Arab Saudi: Perlakukanlah Syiah dengan Adil

Pemerintah Saudi harus memperlakukan minoritas Syiah Muslim sebagai warga dengan adil, Human Rights Watch menyebutkan dalam laporan yang dirilis hari ini. Pemerintah Saudi juga harus membuat panitia untuk menginvestigasi penahan sewenang-wenang kaum Syiah dan untuk menganjurkan tahap-tahap pengakhiran diskriminasi sistematis (systemic discrimination). Kaum Syiah diperkirakan berjumlah antara 10 hingga 15 persen dari populasi Saudi.

Laporan 32 halaman, “Menyangkal Martabat: Diskriminasi dan Permusuhan Sistematis terhadap Warga Syiah Saudi,” membuktikan kebenaran ketegangan sektarian yang tajam di kerajaan dalam beberapa tahun, khususnya bentrokan antara peziarah Syiah dan polisi agama di Madinah pada Februari 2009, diikuti dengan penahanan semena-mena pendemo Syiah di Provinsi Bagian Timur pada bulan Maret. Penutupan aula tempat ibadah Syiah di Khobar yang dimulai pada Juli 2008 dan penangkapan pemimpin agama Syiah di Ahsa pada 2009 juga berperan meningkatkan tensi.

“Seluruh Syiah Saudi ingin agar pemerintah mereka menghormati identitas mereka dan memperlakukan mereka dengan adil,” ucap Sarah Leah Whitson, Direktur Human Rights Watch (HRW) Afrika Utara dan Timur Tengah. “Namun penguasa Saudi sudah biasa memperlakukan orang tersebut dengan memandang rendah dan penuh kecurigaan.”

Pemerintah juga harus membangun sebuah komisi untuk menyelidiki pembagian tempat suci di antara umat Islam yang berbeda keyakinan, khususnya di Makkah dan Madinah. Raja Abdullah telah membuat perubahan untuk toleransi beragama, tapi diskriminasi oleh institusi negara tidak berakhir.

Antara 20-24 Februari 2009, peziarah Syiah dari Provinsi Timur yang datang ke Madinah dalam rangka peringatan wafatnya nabi bentrok dengan polisi agama Wahabi di Pemakaman Baqi… Polisi keamanan menembak dada seorang peziarah berusia 15 tahun dan seorang warga menikam punggung seorang ulama Syiah dan berteriak, “Bunuh Rafidhah (Syiah).” Pihak penguasa menyangkal ada orang yang terluka… Pada 5 Maret, Raja Abdullah memerintahkan tahanan Madinah dibebaskan.

Di Ahsa’, Provinsi Timur bagian selatan, penguasa menangkap sedikitnya 20 kaum Syiah antara Januari hingga Juli karena peringatan keagamaan, seperti pelajaran Quran oleh kaum muslimah Syiah atau penjualan pakaian untuk peringatan…

Diskriminasi negara melawan Syiah meluas hingga melewati kebebasan beragama. Laporan menyebutkan diskriminasi dalam sistem pendidikan, di mana Syiah tidak boleh belajar agama di kelas dan murid Syiah belajar dari guru suni… Disebutkan juga terjadi bias di pengadilan, di mana hakim suni menolak kesaksian Syiah karena dasar agama dan khususnya mengikuti prinsip hukum suni. Syiah tidak berhak menjadi hakim di pengadilan. Hal ini juga berlaku di bidang pekerjaan. Tidak ada menteri Syiah, senior diplomat, atau petugas militer tinggi. Pelajar Syiah pada umumnya tidak dapat izin akademi militer.

Pada tahun 2003, Mahkota Pangeran Abdullah mengajukan Dialog Nasional, yang merupakan pertemuan pertama ulama senior suni dan Syiah bersamaan. Tahun 2008, Abdullah yang sekarang menjadi raja, memperbarui perhatiannya kepada toleransi beragama, pertama dengan membawa Syiah dan suni di Mekkah pada Juni, lalu kemudian toleransi antaragama di Madrid dan New York. Namun tetap tidak ada perubahan dalam toleransi beragama domestik.

Baca Sengkapnya: Saudi Arabia: Treat Shia Equally

3 thoughts on “Arab Saudi: Perlakukanlah Syiah dengan Adil

  1. apakah perlakuan Syiah Iran thd Sunni dan Ahmadi Iran lebih baik dan lebih adil? TOlong jelaskan pd kami..

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s