2

Amerika Tidak Peduli Suni-Syiah

Pada tahun 2005, Jeff Stein, seorang kolumnis The Washington Post dan editor Congressional Quarterly, menyaksikan acara Jon Stewart dan para komedian lainnya di televisi yang memberikan pertanyaan mendasar tentang Islam kepada para pejabat tinggi FBI. Salah satu pejabat tersebut adalah Gary Bald, yang kemudian menjadi kepala biro kontraterorisme. Terinspirasi dari acara tersebut, Jeff Stein akhirnya juga menyiapkan beberapa pertanyaan mendasar kepada para pejabat kontraterorisme Washington: “Apakah Anda tahu perbedaan antara seorang suni dan Syiah?”

Jeff Stein menilai bahwa pertanyaan tersebut tidak berlebihan, karena mengenal musuh merupakan aturan mendasar dalam perang. Lagi pula,  dia tidak mengharapkan penjelasan teologis, hanya penjelasan dasar: apakah dia Syiah atau suni? Jeff Stein mengatakan, “Memang konyol untuk menyatakan bahwa para pejabat yang bertanggung jawab melawan terorisme tersebut harus mampu mengenali peluang untuk mengadu domba rival ini satu sama lain.” Rival yang dimaksud tidak lain adalah suni dan Syiah.
Continue reading

2

Pengakuan Tentara AS dari Irak

Saya berusaha keras untuk bangga atas pengabdian saya. Tapi yang bisa saya rasakan hanya rasa malu. Rasisme tidak bisa lagi menutupi realitas pendudukan. Mereka semua adalah orang, mereka adalah manusia. Saya merasa terganggu dengan rasa bersalah setiap kali melihat orang tua, yang tidak bisa berjalan, yang kami giring dengan tandu dan meminta polisi Irak untuk membawanya pergi.

Saya merasa bersalah setiap kali melihat seorang ibu dengan putrinya, yang menangis histeris dan berteriak bahwa kami lebih buruk dari pada Saddam, ketika kami paksa keluar dari rumahnya. Saya merasa bersalah setiap kali melihat wanita muda, yang saya tarik lengannya dan seret ke jalanan. Kami diberi tahu bahwa kami memerangi teroris. Tapi teroris sebenarnya adalah saya dan pendudukan ini.
Continue reading

10

Persatuan! Persatuan! Hidup Persatuan!

Beberapa tahun yang lalu, setelah serangan pertama ke makam suci Imam Askari as. di Samarra, saya menghadiri sebuah acara di Islamic Center of America di Dearborn di mana masyarakat Syiah dan suni setempat datang secara bersama—mungkin pertama kalinya—untuk mengutuk tindakan keji tersebut. Saya ingat, setelah beberapa kalimat “penyeru persatuan” yang bagus dari salah satu pembicara, seorang pria yang tersentuh berdiri di antara hadirin dan berteriak, “Unity! Unity! Long Live Unity!”

Banyak orang terperanjat, tapi Anda bisa mendengar beberapa orang di antara hadirin ikut berteriak—sayangnya, peristiwa itu hanya berlangsung beberapa detik dan berhenti. Acara berlanjut tanpa gangguan, dan ketika selesai, semua orang kembali ke rumah. Continue reading

5

Pernyataan Indonesia tentang Kapal Mavi Marmara

Senin, 31 Mei 2010

No. 107/PR/V/2010/53

Pemerintah Indonesia mengutuk penyergapan dan aksi kekerasan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara yang membawa misi bantuan kemanusiaan internasional ke Jalur Gaza, Palestina, pada tanggal 31 Mei 2010 yang dikabarkan telah menimbulkan sejumlah korban jiwa dan cedera. Menurut informasi dari Otoritas Palestina, sebanyak 16 orang telah dikonfirmasi tewas dalam penyergapan ini.

Continue reading