Bukan Lukisan Nabi Muhammad

Pertama perlu dipertegas dan diperjelas tentang berita yang beredar di media massa. Kebanyak media massa menulis berita dengan judul “Pin Nabi Muhammad”, “Pin Wajah Nabi Muhammad”, atau “Pin Bergambar Nabi Muhammad”. Jelas judul seperti itu sudah salah karena faktanya itu bukan wajah Nabi Muhammad saw. Kedua, berita juga menyebutkan:

Tulisan Muhammad Rasulullah berhuruf besar. Hampir sepuluh kali lebih besar dibandingkan tulisan Sallallahu Alaihi Wa Alihi wa Sallam (cara penyebutan penganut Syiah terhadap Rasulullah saw.).

Shalallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallâm” berarti “Semoga salawat dan salam Allah tercurahkan kepadanya dan keluarganya”. Memang penyebutan setelah nama Nabi Muhammad itu umum diucapkan pengikut Syiah ahlulbait, yang kebanyakan umat Muslim hanya mengucapkan “shalallâhu ‘alaihi wa sallâm“. Tapi perlu diingat bahwa salawat kepada keluarga Nabi Muhammad saw adalah perintah Nabi sendiri.

Ketiga, berita menyebutkan bahwa pelaku membawa gambar tersebut dari Iran, negara dengan mayoritas bermazhab Islam Syiah. Tentu ini akan menjadi “lahan” baru bagi memojokkan mazhab ini. Saya jadi ingat ketika tahun lalu (Agustus 2008) dalam perjalanan ke luar kota, salah seorang teman saya di bertanya, “Syiah punya gambar nabi ya?” Saya langsung kaget dan heran seraya menjawab, “Tidak!”

metatron1Setelah saya kembali ke Jakarta dan mencari tahu, saya baru sadar ternyata yang dimaksud lukisan (bukan) nabi itu adalah gambar ini. Saya peroleh gambar seseorang dengan serban hijau ini dari album foto sebuah fans page bernama Archangel Metatron. Orang-orang dalam fans page itu memang menamainya sebagai “Young Muhammad”.

Asal Usul Lukisan (Bukan) Nabi Muhammad

Bertahun-tahun diterbitkan gambar yang disebut sebagai gambar masa mudanya Nabi Muhammad saw. di Iran. Masyarakat Iran di samping menunjukkan rasa suka terhadap gambar itu, mereka juga mempertanyakan keabsahannya. Sebagian menyebutkan bahwa gambar itu dilukis oleh pendeta Buhaira yang sempat mengiringi Nabi Muhammad saw. bersama pamannya ke Syam. Pada kenyataannya, banyak yang meragukan hal ini.

Tulisan berikut ini adalah usaha untuk mencari sumber asli gambar masa muda Nabi Muhammad saw. Para penulis berusaha mengargumentasikan dari mana asal gambar itu. Namun, kelihatannya, masalah ini senantiasa terbuka untuk dijadikan kajian. Tulisan ini adalah hasil terjemahan yang dilakukan oleh Rasul Ja’farian dari makalah yang judul aslinya The Story of Picture Shiite Depictions of Muhammad, Pierree Centlivre & Micheline Centlivres-Demont dalam majalah ISIM Review 17, Spring 2006, hal 18-19.

Syiah Iran punya pengalaman yang cukup panjang dalam menggambarkan keluarga Nabi Muhammad saw. dan nabi sendiri. Pada akhir-akhir dekade 90–an poster yang menggambarkan wajah Nabi Muhammad saw. di cetak di Iran dan menjadi salah satu poster terlaris. Dalam poster itu menggambarkan wajah masa muda dari Nabi Muhammad saw, dengan serban, jubah terselip di pundak dan ekspresi yang tenang.

Saat ini, poster ini dicetak dengan mempergunakan teknologi modern dengan alat dan teknik yang beragam. Sekalipun demikian, struktur gambar masih mempertahankan gaya tradisionalnya. Warna yang dipakai masih mempertahankan kesederhanaan. Namun, tetap saja memiliki kelebihan yang membedakannya secara mudah dari gambar yang lain seperti pedang Ali as .yang memiliki dua mata.

Penggambaran yang akan kami bawakan berbeda dengan penggambaran sebelumnya. Gambar seorang pemuda tampan, mata sendu dan wajah yang menenangkan hati mengingatkan orang akan gambar-gambar di zaman Renaisan. Terutama gambar-gambar tentang pemuda yang dilukis oleh Caravagio seperti lukisan Boy Carrying a Fruit Basket yang berada di galeri Borghese, Roma dan lukisan Saint John The Baptist di museum Capitole. Kelembutan bak beludru, mulut yang setengah terbuka dan tatapan sendu.

Sekalipun ada beberapa naskah dari gambar ini, namun semuanya menunjukkan kesan muda dan di bawahnya tertulis “Muhammad Rasulullah”, bahkan sebagian memberikan informasi lebih detil tentang periode kehidupan Nabi ketika lukisan ini dilukis serta sumber lukisan sekaligus.

Penemuan Menarik

Kebetulan, pada tahun 2004 kami berhasil mengidentifikasi sumber poster Iran itu ketika mengunjungi Paris dalam sebuah pameran yang didedikasikan kepada fotografer Lehnert dan Landrock. Foto itu diambil oleh Lehnert di Tunisia, kira-kira antara tahun 1904-1906. Foto ini kemudian pada dekade 20–an dicetak dalam kartu ucapan selamat.

Radolf Franz Lehnert (1878-1948) adalah warga negara Chekoslowakia sekarang. Pada tahun 1904 bersama Ernst Heinrich Landorck (1878-1966) berkebangsaan Jerman, bersama-sama menuju Tunisia. Lehnert sebagai fotografer dan Landrock sebagai penerbit dan direktur. Tahun sebelumnya, Lehnert pernah tinggal sebentar di Tunisia. Saat itulah ia jatuh cinta dengan alam di sana dan penduduknya. Keduanya membangun perusahaan L & L yang beroperasi di bidang penerbitan foto-foto dari pemandangan indah Tunisia dan Mesir. Hasilnya adalah ribuan foto dan kartu dengan gambar daerah ini yang dicetak.

Lehnert pernah mengenyam pendidikan di Yayasan Seni Grafis di Vienna. Ia punya hubungan dengan anggota Pictorialist yang menganggap foto sebagai karya seni. Foto-foto Lehnert tidak saja berbicara mengenai gurun pasir, bukit-bukit pasir, pasar dan kawasan penduduk Tunisia, tapi juga foto-foto dari remaja putra dan putri yang umurnya antara anak dan remaja dan masih memiliki wajah antara laki dan wanita. Foto-foto ini biasanya diambil sesuai dengan pesanan pembeli Eropanya. Foto tentang dunia Timur yang memberikan nuansa lain.

Lehnert sangat memanfaatkan kesempatan ini, namun ia juga mengolah kejeniusannya dalam menyiapkan karyanya. Foto-fotonya dicetak dalam bentuk perak, dalam bentuk gambar timbul dan dibuat dalam empat warna. Kebanyakan dari kartu ucapan selamatnya ini dicetak di Jerman sejak tahun 1920 dan disebarkan di Mesir.

tunisiaman

Cetakan dan Teks yang Sesuai

Tidak diragukan bahwa kartu yang ditunjukkan dalam gambar sebelah kanan, berdasarkan penomoran L & L, nomornya adalah 106 ada model poster poster Iran. Yang lebih menarik nama kartu nomor 106 adalah Muhammad. Ini dengan sendirinya dapat menunjukkan mengapa pelukis Iran menjadikannya sebagai model. Tidak ragu lagi, semua naskah yang ada dari foto ini menjadikan foto nomor 106 sebagai contoh dengan perbedaan bahwa naskah pertama lebih sesuai dengan foto yang asli. Dengan demikian, Lehnert tanpa disengaja ditempatkan dalam hati sebuah legenda.

Pertanyaan mengenai hubungan antara wajah Nabi Muhammad saw dan wajah remaja Tunisia belum mendapatkan jawabannya. Lukisan seorang remaja tertawa dengan mulut setengah terbuka, memakai sorban dan bunga melati di telinga. Wajah yang sama dalam kartu yang lain dengan judul Ahmad, seorang remaja Arab dan lain-lainnya.

Kami belum mampu menyingkap perjalanan foto yang dicetak di dekade 20–an yang sampai di tangan penerbit Teheran dan Qom di dekade 90 –an. Namun, masih ada pertanyaan apa yang menyebabkan penerbit Iran menemukan adanya kesamaan antara wajah Nabi Muhammad semasa remajanya dengan seorang remaja Tunisia?

Sebelum perang dunia pertama, gambar Muhammad di majalah National Geographic pada bulan Januari tahun 1914 dalam sebuah artikel dengan judul “Inja va Anja Dar Shumal Afriqa” (Di Sana dan Di Sini di Utara Afrika), di bawahnya tertulis “Arabi ba Yek Gol” (Seorang Arab dengan Sebuah Bunga). Pada dekade dua puluhan, kartu seri Tunisia L & L sangat disukai oleh tentara Prancis di Utara Afrika. Pada dekade 80 dan 90–an banyak buku yang dicetak yang memuat foto-foto ini, namun judulnya bukan Muhammad.

Naskah Iran yang sekarang sudah ada perubahan. Wajah yang menipu itu masih terjaga, namun keindahan wajahnya agak berkurang. Pundak sebelah kirinya agak lebih tertutup dengan kain, mulut dan matanya sudah mengalami perbaikan. Secara umum dapat dikatakan bahwa seniman Iran berusaha untuk mengurangi sisi keindahan foto Lehnert, sehingga foto itu tidak lagi terlalu menarik dan diberikan tambahan agar terlihat sebagai orang suci.

Tulisan pada poster kedua (gambar sebelah kiri) menyebutkan: “Gambar Suci yang mulia Muhammad, pada usia delapan belas saat perjalanannya dari Makkah ke Damaskus saat menemani pamannya yang terhormat dalam perjalanan dagang. Gambar berasal dari lukisan pendeta Kristian…”

Akar Kristen?

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sebagian tulisan menganggap bahwa hasil karya ini punya hubungan dengan Kristen dan bukan Islam. Masalah ini memberi justifikasi tidak berdosanya seorang muslim melihat wajah Nabi atau melukiskannya. Lebih dari pada itu, orang-orang Kristen menganggap Nabi Muhammad saw. sejak mudanya sebagai pribadi yang suci. Kisah pendeta Kristen Katolik atau Ortodoks bernama Buhaira menyimpulkan itu. Berdasarkan kisah itu, pada abad 9 atau 10 Buhaira berusaha mencari Nabi Muhammad saw. berdasarkan tanda-tanda yang dimiliki Nabi di antara pundaknya. Nabi akan datang semestinya berkata: “Ketika saya menengok ke langit dan bintang-bintang, saya merasa di atas bintang-bintang.” Ini juga sebuah alasan disebagian gambar Nabi Muhammad saw ada latar belakang bintang-bintang.

Sekalipun sampai saat ini tidak ada penggambaran tentang wajah Nabi Muhammad saw di masa mudanya, namun penggambaran itu ada dalam bentuk dewasanya. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw memiliki kulit putih, mata hitam, alis yang tebal, gigi teratur dan rambut bergelombang. Bentuk yang digambarkan itu dapat ditemukan dalam poster Iran. Pada hakikatnya ini adalah sebuah gambar dari sebuah gambar lain. Dengan kata lain, pelukis Iran mengambil contoh model Nabi Muhammad saw yang mencerminkan keindahan, keremajaan dan keserasian

Catatan: Tulisan ini merupakan update dari artikel tahun 2008

Berita lain menuliskan seperti ini:

Selain pin Muhammad saw, juga ada pin bergambar lelaki memakai sorban. Tampangnya cukup gagah. Di atasnya terdapat dua bulu ayam. Pelipis sebelah kanan di atas alis ke bawah terdapat percikan warna merah seperti darah. Di bagian atas gambar bertuliskan Assalamu Alaika yaa Qamar Bani Haasyim. Qamar Bani Hasyim adalah julukan Ali bin Abi Thalib — satu dari empat sahabat terbaik Rasulullah saw, yang dikenal dengan sebutan Khulafa Rasyidin.

Ini juga salah. Karena yang dimaksud dengan “Rembulan Bani Hasyim” adalah Abbas bin Ali bin Abi Thalib, putra Imam Ali dari istri bernama Ummul Banin. Beliau memiliki nama kunyah Abul Fadhl. Sekilas sejarah Qamar Bani Hasyim bisa dibaca di sini.

Hal lucu lain, pelaku mengaku “keluaran” dari Iran. Malam ini setelah mengikuti peringatan syahadah Imam Ja’far Ash-Shadiq as, saya mendapat kabar bahwa ternyata pelaku bukan keluaran dari Iran tapi dikeluarin😀 Semoga benar-benar ada konferensi pers dari Kedutaan Iran yang menyatakan bahwa gambar seperti itu di sana sebenarnya juga dilarang. Wallahualam.

107 thoughts on “Bukan Lukisan Nabi Muhammad

  1. Akh…tdk kaget dng trik kuno itu, yg pasti wajah suci Muhammad SAW, tdk boleh digambar terlepas ada & tiada gambar asli beliu, u. menghindari fitnah yg kejam dan imajinasi berlebihan dari kaum muslim sendiri. Walau kita rindu tuk bisa menatap wajahnya.

  2. yang berani menggambar wajah Nabi dan ahlul bayt syiah ghullat,heran padahal majlis syiah lebanon dulu ikut tanda tangan pengharaman penampakan wajah Rasul sewaktu pembuatan film the massege,mungkin syi’ah Iran masih ada pengaruh majusi dan hindunya,ana pernah lihat film Iran lukisan Imam Ali dilingkari bunga dan didepannya banyak lilin2 dan kembang setaman dan kue2…WALLAHI persis film Amitab Bachan…..

    • Di rumah saudara saya yg suni juga ada lukisan Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Kalau ada kesempatan, mungkin ana capture. Lukisan imajiner itu ada yg berasal dari wilayah Arab dan Persia karena faktor kultur. Jadi, jangan menilai secara sempit dari satu perspektif. Lihat juga dari sisi budaya dan kultur.

  3. Ass.wr.wb.
    teman2 saya sedang sakit, doakan saya cepet sembuh ya.. semoga keikhlasan doa dan amal teman2 semua dibalas oleh Allah swt.
    Wass.wr.wb.

  4. sebaiknya kita sebagai orang islam yang mencintai nabi harus ber syukur pada orang yang telah mempopulerkan nabi kita muhammad saw.mereka membuat seperti atas dasar ke cintaanyna terhadap nabi dan sohabatnya yang telah meberikan penerangan terhadap umatnya ,coba perhatikan gambar tsb ,betapa bersaja ,gagah ,pamiliar dan menawan bahkan mereka menghiasi dg cahaya ,kalau saya pikir mereka bukan meng hina nabi tapi justru karna ke cintaanya terhadap nabi.kesimpulan ; dengan adanya gambar tsb maka orang2 di seluruh dunia baik islam maupun non muslim menjadi tahu bahwa ummat islam itu nabinya adalah MUHAMMAD SAW..tks wassalam

    • lama2 kalo ada yg membuat gambar Alloh anda anggap sbg pengagungan juga ya

    • LOGIKA YANG TIDAK TEPAT !

      APAKAH KARENA KECINTAAN KITA KEPADA PARA NABI DAN RASUL MENYEBABKAN KITA MENGHAYALKAN DAN MELUKIS WAJAH MEREKA !

      MENGHAYALKAN DAN MELUKISKAN KEBESARAN TUHAN ?

      DISINILAH KEKURANGAN YANG DIJALANKAN OLEH SEBAGIAN PENGIKUT MAZHAB SYIAH.
      SEHARUSNYA MEREKA MAU BELAJAR DARI SAUDARANYA YANG SUNNI.

  5. ya Tuhan.. ampunilah dia yg mnulis ini.. dia tidak tahu apa yg dia lakukan.. ampunilah ya Bapa..

  6. SALAH SATU KELEMAHAN PENGIKUT DAN PEMUKA AGAMA ISLAM MAZHAB SYIAH DI IRAN ADALAH KECENDERUNGAN TERHADAP LUKISAN -LUKISAN KELUARGA NABI DAN PARA IMAM YANG HANYA BERDASARKAN DUGAAN/PRASANGKA NAMUN DIYAKINI SEBAGAI SEBUAH KEBENARAN TENTANG WUJUD YANG DILUKIS. SELANJUTNYA DISEBARKAN DAN BERLANJUT DARI GENERASI KE GENERASI.

  7. KALAU DIPERHATIKAN TAMPANG MUKA DARI LUKISAN YANG DIJELASKAN DIATAS…….. DAN DIJUAL BELIKAN DI IRAN … TANPA TINDAKAN DARI PARA ULAMA.

    SEJATINYA, MALAH MELECEHKAN KEAGUNGAN PRIBADI SAYYIDUL WUJUD ABUL QASIM MUHAMMAD SAAW !

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s