Kritik dan Rekonstruksi Hadis Suni-Syiah

Oleh: Ayatullah Dr. Husaini Qazwini

Hadis yang kami temui dalam Shahîh al-Bukhârî ada manfaatnya bagi kami. Kami akan berdalil dengannya; bukan berarti kami menerima seluruh riwayat dalam Shahîh al-Bukhârî. Kami berhujah dengan riwayat yang membenarkan kata-kata kami dan menolak hujah mereka. Ini adalah kaidah wajib bagi orang berakal. Merujuk pada apa yang berkaitan dengan peristiwa ini, yaitu nabi yang mulia saw… berdiri dan kencing. Hadis ini dibawakan Bukhari dalam sahihnya (jil. 1, hlm. 62, hadis no. 224 dan beberapa tempat lain):

أَتَى النَّبِىُّ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا

Beliau mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum dan kencing berdiri. Kami mengatakan riwayat ini, perbuatan ini, bertentangan dengan kemaksuman akhlak dan adab seorang nabi. Karena nabi yang mulia dibanggakan dengan: “Sesungguhnya engkau di atas akhlak yang mulia.” Beliau mempunyai seluruh keindahan akhlak mulia. Manusia kencing berdiri dianggap orang yang tercela dan dianggap suatu aib.
Continue reading

Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

Lama tidak berkunjung ke situs hakekat.com, saya mendapat kejutan dari salah satu artikelnya yang berjudul “Imam Maksum Shalat Sambil Mabok?” Dari judulnya, saya bisa pahami bahwa tujuannya adalah menjatuhkan derajat imam ahlulbait yang menurut mazhab Syiah adalah maksum. Menurut Syiah, para nabi sebagai pengemban risalah Allah Swt. dan para imam ahlulbait sebagai penjaganya haruslah terhindar dari kesalahan.

Hal ini berbeda dengan pendapat ahlusunah yang menganggap nabi dan imam ahlulbait tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Pendapat ini terkesan menjadi paradoks ketika seringkali situs hakekat.com membela mati-matian sahabat nabi yang seluruhnya adil dan nyaris tanpa cacat. Dikatakan bahwa mereka yang mencela sahabat bisa menjadi kafir. Tapi justru, situs hakekat.com terang-terangan mencela sahabat nabi.
Continue reading

Munafik di Sekitar Kita

Geregetan Tidak tahan juga untuk tidak memuat tulisan ini dan mem-publish-nya. Sekedar informasi, sumber utama tulisan yang saya buat ini adalah tafsir karya Syekh Mohsen Qaraati. Ketika saya membaca karya beliau ini, bayangan saya langsung teringat kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Sangat persis. Orang-orang ini tidak memiliki keimanan orang-orang mukmin, tapi juga tidak memiliki keberanian orang-orang kafir. Jadi mereka begitu halus; tidak heran beberapa orang mengatakan bahwa orang semacam ini lebih berbahaya dari orang kafir.
Continue reading

Mengapa Ahlulbait Dimusuhi?

Oleh: Ahlulbayt DILP

Abdullah Yusuf Ali dikenal sebagai penerjemah dan juru ulas Quran terkenal suni. Terjemahan dan ulasannya sangat terkenal di dunia Islam dan Barat, serta di manapun bahasa Inggris dibaca dan dipahami.

Sebuah perbandingan dari catatan penjelasan antara versi lama dan versi baru yang “direvisi” mengungkap berbagai perbedaan. “Revisi” ini termasuk penghapusan penghormatan terhadap Imam Hasan dan Husain as., yang merupakan cucu Nabi Muhammad saw. anggota Ahlulbait. Selain itu, beberapa perubahan menarik juga telah terjadi! (Teks berwarna merah berasal dari narablog, Ali Reza)

Continue reading

Kitab Ibnu Qutaibah dan Kutukan Imam Ali

Oleh: Ahlulbayt DILP

Di akhir Kitâb Al-Ma’ârif karya Ibnu Qutaibah, ada bagian tentang “Al-Barash” di mana ia mendaftar orang-orang terkenal yang terkena penyakit leprosy [lepra/kusta] atau leukoderma selama masa hidupnya. Daftar pertama adalah Anas bin Malik, sahabat Nabi saw., dan penulis mencatat sebuah peristiwa yang menunjukkan bahwa penyebab penyakit ini adalah kutukan Imam Ali as.

Menurut terbitan edisi Mesir, ada sebuah kalimat di akhir kisah itu di mana Ibnu Qutaibah menyatakan keraguan tentang keasilan peristiwa ini. Tapi keraguan ini tidak dapat ditemukan dalam manuskrip tua kitab itu yang berusia 700 tahun di Perpustakaan Inggris!

Continue reading

Penyimpangan Terjemahan Hadis Bukhari tentang Imam Mahdi

Oleh: Ahlul Bayt Digital Islamic Library Project

Hadis nomor 658 bab empat kitab Shahîh al-Bukhârî edisi bahasa Arab/Inggris menyebutkan riwayat singkat tentang kedatangan Yesus (Nabi Isa alaihisalam) dan kehadiran seorang Imam. Terjemahan itu berubah pada edisi cetakan berikutnya! Shahîh al-Bukhârî merupakan kitab hadis utama bagi saudara ahlusunah dan dianggap sebagai kitab terpercaya setelah Alquran. Penerjemahan bahasa Inggrisnya yang dilakukan oleh Muhammad Muhsin Khan dalam 9 jilid, telah diterbitkan dalam beberapa edisi.

Hadis yang didiskusikan ini terdapat pada edisi Dar al-Fikr (tanpa tahun, meskipun baru) sebagai berikut:

Continue reading

Tafsiranmu Berbeda dengan Tafsiran Allah

Musuh Islam selalu berusaha mencari celah-celah kesalahan dalam Alquran, lalu mengatakan bahwa ayat-ayat Alquran saling berlawanan satu sama lain. Secara lahiriah memang kita temukan beberapa ayat yang terkesan saling berlawanan. Misalnya ayat-ayat yang dibawa kelompok Jabariah dan Qadariah. Tapi sebenarnya ia tidak berlawanan.

Dulu pada zaman Imam Hasan al-Askari, ada seorang ahli filsafat yang mengatakan bahwa ayat Quran saling bertentangan. Kemudian dia menulis buku untuk membuktikannya. Murid sang filosof bingung untuk membantahnya. Maka seorang murid itu mendatangi Imam Hasan al-Askari dan meminta pertolongannya.

Continue reading