Analisa “Fatwa” MUI tentang Syiah

Dalam pertemuannya dengan para pelajar Indonesia yang berada di Qom (28/4), Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab menyebutkan bahwa sampai saat ini MUI sama sekali tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah. Namun saat ini beberapa media dan situs yang memiliki tendensi negatif terhadap Syiah mempublikasikan selebaran fatwa MUI yang disebutkan menyatakan kesesatan Syiah dan bukan bagian dari Islam. Manakah yang benar dari keduanya?

Mana yang benar, pernyataan Prof. Umar Shihab yang notabene adalah Ketua MUI yang menyebutkan MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah atau media-media anti Syiah yang menyebutkan MUI pernah mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah dan belum dianulir sampai saat ini?

Berikut kami menyertakan sebuah analisa sederhana:

Prof. Umar Shihab sebagai ketua MUI tentu tidak akan mengeluarkan pernyataan secara gegabah hanya sekedar untuk menyenangkan pendengarnya, dengan mengorbankan reputasinya sebagai tokoh masyarakat, ulama dan pejabat negara. Sementara media-media anti Syiah, tentu akan melakukan banyak hal untuk tetap membenarkan pendapat mereka meskipun itu dengan cara manipulasi dan merendahkan kehormatan seorang muslim.

Media anti-Syiah mempublikasikan kembali hasil Rakernas MUI tahun 1984 yang mengeluarkan rekomendasi mengenai paham Syiah yang kemudian mereka menyebutnya sebagai fatwa MUI.

Berikut teks lengkap rekomendasi tersebut (http://www.mui.or.id/)

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H/Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut:

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Perbedaan itu di antaranya :

  1. Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu musthalah hadits.
  2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma’sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).
  3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.
  4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/ pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.
  5. Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).

Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

Ditetapkan: Jakarta, 7 Maret 1984 M

4 Jumadil Akhir 1404 H

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML (Ketua)

H. Musytari Yusuf, LA (Sekretaris)

Analisa

  1. Meskipun rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI dan terdapat dalam Himpunan Fatwa MUI namun tidak satupun teks yang menyebutkan bahwa apa yang tertulis di atas adalah Fatwa MUI. Di awal surat disebutkan bahwa teks di atas adalah rekomendasi MUI yang merupakan hasil dari Rakernas MUI tahun 1984 mengenai paham Syiah dan di akhir teks disebutkan himbauan MUI untuk mewaspadai Syiah, dan sama sekali tidak menyebutkan fatwa MUI apapun mengenai Syiah.
  2. Dalam surat rekomendasi tersebut disebutkan, “Faham Syiah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab suni (ahlusunah waljemaah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.” Pernyataan bahwa paham Syiah sebagai salah satu paham yang terdapat dalam dunia Islam, menunjukkan pengakuan MUI bahwa Syiah adalah bagian dari dunia Islam. Tidak sebagaimana pengklaiman media anti-Syiah yang menyebutkan MUI mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah dan menganggap Syiah di luar Islam.
  3. Lima poin perbedaan yang dipaparkan MUI dalam surat rekomendasi tersebut adalah perbedaan antara paham Syiah dengan mazhab suni (ahlusunah waljemaah) yang dianut oleh umat Islam Indonesia, bukan dengan ajaran Islam itu sendiri, dan bukan pula dengan mazhab suni (ahlusunah waljemaah) yang dianut umat Islam di luar Indonesia. Mengingat, jangankan pemahaman ahlusunah waljemaah dengan umat Islam di negara lain, dalam negeri Indonesia sendiri, antara sesama pengikut ahlusunah waljemaah terdapat perbedaan akidah dan amalan fikih yang mencolok. Antara pemahaman ahlusunah waljemaah yang dianut Nahdatul Ulama (NU) yang moderat terhadap tradisi lokal sangat berbeda dengan pemahaman ahlusunah waljemaah yang dianut ormas-ormas keagamaan yang berafiliasi ke Arab Saudi.
  4. MUI tidak menyebutkan lima poin perbedaan pokok antara paham Syiah dengan pemahaman ahlusunah waljemaah yang dianut (mayoritas) umat Islam Indonesia sebagai kesesatan Syiah dan pembenaran terhadap pemahaman ahlusunah waljemaah versi umat Islam Indonesia. Adanya perbedaan paham dalam dunia Islam adalah hal yang biasa, sebagaimana perbedaan paham dalam mazhab suni sendiri.
  5. Himbauan MUI agar waspada terhadap ajaran Syiah hanya dikhususkan kepada umat Islam Indonesia yang berpaham ahlusunah waljemaah bukan kepada seluruh umat Islam Indonesia. Karenanya, bukan menjadi persoalan kemudian jika ada ormas-ormas Islam ataupun tokoh Islam yang menyatakan menerima keberadaan Syiah di Indonesia. Dan statusnya sebagai himbauan tidak meniscayakan bahwa yang menerima keberadaan Syiah menentang MUI.

Dengan lima poin analisa sederhana tersebut di atas, kami menyatakan apa yang dinyatakan oleh Prof. Umar Shihab bahwa MUI tidak pernah menyatakan Syiah sesat adalah benar, sementara media-media ataupun ormas-ormas yang anti-Syiah yang mengklaim MUI pernah mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan Syiah adalah kedustaan belaka dan upaya manipulatif untuk tetap menimbulkan perpecahan dalam tubuh umat Islam Indonesia.

Kami mengutip kembali pernyataan Prof. Dr. Umar Shihab, “Suni dan Syiah bersaudara, sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah Swt. yang menghendaki umat ini bersatu.” Semoga Allah Swt. memperbanyak orang-orang seperti beliau.

Sumber: Lembaga Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam

Update: Saya coba membaca fatwa-fatwa MUI yang lain di bidang akidah dan keagamaan dan “membandingkannya” dengan penjelasan MUI di atas tentang Syiah. Apa yang saya temukan sejalan dengan analisa di atas. Dalam fatwa tentang pengajian Lia Aminuddin, MUI menyatakan agar jemaahnya kembali dan mendalami ajaran Islam. Tentang Islam Jama’ah, MUI menyatakan ajarannya sesat dan menyesatkan. Tentang Ahmadiyah, MUI menyatakan ajaran tersebut berada di luar Islam.

Tapi tentang Syiah, MUI menyatakan “Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam…” memiliki perbedaan dengan ahlusunah. Kemudian MUI menjelaskan perbedaan tersebut yang mana perbedaan tersebut tidak membuatnya keluar dari Islam; meskipun perbedaan tersebut masih dapat didiskusikan dalam kerangka ilmiah. Jadi, mengapa pernyataan Ketua MUI, PBNU, dan Muhammadiyah dikatakan dusta?

Baca Juga:

Last modified: January 2, 2012
About these ads

30 thoughts on “Analisa “Fatwa” MUI tentang Syiah

  1. rivalry is sibling,,,, but it doesn’t make moeslem unity, islam is universal, not tend to differ each other

  2. Untuk teman2 muslimin sedunia,…
    kalau kalian rajin baca sejarah tentang islam baik digolongan sunni ataupun islam diluar sunni ,pasti kalian bakal mengakui kebenaran tentang ajaran islam kaum syiah,bagaimana tidak syiah itu sendiri lahir dari ajaran rasulullohu alaihi wasalam dan keluarganya…coba deh sebelum memfitnah pelajari dahulu agar supaya kaum muslim bisa bersatu…makasih

    • memang buku yang anda baca sudah sebanyak apa, sehingga menganggap orang lain belum banyak membaca ?

  3. Islam itu hanya satu walaupun berbeda cara beribadah yang penting tidak melenceng dari agama tauhid yaitu Allah tuhan kita hanya satu, dan nabi terakhir adalah Muhammmadurosululah S.A.W.
    terkadang orang terlalu mengkultuskan golongan nya sehingga terjadi perpecahan dengan golongan yang lain. Padahal Allah itu dapat dicapai oleh hati yang jernih dan suci. Orang yang merasa golongan nya paling suci dia itu belum menemukan hakekat Islam sejati. Kalau sudah dipahami ajaran Islam itu hanya mempunyai satu Visi yaitu Menyelamatkan Umat Muhammad dari siksa api neraka itu adalah tujuan utama setiap peminpin umat.

  4. Manusia punya keterbasan dalam menafsir dan menganalisa, khilafiah.. manusia juga punya keterbasan mengendalikan egonya utk merasa paling benar diantara saudaranya, jumawa.. Disisi lain syaitan selalu punya sejuta cara utk membuat manusia saling membenci dan tersesat, memang tugasnya.. Setau saya Islam berlaku utk seluruh isi jagat raya dan Allah SWT adalah satu.. Bersatulah dalam perbedaan saudaraku.

  5. ada banyak jalan menuju SURGA..Sunni atau shi’ah punya jalan sendiri. selama mereka percaya pada Allah, Rosul dan Al-Qur’an dan ajaran pokok menjadi Muslim…Bahkan aliran-aliran apapun selama masih percaya pada ketiga hal di atas..saya berhak hidup di dunia dan bumi indonesia

  6. there’s only one thruth!

  7. yaitu bersama nabi dan para sahabat, dengan nama lain Ahlus Sunnah wal jamaah atau disebut jugaSunni

    • mohon dijelaskan kpn terbentuknya mazhab ahlussunnah? knp ada 4 imam? yg mana yg paling benar, hanafi, maliki, syafii atau hambali? ada dalilnya kah yg mengharuskan kita mengikuti 4 imam tsb? dan ada kah kata2 ahlussunnah wal jamaah dlm hadits dan Al Qur’an?

  8. yang menulis artikel ini berakidah ahli sunnah atau syi’ah atau abu-abu ?

  9. “Mayoritas syi’i di Indonesia adlh yg sudah mengenal sunni lebih dulu dan org2 yg kritis… Jadi takkan ngaruh dgn brbgai tuduhan..”

  10. hadist mana yang menerangkan abu bakar, utsman,dan umar yang dijamin masuk surga itu murtad seperti yang dikatakan kaum syiah

  11. simak fatwa poin ke dua :
    2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).

    orang sunni dan syi’ah tahu apa itu makna ma’sum, yang nggak ngerti (blajar dulu, sebelum berpendapat) jadi orang-orang syi’ah itu ta’at kepada imam-imam mereka (walaupun kenyataannya mereka tidak mengikuti imam Ali bin Abi Thalib, Hasan dan Husain…Radhiallahu’anhum jami’) bukti bahwa mereka tidak ta’at kepada Rasul, tapi taat kepada ulama syi’ah : Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengharamkan nikah mu’tah. tapi syi’ah dan para ulamanya bahkan awam yang taklid buta menghalalkan nikah mut’ah.

    menurut ulama syi’ah dan para pengikutnya mereka berpendapat bahwa ahlus sunnah kafir(Syaikh Husain bin Ali ‘Ushfur al-Dararial-Bahrani dalam kitabnya, al-Mahasin al-Nafsaniyyah fii Ajwibah al-Masaa-il al-Khurasaaniyyah, hal. 17: Orang-orang Syi’ah menggelari orang-orang Sunni atau Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan al-Naashibah. Menurut keyakinan Syi’ah, mereka lebih najis daripada anjing dan lebih kufur daripada Yahudi dan Nashrani.

    Dia mengatakan,

    بَلْ أَخْبَارُهُمْ عَلَيْهِمُ السَّلامُ تُنَادِي بِأَنَّ النَّاصِبَ هُوِ مَا يُقَالُ لَهُ عِنْدَهُمْ سُنِّياًّ

    “Bahkan kabar-kabar dari mereka (para imam) ‘alaihis salam menyerukan bahwa yang dimaksud al-Nashib adalah yang dikenal dikalangan mereka dengan Sunni.”)

    lalu bagaimana bisa mereka berkata syi’ah sunnah bersatu, itu sekedar kedok saja, kalo sudah kuat mereka akan bantai ahlus sunnah seperti di yaman, irak dan lain-lain..fatadabbaru yaa ulil albab..

    • Al-Darari atau Ad-Darazi, nih…? Yakin nih sudah belajar dan berpendapat, atau cuma copy-paste dari situs anti-Syiah?

      Begini, Tuan. Di setiap kelompok manapun ada yg namanya kelompok ekstrim, dan umumnya berjumlah sangat sedikit. Pendapat kecil itu tidak merepresentasikan pendapat mayoritas, jadi janganlah kita mengeneralisasi. Di antara ulama ahlusunah pun ada yg berpendapat Syiah bagian dari Islam, dan ada pula yg mengkafirkan.

      Kalau Anda mengutip satu pendapat lalu disimpulkan, mengapa Anda tidak juga mengutip pendapat dan fatwa ulama dan marjak Syiah yg lebih besar, seperti Ayatullah Khamenei, As-Sistani, Sayid Fadhlullah yg mengatakan bahwa pengucap syahadatain adalah muslim?

      Baca pendapat ulama ahlusunah dan Syiah di sini.
      Baca mengenai fatwa Khamenei dan sosok Yasir Al-Habib di sini.

  12. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

    “Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.” HR. Sunan Abu Daud.

    Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, ‘Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah.

    • Wah mas, shahih ga tuh haditsnya? Abu Hurairah itu pernah dihardik oleh Umar bin Khattab karena sering berkata bohong.. lalu Muawiyyah? dia yg memerangi Imam Ali bin Abi Thalib as.. msh dlm kategori DIRAGUKAN nih haditsnya.. kl pun shahih, siapa yg dimaksud Al-Jama’ah? Jama’ahnya Muawiyyah? hehe monggo silakan ikuti Muawiyyah.. kl Jama’ah Rasulullah SAW ya bukan hanya sunni.. Ahlussunnah wal jama’ah bukan lah mazhab, tp jama’ah yg mengikuti sunnah Rasulullah SAW.. Syiah pun mengikuti sunnah Rasulullah SAW, bersyahadat, shalat 5 waktu, puasa di bln Ramadhan dan puasa SUNNAH yg lain2 termasuk Senin-Kamis, berhaji, baca Al Qur;’an dll

  13. udah biasa orang syiah.. jelek2in abu hurairah radiallahu anhu.. karena sumber hadits ahlussunah khan banyak dari abu hurairah dan Aisyah Radiallahu anha.. di jelek2in dah tu mereka berdua sama orang syiah(bukan islam) .. tinggal ahlussunnah deh gigit jari.. ga bisa sholat ga bisa ngerjain amalan2 islam lainnya…wong sumbernya aja jelek.. ,, jadi menurut gw..habib riziq kek…hasan daliel kek… banyak boong nya alias taqiyah…ga bakal bisa bersatu antara ISLAM dan syiah.

  14. sejarah kelam ummat…

  15. Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).

    1. Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima)

    a) Syahadatain

    b) As-Sholah

    c) As-Shoum

    d) Az-Zakah

    e) Al-Haj

    Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:

    a) As-Sholah

    b) As-Shoum

    c) Az-Zakah

    d) Al-Haj

    e) Al wilayah

    2. Ahlussunnah : Rukun Iman ada 6 (enam) :

    a) Iman kepada Allah

    b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya

    c) Iman kepada Kitab-kitab Nya

    d) Iman kepada Rasul Nya

    e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat

    f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.

    Syiah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*

    a) At-Tauhid

    b) An Nubuwwah

    c) Al Imamah

    d) Al Adlu

    e) Al Ma’ad

    3. Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat

    Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

    4. Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.

    Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.

    Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

    5. Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

    a) Abu Bakar

    b) Umar

    c) Utsman

    d) Ali Radhiallahu anhum

    Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

  16. 6. Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.

    Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.

    Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.

    7. Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

    Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

    8. Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

    Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

    9. Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah :

    a) Bukhari

    b) Muslim

    c) Abu Daud

    d) Turmudzi

    e) Ibnu Majah

    f) An Nasa’i

    (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

    Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat :

    a) Al Kaafi

    b) Al Istibshor

    c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih

    d) Att Tahdziib

    (Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

    10. Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil

    Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

    11. Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.

    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

    Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

    Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

    12. Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.

    Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.

    Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

    Keterangan : Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

  17. 13. Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.

    Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

    14. Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.

    Syiah : Khamer/ arak suci.

    15. Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

    Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

    16. Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

    Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

    (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

    17. Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

    Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

    (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

    18. Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

    Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

    19. Ahlussunnah : Shalat Dhuha disunnahkan.

    Syiah : Shalat Dhuha tidak dibenarkan.

    (padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

    Demikian telah kami nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sengaja kami nukil sedikit saja, sebab apabila kami nukil

    seluruhnya, maka akan memenuhi halaman-halaman buku ini.

    Harapan kami semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pembaca yang mengambil keputusan (sikap).

    Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun dengan Muslimin berbeda segalanya).

    • Saya suka lelah tapi kasihan dengan tipe copy-paste mentah-mentah. Beberapa fitnah dan tuduhan di atas ada jawaban di blog ini, yang belum terbahas menyusul insya Allah. Silakan mencari bagi yang ingin.

  18. mohon dijelaskan, silahkan dibantah kalau memang salah mas reza, biar yg baca tahu benar & salah nya

  19. Kelemahan umat islam yang paling mencolok adalah, mereka lebih senang duduk manis dengan orang yang sudah jelas kafir dari pada duduk baik dengan sesama muslim hanyan karena beda pendapat/aliran/partai dll. padahal allah 2 kali memperingatkan dalam alquran: asyiddaau ala kuffari ruhamaau bainahum, adzillatin ala mu’minina a’izzati alal kafirin. umat islam mudah terpropokasi isu2 yg sebenarnya dibuat2 orang munafik la’natullah
    m

  20. Fakta tentang menyimpangnya ajaran Syiah bukan sesuatu yang perlu dibuktikan lagi, karena dari dulu memang sudah terbukti, apalagi dijaman sekarang teknologi informasi telah berkembang dengan pesat. Oleh karena itu banyak pertikaian antara orang Syiah dengan orang Islam yang tidak ingin ajaran agama Islam dirusak dari dalam, karena memang ajaran Syiah tidak bisa disatukan dengan Islam. Agar anda mengerti, maka pelajari dan bacalah kitab2 ajaran dan sejarah mereka.

    Pemilik blog ini jika diberikan telahaan untuk berfikir tentang fakta, baik ajaran atau sejarah syiah, selalu mereply dengan mengatakan “selamat anda telah mengkopi paste dan telah dibahas entah dimana dan dalam kerangka apa …”, karena memang beliau ini tidak bisa membantah tentang penyimpangan Syiah.

    Syiah, pada awalnya kita mengira adalah ajaran Islam, setelah itu mulai ada sedikit penyimpangan, kemudian menjadi ragu, dan akhirnya menjadi penentang. Lihatlah sejarah bagaimana Syiah menikam Islam dari belakang dengan pemutaran fakta tentang pembunuhan Hasan dan Husein (Syiah yang mengundang mereka datang kemudian membiarkan mereka dibantai oleh kaum khawarij dan sebagian golongan Syiah sendiri, orang Syiah yang belum terlalu faham pasti akan terkejut dengan sejarah ini), pengkhianatan mereka terhadap umat Islam sehingga tentara Mongol menghancurkan Baghdad dan membunuh ribuan umat Islam, pengkhianatan mereka dengan bersekongkol bersama yahudi dalam menghancurkan kekhalifahan Islam terakhir di Turkey, dll. Bahkan saat ini Iran membantu rezim-rezim Syiah dalam membantai umat Islam, baik di Irak, Siria, dll. Siapa yang sanggup membantah fakta ini? Sudikah anda jika ini nanti terjadi di negara kita Indonesia? Naudzubillah.

    Oleh karena itu, sebelum menaklukkan kaum nasrani dalam perang salib, maka umat islam lewat Salahudin Al Ayubi terlebih dulu menaklukan Syiah yang waktu itu berpusat di Mesir. Setelah Syiah yang merupakan musuh umat Muslim dalam selimut dapat ditaklukan, barulah Yerusalem kembali dapat direbut. Tanpa hal ini, maka mustahil umat Islam bisa bersatu dalam barisan.

    Pertikaian mereka dengan yahudi Israel hanyalah permainan mulut belaka dalam rangka taqiyya / berbohong agar umat Islam yang tidak mengerti akan menganggap mereka sebagai pahlawan. Padahal mereka tidak pernah berperang dengan Israel, bahkan komunitas terbesar yahudi di luar Israel ada di Iran. Adakah yang bisa membantah fakta2 ini?

    Hisbullah yang diagung-agungkan sebagai “pasukan Islam” pemberani adalah kebohongan juga, Fakta mencatat bahwa Hisbulllah dan Iran telah memberi jalan kepada Israel untuk membantai umat Islam di Palestina (sabra dan satila) beberapa saat setelah Imam Khomeini mereka berkuasa di Iran. Oleh karena itu jangan herang jika Hizbullah tidak pernah berperang dalam membela Palestina atau umat Islam lainnya yang dizalimi Israel (kecuali perang kata-kata untuk tujuan menipu). Perang Hizbullah bbrpa tahun lalu dengan israel bukan karena Palestina atau kepentingan umat Islam, tetapi karena memperebutkan sebagian dataran tinggi golan yang diduduki oleh Israel. Saksikanlah jika ada pertempuran antara Palestina dg Israel, Hizbullah tetap diam (sekali lagi, kecuali hanya berkata-kata untuk menipu kita umat islam). Siapa yang bisa membantah fakta ini?

    Imam Khomeini, sejarah mencatat orang ini telah melancarkan beberapa propaganda untuk membuat kerusuhan di Mekkah dan Madinah, menyebabkan terbunuhnya orang-orang dan melukai ratusan lainnya, sehingga setelah itu para ulama Islam berkumpul di Mekkah dan mencap Khomeini sebagai kafir, akibat banyak dalil-dalilnya yang menusuk Islam dari belakang. Beginilah sejarah orang Syiah. Siapa yang bisa membantah fakta ini?

    Orang bijak mengatakan sejarah akan mengulang dirinya sendiri jika kita tidak belajar dengan seksama. Oleh karena itu, maka pelajarilah Syiah dengan baik agar kita tidak tersesat, atau orang2 membela Syiah tanpa mengerti hakikatnya sehingga perang terhadap Islam makin melebar ke mana mana, naudzubillah.

    Sy tidak tahu tentang pemilik blog ini, dalam tahap mana beliau mengerti tentang ajaran dan fakta Syiah. Btw, sy tidak akan heran jika beliau akan mereply dengan bahasa umumnya “selamat anda telah mengkopi paste, telah dijelaskan (tidak rinci dan tanpa fakta akurat), dll”, karena memang fakta tentang ajaran dan sejarah Syiah tidak akan bisa dibantah oleh siapa pun.

  21. Boleh tanya siapa negara yang paling keras menentang Israel? Terus ilmuwan Iran yang dibunuh oleh agen Israel itu apa termasuk taqiyya?
    Terus roket Fajr yang dipakai Hamas saat ini, apakah itu buatan Arab Saudi atau Iran? Siapa negara yang jelas2 menghapus Israel dari daftar musuh mereka? Yang menjadikan negaranya sebagai pangkalan miilter Amerika?
    Kemana para pemuka dan ulama Saudi saat ini? Apa reaksi mereka saat ratusan musilm di Gaza dibantai?
    Anda menuduh Syiah pengkhianat, tolong baca sejarah lagi, siapa yang paling sering kali mengkhianati (baca: menentang) Rasulullah (dan keluarganya)? Baca riwayat perang Uhud, perjanjjian Hudaibiyah.
    Siapa yang pertama kali secara terang-terangan mengobarkan perang terhadap kalifah yang sah?
    Anda membuta terhadap sejarah hanya demi ideologi anda.
    Dan agama hanya untuk orang yang berakal..

  22. Buat apa kalau menentang hanya sebatas berkata2 palsu? Semua orang sudah tahu bahwa Israel dan barat menentang program nuklir Iran walaupun dalam bbrp peperangan melawan Islam, mereka saling bekerja sama, karena barat sangat mengerti watak Syiah, bahwa jika Iran benar2 diberi kekuatan nuklir tanpa batas, maka suatu saat Iran akan berkhianat kepada mereka juga, seperti berkhianatnya Syiah kepada Islam. Jika anda dalami, maka anda akan mengeri bahwa ada tarik ulur antara barat dengan iran dlm bbrp hal. Dalam hal ini, anda jangan berpikir bahwa orang2 barat itu bodoh.

    Anda jangan lupa, bahwa setelah jatuhnya Pahlevi, pendirian negara Syiah oleh Khomeini didukung penuh oleh barat. Barat tidak pernah mendukung pendirian negara Islam, tetapi mendukung penuh pendirian Syiah Iran, bahkan menerbangkan Khomeini dari Perancis dengan salah satu pesawat terbaik mereka saat itu, pun dengan pengawalan yang ketat. Anda tahu kenapa? Karena barat memahami sejarah bahwa Syiah akan selalu berkhianat kpd Islam dari dalam. Dan sekarang kita saksikan bahwa sejarah mengulangi dirinya sendiri dengan peperangan antara Syiah dan Islam di Irak, Lebanon, Siria, Yaman, dll. Dan mulai giatnya Syiah di Bahrain, Mesir, Yordania, dan juga Indonesia, untuk melancarkan peperangan selanjutnya, seperti ajaran kebencian dalam kitab2 mereka Syiah Al Kafi, .. naudzubillah.

    Mengenai kerjasama militer iran dengan barat, lupakah kalian terhadap tawaran dari Presiden Iran Khatami kepada barat untuk mengulang kerjasama militer mereke dalam peperangan di afghanistan dan pakistan, untuk bersama-sama kembali menggempur Irak tahun 2003? Bagaimana juga dengan skandal iran kontra yang sangat memalukan itu? Dan kepada siapa Irak diberikan sehingga sampai saat ini pecah perang sipil antara Syiah dengan Islam?

    Salah satu alasan Arab Saudi tetap menjadikan salah satu wilayahnya pangkalan militer barat adalah untuk membendung ancaman Iran yang memang berniat untuk menghancurkan negara itu, begitu pun terhadap bbrp negara2 teluk kecil lainnya. Bukankah Iran selalu membuat keonaran dinegara2 tersebut, bahkan dengan tidak malu membuat onar dan membunuh di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah?? Sehingga pada akhirnya, ulama2 Islam berkumpul di Mekkah dan mengeluarkan fatwa kafir kepada Khomeini atas perbuatan2nya? Bukankah kerjasama dengan segolongan orang kafir tertentu dalam menghadapi orang2 fasik seperti ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW?

    Kalaupun ada bbrp kesalahan Saudi, maka itu tidak membuat Syiah menjadi benar, karena Syiah adalah ajaran sedangkan Saudi adalah orang. Yang menjadi fokus adalah tentang penyimpangan suatu ajaran yang bernama Syiah.

    Sekali lagi saya katakan, riwayat2 yang mengatakan caci maki, adu domba, dan pengkhianatan di ahlul bait hanya ada dalam cerita palsu Syiah, Islam tidak mengenal ajaran seperti ini. Ulama2 kalian sendiri tidak sanggup mempertanggung jawabkan cerita-cerita yang palsu dan kotor ini. Islam mengajarkan kami bahwa ahlul bait saling menghargai, saling melindungi dan berkasih sayang dalam Islam, enak khan? Karena Islam itu indah dan memudahkan. Mudah2an sekarang anda mengerti salah satu perbedaan pokok antara Islam dengan Syiah? Tidakkah kita amati bahwa orang2 Syiah yang memfitnah, melaknat, dan mencaci maki orang2orang yang dirahmati Allah SWT dalam Alquran tersebut, hanya akan membuat mereka menjadi orang yang tidak tenang hatinya dan akan mempermalukan diri dan keluarga mereka sendiri.

    Jadi alhamdulillah saya tidak buta fakta dan bbrp sejarah, tapi andalah yang tidak mau menghargai fakta2 sejarah tersebut. Dan demi Allah SWT, saya melakukan ini hanya demi Islam, agar tidak dirusak dari dalam. Janganlah Islam yang penuh keindahan ini dikotori dengan hal2 palsu dan perbuatan2 memalukan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

    Dan kalimat terakhir anda saya ralat sedikit “Dan Islam hanya untuk orang berakal”, maka kembalilah kepada Islam tanpa embel2 Syiah, kembalilah kepada Alquran, dan jika anda lakukan dengan niat baik, insya Allah anda akan mendapat petunjuk, amin.

  23. apakah di iran ada sunni? bagaimana perlakuan pemerintah iran?

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s