Ketika masuk ke Masjid Al-Bakrie di sekitar kawasan Epicentrum magrib tadi, saya melihat banyak anak-anak yang sudah lebih dulu menanti di mulainya salat berjemaah. Ketika ikamah dikumandangkan, mereka lebih segera maju ke depan. Saya sengaja hanya bertahan di saf ketiga. Sampai kemudian… saya terkejut melihat seorang tua yang dengan nada keras melarang anak-anak kecil itu untuk salat di saf kedua.
Terpancing, beberapa orang dewasa lain yang berada di saf keempat juga menyuruh anak-anak untuk salat di belakang. Orang tua tadi mengusirnya ke belakang dan meminta saya maju ke depan. Saya menahan sambil tetap mempersilakan anak-anak itu untuk salat di saf kedua. “Tapi jangan berisik, ya!” kata orang tua itu dengan tatapan tajam. Alasan kenapa saya tidak ingin maju ke depan ialah karena kejadian itu mengingatkan saya dengan kisah yang disampaikan Sayid Ali Khamenei pada bulan Juni 1997 tentang bagaimana sebaiknya kita memperlakukan anak muda.
Continue reading