2

Amerika Tidak Peduli Suni-Syiah

Pada tahun 2005, Jeff Stein, seorang kolumnis The Washington Post dan editor Congressional Quarterly, menyaksikan acara Jon Stewart dan para komedian lainnya di televisi yang memberikan pertanyaan mendasar tentang Islam kepada para pejabat tinggi FBI. Salah satu pejabat tersebut adalah Gary Bald, yang kemudian menjadi kepala biro kontraterorisme. Terinspirasi dari acara tersebut, Jeff Stein akhirnya juga menyiapkan beberapa pertanyaan mendasar kepada para pejabat kontraterorisme Washington: “Apakah Anda tahu perbedaan antara seorang suni dan Syiah?”

Jeff Stein menilai bahwa pertanyaan tersebut tidak berlebihan, karena mengenal musuh merupakan aturan mendasar dalam perang. Lagi pula,  dia tidak mengharapkan penjelasan teologis, hanya penjelasan dasar: apakah dia Syiah atau suni? Jeff Stein mengatakan, “Memang konyol untuk menyatakan bahwa para pejabat yang bertanggung jawab melawan terorisme tersebut harus mampu mengenali peluang untuk mengadu domba rival ini satu sama lain.” Rival yang dimaksud tidak lain adalah suni dan Syiah.
Continue reading

0

Seribu Selawat dari Qazvin

Dalam peringatan Perayaan Persatuan (Jashn Vahdat) di kota Qazvin, muncul pertanyaan: apakah persatuan di antara suni dan Syiah hanya diperjuangkan karena alasan politis, seperti memiliki musuh bersama, yaitu Israel dan Amerika Serikat? Atau ia merupakan persatuan yang bersifat hakiki dan memang mendasar dalam Islam? Pertanyaan seperti ini sebenarnya memang sudah ada jawabannya dalam Alquran, yaitu sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara oleh karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.

Begitu juga, meski di antara mereka memiliki perbedaan dalam masalah-masalah fikih, agama pulalah yang mempertegas untuk tetap bersatu dalam hal-hal cabang tersebut. Misalkan, menurut fikih suni Hanafi membaca basmalah dalam salat bukanlah hal yang wajib. Sementara menurut fikih Syiah, membaca basmalah dalam salat adalah wajib, bahkan dianjurkan untuk dikeraskan. Meski menurut fikih Syiah salat yang dilakukan oleh mazhab Hanafi batal, tetapi Imam Jafar dalam kitab Wasâil mengatakan bahwa salat di belakang mereka (yang berlainan pendapat) seolah seperti salat di belakang Rasulullah saw.
Continue reading

15

Sufi Mesir dan Syiah

Delegasi sufi Mesir melakukan kunjungan ke Iran selama delapan hari yang dimulai pada tanggal 12 November 2012 dalam rangka menjembatani jarak antara suni dan Syiah, sekaligus memerangi tren ekstrimisme yang semakin memperlebar jurang sektarian. Usaha untuk menjembatani jarak ini tidak akan terjadi tanpa masukan dari Mesir. Pada saat yang sama, delegasi sufi Mesir juga menyatakan solidaritasnya terhadap Iran dalam melawan ancaman Israel. Delegasi yang mengunjungi Iran terdiri dari perwakilan 11 ordo sufi yang bertemu dengan Ayatullah Abbas Vaez Tabasi dan Ayatullah Muhammad Husain Alamulhuda.

Sehubungan dengan kunjungan tersebut, Syekh Alaa Abou El Azayem, syekh sufi ordo Azmeyya dan pemimpin delegasi, menyatakan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih mempersatukan suni dan Syiah melawan tren yang memperlebar jarak di antara mereka, sekaligus mendukung Iran terkait program nuklir yang bertujuan damai.
Continue reading

5

Perang Terhadap Ahlusunah Dimulai?

Apakah perang terhadap ahlusunah telah dimulai? Apakah perang untuk membersihkan Syam dari makam para wali dan orang-orang saleh sudah dimulai?

Apakah revolusi rakyat Suriah telah berubah arah dari kebangkitan melawan penindasan, tiran, dan kejahatan menjadi perlawanan terhadap “syirik dan kemusyrikan” di antara pengikut ahlusunah, pengikut Asyari, yang membolehkan ziarah dan bertawasul kepada para wali? Apakah revolusi ini telah menjadi peluang bagi berbagai mazhab, sekte, dan kelompok untuk memaksakan keyakinan dan pendapat mereka dengan kekuatan?

Di Syam, berbagai sekte dan kelompok telah saling bertoleransi selama berabad-abad; apakah revolusi datang untuk menghapus sejarah terkemuka ini? Kita mencegah rezim dari mengobarkan perlawanan sektarian; tapi kemudian, akankah kita dihanguskan oleh api perang sektarian yang dinyalakan oleh sekelompok orang di barisan revolusi? Begitu juga, apakah kelompok ini benar-benar bergabung dengan revolusi untuk menjatuhkan rezim atau untuk meraih agenda mereka sendiri dengan memaksakan keyakinan dan dogma melalui kekerasan dan senjata?
Continue reading

3

Gaza: Terima Kasih Iran

Kabar tidak sedap datang dari Gaza, Palestina. Tidak sedap bagi para pembenci persatuan Islam. Sebab beberapa hari setelah pejuang Palestina mencapai kemenangan dalam melawan agresi Zionis Israel, warga Gaza memasang baliho besar di berbagai sudut kota Gaza yang berisikan ucapan terima kasih kepada Republik Islam Iran atas dukungannya dalam perang delapan hari melawan rezim Zionis. Dalam baliho yang dipasang tersebut, ucapan terima kasih kepada Iran ditulis dalam bahasa Persia, Arab, Inggris, dan Ibrani.

Poster yang tersebar di beberapa sudut kota Gaza juga menggambarkan rudal Fajar-5 milik Iran yang digunakan oleh pejuang Palestina yang untuk pertama kalinya dengan menargetkan Yerusalem dan Tel Aviv. Seorang pejabat senior Jihad Islam Palestina, Khader Habib, mengatakan hal itu wajar saja untuk menunjukkan rasa syukur atas peran Iran dalam membela bangsa Palestina. ”Oleh karena itu, tugas kita untuk berterima kasih kepada mereka yang telah membantu orang-orang kami.”
Continue reading