Berpenampilan Rapi Sesuai Cara Nabi

Ada beberapa hal yang membuat saya risih selama kegiatan KKN. Beberapa teman satu kelompok yang untuk shalat saja harus diperintah dan sekaligus jarang mandi—kalau tidak mau dikatakan tidak pernah mandi. Teman satu fakultas saya sampai bilang, “Benar. Tepat korelasinya. Kebersihan sebagian dari iman.” Ya, mereka tidak shalat dan juga tidak mandi.

“Islam itu bersih, maka berbuat bersihlah karena tidak memasuki surga kecuali orang yang bersih.” (Rasulullah saw)

Disaat yang sama, teman saya seorang lelaki memakai body lotion. Pertama kali melihat, saya kaget. Saya tidak tahu ukurannya namun menurut saya hal itu agak berlebihan. Nah, tulisan ini berisikan etika dan adab kebersihan seorang Muslim yang disarikan dari buku Adab-e Islam. Tentu saja tidak berlebihan, karena diambil dari sunnah Nabi saw dan Ahlul Bait as ;)

Memotong dan Merapikan Rambut
Teman saya pernah bilang, “Li, rambut loe perasaan nggak panjang-panjang?” Sebenarnya karena memang saya tidak suka rambut yang terlalu panjang. Lagi pula disebutkan dari riwayat para imam Ahlul Bait untuk merapikan rambut setiap lima belas hari. Jika tidak sekali setiap tiga minggu dan tidak melebihi empat puluh hari. (Bihâr Al-Anwâr, 76/6).
Baca entri selengkapnya »

Adab dan Etika Bepergian (Safar)

Setelah artikel ini muncul di blog, saya sudah tidak ada di Jakarta untuk selanjutnya berada di luar kota selama sebulan lebih. Ini ada beberapa tips, adab, atau etika bepergian (safar) yang semoga bermanfaat untuk teman-teman semua yang mau bepergian (menjadi musafir), khususnya saya. :)

Memilih Teman Seperjalanan
Disarankan orang yang mau pergi (jauh) untuk tidak melakukan perjalanan sendirian. Bukan cuma sekedar mempererat persahabatan atau menjadi teman ngobrol, tapi juga menjadi penolong kalau terjadi sesuatu. Rasulullah saw bersabda, “Maukah kalian aku beritahu manusia yang paling buruk?” Orang-orang bertanya, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Orang yang bepergian sendirian dan orang yang tidak mau menolong temannya serta orang yang memukul hamba sahayanya.”
Baca entri selengkapnya »

Allah Menjaga Rezeki, Manusia Menjaga Amanah

Cerita kali ini datang dari khâlati (istilah yang biasa digunakan kalangan keturunan Arab, berarti “tante dari pihak ibu”). Kira-kira sepuluh bulan yang lalu tante saya dan kakak saya pergi ke Tanah Abang. Entah bagaimana belanjaan tante saya berupa seprai tertinggal setelah membeli di sebuah toko.

Setelah sempat mencari kesana kemari toko yang tadi, tapi tidak juga ketemu, maka tante saya pikir tidak mungkin mendapatkan belanjaannya. Nah, belum lama ini tante saya datang lagi ke Tanah Abang bersama iparnya. Iseng-iseng ia mencari toko yang dulu barangnya tertinggal lalu bilang sama iparnya, “Kayaknya ini toko yang waktu itu…”

Percaya atau tidak ibu-ibu yang menjaga toko mendengar dan, “Ibu, ibu, yang waktu itu belanja? Ini ada barangnya. Waktu itu saya simpan.” Setelah dilihat ternyata benar, barang belanjaan tante saya masih ada. Bayangkan, setelah beberapa bulan, pedagang yang jujur itu masih menyimpan belanjaan pembelinya yang tertinggal dan seprei milik tante saya kembali…!

Baca entri selengkapnya »