Kisah Asli Ahmed Deedat tentang Syiah

Pernah membaca kisah Ahmed Deedat yang konon membungkam mulut “pendeta” Syiah melalui kata-kata “pada zaman rasul, orang Syiah suka mencuri sandal”? Ternyata itu adalah kisah jiplakan dari kisah asli yang tertulis dalam kitab Munâzharât fil Imâmah. Berkisah tentang seorang ulama Syiah bernama Allamah Hilli yang diundang oleh salah seorang raja Dinasti Ilkhanid bernama Khodabande untuk menjelaskan tentang sebuah perkara fikih, yakni talak tiga dalam satu lafaz.

Suatu hari raja mengumpulkan ulama empat mazhab ahlusunah di dalam istana. Ketika Allamah Hilli masuk, ia langsung memberi salam dan membawa sandalnya masuk bersamanya. Ketika ditanya kenapa allamah membawa sandalnya masuk, Allamah Hilli mengatakan, “Aku takut sandalku dicuri oleh pengikut Hanafi sebagaimana Abu Hanifah mencuri sandal Rasulullah.” Jawaban allamah membuat ulama Hanafi bangkit dan memprotes karena bagaimana mungkin karena Abu Hanifah lahir setelah 100 tahun setelah wafat rasul.

Allamah Hilli mengatakan, “Oh, maaf! Imam Syafii yang mencuri.” Ini juga diprotes oleh ulama Syafii dengan dalil yang sama dengan ulama Hanafi dan seterusnya hingga keempat-empat mazhab. Setelah semuanya protes, Allamah Hilli langsung berbicara kepada raja dan keempat ulama mazhab sependapat bahwa imam-imam mereka tidak ada pada zaman Rasulullah.

Itulah singkat cerita dari bab ketiga kitab yang ditulis oleh Syekh Abdullah Al-Hasan. Entah bagaimana kisah itu bisa dicatut dan dialamatkan kepada Syekh Ahmed Hoosen Deedat. Berikut ini, dengan bukti sebuah rekaman suara, Ahmed Deedat berkisah tentang pengalamannya berkunjung ke negara Iran pada masa awal-awal revolusi. Kisahnya bercerita tentang rakyat dan negaranya, pengalaman bertemu Imam Khomeini, dan pesan-pesannya tentang persatuan antara kedua mazhab. Semoga bermanfaat!

Dalam Alquran yang mulia, Allah Swt. berfirman: “Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. Attaubah : 33), walaupun Amerika Serikat, Rusia dan seluruh adi daya tidak menyukainya. Janji Allah tidak bergantung pada kekuatan para adi daya. Dalam pengertian luas, pergerakan Islam menjangkau seluruh umat. Dalam pengertian sempit, pergerakan Islam merepresentasikan bagian dari umat yang paling cepat dalam perjuangannya untuk menjadikan Islam sebagai jalan hidup.

Beberapa tahun yang lalu tidak ada yang menyadari seorang pemimpin tunggal dalam pergerakan Islam. Semua itu menjadi pemandangan negatif yang menutupi wajah umat sebagai pergerakan sejarah menuju akhir abad ke-14 hijriah. Namun dunia tidak menyadari pergerakan Islam di Iran. Iran di bawah eks-Syah telah mencederai Islam. Iran berada dalam posisi lemah. Kita adalah suni dan kebodohan kita pada masa itu sangat jelas. Dengan seketika revolusi Islam di Iran menjadi berita utama pada awal tahun 1978.

Ulama Syiah menjenguk Syekh Deedat

Mayoritas umat Islam yang menyebut diri mereka suni juga tidak menyadarinya. Propaganda Syah adalah dengan menyalahkan ulama Islam. Media Barat dan media Islam yang dimanipulasi Barat, serta rezim di negara-negara Islam, menganggap kejadian di Iran sebagai hal kecil. Kita semua terlambat dalam menyadari realita baru di Iran. Telah ada usaha sistematis untuk menodai Islam Iran. Media Barat sengaja memberitakan kabar palsu tentang Revolusi Islam yang dipimpin Ayatullah Khomeini, pendiri dan pemimpin Republik Islam Iran.

Kampanye dalam menyerang Iran bukan hal baru. Sejak awal, kepentingan pribadi telah membawa kampanye tiada akhir dalam melawan Revolusi Islam Iran. Tamu pembicara kita malam ini, Syekh Ahmed Deedat, yang merupakan ulama terkemuka Islam dan baru saja kembali dari perjalanannya ke Iran, akan menceritakan kepada kita perjalanan pertamanya ke Iran. Saya panggilkan Tuan Ahmed Deedat untuk berbicara kepada kalian.

Syekh Ahmed Hoosen Deedat

Aku berlindung (kepada Allah) dari godaan setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. “Jika kamu berpaling (dari Islam dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.” (QS. Muhammad : 38). Mahabenar Allah.

Saudara-saudara sekalian,
Kita meragukan keajaiban dari sebuah negara yang terlahir kembali. Janji Allah yang tidak dapat ditawar telah terbukti dalam kebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa yang disebutkan dalam ayat yang saya baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhir dari ayat tersebut memperingatkan kita bahwa jika kalian berbalik dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kalian dengan bangsa lain.

Pribahasa Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapa musibah yang terjadi di sebuah umat dan berbicara tentang sebuah negara yang dapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah bahasa Alquran dan benar-benar terjadi melalui sejarah yang berulang. Pertama, Allah Swt. memilih Yahudi Bani Israil sebagaimana yang Dia katakan dalam Quran: “Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini.” (QS. Albaqarah [2]: 47).

Dengan kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan Tuhan untuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak istimewa dan ini merupakan yang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena mereka tidak mematuhi kewajiban, seorang Yahudi di antara kaum Yahudi pengikut Nabi Isa as. sebagaimana direkam di kitab Kristiani mengatakan kepada mereka: “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Mattius 21: 43), dan bangsa yang akan bangkit adalah umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada umat Islam.

Umat Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab, diberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya dan pengetahuan untuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal membawa hasil, Allah mengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam sejarah, kita mengingat orang Turki dan Mongol menghancurkan kerajaan Islam dan ketika mereka menerima Islam, mereka menjadi pembawa obor cahaya dan pengetahuan bagi dunia.

Sebagaimana Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orang muslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa. Kekuatan anggur tidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah bangsa kita. Batasan kita dan kekuatan Islam tidak bergantung pada batasan geografi atau bangsa.” Inilah yang Allah kehendaki lagi; Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika mereka menjadi lemah, Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… dan seterusnya merupakan proses berlanjut.

Jika kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah Swt. akan memilih bangsa lain yang ingin. Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat muslim. Miliaran kalau kita ingin berbangga! Sembilan puluh persen dari satu miliar merupakan suni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka Allah memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang Syiah! Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Syah menjadi penguasa… dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan! Orang ini bernama Muhammad dan bukan orang yang beriman. Sulit bagi kita untuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja pergi ke negara itu, mencari hingga detail, lihatlah apa yang sedang terjadi.

Orang Iran ini yang terlihat seperti Syah (raja) sebenarnya hanyalah orang asing. Jika Hitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita dapat memahaminya. Jika Rusia menaklukan rakyat itu, kita dapat mengertinya. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasa Persia, yang namanya Muhammad. Tapi, lihatlah ke arah mana ia membungkuk? Enam belas tahun dia melarang salat Jumat. Enam belas tahun! Kita telah menyamakan Iran dengan Syah dan Syah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah yang sama. Tapi jika Anda melihat lebih jauh, kita tahu bahwa Syah dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnya bagaikan orang asing satu sama lain.

Sekarang tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan tempat di mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran pertama kali terhadap kami. Kebetulan ini terjadi di Roma. Saya yang pertama merasakan dan kemudian beberapa teman saya merasakannya pula di bandara udara Roma. Kami sedang menunggu pesawat, dan kami mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salah seorang dari kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian dia menuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda yang mengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Wallah sangat indah melihatnya… yang saya maksud adalah ketika Anda melihat orang-orang dengan pakaian seperti itu (chodur) mereka adalah orang-orang yang cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalian harus melihat bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepada kami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat wanita muslim Iran yang sesungguhnya maka datanglah (ke Iran).” Saya dan beberapa orang pun pergi dan kami melihatnya. Itu adalah aroma pertama yang kami rasakan dari umat Islam Iran di Roma.

Ketika kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima yang dahulu sebelum revolusi dikenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama Hotel Istiqlal. Kemudian kami berkeliling ke tempat-tempat menarik dan saya akan menceritakan kepada Anda beberapa hal yang kami lihat dan saya akan menggambarkan perasaan dan pengalaman kami.

Jika saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalah pemakaman Behesht Zahra. Behesht berarti “surga” dalam bahasa Persia dan Zahra adalah gelar dari Fatimah az-Zahra yang merupakan putri Nabi Muhammad (saw.). Zahra berarti cahaya. Jadi nama tempat pemakaman tersebut adalah Surga yang Bercahaya.

Sebelum tiba di Iran, saya pernah membaca di koran tentang pemakaman Behesht Zahra. Saya ingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke pemakaman. Saya berpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk berdoa? Ya! Untuk orang yang meninggal? Ya! Ketika Anda memikirkan pemakaman di sini, Afrika Selatan, Anda mengingat jalan Brook, Riverside, dan lainnya. Anda tidak bisa membayangkan bahwa pemakaman (Behest Zahra) ini luasnya berkilo-kilo. Anda tidak bisa membayangkannya! Ini adalah tanah terbuka yang dapat menampung satu atau dua juta manusia. Orang berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untuk meluapkan emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada 70.000 lebih syuhada dalam peristiwa revolusi dan 100.000 luka-luka. Masyarakat dengan slogan “Allahu Akbar” sebagai senjata mereka telah menghancurkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah. Jadi kami pergi ke pemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana. Pria, wanita dan anak-anak termasuk kami benar-benar terinspirasi oleh antusiasme dan perasaan saudara-saudari kami di sana.

Saat itu pertengahan musim dingin, pria, wanita, dan anak-anak duduk di tanah yang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim dingin di bawah tanpa karpet atau kursi! Sebuah bangsa yang dapat menahan disiplin berjam-jam, dan Anda hanya dapat membayangkan takdir Allah apa yang direncakan bagi mereka. Satu atau dua hari kemudian dalam program kunjungan, saya membaca pemakaman Behesht Zahra, lagi. Pertama kali kami pergi untuk ceramah, kami melihat di kuburan orang-orang membaca puisi kesedihan dan doa dan saya pikir kunjungan kedua ini akan berlebihan. Tapi kenapa harus pergi dua kali? Saya telah melihat pemakaman ini. Tapi seluruh teman saya pergi dan saya pikir kalau semua orang pergi, ini tidak akan baik bagi saya untuk tetap di hotel bersantai ketika seluruh teman saya pergi dengan bus menuju pemakaman.

Kemudian saya pergi dan saya menjadi sangat bahagia. Karena kunjungan kedua ini adalah ketika Kamis sore dan Kamis di Iran seperti Sabtu bagi kita. Puluhan ribu orang berada di pemakaman. Ini hal biasa. Seperti hari raya raya (id). Puluhan ribu orang di sana, tidak lain kecuali untuk mengisi baterai spiritual mereka. Ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan. (Ucapan) “Putraku memberikan hidupnya bagi Islam” atau “Ayahku memberikan jiwanya untuk Islam” menunjukkan bahwa mereka memberikan hidup mereka untuk Islam. Dengan cara seperti ini, setiap Kamis merupakan suntikan spiritual dan pengingat bahwa mereka akan memberikan hidup untuk Islam.

Ketika berkeliling, terdapat sebuah balai kota yang dapat menampung 16.000 orang, dibandingkan dengan balai kota di Afrika Selatan, yaitu Good Hope Center di Capetown, yang hanya dapat menampung 8.000 orang. Bangunan itu didirkan oleh Syah untuk menyombongkan “Mitos Aria”-nya. Dia membanggakan tidak hanya bahwa dia Shahanshah atau raja seluruh raja, tapi juga bahwa dia sebagai Aryamehr, cahaya orang-orang Aria. Inikah penyakit orang-orang Aria? Ingat bualan Hitler tentang menjadi Aria karena orang Jerman adalah orang Aria. Kemudian orang Hindu membual bahwa mereka orang Aria. Jika masyarakat saya, orang Gujarat, bukan muslim maka mereka akan membual juga untuk menjadi Aria seperti mereka. Mantan Syah ini menyatakan diri sebagai cahaya orang-orang Aria dan membangun monumen ini sebagai penghormatan. Dia membangun monumen lainnya dengan menghabiskan biaya jutaan untuk memperingati leluhurnya Cyrus Agung, seorang penyembah berhala, musyrik dan memboroskan kekayaan negara untuk kepentingannya.

Tahun 1984 dia berencana mengadakan Olimpiade di Tehran untuk menyombongkan egonya. Di balai kota ini kami melihat atletik dan akrobatik. Wallah, sayangnya kita, muslim Afrika Selatan, seperti orang yang lemah dan membuat kita lebih buruk lagi dari hal itu. Pemuda kita tidak melakukan aktivitas seperti itu. Di sana dilakukan atletik, gimnastik, akrobatik yang tidak kita lakukan. Hal seperti itu bukan untuk kita; yang melakukan jogging, Anda tahu, anak-anak muda yang ketika saya bertemu mereka saya berjabat tangan dengan mereka dan mereka seperti orang lemah. Tapi hampir setiap pemuda yang Anda temui di Iran terlihat seperti atlet. Mereka melakukan olah raga yang biasa dan hal itu membuat kami senang karena mereka tidak membicarakan Iran. Mereka tidak bicara tentang Iran “Kami orang Iran, kami orang Aria” justru mereka berbicara tentang Islam, Islam dan Islam. Tidak ada satu pun wanita setengah telanjang, tidak ada satu pun. Jika Syah mempunyai caranya, jika dia masih hidup dan menjalankan rencananya, Anda bisa bayangkan akan ada wanita setengah telanjang di sana yang setiap orang bisa melihat hingga puas.

Di Iran segala sesuatu berhubungan dengan Islam untuk memperkuat moral masyarakat, membangkitkan ribuan pria dan wanita. Kami tergetar melihat anak-anak kami, kami merasa mereka anak-anak kami, saudara kami sendiri, dan kami benar-benar tergetar. Kami melihat hal itu sebagai hal yang anak-anak kita juga bisa lakukan. Kemudian kami pergi melewati parade militer dengan berbagai kelompok lelaki Iran dan tidak ada kekurangan kekuatan di sana. Anda tahu, beberapa orang ingin pergi dan menolong saudara seiman kita di Iran. Alhamdulillah di sana tidak kekurangan kekuatan; yang mereka inginkan hanya alat dan senjata. Jika bangsa Iran memiliki senjata militer seperti yang Israel miliki, seluruh Timur Tengah akan bebas dari intervensi asing dalam sekejap. Inilah bangsa yang bisa melakukannya. Semangat jihad ada pada setiap dan seluruh pria dan wanita di negara itu. Seluruh masyarakat terlibat dalam mempromosikan Islam. Kita berbicara tentang 20 juta orang yang mampu mewujudkannya. Jika mereka memiliki senjata dan materi, setiap wanita pria dan anak-anak akan pergi berjihad.

Kemudian kami mengunjungi tawanan perang Irak. Sebagaimana yang Anda tahu perang ini dimulai oleh Irak dengan menyerang Iran. Seluruh negara dalam keadaan kacau. Irak merasa bahwa jika Yahudi dapat melakukannya ke bangsa Arab dalam waktu 6 hari, maka mereka bisa melakukannya kepada Iran dalam waktu 3 hari. Seluruh dunia berpikir dalam waktu satu minggu Iran akan hancur berkeping-keping. Tahukah Anda sudah berapa lama sekarang ini? Ini sudah setengah tahun dan bahkan lebih. Alhamdulillah, di awal perbandingannya 20 berbanding 1 dalam hal pasukan dan material, namun bangsa Iran membalikan posisi dan menjadikannya 1 berbanding 3 bagi mereka. Mereka mampu memukul balik (Irak). Mereka memiliki kembali seluruh wilayah mereka dan sebuah bukit yang dinamai Allahu Akbar. Alhamdulillah mereka melakukannya dengan baik.

Bagaimana pandangan Ahmad Deedat tentang Imam Khomeini? Lanjut ke Halaman 2

About these ads

49 thoughts on “Kisah Asli Ahmed Deedat tentang Syiah

  1. Saya kena tipu. Saya kira ini asli, ternyata ni blog nipu. Jangan terlalu dipercaya. Kalo ragu coba dicari lagi referensi yang lain. Ahmad Deedat ahlu sunnah, sedangkan bagi syiah ahlu sunnah kafir. Ngarang ni orang.

    • Saya yakin sih lukako ini yang kafir, so bukankah orang kafir gampang mengkafirkan orang lain yang berbeda dengannya sebagaimana seorang maling yang berteriak maliiiing.

  2. mnurut sya tulisan ini tidak menunjukan apapun melainkan “kedangkalan pengetahuan tentang Al Quran dn Hadits” sang penulis…

    sy lebih percaya kepada Imam mazhab yg empat yg jelas ke-ilmuan nya…ketimbang penulis yg baru berkunjung ke iran namun sudah banyak berkomentar tanpa ilmu yg mndalam….

    mari sama2 qt blajar lbh dalam,,,krn ayat Al Quran yang anda tulis sbg dalil…tdk bs diartikan bgitu saja…anda butuh ilmu² yg mumpuni u/ mnafsirkan ayat² Al Quran…mantiq, bayan, ma’ani nahwu, sharaf dll…ap anda mnguasai ilmu² tsb?…(jk sy baca artikel diatas, sy rasa belum…)

    mohon maaf jk terkesan lancang, namun hanya skedar saling mnasehati dlm kbaikan.

    Allahu’alam…

    • Mungkin karena pengetahuan Anda tentang Alquran dan hadis lebih dalam daripada Ahmed Deedat, Anda jadi bisa berkata demikian. Tapi saya tidak bisa menilai seperti Anda.

  3. Isinya masuk akal.

    Saya sudah membaca semuanya.
    saya Mahasiswa Indonesia Di Iraq. dan
    kalo bicara mazhab , saya sunni (syafi’i). tpi subhanallah saya mrasakan sndiri tinggal brsama orang2 yg mayoritas syah walapun bnyak yg sunni disini dselatan iraq . persis seperti isi pidato diatas, walaupun beda negara(iran)
    wallahu a’lam

    • Suni ya ? Mmg Ada kok suni yg seperti anda, tapi lebih super banyak lagi siah yg ngaku suni tuk menipu/takiya…

  4. intinya penulis mengajak islam sunni mencontoh kegigihan dan kedisipinan bangsa iran wpn mereka di benci oleh 90% ummat islam lainnya tp mereka tidak berputus asa,dan kita sbg muslim suni tidak saling mengkafirkan sesama islam…..

  5. Saya akan menjawab pertanyaan syaikh-ahmad-deedat-vs-dr-anis-shorosh “Jika anda memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan dengan ketiga saudara anda, kemudian salah seorang dari saudara anda melakukan tindakan kriminal, maka apakah anda atau saudara anda yang lain, yang tidak melakukan kesalahan juga dihukum? Tentu anda akan menjawab: “Tidak”. Maksud Syaikh Ahmad Deedat itu Kenapa Yesus disalibkan ? Kenapa Tuhan tidak disalibkan ? Kenapa Roh Kudus tidak disalibkan ? Jawabannya Yesus tidak melakukan kesalahan, manusia yang melakukan kesalahan kepada Tuhan. Maka Tuhan ingin tunjukkan diriku saja (Yesus) mampu ku berikan untuk menunjukkan begitu besar Kasih Karunia Tuhan kepada umat manusia. Yesus mulai dari lahir sampai disalibkan dan mati tidak pernah berbuat dosa, tidak menikah apalagi beristri banyak, tidak pernah pegang pedang untuk berperang, apalagi memperebutkan kota yang berumuran darah.
    Kata Syaikh Ahmad Deedat “Mengapa tidak, sedangkan kalian semua sama? Anda akan katakan: “Tidak”, sebab dia orang lain, bukan kami. Lalu apa yang menjadikannya orang lain? Anda akan mengatakan: “Kepribadiannya”. Jika karena kepribadiannya berbeda, anda katakan dia orang lain, maka ketika umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, saya akan katakan: “Bahwa secara logika mereka adalah tiga orang yang berbeda”. Jawabannya Logika dengan iman berbeda. Orang bisa berpuasa 40 hari 40 malam bisa hidup, tapi kata dokter logikanya orang yang tidak makan 7 hari 7 malam pasti mati karena dehidrasi & penyakit. Logikanya Tuhan Allah umat Islam jika benar ada pasti terlihat, logikanya mana, tunjukkan dimana biar saya kesana dan menemuinya. Itulah Logika, sesuatu yang nyata, apakah Syaikh Ahmad Deedat bisa bermain logika sedangkan dalam Islam tidak dikenal istilah logika. Logikanya Surga & neraka adalah suatu tempat, logikanya harusnya neraka & surga berbentuk & nyata. Kenyataannya neraka & surga tidak mampu di temukan dalam peta. Kata Ustad surga ada di atas, tapi logikanya astronot USA, Rusia, China sudah ke Luar Angkasa tapi tidak menemukan Surga & neraka.
    Kata Syaikh Ahmad Deedat “Mayoritas orang kulit hitam yang beragama nasrani mengatakan bahwa Allooh hanya memiliki satu anak. Maka saya katakan: “Jika demikian berarti kalian sama sekali tidak membaca kitab suci kalian, atau kalian tidak membacanya sebagaimana mestinya. Tahukah kalian bahwa di dalam kitab suci kalian disebutkan, Allooh memiliki anak-anak yang tidak terhitung jumlahnya?” Jawabannya harus dipahami kata-kata diperanak, artinya menjadikan anaknya. Bukan artinya laki-laki kawin dengan perempuan lalu punya anak biologis lalu laki-laki ini bertemu perempuan lain kawin lagi punya anak-anak lain, kawin lagi sampai diulang-ulang, bukan itu maksudnya. Artinya Tuhan memperanak manusia dengan iman, dengan roh kudus. Siapa yang percaya denganNya akan jadi anak-anakNya. Anak-anak roh, anak-anak yang tidak cemar bukan hasil hubungan suami istri. Tapi sejak awal manusia tercipta adalah hasil hembusan nafas Tuhan, tapi diujungnya manusia berbuat dosa hingga dilempar ke Bumi. Sejak saat itu Tuhan dan Manusia putus hubungan secara roh. Makanya Tuhan ingin anak-anaknya itu kembali disucikan lagi dengan Roh Kudus. Karena manusia itu sama bentuk & rupanya dengan Tuhan, masalahnya rohnya sudah cemar dengan dosa.
    Kata Syaikh Ahmad Deedat “Apabila anda taat kepada Allooh dan mengetahui ajaran-ajaran-Nya, maka anda adalah seorang pendidik, atau yang semacamnya. Di dalam bahasa dan istilah- istilah orang Yahudi, mereka ada yang mengatakan: “Anak Allooh”. Sedangkan orang-orang nasrani mengatakan: “Tidak, sekali-kali tidak, Yesus bukanlah anak Allooh, ia dilahirkan, akan tetapi ia bukanlah makhluk.” Saya katakan kepada anda: “Dapatkan anda menjelaskan kepada saya tentang hal ini, dapatkah anda memahamkan saya tentang apa yang ingin anda kukuhkan ketika anda mengatakan bahwa Yesus dilahirkan, namun bukan makhluk sebagaimana yang lainnya?! Apakah yang akan anda katakan kepada saya?!” Percayalah kepada saya! Bahwa selama empat puluh tahun ini, tidak seorang nasrani pun yang dapat menjelaskan kepada saya tentang maksud dari kalimat tersebut. Ada satu orang Amerika yang pernah mencoba untuk menjelaskannya kepada saya. Ia mengatakan: “Yang dilahirkan artinya bahwa Allooh-lah yang telah melahirkannya.” Saya katakan kepadanya: “Apa?!!” Sebelum saya melanjutkan perkataan saya, ia mengatakan: “Tidak, anda telah bertanya kepada saya tentang arti kalimat tersebut, dan saya telah menjelaskannya kepada anda, akan tetapi saya sendiri tidak percaya bahwa Allooh melahirkan anak.”
    Dengan demikian, maka perkataan tersebut adalah dusta, dan di dalam pandangan kaum muslimin, mengatakan bahwa Mesias itu Allooh adalah bentuk kekufuran. Jawabannya Syaikh Ahmad Deedat mendapat informasi dari nasrani yang mana. Sebut nama & alamat. Karena tidak semua nasrani mengetahui tentang Alkitab & Tuhan Yesus secara baik, sebahagian hanya identitas saja. Saya jelaskan Yesus adalah anak manusia. Sama seperti manusia biasa. Bedanya Yesus dengan manusia biasa, kalau manusia lahir dari hubungan suami istri, lalu punya anak darinya atau kawin lagi dengan istrinya yang lain, beda dengan Yesus, Yesus tidak lahir dari hasil hubungan seksual, tapi Yesus berasal dari Roh Allah yang turun ke dalam Maria, ibunya Yesus. Tuhan turun dalam bentuk roh, sama seperti awal manusia diciptakan awalnya dari hembusan nafas Tuhan. Kata Syaikh Ahmad Deedat “Percayalah kepada saya! Bahwa selama empat puluh tahun ini, tidak seorang nasrani pun yang dapat menjelaskan kepada saya tentang maksud dari kalimat tersebut.” Jawaban saya selama empat puluh tahun, anda Syaikh Ahmad Deedat kemana aja, cari ahli kitab itu bukan ke Afrika Selatan, atau ke Eropa mereka masih rendah ilmu Alkitabnya Bibelnya. Cari Ahli kitab itu ke Israel atau Palestina. Atau ke Indonesia, cari saja keturunan Asli 12 suku bangsa Israel pasti ada ahli-ahli kitab terbaik yang ditunjukkan Tuhan. Syaikh Ahmad Deedat kenapa anda terlalu cepat meninggal, jika anda bertemu dengan saya pasti anda saya putar 180 derajat menyebarkan injil. karena Setelah saya baca biografi anda ternyata motif anda melawan Kristen hanya dendam, kalau motif anda dendam & kebencian, kopi Aceh tanpa gula yang rasanya pahitpun pasti anda katakan manis. Atau empedu ular yang rasanya getir pun anda katakan lezat. Belajarnya mengasihi, kasihilah sesamamu bukan membencinya & mencari-cari kesalahan.
    Kata Syaikh Ahmad Deedat “Di samping itu, ada juga bentuk keanehan lain dalam pandangan umat nasrani, yaitu keyakinan mereka terhadap Holy Trinity. Sekalipun golongan mereka berbeda-beda, dari mulai Angelikan, Artsudzukis, Katolik, dan Maitsudiyah, akan tetapi keseluruhan mereka beriman dengan Holy Trinity. Mereka mengatakan bahwa Yesus adalah oknum kedua dari ketiganya. Anda mungkin pernah mendengar umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.” Akan tetapi anda tidak akan pernah mendengar mereka mengatakan: “Dengan nama Roh Kudus, Anak, dan Bapa. Atau dengan nama Anak, Roh Kudus, dan Bapa.”
    Anak selalu dijadikan sebagai oknum ke dua dalam ketiga Trinitas tersebut, dan apabila ada seorang nasrani yang mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa, maka perkataan ini dianggap sebagai satu dosa besar dalam pandangan gereja dan agama Nasrani.
    Sedangkan di dalam pandangan Islam, meletakkan sifat-sifat KeTuhanan kepada makhluk apa pun adalah perbuatan kufur.
    Akan tetapi menurut pandangan agama nasrani dan gereja-gereja Angelisme, atau Luterisme, atau Mesudisme, dan gereja-gereja lainnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa merupakan satu dosa besar.
    Padahal ia adalah mitos klasik yang sengaja dibuat oleh gereja Katolik, dan keberadaannya telah ada sejak seribu tahun lebih. Saya tidak mengerti mengapa saudara Shorosh menyembunyikan hakikat tersebut. Padahal beliau sendiri beriman bahwa Yesus adalah Tuhan.” Jawaban saya sebagai seorang pengikut Yesus, masalah urutan itu tidak jadi masalah. Tetap saja satu. Itulah sifat manusia mempermasalahkan yang kecil tapi melupakan masalah yang besar. Tuhan itulah Bapa atau disebut Allah biar ngerti. Lalu Yesus adalah roh Allah yang masuk & turun ke bumi yang dikandung dalam rahim Maria. Lalu Roh Kudus, adalah roh Allah dalam bentuk nyala api burung merpati. Semuanya satu sumbernya dari Tuhan. Kenapa Saudara Shorosh ? Waktu anda masih hidup anda tanya sendiri kepada saudara Shorosh, apakah saudara Shorosh keturunan Arab. Saya kan sudah bilang kebanyakan ahli kitab keturunan 12 suku Israel, kenapa bertanya kepada orang arab. Makanya Syaikh Ahmad Deedat kalau debat itu sama Nasrani yang benar-benar paham tentang Alkitab. Anda tahu Shorosh itu hidup di Palestina, daerah mayoritas Islam, keimanannya sudah terganggu dengan agama lain & budaya yang berbeda.
    Kata Syaikh Ahmad Deedat “Allooh telah mati. Apakah anda benar-benar yakin bahwa Allooh telah mati?! Bukankah kalian sendiri mengatakan bahwa Allooh itu kekal?
    Jika ia mati, lalu apa yang akan terjadi pada makhluk-makhluk-Nya? Anda tahu bahwa listrik yang ada dalam ruangan ini berasal dari satu mesin pembangkit listrik, apabila terjadi kerusakan pada mesin tersebut apa yang akan kita lakukan di sini? Acara akan berakhir, dan kita semua diliputi oleh kegelapan.
    Apabila cahaya Allooh telah padam, lalu siapa yang akan mengatur perkara-perkara alam, siapa yang akan memudahkannya selama tiga hari tiga malam ketika ia berada di dalam kubur, seperti yang anda katakan, siapa yang akan mengendalikan alam selama masa itu?
    Saya katakan bahwa Yesus sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan, dan dia juga tidak pemah mengatakan kepada seorang manusia pun, sembahlah aku! Sebaliknya, ia justru mengatakan: “Bapaku lebih mulia dariku”. “Bapaku lebih mulia dari segala sesuatu”. “Aku tidak dapat melakukan sesuatu pun dengan diriku, namun Allooh dapat melakukan segala sesuatu”.
    Saudara Shorosh mengatakan: “Allooh dapat menjelma sebagai manusia, karena ia dapat melakukan segala sesuatu.” Saya katakan: “Allooh tidak dapat melakukan itu”, apakah dengan demikian saya telah mengingkari kemampuan Allooh?
    Tidak. Saya menantang siapa saja, untuk membuktikan kepada saya bahwa Allooh mampu untuk menciptakan Tuhan yang lain. Sebab Allooh bukanlah makhluk, Dia adalah Tuhan, Dia dapat menciptakan makhluk, bukan Tuhan. Dia Maha Kekal, Tidak Berawal dan Tidak Berakhir, dan tidak dapat menciptakan Tuhan lain yang Kekal seperti Dia.
    Inilah hukum rasionalitas yang normal.” Jawaban saya Yesus memang disalibkan dan mati dikayu salib, tapi ingat mati artinya tubuhnya yang mati, tapi rohnya hidup. Tuhan Yesus juga mau sampaikan kepada umatNya bahwa Akulah Tuhanmu yang rela menebus dosa manusia, disalibkan untukmu orang berdosa. Sama seperti ketika umat israel dilepaskan dari mesir, Tuhan membelah laut untuk menyelamatkan bangsa Israel, tujuannya hanya satu agar bangsa Israel sadar dari penyembahan berhala, lalu melihat dengan kepala mata sendiri Akulah Tuhanmu, Sembahlah Aku. Dasar israel bebal hanya 5 % pengikut Kristen di Israel sekarang, 35 % Muslim, 50 % agama Yahudi. Ternyata banyak juga Yahudi muslim 35 % di Israel sekarang. Jangan-jangan iron dome yang buat siapa. Kembali ke topik. Jujur saya saya sudah menulis 4 halaman penuh, itu masih sedikit yang saya jawab, begini saja. Syaikh Ahmad Deedat tunjukkan dirimu, kalau kamu sudah mati maka bangkitlah dari kuburanmu kita debat atur saja dimana & kapan. Saya sarankan kalau debat itu sama Ahli Kitab, kebanyakan dari keturunan 12 suku Israel. Saya berharap sebelum anda mati Syaikh Ahmad Deedat anda sudah belajar mengasihi orang-orang yang di Afrika Selatan yang telah menyakiti anda itu. Lupakanlah dendam & kebencian anda dengan Nasrani & Kristen. Saya minta maaf jika bisa mewakili orang-orang yang menghujat anda ketika anda kecil di Afrika Selatan. Lupakanlah dendam & kebencian itu, janganlah anda membaca Alkitab atau Bibel dengan mata merah & kemarahan ingin membalas dendam masa kecil. Sayangnya saya masih disini mengerjakan Tugas yang begitu banyak, kalau tidak saya ingin bertemu dengan anda Syaikh Ahmad Deedat, Ajaran kristen, adalah ajaran Kasih. Kami diajarkan untuk mengampuni musuh kami. Kami juga diajarkan untuk memberi makan & minum musuh kami, ketika musuh kami butuh tempat tinggal maka kami wajib memberi tempat tinggal, ketika musuh kami kelaparan kami wajib berikan makan & minum, itulah ajaran Kristen. Sehingga musuh kami seperti mendapatkan bara api diatas kepalanya & sadar telah memusuhi kebenaran. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Syalom Damai Sejahtera bagi kita semua

  6. stress banget org di atas..sejak kapan ahmad deedat membenci org kristen..ceramah jgan di sini mas..di gereja sana

Sampaikan komentarmu!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s