Peringatan 30 Tahun Revolusi Islam

Oleh: Yaser bin Ahmad Khomeini

Merupakan kebahagiaan bagi saya berada di tengah-tengah bapak, ibu dan saudara sekalian, yang penuh dengan semangat dan kecintaan kepada ahlulbait. Salah satu kenikmatan dan karunia Allah kepada manusia adalah berwilayah dan kecintaan kepada ahlulbait. Dengan hal itulah, Insya Allah kita bisa meniru dan meneladani kehidupan mereka.

Sebagai sebuah contoh misalnya kecintaan kepada Imam Ali bin Abi Thalib, adalah sebuah kecintaan dan kebahagiaan yang menjadikan seluruh manusia di dunia bahagia. Keimanan beliau ketika bertemu Rasulullah saw. dan seluruh kehidupan beliau saat memimpin atau tidak adalah sebaik-sebaik teladan. Karena waktu yang singkat ini, saya akan mengungkapkan dua poin utama kehidupan Imam Ali, yang tentunya akan ringkas.

Poin yang pertama akan bermanfaat bagi kita dalam kehidupan pribadi, sedangkan poin kedua akan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat kita sehingga tidak keluar dari garis yang telah ditetapkan. Semua kita tentu pernah membaca kisah tentang Perang Khandaq. Di mana pada saat itu sejarah mencatat bahwa pedang Imam Ali mengenai kepala Amr bin Abdu Wudd menjadikan kemenangan Islam atas kekafiran. Dan setelah itu Rasulullah bersabda, “Pukulan pedang Ali di hari Khandaq lebih utama dari ibadah tsaqalain (seluruh jin dan manusia).”

Dalam menafsirkan sabda Rasul ini ada dua pandangan. Pandangan pertama mengatakan bahwa sebab pukulan tersebut lebih utama dari ibadah jin dan manusia adalah karena tanpa pedang Imam Ali saat itu maka kekafiran akan menang dan Islam tidak akan ada kecuali namanya saja. Dalam hal ini tentu benar, bahwa ketika tidak ada Imam Ali saat itu dan Islam kalah, maka tidak ada seorang pun yang menjadi muslim dan tidak ada yang akan beribadah kepada Allah.

Pandangan kedua tidak menyalahkan pandangan pertama, tapi ada hal lain yang harus dicari sehingga gerakan pedang Imam Ali lebih utama dari ibadah jin dan manusia. Imam Khomeini termasuk yang memiliki pandangan kedua berikut ini. Beliau mengatakan bahwa setiap tindakan manusia mendapat nilai di sisi Allah sesuai kadar ketulusan ketika melaksanakan dan yang kedua sesuai kadar tingkat makrifat kepada Allah. Dan karena keikhlasan dan makrifat Imam Ali serta para imam ahlulbait berada pada tingkat yang sangat tinggi, maka tentu pahala dari Allah sangat besar. Ini harus menjadi motivasi kita semua dalam melakukan perilaku sehari kita, meski kita tahu tingkat keikhlasan dan makrifat kita tidak akan sampai seperti mereka, namun tetap kita harus melangkah ke arah sana.

Poin yang kedua. Salah satu yang dibanggakan setiap pencinta ahlulbait adalah bahwa Imam Ali adalah Putra Kakbah, yang dilahirkan di dalam Kakbah. Tentu tidak ada kebahagian lain di mana seseorang dilahirkan di tempat paling suci di atas muka bumi. Namun rezim Bani Umayyah berusaha untuk mengingkari kejadian tersebut. Sehingga dengan hal itu, yang kita tahu Imam Ali lahir di rumahnya sendiri sama seperti yang lainnya. Namun apa yang mereka lakukan berakhir dengan kegagalan karena banyak pada saat itu mereka yang masih hidup dari sahabat Rasul yang menyaksikan atau mendapat berita dari ayah, sehingga mereka pun tahu.

Karena itu Bani Umayyah mengubah taktiknya, dengan mengatakan, “Benar Ali lahir di Kakbah, tapi dia bukan satu-satunya,” dibuat dalam sejarah sekitar 7 atau 8 nama lain yang juga lahir di Kakbah. Mungkin Bani Umayyah memahami bahwa Kakbah seperti sebuah klinik, yang ketika setiap orang ingin melahirkan lalu akan datang ke sana. Ini adalah sesatu yang kita lihat dalam sejarah dan kehidupan kita. Di mana awalnya mengingkari, namun ketika gagal barulah kemudian merubah dengan mengatakan “Benar hal itu terjadi tapi tidak hanya dia,” sehingga akan dianggap sama dengan yang lain.

Sebagai sebuah contoh lain, dalam sejarah juga dicatat bahwa ketika Imam Ali Zainal Abidin menemui kesyahidannya (wafat), maka tahun itu disebut oleh sejarah sebagai tahun meninggalnya para fukaha, dengan menyebutkan beberapa orang fakih lain yang juga meninggal pada tahun itu, dengan tujuan bahwa Imam tidak lebih atau sama kedudukannya dengan fakih lain yang meninggal satu tahun dengan beliau.

Persis seperti yang terjadi pada zaman dulu, hal seperti itu juga terjadi di zaman modern, yang terjadi pada Revolusi Islam Iran. Pertama banyak yang mengingkari gerakan Imam Khomeini yang bermula dari hauzah (pesantren). Banyak yang mengatakan tidak ada gerakan atau kebangkitan apapun. Namun setelah terjadi beberapa kejadian dan banyak darah syuhada yang tertumpah, maka mulailah para musuh melakukan penyerangan dengan perang yang dipaksakan kepada kami, Republik Islam Iran.

Alhamdulillah mereka tidak berhasil dalam langkah yang kedua ini di mana mereka ingin menghabiskan Republik Islam, tapi perang yang dipaksakan [oleh Irak] tidak berhasil menjatuhkan dan mematikan Revolusi Islam. Setelah wafatnya Imam Khomeini, musuh-musuh melakukan cara yang ketiga, dengan membandingkan Revolusi Iran dengan revolusi lainnya. Mengapa mereka melakukan hal itu? Jawabnya karena kemenangan Revolusi Iran tidak hanya berdampak pada masyarakat Iran saja, tapi pandangan Imam yang dibawa juga menyebar di seluruh dunia. Karena itulah mereka melakukan berbagai upaya dengan menciptakan kelompok di berbagai negara untuk menjelaskan bahwa revolusi di Iran adalah revolusi syiah dan muslimin harus bangkit untuk melawannya.

Namun kita saksikan juga bahwa kelompok tersebut, meski awalnya anti pada kezaliman atau anti-imperialis, pada akhirnya mereka bergabung dengan hal dan tujuan yang sama dengan kaum imperialis. Sampai kepada apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di Hamas, kita juga tidak menyaksikan gerakan pada kelompok tersebut. Namun Republik Islam sejak awal revolusi sampai saat ini tetap komitmen untuk membantu penderitaan Palestina. Sebagaimana seluruh kaum muslimin sedunia mendukung perjuangan Palestina, dan ini adalah sebuah pelajaran penting bagi kaum muslimin agar sadar dan tidak salah langkah.

Di saat kaum muslimin berpegang teguh pada akidah dan keyakinan yang mereka percayai, pada saat sama kaum muslimin berkewajiban menjaga dan menjalin persatuan dengan yang lain. Harus kita sadari dan yakini bahwa seluruh tindakan kita di dunia ini nanti akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah. Kalau saat ini kita tidak peduli pada penderitaan kaum muslimin, tentu di sana kita tidak bisa mengangkat kepala untuk menjawab di pengadilan Allah.

Kalau dalam kehidupan Imam Khomeini kita telaah dan merenunginya, walaupun usia saya masih muda saat beliau hidup dan tidak bisa merekam banyak kehidupannya, tapi saya mendapat penuturan dari keluarga, bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan Imam, Imam Khomeini selalu menekankan bagaimana menjadikan Allah rela dan bangga pada perbuatan kita.

Di akhir pembicaraan, saya akan sampaikan wasiat dari Imam Khomeini untuk seluruh manusia. Imam Khomeini selalu memesankan kepada para penjabat negara atau mereka yang akan masuk dunia politik, Imam menekankan agar mereka hendaknya membina dan membangun diri sendiri, membenahi dan meluruskan hubungan antara kita dengan Allah, baru lalu setelah itu kita jalinkan hubungan masyarakat dengan Allah. Dan kalau pun kita saksikan segala yang disampaikan Imam secara akan langsung masuk ke dalam hati kita dan kepada setiap orang yang dengar dan menyebar keseluruh dunia, ketahuilah bahwa rahasianya adalah karena setiap langkah Imam Khomeini dilakukan demi keridaan dan ketulusan kepada Allah Swt.

Mudah-mudahan Allah Swt., di malam Jumat yang penuh berkah ini, akan mengumpulkan ruh suci Imam dan putra beliau serta para syuhada di mana pun mereka berada bersama Rasulullah dan saya ucapkan terima kasih kepada hadirin yang mendengarkan dengan cermat apa yang saya sampaikan. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan kesuksesan pada kita dan jangan lupakan saya dalam doa bapak ibu sekalian.

Penerjemah: Ust. Abdullah Beik
Pentranskrip:
Ali Reza Aljufri
Catatan:
Ceramah disampaikan pada peringatan 30 tahun Revolusi Islam di Islamic Cultural Center pada tanggal 5 Februari 2009.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s