Imam Khomeini Pantas Menjadi Orang Besar

Oleh: Abdullah Beik

Hari ini 4 Juni merupakan haul Imam Khomeini. Di bawah ini saya tuliskan kegiatan keseharian beliau selama bertahun-tahun sejak di pengasingan Najaf hingga akhir wafatnya, yang saya terjemahkan dari televisi Al Manar. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menggugah kita untuk meneladani beliau, paling tidak dalam menambah ilmu pengetahuan dengan MEMBACA.

Beliau memulai aktivitas kesehariannya dengan bangun dari tempat tidurnya pada pukul 04.00 pagi untuk melaksanakan salat malam dan membaca Alquran hingga masuknya waktu subuh. Setelah melaksanakan salat Subuh beliau membaca berbagai doa dan zikir hingga pukul 06.00 dengan diselingi sedikit istirahat.

Sebelum matahari terbit beliau meninggalkan rumahnya menuju Masjid Syekh Anshari untuk mengajar. Pada jam 11.30 beliau kembali ke rumah menyantap sedikit makanan ringan dan istirahat sejenak kemudian menulis pelajaran yang telah ia sampaikan kepada para murid dan santrinya. Setelah itu beliau menemui para tamu dengan alokasi waktu 5-10 menit untuk setiap orangnya.

Di saat tiba azan Zuhur beliau memimpin salat Zuhur di salah satu dari Masjid Al-Hindi atau Syekh Anshari. Begitu pula tausiah politik beliau lebih banyak disampaikan di Masjid Syekh Anshari. Setelah itu beliau kembali ke rumah dan menyantap makan siang yang tidak lebih dari satu jenis lauk kemudian istirahat siang hari antara 30 hingga 45 menit dan bangun pada sekitar pukul empat menikmati minum teh sore hari buatan tangan sendiri .

Pada pukul 16.15 beliau memulai aktivitas sorenya dengan menelaah buku dan kitab hingga beberapa menit sebelum azan dengan disela 30 menit olahraga jalan di atas atap rumah atau halamannya. Di saat Magrib tiba beliau memimpin shalat Magrib dan Isya berjemaah di halaman rumahnya atau di madrasah Burujurdi.

Setelah salat Isya biasanya beliau duduk di halaman rumahnya sendirian sekitar 45 menit dan ini merupakan waktu yang paling indah bagi dirinya.

Pada pukul 20.00 beliau meninggalkan rumahnya untuk berziarah ke pusara suci Imam Ali bin Abi Thalib a.s. kurang lebih dua jam tinggal di sana dan pulang ke rumahnya sekitar pukul 24.00. Sesampainya di rumah beliau menelaah buku dan kitab hingga pukul 02.00 dini hari kemudian merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.

Hanya dua jam beliau tidur dan kemudian bangun lagi pada pukul 04.00 untuk memulai aktivitas hari barunya. Jadi beliau menghabiskan waktu untuk tidurnya hanya 3 jam hingga 3 jam 15 menit, dan beliau istikamah dalam program waktu yang beliau atur seperti ini selama 13 tahun di Irak dan beliau lanjutkan setelah kembali ke Iran hingga beliau wafat.

Menurut saya hanya ada satu kata yang bisa kita katakan, PANTAS BELIAU MENJADI ORANG BESAR. AL-FATIHAH…

3 thoughts on “Imam Khomeini Pantas Menjadi Orang Besar

  1. saya salah satu pengagum ayatullah khomeini, sampai-sampai bukunya banayk saya koleksi karena jujur bahwa buku buku beliau telah banyak memberiku inspirasi tentang berbagai hakekat dalam keyananku

    • Alhd..saya mengenal sosok imam seperti Ruhullah Al-Musawi khomeini yg akan saya jadikan rujukan atas apa yang akan saya lakukan untuk mengenal Allah..

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s