Islam, Agama yang Disalahpahami di Barat

satharOleh: Dr. Syed Hasan Akhtar (Austin, Texas, USA)

Islam sangat disalahpahami di Barat. Alasan-alasannya dapat ditelusuri kembali ke masa Perang Salib. Kebodohan, ketakutan, kecurigaan, dan lain-lain menghalangi pengikut dari agama lain dalam menilai objektif dan jujur terhadap sebuah agama. Hasilnya adalah sejumlah kesalahpahaman, cerita palsu, dan catatan yang miring tentang Islam namun diterima sebagai “kebenaran” bahkan oleh agamawan Kristen dan sejarawan. Beberapa kesalahpahaman itu adalah:

Kesalahpahaman #1 – Allah adalah “Tuhan orang-orang Islam”

Banyak orang Kristen percaya bahwa Allah berbeda dari Tuhan Yesus. Faktanya ialah “Allah” dalam bahasa Arab secara sederhana berarti Tuhan Satu, seperti juga “Yahweh” dalam bahasa Yahudi, “Dieu” dalam bahasa Perancis, dan “Gott” dalam bahasa Jerman. Dia adalah Tuhan yang sama, Sang Maha Kuasa, the Omnipresent Deity, Sang Pencipta, Sang Penjaga, Pelindung Semesta Alam.

Kesalahpahaman #2 – “Muslim menyembah Muhammad”

Ini merupakan kesalahpahaman yang umum bahwa “Muhammad bersifat ketuhanan dan karena itu Muslim menyembah Muhammad,” sama seperti sebagian Kristian yang menyembah Yesus. Dia wafat sebagaimana orang lain wafat. Orang Islam tidak meyakini bahwa Yesus bersifat ketuhanan (Tuhan atau bagian dari Tuhan). Muslim menghormati Yesus sebagai Nabi pilihan Tuhan.

Kesalahpahaman #3 – “Wanita berstatus rendah dalam Islam”

Tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran. Kedudukan wanita dalam Islam merupakan aspek yang paling disalahpahami. Berdasarkan Al-Quran dan ucapan Nabi Muhammad, wanita mendapatkan kedudukan yang terhormat.

Islam memberikan wanita hukum terpisah sebagai individu. 1400 tahun yang lalu saat Islam masih awal muncul, berdasarkan keputusan Tuhan, wanita diberikan hak untuk bercerai, hak untuk memiliki kekayaan atas nama sendiri dan terpisah dari suami, hak warisan, hak untuk berkehendak, dan banyak hal lainnya. Hak-hak seperti ini tidak didapatkan wanita dalam masyarakat Barat hingga abad ke-19!

Al-Quran mengatakan: “Bagi laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan” (QS. An-Nisâ : 32). Dan sabda Nabi Muhammad sebagaimana diriwayatkan pengikutnya, “Jika seseorang melahirkan anak perempuan, kemudian ia merawatnya, memberikannya pendidikan yang baik dan melatihnya dalam berbagai hal kehidupan, saya sendiri yang akan berdiri antara dia dan api neraka.”

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad (SAW) yang lain: “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” Allah mengatakan dalam Quran tentang wanita: “Mereka (wanita) memiliki hak yang sama terhadap mereka (lelaki)…”

Kesalahpahaman #4 – “Poligami mengakibatkan hilangnya sikap moral”

Islam memberikan izin kepada lelaki untuk memiliki isteri lebih dari satu dalam keadaan tertentu, tapi juga tidak dianjurkan untuk dilakukan. Faktanya poligami tidak dianjurkan. Al-Quran mengatakan demikian tentang poligami: Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. (QS. An-Nisâ : 3)

Islam mengizinkan poligami sebagai alternatif saat situasi di mana ada kemungkinan suami bertindak imoral. Seorang suami dibolehkan untuk mencari isteri kedua dalam beberapa situasi seperti:

  1. Ketidakmampuan isteri (pertama) untuk melahirkan anak namun keduanya tidak ingin bercerai.
  2. Sakit berkepanjangan dari isteri (pertama), di mana dia tidak mampu memberikan kepuasan seksual bagi suaminya, atau menjaga tanggung jawabnya dalam hubungan dengan keluarga.
  3. Perpisahan secara fisik yang berkepanjangan seperti perang, dalam perjalanan jauh, dan sebagainya.

Poligami dilakukan oleh (hampir) seluruh nabi terdahulu dan para pengikutnya, seperti Ibrahim, Daud (David), Sulaiman (Solomon), dan lainnya. Pada masa awal Islam, sebagai keberhasilan dari perang, terdapat penurunan drastis jumlah lelaki dan kelebihan jumlah wanita. Hanya poligami yang merupakan cara terhormat dalam memberikan wanita, khususnya para janda dan yatim, dengan makanan, rumah, perlindungan. Demikian agar penyakit moral dan penyakit sosial dihindarkan.

Kesalahpahaman #5 – “Islam disebarkan dengan pedang”

Pada masa dahulu, raja-raja Muslim, atau lebih tepatnya, raja-raja yang beragama Islam, menaklukan banyak daerah; tapi perbedaan terjadi antara jumlah wilayah yang ditaklukan oleh para pemimpin dengan kerugian kaum Muslim. Islam tidak mempercayai kekuatan, paksaan, atau iming-iming harta dalam menyebarkan keyakinan. Orang Islam percaya bahwa Allah sendiri yang mampu menaruh keyakinan ke dalam hati setiap orang.

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah…” (QS. Yûnûs : 100) “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)…” (QS. Al-Baqarah : 256). Ada beberapa contoh dari toleransi Muslim terhadap agama lain. Umat Islam memerintah di Spanyol ratusan tahun. Kaum Kristen dan Yahudi di sana bebas dalam menjalankan agama di tempat ibadah mereka. Faktanya, kaum Kristen dan Yahudi dipandang sebagai kaum istimewa dan disebutkan dengan terhormat dalam Al-Quran sebagai Ahlul Kitab (Pemilik Kitab).

Indonesia menempati peringkat pertama di dunia untuk populasi Muslim. Namun, Indonesia tidak pernah dijajah atau ditaklukan oleh pemimpin atau raja Islam. Negara lain seperti Malaysia memiliki mayoritas Muslim. Di sana, Islam disebarkan ketika masyarakat lokal berkomunikasi dengan pedagang Muslim dari negara lain. Di India, Islam diperkenalkan dan disebarkan oleh Sufi Muslim yang datang dari Iran, Afghanistan, Turki, dan lainnya. India memiliki ratusan juta umat Islam.

Hari ini, Islam merupakan agama dengan pertumbuhan tercepat di Amerika dan lainnya meskipun publik memusuhinya, media memberitakan buruk, dan cap negatif. Baik yang kaya atau miskin, berpendidikan atau biasa saja, masih terus memasuki lembaran Islam. Orang-orang yang masuk Islam (muallaf) menerima penolakan, perlawanan, pengasingan, dan beberapa kasus permusuhan oleh keluarga, teman dan pekerja mereka. Tapi itu semua tidak menghalangi mereka dalam menjalankan keyakinan baru yang mereka peroleh.

Kesalahpahaman #6 – “Islam membolehkan terorisme”

Islam melarang terorisme, memiliki harta orang lain secara tidak sah, dan membahayakan orang lain yang tak bersalah. Islam menolak segala bentuk kekerasan. Teroris yang menyerang World Trade Center di New York pada 11 September 2001 dikutuk oleh umat Islam seluruh dunia. Faktanya, mereka yang tewas termasuk orang Islam sendiri.

Teroris tidak memiliki agama. Mereka membunuh tanpa pandang bulu. Mereka menggunakan nama agama untuk membenarkan kekejaman mereka, dan akhirnya membawa nama buruk bagi agama.

Al-Quran menyatakan: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Mâidah : 32)

Kesalahpahaman #7 – “Islam menghadiahkan bunuh diri dengan surga”

Kesalahpahaman ini diyakini, sayangnya, oleh sebagian kecil Muslim minoritas. Untungnya, keseluruhan mayoritas dari umat Islam menolak pandangan ekstrim dan menyimpang ini. Mengambil nyawa sendiri tidak ada bedanya dengan mengambil nyawa orang lain. Ini merupakan dosa besar yang menyebabkan ketidaksenangan dan kemurkaan Tuhan.

Kesalahpahaman #8 – “Hijab (penutup tubuh) merendahkan wanita.”

Faktanya, hal ini merupakan tanda dari martabat dan kehormatan bagi wanita. Hal ini menandakan bahwa harga dan nilai seorang wanita tidak berasal dari penampilan dan bentuk fisik. Hijab melindungi wanita Islam dari gangguan lelaki. Hijab berusaha melindungi wanita dari rendahnya “objek seks” belaka. Islam melarang wanita dari segala tindakan tidak bermoral termasuk tampil di depan umum untuk menunjukkan “kecantikan” baik bentuk maupun sikap.

Islam juga mengharuskan lelaki bertindak sopan, untuk menutupi bagian pribadi mereka, dan tidak melihat wanita dengan hasrat seksual. Kesimpulannya, Islam menjunjung tinggi moral dan etika sebagaimana yang diajarkan kepercayaan Ibrahim seperti Kristiani dan Yahudi. Faktanya, pendidikan dari Al-Quran sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad membutuhkan kode moral dan etika yang tinggi. Jika orang Islam bertindak salah, merekalah yang harus disalahkan, bukan agama itu sendiri.

Sumber: Imam Reza (A.S.) Network

Penerjemah: Ali Reza Aljufri © 2009

7 thoughts on “Islam, Agama yang Disalahpahami di Barat

  1. SEJATINYA, Islam itu ajaran keselamatan bg manusia yg mau berfikir.
    Karena merupakan ajaran maka Islam, mustinya, tidak dianggap segala-galanya bg perjalanan hidup dan kehidupan itu sendiri.
    Relevan dg hal ini dpt kita lihat pada diri Rasulullah. Kekuatan yg paling utama pd diri Rasul terletak pd kemampuan akalnya.

    • Yup, agama dan akal (sehat) itu sejalan.. Agama (Islam) memang harus rasional dan diterima akal.. Terima kasih atas komentar dan kunjungannya.

  2. SEJATINYA, Islam itu ajaran keselamatan bg manusia yg mau berfikir.
    Karena merupakan ajaran maka Islam, mustinya, tidak dianggap segala-galanya bg perjalanan hidup dan kehidupan itu sendiri.
    Relevan dg hal ini dpt kita lihat pada diri Rasulullah. Kekuatan yg paling utama pd diri Rasul terletak pd kemampuan akalnya.
    Jika demikian, maka keISLAMan kita masih tersesat. Karna itulah, pd kenyataanya, tidak atau belum kita temukan dunia Islam yang mampu merahmati semua-mua. Ironi dari itu, kita (orang-orang Islam) masìh suka kaco. Indonesia terpuruk, Timur Tengah porak-poranda, dst. Konyolnya, kita lbh sering cuma “mengkambing-hitamkan” non-muslim. Subhanallah !

  3. Apakah islam adalah jalan KESELAMATN YANG DIJANJIKAN OLEH ALLAH SWT MUHAMMAD…? Tetapi sayangnya mengapa nabi yang muliah yang maha agung oleh dunia islam, tidak dapat diselamatkan masuk pintu surga..?Malahan Muhammad dibiarkan tertanam dalam siksaan kuburan Medinah…?

    Malahan Allah dan malaikannya turut berdoa kepada Muhammad, (Allah berdoa kepada Allah) wouw Allah yang maha agung kekuasaan untuk sementara waktu tanamkan Muhammad hambanya dalam kuburan Medinah. Dana menjadi pertayaan;

    Apakah Allah swtnya islam tak sanggup membawa hambanya Muhammad kepintu surga..? malahan sementara waktu dibiarkan tertanam dalam kuburan Medinah.

    Mengapa hal itu terjadi, lalu kita bertaya dimana letak kekuasaan Allah swt islam…? Malahan Allah swt dan malaikat harus melakukan ‘DOA SYALAWAT NABI NABI MUHAMMAD, SEMOGA MUHAMMAD DAPAT DISELAMATKAN…? Mendapat tempat yang layak seperti Isa Almasih
    (Yesus) yang sekarang berada disisi Allah disurga.

    Sedang nabi yang terkahir Muhammad bin Abdulah tetap Allah swt dan Malaikatnya berdoa kepada Muhammad karena dia sedang berada dalam kuburan Medinah.

    Allah swt islam model bagaiman kekuasaan-NYA…?

    Allah berdoa kepada Allah tetapi sayangnya Doa Allah sendiri tidak terjawab, karena faktanya Muhammad masih terkunci didalam kuburan Medinah..?

  4. @Mr.Nunusaku

    Berkomentarlah dgn pengetahuan, anda hrs paham apa yg anda bicarakan kalau tidak maka tdk ada artinya samasekali, malah menunjukan kualitas berpikir anda yg dangkal. Salam

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s