu porsi. Akhirnya saya suruh duduk meditasi lalu kuslaraskan seluruh cakranya, langsung seketika gatalnya hilang. Kemudian kusuruh mandi tobat, lalu tubuhnya pulih normal.
Makanan dari ikan air/laut yang tidak bersisik dan tidak berbentuk ikan memang mengandung efek negatif yang nyata bagi pelaku spritual, paling tidak mempengaruhi kenyamanan dan kekhusyu’an dalam meditasi.
Penasaranku semakin meningkat, maka teman-temanku saya suruh makan ikan yang tidak bersisik yang beraneka ragam, misalkan kepiting, rajungan, kerang, paus, belut dll. Hasilnya sama semuanya mengalami gangguann dikulit dan sulit khusyu’.
Lalu mengapa orng-orang yang tidak meditasi atau ikut reiki (orang awam) tidak mengalami ganguan alergi/kekhusyu’an setelah makan ikan yang tidak bersisik. Setelah membaca rujukan dari ahlul bait barulah ketemu jawabnnya, ternyata semua ikan yang tidak bersisik adalah bisa jadi keturunan atau hasil dari al-maskh (perubahan bentuk) dari manausia yang dikutuk oleh Allah karena dosa-dosa. Maka jika seseorang memakan ikan jenis tsb, otomatis enerji negatifnya akan masuk ke dalam tubuh dan mempengaruhi jiwa.
Tidak makan Ikan yg Tidak Bersisik kebal di Santet.
Kebetulan rumahku di banyuwangi, sehingga tidak asing melihat fenomena santet, orang mati karena perutnya besar bersisi pasir, bata. Atau tiba-tiba lumpuh karena punggungnya dikunci jarak jauh dll. Bahkan saya sering dimintai bantuan tetangga yang terkena santet. Setelah mengobati orang yang terkena santet biassanya malam harinya dukunnya marah yang langsung mensantet. Saya perhatikan tengah malam santet itu datang kadang berwujud api atau panah atu jin, berusaha masuk ketubuh saya sampai kesulitan untuk menembus tubuh saya. Padahal kami tdk punya wirid atau ajian doa khusus. Tiap hari hanya istiqomah shalat lima waktu dan meditasi . saya pun berfikir apakah gara-gara tidak makan ikan yang tdk bersisik itu jadi sulit di tembus?.Rasa penasaran trus berlanjut smpai suatu ketika ada orang yang sakit parah terkena santet, setelah saya ruqyah lalu orang tersebut saya suruh jangan memakan ikan yang tdk bersisik. Alhamdulillah org itu sehat dan tdk kena kemasukan santet lagi.
Sampai sekarangpun saya selalu menganjurkan kepada siapa saja, kelemahan memakan ikan yang tidak bersisik. Apalagi di daerah saya tepi pesisir pusatnya ikan banyak saya menjumpai orang terkena asam urat, ketika saya wawancarai karena kebanyakan makan cumi-cumi.
Saya meyakini ucapan imam Syi’ah tidaklah ngawur tanpa dasar mereka adalah para avatar yang dikirim oleh Allah untuk membimbing ummatnya. Tidak ada satupun penejlasan dari versi islam yag memahas secar hakekat dan syareat mengenai makanan yang halam dan yang harom kecualai penjelasan yang sngat hebat dari Ahlul bait. TIDAK SETIAP MAKANAN ITU HALAL DAN BAIK.
entah mengapa saya masih tidak bisa percaya hal-hal yang beginian (santet)