27

Saudi Melawan Imam Mahdi

Ketika beberapa bulan lalu mengikuti konferensi tentang Timur Tengah, kita tahu bahwa Bashar Assad yang tidak mewakili agama dan mazhab manapun bukanlah orang tanpa cacat. Tapi tidak bisa diabaikan bahwa dia termasuk dari sedikit pemimpin Timur Tengah yang melawan hegemoni Amerika Serikat dan Israel terhadap Palestina. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membedakan mana keinginan rakyat sesungguhnya dan mana yang melibatkan campur tangan pihak asing.

Dibandingkan dengan Tunisia, Mesir, Yaman, dan Bahrain; Libia dan Suriah adalah negara yang rakyatnya menuntut perubahan menggunakan senjata. Al-Qaida, kelompok salafi, Ikhawanul Muslimin, dan Hizbut Tahrir bersama-sama Amerika Serikat, Inggris, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Yordania menyuplai uang dan senjata untuk menurunkan Assad. Alih-alih, mereka menginginkan didirikannya sebuah pemerintahan islami dengan sistem khilafah.[1] Sebagaimana sejarah berulang, rakyat menjadi korban.
Continue reading

1

Revolusi Arab dan Peran Al Jazeera

Berikut ini adalah cuplikan pembicaraan seorang ulama suni Hanafi asal Trinidad, Syekh Imran N. Hosein, dalam sebuah acara produksi One Islam. Tema yang dibicarakan pada tahun 2003 tersebut adalah Beyond September 11th: What the future holds for the muslims? Dalam pembicaraannya, Imran Hosein mengungkapkan prediksi tentang kemungkinan akan terjadinya revolusi di Timur Tengah; yang ternyata cukup terbukti pada akhir tahun 2010.

Namun beliau mengatakan bahwa di balik peristiwa itu tetap tersembunyi sebuah bagian dari rencana Zionis Israel. Sebelum menguasai Timur Tengah melalui peperangan, Israel harus dan sudah menguasai ladang minyak Saudi, Irak, dan Kuwait; tapi Syekh Imran Hosein mengatakan bahwa dia belum melihat Israel menyentuh minyak Iran. Selain itu, Israel juga memanfaatkan Al Jazeera untuk memancing kemarahan rakyat Arab. Tahun lalu dalam sebuah wawancara, Ali Abdullah Saleh (Yaman) menyalahkan Al Jazeera atas apa yang terjadi di dunia Arab saat ini.[1]
Continue reading