Semua Karena Alquran dan Akhlak Nabi

Hari ini saya mendapatkan pertanyaan yang membingungkan: “Emang kamu merayakan maulid juga?” Pertanyaan ambigu ini memiliki dua sisi: pertama, si penanya mungkin mengira bahwa saya termasuk dari kelompok yang membidahkan perayaan maulid; atau kedua, si penanya mengira bahwa Syiah merupakan kelompok yang lebih mengutamakan para imam di atas Nabi Muhammad saw.

Jelas, kedua asumsi tersebut salah. Tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw., pengikut Syiah juga mengenang wafat nabi yang dalam catatan sejarah mereka jatuh pada akhir bulan Safar.

Pada malam Jumat ini, bersamaan dengan peringatan wafat cucu nabi, Imam Hasan bin Ali, saya turut menghadiri peringatan tersebut yang diisi dengan ceramah oleh Hujjatul Islam wal Muslimin Mohammad Hossein Zanganeh. Pada awal ceramahnya, beliau tegas menyatakan bahwa Islam tidak ditegakkan melalui pondasi pedang Imam Ali dan harta Khadijah. Benar bahwa kedua hal tersebut menjadi faktor pendukung tapi bukan unsur utama dalam tersebarnya Islam, karena agama yang ditegakkan melalui jalan kekerasan dan harta tidak akan bertahan lama.

Islam menjadi luas seperti sekarang berkat kefasihan Alquran dan akhlak Nabi Muhammad saw.

Sejarah mencatat bahwa masyarakat Arab, mulai dari kanak-kanak sampai yang dewasa, memiliki kecenderungan dan kegemaran pada puisi dan sastra. Puisi-puisi dan syair yang indah bahkan berhak ditempelkan pada dinding Kakbah. Tapi kefasihan Alquran mampu menundukkan dan membuat banyak masyarakat Arab beramai-ramai masuk Islam. Selain Alquran, akhlak Nabi Muhammad saw. juga menjadi faktor utama dalam memikat masyarakat jahiliah. Hujjatul Islam wal Muslimin Mohammad Hossein Zanganeh mengutipkan beberapa riwayat mengenai kefasihan dan akhlak nabi, salah satu yang paling menarik adalah kisah Imru’ al-Qais.

Imru’ al-Qais adalah penyair terbesar dan termasyhur pada masa nabi, sampai-sampai nabi saw. berkata jika hari kiamat tiba dan para penyair berkumpul maka pemimpinnya adalah Imru’ al-Qais. Imru’ al-Qais sendiri bukan tidak mengakui bahwa Alquran memiliki ketinggian balaghah, tetapi menurutnya terdapat tiga kata yang mencederai keindahan sastra Alquran, yaitu, atastahziu (apakah engkau mengolok-olok), kubbâr (besar), dan ‘ujab (sesuatu yang mengherankan). Rasulullah saw. mengetahui tentang hal tersebut dan mengundang sang penyair.

Sudah menjadi sebuah tradisi pada masa itu, dan beberapa tempat saat ini, untuk menghormati seseorang yang datang maka akan disambut dengan berdiri dan sebelum orang yang dihormati duduk maka orang yang menghormati juga tidak akan duduk terlebih dahulu. Ketika Imru’ al-Qais datang dan memasuki ruangan, nabi saw. berdiri dan Imru’ al-Qais menyampaikan terima kasih. Ketika semua baru saja duduk, nabi saw. kembali berdiri dan, untuk menghormati nabi, Imru’ al-Qais juga kembali berdiri. Sampai tiga kali nabi saw. melakukan gerakan duduk dan berdiri membuat Imru’ al-Qais mulai gusar, dan tiga kata yang Imru’ al-Qais nilai tidak pantas terucap dari lisannya sendiri:

اتستهزونی و انا من کبار العرب و هذا شیئ عجاب

Imru’ al-Qais berkata, “Apakah engkau mengolok-olok aku padahal aku berasal dari kalangan pembesar Arab? Ini adalah sesuatu yang aneh (jika engkau yang melakukannya).” Meski Alquran yang suci itu dikritik, tetapi Rasulullah saw. tanpa harus menjelaskan panjang lebar dan berdebat justru berkata, “Perhatikanlah tiga kata yang engkau gunakan. Kata-kata inikah yang keluar dari lisan pembesar Arab dan penyair ternama?”

Melalui cara tersebut, Rasulullah saw. telah membuktikan kefasihan Alquran dan beliau memilih cara yang paling bijak dalam menyampaikan kebenaran.

Catatan: Peringatan haul Nabi Muhammad saw. diselenggarakan di Islamic Cultural Center pada 30 Safar 1435 H dan ceramah diterjemahkan oleh Abdullah Beik.

About these ads

One thought on “Semua Karena Alquran dan Akhlak Nabi

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s