Hadis


إذَ اَكْفَرَ الرَّجُلُ اَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا اَحَدَهُمَا

Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya, maka kembalilah kekufuran itu kepada salah seorang daripada keduanya.
(HR. Muslim)

اَيمَا امرِئ قَالَ لأخِيْهِ: يَا كَافِر فَقَدْ بَاءَ بِهَا اَحَدُ هُمَا اِنْ كَانَ كَمَا قَالَ, وَاِلاّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ

Siapa berkata kepada saudaranya “Hai kafir!”, maka kembalilah kekufuran itu kepada salah seorang daripada keduanya. Kalau memang saudaranya itu sebagalmana ia kata (benarlah ia), tetapi kalau tidak, niscaya kembalilah kekufuran itu kepadanya (sendiri).
(HR. Muslim)

مَنْ دَعَا رَجُلاً بِالكُفْرِ اَوْ قَالَ: عَدُوّا الله, وَليْسَ كَذَلِكَ اِلاّ حَارَ عَلَيْهِ

Barang siapa mengkafirkan seorang atau ia panggil dia “Hai musuh Allah!” padahal tidak ia begitu, melainkan kembalilah (panggilannya) itu kepadanya sendiri.
(HR. Muslim)

3 Tanggapan ke “Hadis”

  1. imanov Says:

    jazaka-lLahu khairan tuk pemasukkannya.

    baraka-lLahu fiek!

  2. supriyadi Says:

    kalau orang yang murtad apakah darahnya halal?

    • imanov Says:

      sepanajng pengetahuan saya tergantung:
      kalau dia secara pribadi, sendiri, tak mempublikkannya maka aman
      tapi
      kalau dia mempublikasikan dirinya, maka negara harus menghukumnya dengan hukuman mati.

      ingat negara, permerintah! yang berwewenang, bukan salah seorang muslim!


Tinggalkan Balasan