Ulama Syiah menjenguk Syekh Deedat

Kisah Asli Ahmed Deedat tentang Syiah

Pernah membaca kisah Ahmed Deedat yang konon membungkam mulut “pendeta” Syiah melalui kata-kata “pada zaman rasul, orang Syiah suka mencuri sandal”? Ternyata kisah itu adalah cerita jiplakan dari kisah asli yang tertulis dalam kitab Munâzharât fil Imâmah. Kitab tersebut mengisahkan tentang seorang ulama Syiah bernama Allamah Hilli yang diundang oleh salah seorang raja Dinasti Ilkhanid bernama Khodabande untuk menjelaskan tentang sebuah perkara fikih, yakni talak tiga dalam satu lafaz.

Suatu hari sang raja mengumpulkan ulama empat mazhab ahlusunah di dalam istana. Ketika Allamah Hilli masuk, ia langsung memberi salam dan membawa masuk sandal bersamanya. Ketika ditanya kenapa allamah membawa sandalnya masuk, Allamah Hilli mengatakan, “Aku takut sandalku dicuri oleh pengikut Hanafi sebagaimana Abu Hanifah mencuri sandal Rasulullah.” Jawaban allamah membuat ulama Hanafi bangkit dan memprotes karena bagaimana mungkin hal itu terjadi karena Abu Hanifah lahir 100 tahun setelah rasul wafat.

Allamah Hilli mengatakan, “Oh, maaf! Imam Syafii yang mencuri.” Ini juga diprotes oleh ulama Syafii dengan dalil yang sama dengan ulama Hanafi dan seterusnya hingga keempat mazhab. Setelah semuanya protes, Allamah Hilli langsung berbicara kepada raja dan keempat ulama mazhab sependapat bahwa imam-imam mereka tidak hidup pada zaman Rasulullah.

Itulah singkat cerita dari bab ketiga kitab yang ditulis oleh Syekh Abdullah Al-Hasan. Entah bagaimana kisah itu bisa dicatut dan dialamatkan kepada Syekh Ahmed Hoosen Deedat. Tulisan selanjutnya, dengan bukti sebuah rekaman suara, Ahmed Deedat berkisah tentang pengalamannya berkunjung ke negara Iran pada masa awal-awal revolusi. Kisahnya bercerita tentang rakyat dan negara Iran, pengalaman bertemu Imam Khomeini, dan pesan-pesannya tentang persatuan antara kedua mazhab. Semoga bermanfaat!

Dalam Alquran yang mulia, Allah Swt. berfirman: “Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. Attaubah : 33), walaupun Amerika Serikat, Rusia dan seluruh adi daya tidak menyukainya. Janji Allah tidak bergantung pada kekuatan para adi daya. Dalam pengertian luas, pergerakan Islam menjangkau seluruh umat. Dalam pengertian sempit, pergerakan Islam merepresentasikan bagian dari umat yang paling cepat dalam perjuangannya untuk menjadikan Islam sebagai jalan hidup.

Beberapa tahun yang lalu tidak ada yang menyadari seorang pemimpin tunggal dalam pergerakan Islam. Semua itu menjadi pemandangan negatif yang menutupi wajah umat sebagai pergerakan sejarah menuju akhir abad ke-14 hijriah. Namun dunia tidak menyadari pergerakan Islam di Iran. Iran di bawah eks-Syah telah mencederai Islam. Iran berada dalam posisi lemah. Kita adalah suni dan kebodohan kita pada masa itu sangat jelas. Dengan seketika revolusi Islam di Iran menjadi berita utama pada awal tahun 1978.

Ulama Syiah menjenguk Syekh Deedat

Mayoritas umat Islam yang menyebut diri mereka suni juga tidak menyadarinya. Propaganda Syah adalah dengan menyalahkan ulama Islam. Media Barat dan media Islam yang dimanipulasi Barat, serta rezim di negara-negara Islam, menganggap kejadian di Iran sebagai hal kecil. Kita semua terlambat dalam menyadari realita baru di Iran. Telah ada usaha sistematis untuk menodai Islam Iran. Media Barat sengaja memberitakan kabar palsu tentang Revolusi Islam yang dipimpin Ayatullah Khomeini, pendiri dan pemimpin Republik Islam Iran.

Kampanye dalam menyerang Iran bukan hal baru. Sejak awal, kepentingan pribadi telah membawa kampanye tiada akhir dalam melawan Revolusi Islam Iran. Tamu pembicara kita malam ini, Syekh Ahmed Deedat, yang merupakan ulama terkemuka Islam dan baru saja kembali dari perjalanannya ke Iran, akan menceritakan kepada kita perjalanan pertamanya ke Iran. Saya panggilkan Tuan Ahmed Deedat untuk berbicara kepada kalian.

Syekh Ahmed Hoosen Deedat

Aku berlindung (kepada Allah) dari godaan setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. “Jika kamu berpaling (dari Islam dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.” (QS. Muhammad : 38). Mahabenar Allah.

Saudara-saudara sekalian,
Kita meragukan keajaiban dari sebuah negara yang terlahir kembali. Janji Allah yang tidak dapat ditawar telah terbukti dalam kebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa yang disebutkan dalam ayat yang saya baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhir dari ayat tersebut memperingatkan kita bahwa jika kalian berbalik dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kalian dengan bangsa lain.

Pribahasa Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapa musibah yang terjadi di sebuah umat dan berbicara tentang sebuah negara yang dapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah bahasa Alquran dan benar-benar terjadi melalui sejarah yang berulang. Pertama, Allah Swt. memilih Yahudi Bani Israil sebagaimana yang Dia katakan dalam Quran: “Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini.” (QS. Albaqarah [2]: 47).

Dengan kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan Tuhan untuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak istimewa dan ini merupakan yang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena mereka tidak mematuhi kewajiban, seorang Yahudi di antara kaum Yahudi pengikut Nabi Isa as. sebagaimana direkam di kitab Kristiani mengatakan kepada mereka: “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Mattius 21: 43), dan bangsa yang akan bangkit adalah umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada umat Islam.

Umat Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab, diberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya dan pengetahuan untuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal membawa hasil, Allah mengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam sejarah, kita mengingat orang Turki dan Mongol menghancurkan kerajaan Islam dan ketika mereka menerima Islam, mereka menjadi pembawa obor cahaya dan pengetahuan bagi dunia.

Sebagaimana Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orang muslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa. Kekuatan anggur tidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah bangsa kita. Batasan kita dan kekuatan Islam tidak bergantung pada batasan geografi atau bangsa.” Inilah yang Allah kehendaki lagi; Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika mereka menjadi lemah, Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… dan seterusnya merupakan proses berlanjut.

Jika kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah Swt. akan memilih bangsa lain yang ingin. Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat muslim. Miliaran kalau kita ingin berbangga! Sembilan puluh persen dari satu miliar merupakan suni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka Allah memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang Syiah! Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Syah menjadi penguasa… dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan! Orang ini bernama Muhammad dan bukan orang yang beriman. Sulit bagi kita untuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja pergi ke negara itu, mencari hingga detail, lihatlah apa yang sedang terjadi.

Orang Iran ini yang terlihat seperti Syah (raja) sebenarnya hanyalah orang asing. Jika Hitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita dapat memahaminya. Jika Rusia menaklukan rakyat itu, kita dapat mengertinya. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasa Persia, yang namanya Muhammad. Tapi, lihatlah ke arah mana ia membungkuk? Enam belas tahun dia melarang salat Jumat. Enam belas tahun! Kita telah menyamakan Iran dengan Syah dan Syah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah yang sama. Tapi jika Anda melihat lebih jauh, kita tahu bahwa Syah dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnya bagaikan orang asing satu sama lain.

Sekarang tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan tempat di mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran pertama kali terhadap kami. Kebetulan ini terjadi di Roma. Saya yang pertama merasakan dan kemudian beberapa teman saya merasakannya pula di bandara udara Roma. Kami sedang menunggu pesawat, dan kami mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salah seorang dari kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian dia menuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda yang mengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Wallah sangat indah melihatnya… yang saya maksud adalah ketika Anda melihat orang-orang dengan pakaian seperti itu (chodur) mereka adalah orang-orang yang cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalian harus melihat bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepada kami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat wanita muslim Iran yang sesungguhnya maka datanglah (ke Iran).” Saya dan beberapa orang pun pergi dan kami melihatnya. Itu adalah aroma pertama yang kami rasakan dari umat Islam Iran di Roma.

Ketika kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima yang dahulu sebelum revolusi dikenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama Hotel Istiqlal. Kemudian kami berkeliling ke tempat-tempat menarik dan saya akan menceritakan kepada Anda beberapa hal yang kami lihat dan saya akan menggambarkan perasaan dan pengalaman kami.

Jika saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalah pemakaman Behesht Zahra. Behesht berarti “surga” dalam bahasa Persia dan Zahra adalah gelar dari Fatimah az-Zahra yang merupakan putri Nabi Muhammad (saw.). Zahra berarti cahaya. Jadi nama tempat pemakaman tersebut adalah Surga yang Bercahaya.

Sebelum tiba di Iran, saya pernah membaca di koran tentang pemakaman Behesht Zahra. Saya ingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke pemakaman. Saya berpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk berdoa? Ya! Untuk orang yang meninggal? Ya! Ketika Anda memikirkan pemakaman di sini, Afrika Selatan, Anda mengingat jalan Brook, Riverside, dan lainnya. Anda tidak bisa membayangkan bahwa pemakaman (Behest Zahra) ini luasnya berkilo-kilo. Anda tidak bisa membayangkannya! Ini adalah tanah terbuka yang dapat menampung satu atau dua juta manusia. Orang berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untuk meluapkan emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada 70.000 lebih syuhada dalam peristiwa revolusi dan 100.000 luka-luka. Masyarakat dengan slogan “Allahu Akbar” sebagai senjata mereka telah menghancurkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah. Jadi kami pergi ke pemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana. Pria, wanita dan anak-anak termasuk kami benar-benar terinspirasi oleh antusiasme dan perasaan saudara-saudari kami di sana.

Saat itu pertengahan musim dingin, pria, wanita, dan anak-anak duduk di tanah yang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim dingin di bawah tanpa karpet atau kursi! Sebuah bangsa yang dapat menahan disiplin berjam-jam, dan Anda hanya dapat membayangkan takdir Allah apa yang direncakan bagi mereka. Satu atau dua hari kemudian dalam program kunjungan, saya membaca pemakaman Behesht Zahra, lagi. Pertama kali kami pergi untuk ceramah, kami melihat di kuburan orang-orang membaca puisi kesedihan dan doa dan saya pikir kunjungan kedua ini akan berlebihan. Tapi kenapa harus pergi dua kali? Saya telah melihat pemakaman ini. Tapi seluruh teman saya pergi dan saya pikir kalau semua orang pergi, ini tidak akan baik bagi saya untuk tetap di hotel bersantai ketika seluruh teman saya pergi dengan bus menuju pemakaman.

Kemudian saya pergi dan saya menjadi sangat bahagia. Karena kunjungan kedua ini adalah ketika Kamis sore dan Kamis di Iran seperti Sabtu bagi kita. Puluhan ribu orang berada di pemakaman. Ini hal biasa. Seperti hari raya raya (id). Puluhan ribu orang di sana, tidak lain kecuali untuk mengisi baterai spiritual mereka. Ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan. (Ucapan) “Putraku memberikan hidupnya bagi Islam” atau “Ayahku memberikan jiwanya untuk Islam” menunjukkan bahwa mereka memberikan hidup mereka untuk Islam. Dengan cara seperti ini, setiap Kamis merupakan suntikan spiritual dan pengingat bahwa mereka akan memberikan hidup untuk Islam.

Ketika berkeliling, terdapat sebuah balai kota yang dapat menampung 16.000 orang, dibandingkan dengan balai kota di Afrika Selatan, yaitu Good Hope Center di Capetown, yang hanya dapat menampung 8.000 orang. Bangunan itu didirkan oleh Syah untuk menyombongkan “Mitos Aria”-nya. Dia membanggakan tidak hanya bahwa dia Shahanshah atau raja seluruh raja, tapi juga bahwa dia sebagai Aryamehr, cahaya orang-orang Aria. Inikah penyakit orang-orang Aria? Ingat bualan Hitler tentang menjadi Aria karena orang Jerman adalah orang Aria. Kemudian orang Hindu membual bahwa mereka orang Aria. Jika masyarakat saya, orang Gujarat, bukan muslim maka mereka akan membual juga untuk menjadi Aria seperti mereka. Mantan Syah ini menyatakan diri sebagai cahaya orang-orang Aria dan membangun monumen ini sebagai penghormatan. Dia membangun monumen lainnya dengan menghabiskan biaya jutaan untuk memperingati leluhurnya Cyrus Agung, seorang penyembah berhala, musyrik dan memboroskan kekayaan negara untuk kepentingannya.

Tahun 1984 dia berencana mengadakan Olimpiade di Tehran untuk menyombongkan egonya. Di balai kota ini kami melihat atletik dan akrobatik. Wallah, sayangnya kita, muslim Afrika Selatan, seperti orang yang lemah dan membuat kita lebih buruk lagi dari hal itu. Pemuda kita tidak melakukan aktivitas seperti itu. Di sana dilakukan atletik, gimnastik, akrobatik yang tidak kita lakukan. Hal seperti itu bukan untuk kita; yang melakukan jogging, Anda tahu, anak-anak muda yang ketika saya bertemu mereka saya berjabat tangan dengan mereka dan mereka seperti orang lemah. Tapi hampir setiap pemuda yang Anda temui di Iran terlihat seperti atlet. Mereka melakukan olah raga yang biasa dan hal itu membuat kami senang karena mereka tidak membicarakan Iran. Mereka tidak bicara tentang Iran “Kami orang Iran, kami orang Aria” justru mereka berbicara tentang Islam, Islam dan Islam. Tidak ada satu pun wanita setengah telanjang, tidak ada satu pun. Jika Syah mempunyai caranya, jika dia masih hidup dan menjalankan rencananya, Anda bisa bayangkan akan ada wanita setengah telanjang di sana yang setiap orang bisa melihat hingga puas.

Di Iran segala sesuatu berhubungan dengan Islam untuk memperkuat moral masyarakat, membangkitkan ribuan pria dan wanita. Kami tergetar melihat anak-anak kami, kami merasa mereka anak-anak kami, saudara kami sendiri, dan kami benar-benar tergetar. Kami melihat hal itu sebagai hal yang anak-anak kita juga bisa lakukan. Kemudian kami pergi melewati parade militer dengan berbagai kelompok lelaki Iran dan tidak ada kekurangan kekuatan di sana. Anda tahu, beberapa orang ingin pergi dan menolong saudara seiman kita di Iran. Alhamdulillah di sana tidak kekurangan kekuatan; yang mereka inginkan hanya alat dan senjata. Jika bangsa Iran memiliki senjata militer seperti yang Israel miliki, seluruh Timur Tengah akan bebas dari intervensi asing dalam sekejap. Inilah bangsa yang bisa melakukannya. Semangat jihad ada pada setiap dan seluruh pria dan wanita di negara itu. Seluruh masyarakat terlibat dalam mempromosikan Islam. Kita berbicara tentang 20 juta orang yang mampu mewujudkannya. Jika mereka memiliki senjata dan materi, setiap wanita pria dan anak-anak akan pergi berjihad.

Kemudian kami mengunjungi tawanan perang Irak. Sebagaimana yang Anda tahu perang ini dimulai oleh Irak dengan menyerang Iran. Seluruh negara dalam keadaan kacau. Irak merasa bahwa jika Yahudi dapat melakukannya ke bangsa Arab dalam waktu 6 hari, maka mereka bisa melakukannya kepada Iran dalam waktu 3 hari. Seluruh dunia berpikir dalam waktu satu minggu Iran akan hancur berkeping-keping. Tahukah Anda sudah berapa lama sekarang ini? Ini sudah setengah tahun dan bahkan lebih. Alhamdulillah, di awal perbandingannya 20 berbanding 1 dalam hal pasukan dan material, namun bangsa Iran membalikan posisi dan menjadikannya 1 berbanding 3 bagi mereka. Mereka mampu memukul balik (Irak). Mereka memiliki kembali seluruh wilayah mereka dan sebuah bukit yang dinamai Allahu Akbar. Alhamdulillah mereka melakukannya dengan baik.

Bagaimana pandangan Ahmad Deedat tentang Imam Khomeini? Lanjut ke Halaman 2

94 thoughts on “Kisah Asli Ahmed Deedat tentang Syiah

  1. Demi ALLAH Dzat yang Maha Agung, sungguh blog ini menipu.. sesungguhnya kamu hendak menipu ahlu sunnah namun pada hakikatnya kamu menoou dirimu sendiri, sungguh syiah adalah sesat dan menyesatkan!!!

  2. Hidayah Allah hanya bagi yg menginginkannya…cape juga lihat manusia keras kepala membela keburukan

  3. Kalian hanya sekelompok makhluk tak beradab, tak punya rasa… Dan tak malu dengan ajaran kalian…
    Kalian lihat perang yg kalian hasilkan… Apa kalian tega melihatnya??
    Tak prnah ada islam yg tega berbuat seperti kalian maakhluk aneh yg menamakan diri syiah

  4. syeikh, kalo syiah itu benar, tolong jelaskan tentang ritual yg dilakukan org syiah pada muharram, dan menghalalkan mut’ah, kemudian org syiah membenci sahabat rasul kecuali ali, dan apa yang mereka lakukan untuk rakyat suni di suriah. ? apa itu belum cukup bukti kalo syiah itu SESAT???
    tolong di jelaskan??

  5. Ahmad dedaat sudah berkata, kalau ingin tahu islam di iran, silahkan datang kesana, sebab disana kita bisa melihat sendiri tentang mereka tampa rekayasa dan propaganda pihak lain, baarakallah….

  6. Hahahaha
    Lucu kalau org syiah memgarang cerita.
    Kadang kepala jadi pusing,alias mau pecah.
    Agama yg menghalalkan dusta memang bgitu adanya.
    Naudzubillah.

    Kalau agama syiah itu meyakini muhammad adalah rasululloh,lalu knapa SYAHADAT,RUKUN ISLAM,RUKUN IMAN di rubah.
    Lalu knapa para sahabat nabi yg mulia di caci maki.
    Lalu knapa istri kesayangan rosululloh di caci maki dan dihinakan?
    Lalu knapa mengkufuri malaikat jibril?
    Lalu knapa harus memuliakan Abu lu’lu’ah al majusi sang penjagal Khalifah umar bin khattab.?

  7. Hahahaha
    Mimpi menyatukan Ahlu sunnah dengan syiah sama halnya mimpi menyatukan Yahudi,nasrani,majusi dengan islam.
    Ataupun Air dengan minyak.

    Utk apa bersatu dengan Penyembah musuh Alloh.
    Utk apa bersatu dengan pendengki terhadap sahabat nabi.
    Sungguh dan wallahi…..
    Agama syiah adalah agama yg menghalalkan dusta.
    Agama syiah adalah agama yg menghalalkan zina.
    Dan mnjadikan ritual perzinahan sbagai ibadah buat mereka.

    Naudzubillah tsumma naudzubillah

  8. Mari kita rame rame doakan semoga yang punya blog ini mendapat hidayah, Toh di halaman “tentang” dia mengatakan suatu saat dia bisa saja merubah pola pikirnya dan merevisi pendapatnya. Bagus, ini adalah bentuk “open mind” dia. Mari kita doakan sodara kita ini. Saya yakin dia cerdas, dan semakin dia pelajari syiah (secara objektif), maka suatu saat dia akan menemukan titik titik kesalahan syiah. aaamiiiiiiiin:)

  9. Males baca nih tulisan…
    Klo bneran syiah sejati, jgn prnah ngaku Islam, malu2in Islam aja…
    Sungguh Islam amat jauh berbeda dgnmu…

  10. seharusx qt bersyukur mendapat pencerahan dari blog ini. digambarkan detil dan langsung mengenai syiah dari sudut pandang ulama besar, cerdas bahkan adalah inspirasi ribuan orang untuk menjadi muslim. bahkan ditikungan jalanpun qt tidak akan bwrani melambung kalau tidak tahu pasti keadaannya apalagi dalam hal menghakimi suatu kaum. besar kecilx suatu masalah tergantung siapa yg memandangnya, orang yg belum pernah melihat kuda beranggapan kuda itu binatang liar, sdngkan orang org dari budaya yg tinggi sdh menjadikan kudasebagai alat transportasi. mngkin qt bisa bijaksana menghargai dan belajar dari orang yg intelektualitasx lebih tinggi….

  11. yang kalian hinakan itu adalah syafir atau sayid bro atau keturunan nabi.. insyaf bro….

  12. yang puasti syiah itu sesat, mana mungkin seoarang islam( tuan rumah) menyediakan istrinya untuk tamunya itu ajrannya, kedua ka’bah adalah kiblatnya umat islam, tapiii justru syiah kiblatnya karbala, coba deh perhatikan ulama syiah mana ada yg melaksanakan haji di mekah tidak ada. tidak ada artinya syiah itu bkn islam, karena tidak mengikuti ajaran Rosullah dan Al-Quran seta tidak mempelajari sunnah nya.

  13. Kalian orang sunni/syiah kayak orang parpol aja pake ideologi dan kepentingan.
    Tdk usah mengaku umat nabi kalo masih mengajarkan kebencian.

  14. taqqiyah disatu sisi senjata bagi syiah dimana setiap perdebatan akan menghindarkan dari keterpojokan dg cara pura2 menyetujui argumen lawan debat tapi disatu sisi taqqiyah menjadi bumerang bila syiah bermaksud mempengaruhi pihak lain karena bagaimana pihak lain akan percaya argumen syiah bila sebelumnya pihak tersebut yakin syiah selalu berbohong,hahahaha

  15. tonton video youtube di link berikut ini, dimana Ahmad Deedat mengatakan bahwa Ahmadiyah adalah PENGKHIANAT.

  16. Penipuan dan penyesatan inilah contoh yg di lakukan syah bahkan memfitnah ahmad deedat yg sudah almarhum
    Ya syah sudah biasa dg hal itu sudah jadi darah daging mereka
    Teruslah menipu wahai syah

Sampaikan komentarmu!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s