Kalam

Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
[QS. Al-Baqarah : 213]

Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
[QS. Yûnûs : 19]

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kamu semuanya kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.
[QS. Al-Mâidah : 48]

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
[QS. Hûd : 118-119]

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.
[QS. As-Sajdah : 25]

Sesungguhnya (agama) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.
[QS. Al-Mu'minûn : 52]

Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu, dan hanya kepada-Nyalah kami berserah diri.
[QS. Al-Ankabût : 46]

إذَ اَكْفَرَ الرَّجُلُ اَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا اَحَدَهُمَا

Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya, maka kembalilah kekufuran itu kepada salah seorang daripada keduanya.
(HR. Muslim)

اَيمَا امرِئ قَالَ لأخِيْهِ: يَا كَافِر فَقَدْ بَاءَ بِهَا اَحَدُ هُمَا اِنْ كَانَ كَمَا قَالَ, وَاِلاّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ

Siapa berkata kepada saudaranya “Hai kafir!”, maka kembalilah kekufuran itu kepada salah seorang daripada keduanya. Kalau memang saudaranya itu sebagalmana ia kata (benarlah ia), tetapi kalau tidak, niscaya kembalilah kekufuran itu kepadanya (sendiri).
(HR. Muslim)

مَنْ دَعَا رَجُلاً بِالكُفْرِ اَوْ قَالَ: عَدُوّا الله, وَليْسَ كَذَلِكَ اِلاّ حَارَ عَلَيْهِ

Barang siapa mengkafirkan seorang atau ia panggil dia “Hai musuh Allah!” padahal tidak ia begitu, melainkan kembalilah (panggilannya) itu kepadanya sendiri.
(HR. Muslim)

15 thoughts on “Kalam

    • sepanajng pengetahuan saya tergantung:
      kalau dia secara pribadi, sendiri, tak mempublikkannya maka aman
      tapi
      kalau dia mempublikasikan dirinya, maka negara harus menghukumnya dengan hukuman mati.

      ingat negara, permerintah! yang berwewenang, bukan salah seorang muslim!

  1. Eja,
    mumpung masih muda, perluas wacana2 Islam dan keilmuan Islam.
    merunduklah layaknya padi. Tak ada yang lebih mulia pada pandangan Alloh, kecuali taqwa hambanya.
    Semoga saudara selalu dibukakan mata hatinya dan mendapat petunjuk yang lurus. amin.

  2. rekonsiliasi madzhab sangat diperlukan saat ini, ditengah2 angkuhnya kapitalisme dan lucunya pluralisme dalam idependennya pendapat dalam demokrasi, pendapat yg keras bernuansa menghina dilahirkan dari sempitnya wawasan, membuka wawasan harus memiliki dasar syar’i yg kuat, salam.

  3. “Semoga Allah Swt menjaga & melindungi umat Islam dari musuh2nya, baik dari glgn jin maupun manusia…” amin..

Bagaimana komentarmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s