0

Karena Jilbab, Aku Disebut Teroris

Aku pergi ke sebuah mal dan seorang gadis kecil menyebutku teroris.

Namaku Ela. Usiaku tujuh belas tahun. Aku bukan seorang muslim, tapi temanku bercerita tentang temannya yang mengalami diskriminasi karena memakai jilbab. Lalu aku memutuskan untuk merasakan langsung diskriminasi tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang wanita muslim alami.

Aku bersama teman memakai syal, lalu kemudian pergi ke mal. Biasanya, penjaja mendekat dan meminta kami untuk membeli sesuatu atau meminta kami untuk mencicipi camilan. Pegawai toko biasanya bertanya pada kami jika butuh bantuan, menawarkan dagangannya, dan tersenyum pada kami. Tapi tidak hari ini. Orang-orang, termasuk penjaja, pegawai toko, dan pembeli yang lain, tidak ingin melihat kami. Mereka tidak berbicara pada kami. Mereka bertindak seolah kami tidak ada. Mereka tidak ingin diketahui sedang melihat kami, sehingga mereka sama sekali tidak menatap.
Continue reading

1

Inner Beauty Wanita Muslim

Ketika seorang wanita muslim berada di masyarakat, dia ingin agar masyarakat melihat sisi kemanusiannya; bukan seksualitasnya. Seksualitas hanya untuk pasangan yang ada di rumah. Baik pria maupun wanita harus membatasi daya tarik seksualnya kepada pasangannya. Di dalam masyarakat, kita semua adalah manusia; baik pria maupun wanita. Kita tidak boleh berperilaku dengan menekankan sisi gender. Karenanya, diri kita sebagai manusia harus lebih diutamakan.

Di masyarakat yang seksualitas wanitanya lebih terlihat jelas bagi pria, tidak hanya membuat wanita menjadi kurang aman dan kekerasan lebih banyak terjadi padanya, tapi juga membuatnya direndahkan. Karena seolah masyarakat mengatakan kepadanya: “Aku tidak peduli dengan hakikat dirimu. Aku hanya peduli dengan penampilanmu. Kamu sendiri tidak ada artinya bagiku.”
Continue reading

0

Pengalaman Wanita Yahudi dengan Jilbab

Oleh: Sara Weissman

Dari setelan pakaian pebisnis sampai dengan kaos band Gothic, kita tahu bahwa pakaian lebih dari sekedar kain. Apa yang kita pilih untuk dipakai adalah identitas tentang siapa diri kita, apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita memilih untuk mewakili diri kita sendiri. Jadi, bayangkan bagaimana kita menempatkan hati kita di lengan baju, atau lebih tepatnya, ketaatan beragama di kepala. Konsep jilbab yang digunakan wanita muslim lebih sederhana dari yang kita lihat.

Tantangan sebagai editor untuk bulan ini adalah memakai jilbab selama satu hari. Hijab, yang secara bahasa berarti “menutup”, adalah etika kesopanan bagi wanita muslim di masa remaja. Syarat mengenakan hijab adalah menutup sebagian besar tubuh termasuk rambut dan menghindari parfum serta pakaian ketat, transparan, atau mencolok.
Continue reading

6

Wawancara dengan Istri Khamenei

Tanya: Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang masa-masa sekolah Anda?

Saya mempelajari hal-hal yang diperlukan dengan membaca buku, mempelajari permasalahan agama, seni dan kerajinan, dan membantu dalam pekerjaan rumah tangga keluarga besar kami.

Saya memiliki kenangan jelas tentang madrasah saya, termasuk guru Quran saya, Ibu Kaukale Pour Ranjbar, yang baru saja meninggal. Pakaian yang dikenakan wanita terhormat dan berwibawa ini unik. Meskipun beliau tidak mengenakan chador (pakaian islami yang menutup dari atas hingga bawah), tapi tetap memakai hijab islami yang sempurna (dan sopan). Jilbabnya besar, yang menutupi seluruh kepala dan lehernya, hingga ke pinggang. Wanita ini memiliki gaya yang inovatif dalam mengajar Alquran. Wajahnya, yang penuh dengan wibawa dan keanggunan, masih jelas di hadapan mata dan saya tidak bisa melupakannya.
Continue reading

11

Bikini atau Jilbab: Mana yang Lebih Membebaskan?

Oleh: Krista Bremer, O, The Oprah Magazine

Sembilan tahun lalu, aku menari-nari bersama bayi yang baru lahir di ruang keluarga di daerah North Carolina. Mendengarkan musik “Free to Be… You and Me”, yang setiap liriknya bermuatan toleransi dan kesetaraan gender, karena saya tumbuh di daerah California. Suami saya yang kelahiran Libia, Ismail, duduk dengannya selama satu jam, menyanyikan lagu Arab, kemudian memberikannya kepada seorang syekh muslim yang berdoa lembut tentang kehidupan panjang di telinga.

Matanya espresso dan rambut hitam rimbun seperti ayahnya dengan kulit coklat-susu yang mudah menghitam di musim panas. Kami menamainya Aliya, yang berarti “ditinggikan” dalam bahasa Arab, dan sepakat akan membesarkan dia untuk memilih sendiri latar belakang kami yang sangat berbeda. Diam-diam aku puas dengan kesepakatan ini—yakin bahwa dia akan mendukung gaya hidup nyaman Amerika.
Continue reading