0

Pembunuh Peziarah Husain

Hampir setiap tahun di bulan suci Muharam seperti saat ini, atau di saat peringatan Asyura dan Arbain, para teroris meledakkan bom di tengah-tengah peziarah Imam Husain bin Ali. Pada tahun 2012 ini saja, sudah ada ratusan korban yang wafat. Hari ini, Russia Today melaporkan 24 orang tewas dan 91 lainnya luka-luka ketika sebuah bom mobil dan dua bom di pinggir jalan diledakkan oleh para teroris. Semua bom ini diledakkan di area berpenduduk Syiah. Meskipun tinggal di sebuah negara dengan mayoritas penduduknya adalah Syiah, mereka tetap wafat karena sebuah keyakinan.

Saya pun teringat dengan cuplikan ceramah Sayid Ahmad Syirazi yang ditujukan kepada para teroris. Sayid Ahmad Syirazi mengatakan bahwa para teroris yang meledakkan dirinya sendiri dan membunuh para peziarah makam Imam Husain adalah orang-orang yang miskin dan fakir. Fakir bukan saja keadaan di mana seseorang kekurangan harta, tetapi juga karena kurangnya pemahaman, kurangnya kebudayaan, dan kurangnya pengetahuan agama. Selengkapnya dalam ceramah Sayid Ahmad Syirazi:
Continue reading

4

Sahabat Nabi di Karbala

Sebenarnya, anggapan bahwa Syiah memusuhi sahabat nabi saw. sulit diterima oleh kenyataan dan akal sehat. Jumlah sahabat nabi yang begitu banyak tidak bisa dijadikan sandaran tuduhan terhadap Syiah. Sebut saja nama-nama seperti Salman dan Abu Dzar r.a. di antara sahabat nabi yang begitu dihormati oleh pengikut Syiah. Bukankah juga Ali bin Abi Thalib dan Husain bin Ali, yang meskipun mereka bagian dari keluarga dan tidak bisa disamakan dengan sahabat lain, dalam definisi umum tetap dianggap sebagai sahabat? Begitu juga dengan sejarah yang merekam bahwa di antara sahabat nabi ada turut berjuang di medan Karbala.

Situs iQuest menyebutkan  bahwa meskipun kebangkitan dan revolusi Imam Husain a.s. terjadi pada tahun 61 H, namun demikian terdapat kemungkinan adanya beberapa sahabat Rasulullah saw. yang juga menjadi sahabat dan penolong Imam Husain a.s. karena orang-orang yang sebaya dan seusia dengan Imam Husain dan orang-orang yang lebih tua darinya menjumpai masa Rasulullah saw. Pada masa terjadinya tragedi Karbala, usia mereka rata-rata enam puluh tahun.
Continue reading

0

Etika Mengumpulkan Harta

Berikut ini merupakan kutipan dari makalah mata kuliah Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi yang disusun bersama Abdul Badruddin, Hasanudin, dan Khairunnisa pada tahun 2008. Saya menemukan (kembali) makalah ini dan merasa sayang kalau tidak dibagikan di blog ini. Semoga bermanfaat!

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan cara yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka kabarkan kepada mereka tentang azab yang pedih

Ayat ke-30 dan ke-31 surah At-Taubah menceritakan tentang sikap kebanyakan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan para alim mereka sebagai tuhan selain Allah. Sementara ayat ke-34 di atas menceritakan bahwa selain mereka tidak pantas menjadi tuhan, mereka juga tidak pantas menjadi pemimpin. Banyak dari mereka yang menyembunyikan bukti-bukti ajaran Musa dan Yesus a.s. demi menjauhkan pengikut sejati dari jalan Allah.
Continue reading

12

“Arah Tepat” Fatwa Khamenei

Oleh: Ahmed Al-Jarallah (editor Arab Times)

Fatwa yang dikeluarkan Ali Khamenei baru-baru ini yang mengecam penggunaan bahasa kasar terhadap istri Nabi saw. merupakan langkah yang tepat. Ini merupakan perkembangan baik yang kita tunggu sejak lama. Hal ini jelas mencerminkan kedudukan tinggi Khamenei sebagai simbol utama tidak hanya di Iran, tapi juga seluruh dunia muslim. Karena mayoritas Iran adalah pengikut Syiah, hal ini akan menjadi panduan bagi mereka untuk memadamkan ketegangan, yang beberapa orang coba untuk kobarkan di antara mazhab Islam. Orang-orang ini telah bekerja untuk melemahkan agama mereka sendiri daripada mazhab yang dituju.
Continue reading

57

Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

Lama tidak berkunjung ke situs hakekat.com, saya mendapat kejutan dari salah satu artikelnya yang berjudul “Imam Maksum Shalat Sambil Mabok?” Dari judulnya, saya bisa pahami bahwa tujuannya adalah menjatuhkan derajat imam ahlulbait yang menurut mazhab Syiah adalah maksum. Menurut Syiah, para nabi sebagai pengemban risalah Allah Swt. dan para imam ahlulbait sebagai penjaganya haruslah terhindar dari kesalahan.

Hal ini berbeda dengan pendapat ahlusunah yang menganggap nabi dan imam ahlulbait tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Pendapat ini terkesan menjadi paradoks ketika seringkali situs hakekat.com membela mati-matian sahabat nabi yang seluruhnya adil dan nyaris tanpa cacat. Dikatakan bahwa mereka yang mencela sahabat bisa menjadi kafir. Tapi justru, situs hakekat.com terang-terangan mencela sahabat nabi.
Continue reading