Doa dalam Mazhab Ahlulbait

Disebuah forum diskusi yang konon diadministratori oleh seorang habib, lagi-lagi mazhab ahlulbait menjadi sasaran empuk. Penanya mengatakan bahwa Doa Kumail berisi laknat terhadap sahabat. Mungkin member di forum itu belum pernah melihat apalagi membaca Doa Kumail, jadi bicaranya salah. Atau mungkin ada Kumail yang lain?

Hadis-hadis yang diriwayatkan oleh ahlulbait as. mengenai doa dan keutamaannya sangat banyak. “Doa merupakan senjata kaum Mukmin”, “Ibadah paling utama adalah berdoa”, “Perbuatan yang paling dicintai Allah di bumi ini adalah berdoa”, “Sesungguhnya doa adalah obat bagi segala penyakit”. Di antara ciri dari doa yang diajarkan Ahlulbait adalah pengakuan. Segala keburukan yang dilakukan manusia bersumber dari nafsu yang ada dalam diri manusia. Maka pengakuan atas dosa dan menyadarinya untuk kemudian berserah diri dan memohon ampunan dan taubat dari Allah. Dalam Doa Abu Hamzah ats-Tsumali dapat dibaca:

ويحملني ويجرئني على معصيتك
حلمك عني ويدعوني الى قلة الحياء سترك علي
ويسرعني الى التوثب على محارمك
معرفتي بسعة رحمتك وعظيم عفوك

Sikap lembut-Mu padaku telah membuatku berani melakukan maksiat.
Tirai-Mu atas dosaku membawaku memiliki sedikit rasa malu.
Pengetahuanku akan luasnya rahmat-Mu serta besarnya ampunan-Mu,
Mempercepat diriku untuk melanggar banyak larangan-Mu.

Ciri lain dari doa yang diajarkan ahlulbait adalah metode “argumentasi” kepada Allah untuk meminta maaf dan memohon ampun kepada-Nya.

وَليت شِعري يَا سيِّدي وإلهِي ومَولايَ
اَتُسَلِّطُ النَّار على وُجُوه خَرَّتْ لِعظمتِكَ سَاجِدَة
و على اَلْسُن نَطَقَت بِتَوحِيدِكَ صادِقَة
وبِشُكرِكَ مَادِحَة

وَعلى جَوَارِح سَعَتْ اِلَى اَوْطَانِ تَعَبُّدِكَ طَائِعَة
واشَارَتْ بِاسْتِغفَارِكَ مُذْعِنَة
مَا هَكذا الظُّنُّ بِكَ
وَلاُخبَرْنا بِفَضْلِكَ عَنْكَ

Aduhai diriku, wahai Junjunganku, Tuhanku, Pelindungku.
Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka,
Wajah-wajah yang bersujud atas keagungan-Mu,
Lidah-lidah yang dengan jujur menyebut keesaan-Mu,
Dan selalu memuji-Mu dengan bersyukur kepada-Mu,

Organ-organ tubuh yang selalu menghamba kepada-Mu,
Dan dengan rendah hati selalu memohon ampunan dari-Mu?
Sungguh bukan demikian sangkaan kami tentang-Mu,
Sementara kami telah tahu akan keutamaan-Mu.

Doa Kumail

Nama lain dari doa ini adalah Doa Nabi Khidir as. Nama Kumail diambil dari Kumail bin Ziad, salah seorang sahabat Imam Ali bin Abi Thalib kw. Ketika sedang berkumpul bersama sahabatnya, Imam Ali ditanya tentang tafsir ayat: “Pada malam itu dijelaskan segala yang penuh hikmah (QS. Ad-Dukhân : 4). Imam Ali menjawab, “Ayat ini turun mengenai Nisfu Syakban. Orang harus memohon kepada Allah pada malam itu. Ia harus membaca Doa Khidir.” Diskusi itu berakhir dan Imam kembali ke rumah. Di tengah malam, Kumail pergi menuju rumah Imam Ali untuk meminta diajarkan Doa Khidir. Imam Ali pun mengajarinya dan menasehati untuk dibaca setiap malam Jumat.

Entah informasi dari mana bahwa dalam Doa Kumail ada cacian terhadap syaikhain. Padahal Doa Kumail mengandung berbagai macam makrifat tentang Allah dan nasihat keagamaan, selain memiliki tata bahasa Arab yang tinggi. Kita bisa lihat dalam kutipan doa tersebut yang bernada “dialog argumentatif”:

فَهَبنِي يَاالَهِي وسَيِّدِي ومَولاي ورَبِّي
صَبَرْتُ عَلى عَذَابِك
فَكَيفَ اصْبِرُ عَلى فِرَاقِكَ
وهَبنِي صَبَرتُ عَلى حَرِّ نَارِك
فَكَيْفَ اصْبِر عَنِ النَّظَر اِلَى كَرَامَتِك

Oh… seandainya aku, wahai Tuhanku, Junjunganku, Tuanku, Pemeliharku!
Sekiranya aku dapat sabar menerima siksa-Mu,
Mana mungkin aku mampu sabar untuk berpisah dari-Mu?
Dan seandainya aku bisa sabar menahan panasnya api neraka,
Bagaimana mungkin aku bisa sabar untuk tidak menyaksikan keagungan-Mu?

Sebagaimana yang kita pahami dari baris doa di atas, kecintaan dan kenikmatan dekat dengan Allah lebih baik di sisi Allah daripada syafaat yang diterima oleh seorang pendosa. Selain dari doa-doa di atas (yang termaktub di dalam Mafâtîh Al-Jinân), juga terdapat buku doa yang berisi kalimat-kalimat suci nan agung yang dimunajatkan oleh Imam Ali Zainal Abidin, Shahîfah Sajjadiah.

Di antara nilai-nilai penting yang terdapat dalam untaian doa Imam Ali Zainal Abidin adalah:

  • Pengenalan kepada Allah Swt. tentang keagungan, kesucian, keesaan dan kemampuan-Nya.
  • Merenungkan keutamaan Allah Swt. atas para hamba-Nya dan ketidakmampuan hamba dalam menjalankan seluruh kewajibannya.
  • Pengenalan tentang pahala, siksa, surga, neraka, dan bahwa semua pahala Allah adalah keutamaan, dan juga seorang hamba berhak menerima siksa-Nya, sekecil apapun maksiat yang dilakukannya.
  • Mengajak pendoa dengan doa-doa tersebut agar dapat meninggalkan perbuatan dan sifat buruk, sehingga hati dan jiwa menjadi bersih dan suci.
  • Memotivasi agar menjadi manusia yang mulia di hadapan yang lain dan tidak hina dihadapan mereka, tidak menggantungkan hajatnya kepada siapapun selain Allah.
  • Mengajarkan kepada manusia agar memperhatikan hak-hak orang lain serta saling menolong, berbuat baik antar sesama, mendahulukan orang lain di atas kepentingannya sebagai eksistensi makna ukhuwah islâmiah. Wallâhua’lâm.

Sumber: Disarikan dari ‘Aqâ’id al-Imâmiah karya Syekh Ridha Al-Muzhaffar

29 thoughts on “Doa dalam Mazhab Ahlulbait

  1. mas elfan, utk yg QS 33:33 utk ali, fathimah, hasan dan husein ketika Rasul hendak bermubahalah dgn pendeta nasrani…
    Ayat ini khusus untuk: Nabi saw, Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (as).
    Pendapat ini berdasarkan hadis shahih yang bersumber dari Aisyah, Ummu Salamah, Abu Said Al-Khudri, Anas bin Malik dan lainnya bahwa ayat ini turun hanya untuk lima orang: Rasulullah saw, Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (as).

    Dalam Tafsir Ad-Durrul Mantsur jilid 5 halaman 198 dan 199:
    Jalaluddin As-Suyuthi berkata bahwa Ummu Salamah berkata: Ayat ini turun di rumahku, dan di rumahku ada tujuh: Jibril dan Mikail (as), Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (ra), sementara aku ada di pintu rumahku. Kemudian aku berkata: Ya Rasulallah, bukankah aku termasuk ke dalam Ahlul baitmu? Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang baik, kamu termasuk ke dalam golongan isteri-isteri Nabi (bukan Ahlul bait Nabi saw).”

    Abu Said Al-Khudri berkata: Ketika Ummu Salamah Ummul mukminin (ra) berada di rumahnya, turunlah malaikat Jibril kepada Rasulullah saw membawa ayat ini (ayat Tathhir). Kemudian Rasulullah saw memanggil Hasan dan Husein, Fatimah dan Ali (as) lalu beliau menghimpun mereka, menghampar kain untuk mereka, dan melarang Ummu Salamah berhimpun bersama mereka. Kemudian beliau bersabda: Ya Allah, mereka inilah Ahlul baitku, jagalah mereka dari dosa-dosa dan sucikan mereka dengan sesuci-sucinya.”
    Lalu Ummu Salamah (ra) berkata: Wahai Nabi Allah, aku bersama mereka? Rasulullah saw bersabda: “Kamu berada dalam kedudukanmu dan kamu adalah orang yang baik.”

    Dalam Shahih Muslim, Shahih At-Tirmidzi, Shahih An-Nasa’i, Musnad Ahmad bin Hanbal, Musnad Al-Bazzar, Musnad Abd bin Humaid, Mustadrak Al-Hakim, Talkhish Al-Mustadrak Adz-Dzahabi, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, Ad-Durrul Mantsur menyebutkan bahwa:
    Ibnu Abbas, Abu Said Al-Khudri, Jabir Al-Anshari, Sa’d bin Abi Waqqash, Zaid bin Arqam, Ummu Salamah, Aisyah, dan sebagian sahabat yang lain mengatakan: ketika ayat ini turun kepada Rasulullah saw, beliau mengumpulkan keluarganya yaitu Ali, Fatimah, Hasan dan Husein, dan beliau memayungi mereka dengan kain kisa’ sambil bersabda:
    اَللَّهُمَّ هَؤُلاَء أَهْلُ بَيْتِي

    “Ya Allah, mereka inilah Ahlul baitku.”

    Dalam Shahih At-Tirmidzi 2/319, hadis ke 3871, bab 61:
    Ummu Salamah berkata bahwa Nabi saw memberi kehormatan yang khusus kepada Hasan dan Husein, Ali dan Fatimah dengan kain kisa’ (mengumpulkan mereka di bawah kain kisa’). Kemudian beliau bersabda:
    اَللَّهُمَّ هَؤُلاَء أَهْلُ بَيْتِي وَخَاصَّتِي، أَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيْراً

    “Ya Allah, mereka inilah Ahlul baitku dan keistimewaanku, jagalah mereka dari dosa-dosa dan sucikan mereka dengan sesuci-sucinya.” Kemudian Ummu Salamah berkata:
    وَأَنَا مَعَهُمْ يَا رَسُولَ الله ؟

    Ya Rasulullah, aku bersama mereka? Rasulullah saw menjawab:
    إِنَّكَ إِلَى خَيْرٍ

    “Engkau orang yang baik.”

    Dalam Shahih Muslim, kitab Fadhail Ash-Shahabah, bab Fadhail Ahlul bait (as):
    Aisyah berkata: Pada pagi hari Nabi saw keluar dari rumah, membawa kain berbulu yang menyerupai rambut yang hitam. Kemudian datang Hasan bin Ali, lalu datang Husein kemudian masuk bersamanya, kemudian datang Fatimah lalu beliau mempersilahkan masuk, kemudian datang Ali lalu beliau mempersilahkan masuk. Kemudian beliau membaca ayat:
    إنَّما يُريد اللهُ ليُذْهِبَ عنكم الرّجسَ أهلَ البيت ويُطهّركم تطهيراً

    Hadis-hadis tersebut dan yang semakna terdapat:
    1. Shahih Muslim, kitab Fadhail Ash-Shahabah, bab Fadhail Ahlul bayt Nabi, jilid 2 halaman 368; cetakan Isa Al-Halabi; jilid 15 halaman 194 dalam syarah An-Nawawi, cetakan Mesir.
    2. Shahih At-Tirmidzi, jilid 5 halaman 30, hadis ke 3258; halaman 328, hadis ke 3875, cetakan Darul Fikr.
    3. Musnad Ahmad bin Hanbal, jilid 5 halaman 25, cetakan Darul Ma’arif Mesir.
    4. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 133, 146, 147.
    5. Mu’jam Ash-Shaghir Ath-Thabrani, jilid 1 halaman 65 dan 135.
    6. SyawahidutTanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, jilid 2, halaman 11-92, hadis 637, 638,639, 640, 641, 644, 648, 649, 650, 652, 653, 656, 657, 658, 659, 660, 661, 663, 664, 665, 666, 667, 668, 671, 672, 673, 675, 678, 680, 681, 686, 690, 691, 694, 707, 710, 713, 714, 717, 718, 729, 740, 751, 754, 755, 756, 757, 758, 759, 760, 761, 762, 764, 765, 767, 768, 769, 770, 774, cet pertama, Bairut.
    7. Khashaish Amirul Mu’minin, oleh An-Nasa’i Asy-Syafi’i, halaman 8, cet, Bairut; halaman 49,, cet. Al-Haidariyah.
    8. Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, oleh Ibnu Asakir Asy-Syafi’i, jilid 1, halaman 185.
    9. Kifayah Ath-Thalib, oleh Al-Kanji Asy-Syafi,i, halaman 45, 373, 375
    10. Musnad Ahmad, jilid 3,halaman 259 dan 285;jilid 4, halaman 107; jilid 6, halaman 6: 292, 296, 298, 304, dan 306, cet. Mesir
    11. Usdul Ghabah fi Ma’rifati Ash-Shahabah, oleh Ibnu Atsir Asy-Syafi’i, jilid 2, halaman 12 dan 20; jilid 3, halaman 413; jilid 5, halaman 521 dan 589.
    12. Dzakhairul ‘Uqba, oleh Ath-Thabari Asy-Syafi’i halaman 21, 23, dan 24.
    13. Asbabun Nuzul, oleh Al-Wahidin, halaman 203, cet Al-Halabi, Mesir.
    14. Al-Manaqib, oleh Al-Khawarizmi Al-Hanafi, halaman 23 dan 224.
    15. Tafsir Ath-Thabari, jilid 22, halaman 6,7 dan 8, cet Al-Halabi, Mesir.
    16. Ad-Durrul Mantsur, oleh As-Suyuthi, jilid 5, halaman 198 dan 199.
    17. Ahkamul Qur’an, oleh Al-Jashshash, jilid 5, halaman 230, cet Abdurrahman Muhammad; halaman 443, cet. Cairo.
    18. Manaqib Ali bin
    19. Mashabih As-Sunnah, oleh Al-Baghawi Asy-Syafi’i, jilid 2, halaman 278, cet. Muhammad Ali Shabih; jilid 2, halaman 204, cet. Al-Khasyab
    20. Misykat Al-Mashabih, oleh Al-’Amri, jilid 3, halaman 354.
    21. Al-Kasysyaf, oleh Zamakhsyari, jilid 1, halaman 193, cet. Mushthafa Muhammad; jilid 1, halaman 369, cet. Bairut.
    22. Tadzkirah Al-Khawwash, oleh As-Sibt bin Al-Jauzi Al- Hanafi, halaman 233.
    23. Mathalib As-Saul, oleh IbnuThalhah Asy-Syafi’i, jilid 1, halaman 19 dan 20. Ahkamul Qur’an, oleh Ibnu ‘Arabi, jilid 2, halaman 166, cet. Mesir.
    24. Tafsir Al-Qurthubi, jilid 14, halaman 182, cet. Kairo.
    25. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, halaman: 483, 494, dan 485, cet. Mesir.
    26. Al-Fushul Al-Muhimmah, oleh Ibnu Shabagh Al-Maliki, halaman 8.
    27. At-Tashil Li’ulumi AtTanzil, oleh Al-Kalbi, jilid 3, halaman 137.
    28. Tafsir Al-Munir Lima’alim At-Tanzil, Al-Jawi, jilid 2, halaman 183.
    29. Al-Ishabah, oleh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i, jilid 2, halaman 502; jilid 4, halaman 367, cet. Musththafa Muhammad; jilid 2, halaman 509; jilid 4, halaman 378, cet. As-Sa’adah. Mesir.
    30. Al-Itqan fi’Ulumil Qur’an, oleh As-Suyuthi, jilid 4, halaman 240, cet. Mathba’ Al-Mashad Al-Husaini, Mesir.
    31. Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar, halaman 85, cet. Al-Maimaniyah; halaman 141 dan 227, cet. Al-Muhammadiyah.
    32. Muntakhab Kanzul ‘Ummul Kanzul ‘Ummul (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 5, halaman 96.
    33. As-Sirah An-Nabawiyah, oleh Zaini Dahlan (catatan pinggir) As-Sirah Al-Halabiyah, jilid 3, halaman 329 dan 330, cet. Al-Mathba’ Al-Bahiyah, Mesir; jilid 3, halaman 365, cet. Muhammad Ali Shabih, Mesir.
    34. Is’afur Raghibin, oleh Ash- Shabban (catatan pinggir) Nurul Abshar, halaman: 104,105, dan 106, cet. As-Sa’idiyah; halaman 97 dan 98, cet. Al-Utsmaniyah; halaman 105, cet. Mushthafa Muhammad, Mesir.
    35. Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 2, halaman 547-502.
    36. Fadhailul Khamsah, jilid 1, halaman 223 dan 224.
    37. Al-Isti’ab, oleh Ibnu Abd Al-Birr (catatan pinggir) Al-Ishabah, jilid 3, halaman 37, cet. As-Sa’adah;jilid 3, halaman 317, cet. Mushthafa Muhammad.
    38. Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi, halaman: 107, 108, 228, 229, 230, 244, 260, dan 294. cet. Istambul; halaman: 124, 125, 126, 135, 196, 229, 269, 272, 352, dan 353, cet. Al-Haidariyah.

    sy mau tanya jg dalilnya bahwa alqur’an hanya mengenal nasab dr laki2? kt siapa kedua org tua Rasul bkn muslim?

  2. Kasihan sekali kalian wahai kaum syi’ah. Mengapa kalian membiarkan diri utk hanyut dalam bid’ah dan kesesatan? Padahal semua yg kalian yakini yg diajarkan oleh pendahulu kalian itu adalah tipu daya, yg didoktrin oleh yahudi yg kemudian diajarkan kpd kalian. Mengapa hati kalian buta dari kebenaran dan cahaya tauhid, dan berpaling dari petunjuk Allah (Al Qur’an) dan rasulNYA (sunnah)? Mengapa kalian tidak henti-hentinya membuat bid’ah dan fitnah-fitnah tentang ahlul bait rasulullah saw? Sedang mereka adalah org2 yg soleh dan bertaqwa, yg juga mencintai khalifaur rasyidin dan sahabat rasulullah saw yg lainnya. Kenapa kalian tega memfitnah Ali ra yg dikasihi rasulullah itu? Sedangkan Ali ra adalah insan zuhud, santun dan pemaaf. Beliau bukanlah sosok yg haus akan pujian dan kekuasaan. Janganlah kalian membuat persangkaan yg buruk tentang Ali ra, dan membuat karakter buruk yg bertentangan dgn perilaku beliau yg luhur. Ali ra sangat mencintai Abu bakar, Umar, Usman dan sahabat yg lainnya. Dan Ali ra tdk pernah mengajarkan permusuhan atas merka. Ali ra juga tdk pernah mengajarkan taqiyah dan nikah mut’ah. Kembalilah kalian kpd jalan yg lurus, yaitu jalan yg dilalui oleh rasulullah saw. Yg kemudian diikuti oleh sahabat2 beliau dan juga keluarga serta ahlul bait beliau saw. Yg lalu diikuti oleh tabi’in, dan tabit tabi’in, dan juga para ulama’ dan org2 soleh. Dan tinggalkanlah jalan syi’ah kalian yg sesat itu, yg hanya akan membawa kalian kpd kekufuran yg menghinakan dihadapan Allah dan rasulNYA. Berpalinglah kalian dari ajaran yahudi yg bermotif islam itu, krn sungguh Ali ra tdk pernah mengajarkan seperti keyakinan yg diajarkan dlm ajaran syi’ah. Sungguh kalian tlh tertipu, krn itu bertaubatlah sebelum kalian terlalu jauh berjalan dan menjerumuskan diri dlm kesesatan yahudi dan wali-wali mereka…

  3. buat salman : yang jadi pertanyaannya adalah syi’ah yang sesat atau kalian yang sesat,, bagaimana anda menentukan persepsi kesesatan itu, apakah berdasarkan dalil atau nafsu??? Krn begitu banyak kitab2 dari golongan ahlussunnah yang membenarkan keyakinan syi’ah,, yang jd pertanyaan skr dengan dalil yang segitu banyak dr ahlussunnah knp anda tidak mempercayainya???

    • untuk laskar : coba sebutkan kitab ahlusunnah yang membenarkan keyakinan syiah.
      afwan, bertakwalah kepada Allah, tinggal taqiyah wahai saudaraku

  4. @salman

    Tuduhan basi dan sangat memalukan. Kalau cuma sekedar main tuduh golongan lain sesat dan main klaim bahwa golongannya sendiri yang benar, wah itu sih tidak bernilai. Biasanya orang-orang yang kurang ilmu yang melakukan hal memalukan semacam ini. Tapi kalau anda merasa berilmu dan punya hujjah yang kuat silakan berdiskusi di sini :

    http://secondprince.wordpress.com.

    Ayo kita buktikan disana! Itupun kalau anda punya nyali.🙂

  5. @haqi…yang ngga punya nyali siapa ? seseorang yang lempar dalil tanpa faham asal muasalnya atau..sememangnya seperti itu harusnya..

  6. Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya (1)

    (some text removed by admin)

  7. yang berkata syiah sesat adalah dirimya sendiri yang sesat toh didalam syiah begitu banyak manusia harus berzikir untuk nemdekatkan diri pada alloh dan tidak melupakam ahlul bait serta mencintainya karena mereka sudah dijamim masuk surga memcimtai ahlul bait adalah kewajibam umat muslin didunia karena dgam mencintaimya kita akan mendapatkam syafaat di hari kebangkitam kenapa syiah yang sesat

    • Bagaimana bisa Anda mengklaim seseorang yg tidak dikenal jati dirinya dengan nama palsu Yswadie Scholnix lalu mengatakan ungkapan dia mewakili Syiah? Jangan tanggapi kebodohan dengan kebodohan.

  8. ada ada saja, zaman begini aqidah masih picik, gantilah namamu jangan menggunakan Salman,,kamu tidak pantas dan tdk mewakili segi kebaikan sedikitpun.

  9. Salam..
    Saya ingin mendonload doa Qodah untuk ziarah kubur, sekiranya berkenan tolong donk kasih tau saya.

    Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad wa ajjil farajahum

  10. @salman: apakah anda tau mengapa iblis diusir dari surganya Allah SWT, karena dia sombong dan menganggap dirinya paling benar dan paling mulia “ana khoiru minhu” kata iblis.

  11. @ Pak Reza: maju terus…saya pribadi mendukung bapak, semoga dengan Haqnya Kanjeng Nabi Muhammad SAWW dan Keluarga suci bapak selalu dilimpahi rahmat dan karunia Allah Rabbul Izzati Subhanaka, amin Allahumaj’al amin.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s