7

Memperlakukan Anak Muda

Ketika masuk ke Masjid Al-Bakrie di sekitar kawasan Epicentrum magrib tadi, saya melihat banyak anak-anak yang sudah lebih dulu menanti di mulainya salat berjemaah. Ketika ikamah dikumandangkan, mereka lebih segera maju ke depan. Saya sengaja hanya bertahan di saf ketiga. Sampai kemudian… saya terkejut melihat seorang tua yang dengan nada keras melarang anak-anak kecil itu untuk salat di saf kedua.

Terpancing, beberapa orang dewasa lain yang berada di saf keempat juga menyuruh anak-anak untuk salat di belakang. Orang tua tadi mengusirnya ke belakang dan meminta saya maju ke depan. Saya menahan sambil tetap mempersilakan anak-anak itu untuk salat di saf kedua. “Tapi jangan berisik, ya!” kata orang tua itu dengan tatapan tajam. Alasan kenapa saya tidak ingin maju ke depan ialah karena kejadian itu mengingatkan saya dengan kisah yang disampaikan Sayid Ali Khamenei pada bulan Juni 1997 tentang bagaimana sebaiknya kita memperlakukan anak muda.
Continue reading

1

Wanita Karier Menurut Khamenei

Ada banyak hal yang bisa kita bicarakan terkait masalah keluarga. Namun kita perlu membedakan peran seorang wanita antara sebagai istri dan ibu. Dalam sebuah keluarga, seorang wanita memainkan peran luar biasa sebagai istri, meskipun dia tidak berperan sebagai seorang ibu. Ada seorang wanita yang tidak bisa atau belum ingin melahirkan seorang bayi, namun dia tetap seorang istri. Kita tidak boleh meremehkan peran seorang istri.

Seorang pria yang ingin bermanfaat di masyarakat harus memiliki istri yang baik di rumah, jika tidak maka ia tidak akan bermanfaat di masyarakat. Kami menguji gagasan ini pada masa revolusi dan setelah kemenangan revolusi. Para pria yang mendapat dukungan istri akan tetap teguh selama revolusi dan mereka tetap melanjutkannya di jalan yang benar setelah kemenangan revolusi. Tentu, hal sebaliknya juga terjadi.
Continue reading

6

Ayatullah Khamenei dan Sepak Bola

Salah satu hal yang mampu menyatukan rakyat Indonesia adalah bola sepak, yang sejak awal 1990-an lebih dikenal sebagai sepak bola. Sejak memasuki masa kuliah, kegemaran saya untuk mengikuti sepak bola, bisa dikatakan, telah berkurang. Sudah nyaris tidak ada lagi membeli tabloid dengan hadiah poster, update berita sampai hafal nama pemain, nonton sampai larut pagi, atau klub favorite. Sekarang ini sudah cukup dengan menikmati pertandingan tim terkenal sambil menanti gol tercipta.

Dalam pertandingan kualifikasi pra Piala Dunia 2014, tim nasional Indonesia akan menghadapi Iran. Meski secara peringkat, timnas Iran berada di atas timnas Indonesia, tapi saya pribadi kurang menyukai permainan timnas Iran. Sementara Indonesia berpeluang mencetak nilai penuh di pertandingan kandang. Well, tulisan ini tidak akan membicarakan analisa pertandingan layaknya komentator bola. Tapi sekedar berbagi sedikit cerita Pemimpin Spiritual Iran tentang sepak bola.
Continue reading

0

Pesan Istri Khamenei untuk Muslimah

Mahjubah Bertemu Istri Khamenei,
Istri Pemimpin Republik Islam Iran, (01.09.1995)
Mahjubah, Vol 14 No. 9 (136) Sept. 1995
Pesan Istri Khamenei dalam Great Global Gathering of Women

Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang

Sebuah kehormatan bagi saya untuk menyambut hadirin terhormat dalam pertemuan wanita yang diadakan oleh kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa. Merupakan keinginan saya yang terdalam bahwa wanita di muka bumi harus hidup layak sesuai dengan kedudukan luhur mereka. Kubur masalah-masalah yang dihadapi wanita di seluruh negara yang disebabkan oleh banyak faktor. Seruan untuk solusi pemikiran yang cepat dan hati-hati ada di seluruh wanita. Saya berharap pertemuan ini menjadi bukti pertolongan besar bagi tujuan ini, memberikan manfaat penuh dengan solusi terbaik yang disarankan Islam.

Dengan doa,

Mansura Khamenei

Continue reading

0

Pemimpin Iran Bicara tentang Mesir

“Saya berharap negara lain memberikan perhatian; mengikuti bangsa Iran. Mesir, janganlah merasa puas dengan pemerintahan penindas kalian yang mengatakan akan menghancurkan siapapun yang menggunakan nama Islam. Ketahuilah bahwa Islam dalam bahaya di Mesir. Wajib bagi pria dan wanita Mesir untuk bangkit dan menghancurkan pemerintahan ini yang mengumumkan perang terhadap Islam.” (Shahifah-i Imam, j. 15, h. 318)

“Presiden kedua yang dipaksakan pada negara (Husni Mubarak) ini mengira bahwa dia akan memerintah di Mesir seperti pendahulunya (Anwar Sadat). Sebelum menjadi presiden, dia mengumumkan solidaritasnya dengan Israel dan Amerika. Dia mengabaikan bahwa rakyat telah melemparkan pendahulunya ke neraka; rakyat akan melakukan hal yang sama kepadanya. Mesir harus tahu bahwa kalau mereka bangkit sebagaimana Iran bangkit maka mereka akan berhasil. Bangsa Mesir tidak perlu takut dengan darurat militer; abaikan hal itu sebagaimana Iran melawan dan turun ke jalan. Ulama Mesir harus bangkit dan membela Islam.” (Shahifah-i Imam, j. 15, h. 285)

Continue reading