Ajal Memisahkan Seorang Syiah dan Khawarij

Kesetiaan, keikhlasan dan keharmonisan persahabatan antara Hisyam bin al-Ahkam dengan Abdullah bin Yazid al-Ibadhi menakjubkan semua penduduk Kufah. Nama mereka bahkan dijadikan sebagai perumpamaan untuk suatu simbol persahabatan yang baik, jujur dan ikhlas.

Mereka berdua secara bersama mempunyai sebuah toko yang menjual berbagai jenis tasbih. Mereka tidak pernah bertengkar dan berselisih paham selama hidupnya. Persahabatan mereka menjadi buah bibir masyarakat dan mengagumkan semua golongan adalah, karena akidah mazhab keduanya sangat bertentangan.

Hisyam adalah seorang ulama dan mutakallimîn terkenal mazhab Syiah Imamiah dan termasuk sahabat dekat Imam Jafar ash-Shadiq as. yang tentu percaya dengan keimamahan ahlulbait. Sedangkan Abdullah adalah seorang ulama dari golongan Ibadhiah. Ibadhiah adalah satu di antara enam golongan Khawarij; pengikut Imam Ali yang memberontak.

Prinsip golongan Khawarij ini adalah tidak akan melakukan sesuatu kecuali yang sesuai dengan akidah mereka. Tapi sayangnya mereka adalah orang yang jahil dan fanatik buta. Oleh karena itu mereka dianggap sebagai golongan yang paling berbahaya di kalangan kaum muslimin. Khawarij secara umum sepakat untuk berlepas diri dan mengutuk Ali dan Utsman.

Mereka mengecam kaum muslimin yang tidak seakidah dengan mereka sebagai musyrik dan kafir, tidak diperkenankan kawin dengan kaum muslimin mazhab lain, tidak mempunyai hak waris, bahkan lebih dari itu menghalalkan darah dan harta mereka.

Tapi golongan Ibadhiah lebih lunak jika dibandingkan dengan golongan Khawarij lain. Mereka mengesahkan perkawinan dan kesaksian pengikut mazhab lain, dan juga menghormati darah dan harta mereka. Abdullah bin Ibadh, yang muncul pada akhir Dinasti Umayyah, merupakan pendiri golongan ini.

Ketika Hisyam dan Abdullah timbul masalah mazhab dan akidah, keduanya berada di pihak yang bertentangan. Tapi mereka juga dapat mengontrol kefanatikan mazhab masing-masing dalam kehidupan, serta menyelesaikan urusan perniagaan dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab. Lebih unik lagi, banyak orang Syiah dan murid-murid Hisyam yang datang ke tokonya untuk belajar akidah dan hukum-hukum Syiah, tapi Abdullah tidak menunjukkan rasa tidak senang.

Begitu juga dengan pengikut mazhab Ibadhiah. Mereka datang dan belajar dari Abdullah tentang mazhab mereka yang selalu menyerang Syiah. Tapi Hisyam tidak pernah menunjukkan marahnya kepada Abdullah.

Suatu hari Abdullah berkata kepada Hisyam, “Kita berdua adalah dua sahabat karib. Engkau kenal betul siapa aku. Aku ingin agar engkau menerimaku sebagai menantumu, dengan mengawinkan putrimu, Fatimah, denganku.” Untuk hal seperti ini, Hisyam hanya menjawab dengan satu kalimat, “Fatimah adalah seorang mukminah.”

Abdullah diam mendengar jawaban itu dan tidak pernah mengungkitnya lagi setelah itu. Setelah peristiwa itupun persahabatan mereka masih tetap kental dan hanya ajal yang memisahkan mereka berdua.

Sumber: Dastan-i Rastan

4 thoughts on “Ajal Memisahkan Seorang Syiah dan Khawarij

  1. ini baru namanya saling menghormati…tp jarang banget yg begitu..smuanya slng mengkafirkan…padahal kita smua islam yg satu…

    • bener banget tuh..!!! sekarang memang banyak orang islam yang tidak menghormati antara yang satu dengan yang lainnya, suka mengkafirkan orang yang tidak mau mengikuti madzhabnya….. tapi kalau kita telaah lagi, semua itu sebabnya karena kaum muslimin sekaarang tidak mau bersatu sih, masih suka berpecah belah, padahal kalau menurut yang pernah saya baca dalam sebuah hadits berpecah belah itu akan mendatangkan adzab kalau bersatu baru bisa dapat rahmat…………………..

  2. SETUJU.. sudah saatnya kita mempersatukan diri dalam CINTA dan KASIH SAYANG..
    Salam Sayang

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s