4

Tangisan Mufti Suni Suriah

Tanggal 18 Maret 2013, kita mendengar kabar terpilihnya warga Amerika Serikat, Ghassan Hitto, sebagai perdana menteri oposisi Suriah. Tiga hari berselang kabar mengejutkan tersebut bertambah dengan wafatnya Syekh Muhammad Said Ramadan Al-Buthi bersama empat puluh orang lain—termasuk cucunya[1]—dalam sebuah ledakan di kota Damaskus. Syekh Al-Buthi bukan hanya sekedar ulama suni Syafii yang menentang campur tangan asing dalam krisis di Suriah, tetapi juga pendukung persatuan di antara mazhab ahlusunah dan Syiah.[2]

Bukti-bukti yang ada sejak awal krisis hingga kini telah membuktikan campur tangan dan dukungan asing terhadap pemberontak demi runtuhnya pemerintahan Bashar Assad. Tetapi semua bukti jelas tersebut belum terasa cukup; justru sebaliknya, syahidnya Syekh Al-Buthi malah dituduhkan kepada pemerintahan Assad. Sehingga di satu sisi, media menyesalkan seorang ulama suni yang mendukung Bashar Assad; tapi di sisi lain media yang sama juga mengecam pemerintahan Bashar Assad karena membunuh pendukungnya.
Continue reading

7

Revolusi Photoshop Suriah

Hany Farid, profesor di Dartmouth College, telah membangun karir dan reputasinya sebagai seorang peneliti terkemuka dalam forensik gambar digital. Dia telah membuat software bagi sejumlah proyek luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah program pixel-sleuthing untuk mendeteksi seberapa banyak fotografi fashion telah dipoles dengan program Adobe’s Photoshop untuk menghilangkan kriput dan timbunan lemak atau juga membesarkan bibir dan payudara. Software lainnya adalah mendeteksi secara otomatis pornografi anak di web untuk membantu penegakkan hukum.

Salah satu dari contoh paling terkenal proses photoshop selama terjadinya krisis di Suriah adalah sebuah foto yang muncul di surat kabar terbesar Austria, Kronen Zeitung, pada tanggal 28 Juli 2012. Pembaca disuguhi sebuah gambar bekas bom di kota Aleppo (gambar kiri). Sementara foto asli (gambar kanan) dikeluarkan oleh European Pressphoto Agency yang menunjukkan sebuah keluarga asal Suriah yang tidak sedang lari dari kekerasan—tapi media Zionis membutuhkan background yang lebih mengerikan untuk menyampaikan pesan propaganda mereka melawan pemerintahan Suriah.
Continue reading

41

Khamenei tentang Pelecehan terhadap Alquran

Menyusul terjadinya pelecehan keji terhadap kitab suci Alquran di Amerika Serikat (AS), Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesannya yang penting kepada bangsa Iran dan umat Islam yang besar, menyebut jaringan Zionisme di dalam tubuh pemerintahan AS sebagai dalang dari aksi pelecehan yang keji terhadap kesucian Alquran. Seraya menjelaskan berbagai konspirasi dan target zionis di balik permusuhannya terhadap Islam dan Alquran, beliau menegaskan, “Untuk membuktikan kebenaran klaimnya yang mengaku tidak terlibat sama sekali dalam konspirasi ini, pemerintah AS harus menghukum dengan para pelaku asli kejahatan ini dengan balasan dengan semestinya.”
Continue reading

178

Gempa Padang, Surah 17 Ayat 16, dan Pelantikan DPR

Mungkin saja kita akan beranggapan bahwa ketiga hal di atas: Gempa di Sumatera Barat yang terjadi pada pukul 17:16 WIB terkait dengan surah ke-17 (Al-Isra) ayat 16 yang “menyindir” pelantikan DPR,  sebagai kebetulan, atau “memaksakan”, atau mungkin peringatan dari Allah. Karena sebelumnya saya pernah tulis juga mengenai orang yang “asal tafsir” padahal Allah yang paling memahami maksud sebuah ayat. Jadi, semua itu kembali kepada Anda.

Gempa di Sumatera Barat dan sekitarnya yang terjadi pada pukul 17:16 WIB (meskipun dan padahal beberapa berita menyebutnya pada pukul 17:15 WIB) oleh beberapa orang dihubungkan dengan surah Al-Isra ayat ke-16: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Continue reading

5

Pemilu Iran: “Pencurian Suara” adalah Cerita Bohong

Oleh: Prof. James Petras (Contributor for Global Research)

Pendahuluan
Hampir tidak pernah ada pemilu yang Gedung Putih pantau, di mana calon yang kalah dari kandidat pro-Amerika Serikat dilaporkan sebagai tidak sah oleh seluruh elit politik dan media massa. Beberapa waktu yang lalu, Gedung Putih dan pendukungnya berteriak tentang kecurangan menyusul pemilu Venezuela dan Gaza yang bebas (dan dipantau), tapi dengan gembira menyatakan “pemilu sukses” di Lebanon meskipun faktanya koalisi Hizbullah mendapatkan 53% suara.

Continue reading