Ayatullah Online: Ulama yang Memanfaatkan Teknologi

Kalau mendengar istilah “ayatullah“, kita akan terbayang dengan ulama “yang berapi-api” dan fatwa. Tapi itu menurut pandangan orang Barat, karena faktanya terkadang berbeda. Contohnya Ayatullah Shanei, salah seorang mantan murid Ayatullah Khomeini.

Dalam pandangannya, dia menuntut kesetaraan gender, mengecam bom bunuh diri dan mengatakan bahwa senjata nuklir adalah bertentangan dengan Islam (nuclear weapons, artinya nuklir dengan tujuan damai tidak bermasalah). Pernyataannya yang liberal membuatnya terkenal melalui call center, internet chat room, lembaga sosial, dan juga website-nya sendiri.

Ayatullah Shanei berbagi madrasah dan kehidupan keluarganya dengan pembuat film, Maziar Bahari, yang mengungkapkan kebiasaan ulama klasik yang terjun ke dunia modernitas. Filmmaker asal Iran ini mendapatkan izin pertama untuk memasuki dunia keseharian ayatullah online!

Organisasi milik Ayatullah Shanei antara lain mengurusi lembaga amal, madrasah, call center, hotline, dan website. “Seorang marjak harus mempunyai kekuatan spiritual yang dapat melawan hawa nafsu yang menggiringnya kepada dosa, dan sebisa mungkin mencegahnya dengan cepat…,” kata Ayatullah Shanei.

Kita perlu tahu bahwa seorang ayatullah tidak hanya berkutat pada masalah agama, tapi juga harus update dengan masalah yang sedang berkembang. Karenanya Ayatullah Shanei memulai pagi harinya dengan belajar dan membaca 2-3 koran selepas istirahat. Seorang marjak menggunakan setiap waktunya untuk membantu para pengikutnya, karenanya beliau menciptakan layanan call center. Murid-muridnya yang senior akan menjawab telepon dengan bimbingan spiritual.

shahoncallHal aneh menurut saya adalah para penelpon tidak hanya bertanya tentang hal penting tapi juga hal yang sepele: seperti tentang pekerjaan baru atau membeli perabotan rumah tangga. Murid Shanei, Shah Muhammadi, menjawabnya dengan melakukan istikharah, yang berarti memohon petunjuk Allah sebelum melakukan sesuatu, melalui Alquran.

“Istikharah seperti konsultasi, ketika Anda berkonsultasi dengan seseorang tanpa ada kesimpulan, lalu Allah berkata, ‘Bertanyalah pada firman-Ku’. Hanya orang yang mengetahui tentang istikharah yang bisa melakukannya. Tidak setiap orang… dan istikharah bukanlah ilmu pengetahuan, tapi ilham yang seseorang terima dari Yang Mahakuasa,” kata Shah Muhammadi.

Kemudian ada waktu ketika Ayatullah Shanei dan murid-muridnya berkumpul—setiap orang boleh datang—untuk membicarakan fatwa dan hal-hal yang sedang berkembang. “Saat ini setiap orang harus mengasuransikan dirinya dan kendaraannya. Saya melarang diri saya untuk duduk dalam kendaraan yang tidak diasuransi. Karena Anda bisa saja membunuh seseorang dan keluarganya akan kehilangan pencari nafkah. Pengendara ditangkap sedangkan keluarga korban harus mencari uang ke sana kemari,” kata Ayatullah Yusuf Shanei.

Pengikut Ayatullah Shanei tidak hanya ada di Iran; dengan adanya website dan chat room ribuan pengikutnya bisa ada di seluruh dunia dan menyampaikan ratusan pertanyaan. “Simbilan puluh dua persen pertanyaan datang dari Amerika Serikat, juga Indonesia, Arab Saudi, Kanada, Inggris, Kashmir, Kuwait, Jepang dan seterusnya,” kata salah seorang admin website.

Konsultasi yang paling populer ternyata “cyber estekharah“; para penanya menyampaikan pertanyaan melalui e-mail. Setiap penanya ditandai dengan nomor, kemudian Shah Muhammadi berkonsultasi dengan Alquran dan hasilnya di balas melalui internet. Hari ini ada sekitar 20.000 orang bertanya melalui saanei.org. Shah Muhammadi menyadari bahwa kemampuannya ini terkadang disalahgunakan.

“Saat ini ada begitu banyak alat seperti handphone atau telepon rumah. Suatu ketika seorang suami mengatakan kepada istrinya untuk masak makan siang ghormeh sabzi. Lalu istri itu menelpon ke sini untuk melihat pertanda buruk atau tidak! Dari seratus istikharah, mungkin hanya satu yang bisa menyelamatkan jiwa seseorang dari kebodohan dan dekadensi.”

“Tanya-jawab ini hanya berlangsung di dunia fana. Jika saya, saya berlindung kepada Tuhan, berkata atau bertindak salah maka akan menjadi hal buruk, dan saya akan dicela oleh orang-orang. Pembicaraan yang bermanfaat adalah ketika seseorang berada dalam kehadiran Mahakuasa. Itu yang menjadi persoalan jika Anda berkata benar dalam hidup atau berdusta,” jelas Shah chataytMuhammadi. Tidak sekedar mengirimkan pertanyaan, pengikutnya juga bisa chatting dengan murid Ayatullah Shanei.

“Islam adalah hakikat sejati dari kemanusiaan; akhir dari segala penindasan dan para penindas dalam segala aspek kehidupan. Islam berarti kedamaian, masyarakat hidup berdampingan berdasarkan logika dan dialog. Inilah definisi Islam,” kata Ayatullah Yusuf Shanei.

Lihat Witness edisi “Online Ayatollah” di Aljazeera.

Berita Terbaru: Jamiatul Mudarisin Hauzah Ilmiah Qom (Iran) dengan bersandar pada kajian selama ‎satu tahun dan setelah dilakukan berbagai pertemuan menyatakan bahwa ‎Ayatullah Shanei tidak memiliki kelayakan lagi sebagai marjak. (IRIB)

Last modified: 30 July 2010

13 thoughts on “Ayatullah Online: Ulama yang Memanfaatkan Teknologi

  1. Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  2. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll

  3. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s