Palestina, Faktor Pemersatu Ahlusunah dan Syiah

Pejuang Palestina Pendukung Hamas - Hizbullah

Pada acara peringatan kemenangan Hizbullah Lebanon dalam Perang 33 Hari, kami berhasil bertemu dengan Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah bersama romongan anggota Komite Solidaritas Palestina. Dalam pertemuan itu, saya disertai Naser Soudani, anggota parlemen dan Hossein Shaikhul Eslam, Wakil Departemen Luar Negeri menjelaskan proses pembentukan Komite Solidaritas Palestina.

Saya menanyakan beberapa poin mengenai kinerja solidaritas terhadap muqawamah Palestina dan Lebanon, boikot produk-produk rezim Zionis Israel dan sederet pertanyaan lainnya terkait masalah ini. Ketika tiba giliran Sayid Hasan Nasrullah, setelah menyampaikan pembukaan, menjelaskan secara panjang lebar mengenai pelbagai masalah regional, Lebanon dan Palestina dan persatuan antara ahlusunah dan syiah.

Menurut keyakinan Anda, bagaimana menganalisa peran Imam Khomeini ra. dalam menghidupkan kembali masalah Palestina dengan memfokuskan pada persatuan Islam?

Di dunia Islam masalah Palestina sebuah masalah istimewa, karena rakyat Palestina bermazhab ahlusunah. Sementara dukungan para pemeluk mazhab syiah terhadap mereka menjadi faktor pemersatu antara syiah dan ahlusunah. Kami yang hidup di kawasan dan bergabung dengan saudara ahlusunah lebih merasakan masalah ini. Saya dapat memastikan betapa dalam sejarah kontemporer Imam Khomeini ra. punya peran menakjubkan dalam masalah persatuan Islam. Sejatinya tidak ada bentuk lain yang mampu menjawab masalah persatuan Islam seperti yang didesain oleh Imam Khomeini ra.

Bisakah Anda menjelaskan mengenai desain Imam Khomeini ra. terkati masalah persatuan masyarakat Islam?

Rancangan cerdas yang disampaikan Imam Khomeini ra. memiliki dua kanal. Pertama, persatuan menghadapi musuh-musuh Islam dan mustakbirin. Menyeru seluruh umat Islam untuk tegar menghadapi kekuatan-kekuatan zalim dan hegemoni dunia. Imam Khomeini ra. membuat ahlusunah dan syiah bahu-membahu menghadapi musuh-musuh Islam.

Kedua, masalah Palestina. Pengalaman tiga puluh tahun menunjukkan betapa masalah Palestina sangat luas dan gamblang. Masalah solidaritas terhadap Palestina tidak ada yang berselisih pendapat dan jalan yang terang. Bahkan mereka yang ingin berdamai dengan rezim Zionis Israel tidak berani mengungkapkan keyakinan mereka dengan alasan khawatir akan opini publik dunia Islam. Bukan hanya tidak berani, tapi mereka malah ikut-ikutan menunjukkan dirinya sebagai pendukung Palestina.

Dalam masalah pertama antara umat Islam ada friksi, namun hal itu tidak terjadi dalam masalah Palestina. Di Lebanon sendiri permusuhan terhadap warga Palestina sejak 100 tahun lalu sangat luar biasa. Karena mereka berkali-kali menyerang Lebanon dan Jabal Amil. Imam Musa Ash-Shadr juga tidak mampu menyadarkan orang-orang syiah Lebanon agar memandang positif warga Palestina. Namun Imam Khomeini ra. berhasil melakukannya.

Banyak yang menyebut Iran sebagai penyebab sebagian instabilitas di Timur Tengah. Sementara sumber dari kebanyakan fitnah ini adalah mereka sendiri. Bagaimana pendapat Anda?

Amerika berhasil menciptakan fitnah besar di kawasan dalam masalah Irak. Menciptakan konflik antarmazhab syiah dan ahlusunah dan memprovokasi negara-negara Arab agar anti-Iran. Namun dukungan mutlak Iran terhadap Palestina berhasil menggagalkan konspirasi ini. Sebagian mengatakan, “Mengapa kalian menyampaikan masalah holocoust?” Menurut saya malah waktunya sangat tepat ketika Iran mengangkat bendera dukungan terhadap Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) yang berujung tercekiknya suara-suara pencipta perselisihan. Semua dunia memahami muqawwamah tidak akan mungkin terbentuk tanpa dukungan Iran. Dukungan pertama dan mobilisasi dalam perang Gaza dilakukan oleh orang-orang syiah dan masalah ini memberangus pemikiran yang suka menciptakan perselisihan mazhab.

Namun perlu diketahui bahwa di antara ulama syiah sendiri, termasuk yang di Lebanon masih ada perbedaan pandangan terkait masalah dukungan terhadap Palestina. Sebagian ulama syiah di Lebanon yang punya cara pandang tradisional terhadap masalah ini berkali-kali mempermasalahkan sikap kami. Mereka mengatakan, “Mengapa kalian selalu berbicara mengenai dukungan terhadap Palestina terlebih-lebih setelah masalah Irak?” Kepada mereka saya katakan, “Palestina adalah tanah air Islam dan milik Imam Mahdi af.” Kemudian saya katakan, “Baiklah. Katakanlah saya menerima cara pandang kalian. Kini mari kita perbandingkan dan saksikan apa yang telah kalian lakukan untuk syiah dan apa yang telah kami lakukan.” Saat ini syiah semakin agung di dunia Islam dan semakin hari akan semakin bertambah. Kini umat Islam telah menerima syiah sebagai kelompok Islam dan sudah banyak yang memeluk syiah.

Menurut Anda, apa yang mempengaruhi gelombang perhatian terhadap mazhab syiah?

Kecenderungan kepada syiah dipengaruhi tiga peristiwa besar yang setiap peristiwa ini menciptakan gelombang kecenderungan orang kepada syiah. Pertama, kemenangan Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979. Kedua, kemenangan Hizbullah tahun 2000 dan keluarnya Zionis “Israel” dari Lebanon Selatan. Ketiga, Perang 33 Hari pada tahun 2006.

Bendera Hizbullah menyebar di seluruh dunia Arab. Sebagian orang di Mesir mengatakan, “Saat Gamal Abdul Nasser di puncak popularitas potretnya tidak dipasang di Universitas Al-Azhar, tapi foto Sayid Hassan Nasrallah (seorang santri syiah) dan bendera Hizbullah menyentuh hingga Universitas Al-Azhar dan diangkat dalam shalat Jumat.” Yusuf Al-Qaradhawi geram dan menyerang saya dengan alasan yang disebutkannya bahwa di Mesir banyak yang memeluk syiah. Sekalipun saya punya hubungan baik dengannya dan saya menghormatinya, namun ia mengatakan, “Saya menerima si fulan hanya sekedar seorang komandan militer yang memiliki akidah batil.”

Maroko memutuskan hubungannya dengan Iran juga kembali pada masalah ini. Tidak terlalu buruk bila dalam kesempatan ini saya menyinggung kenangan seorang penerbit Lebanon yang ikut dalam pameran buku di Maroko. Penerbit Lebanon ini diundang di sebuah kota kecil di Maroko, namun disambut oleh lautan manusia. Sambutan begitu meriah hingga mereka yang mengundang terkejut dan berpikir bahwa situasi yang ada seperti undangan terhadap seorang pejabat tinggi dan penerbit Lebanon ini hanya mengiringinya. Namun yang dihadapi ternyata memang demikian, masyarakat berbondong-bondong menyambut penerbit Lebanon ini. Masyarakat yang hadir mengatakan, “Kami mencium bau para pejuang Hizbullah darimu.” Tidak cukup itu, mereka merobek-robek jas dan bajunya untuk bertabarruk. Akhirnya segalanya menjadi jelas betapa kebanyakan mereka telah memeluk Syiah.

Apa anasila Anda mengenai hubungan masalah Palestina dengan ajaran mazhab syiah dan mazhab yang lain?

Kini lewat masalah Palestina, syiah dan ajaran syiah telah memasuki rumah-rumah umat Islam di seluruh dunia. Dalam seminar internasional solidaritas Palestina di Tehran ketika saya menyampaikan pidato, saya melihat di sisi kiri sejumlah orang berwajah salafi dengan jenggot yang panjang dan pakaian khusus melihat saya dengan pandangan yang aneh.

Setelah berpidato dan turun dari mimbar mereka mendatangi saya, memeluk dan mencium sambil menyatakan simpatinya. Seorang dari mereka memperkenalkan dirinya sebagai ahlusunnah dari Syam (Suriah) dan anggota salafi Yordania dan mengatakan, “Kami mencintai anda. Kami tidak pernah membeli televisi dan parabola. Namun semua dikarenakan televisi Al-Manar, keluarga saya memaksa untuk membeli parabola. Saya memiliki seorang anak perempuan kecil. Ketika anda berpidato di televisi, anak perempuan saya berdiri di depan televisi dan mencium gambar anda berkali-kali.”

(Saat Sayid Hasan Nasrallah menemui rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Uzhma Sayid Ali Khamenei, menceritakan percakapannya tadi kepada beliau. Rahbar mengomentari cerita tersebut dengan ucapannya, “Satu hal yang sangat indah.”)

Salafi Yordania itu kemudian berkata, “Tahukah anda mengapa saya menerima untuk membawa televisi Al-Manar ke rumah kami? Semua itu dikarenakan pembelaan terhadap Islam dan Palestina. Kalian tidak mendakwahkan syiah. Tujuan utama kalian dalam Palestina.” Saya bertanya, “Bagaimana anda bisa tahu?” Ia menjawab, “Karena kalian tidak menayangkan azan.”

Televisi Al-Manar yang disiarkan lewat parabola memang hanya menyebut waktu azan dan tidak menayangkan azan. Namun televisi Al-Alam khusus Lebanon menayangkan azan. Sementara doa-doa syiah, Doa Kumail, dan Munâjât Khamsah ‘Asyarah Imâm As-Sajjâd as. ditayangkan dan sangat populer. Saya bahkan menyaksikan di salah satu televisi negara-negara Arab menayangkan Munâjât Al-Murîdîn Imâm As-Sajjâd as dengan suara yang indah. Akhir tayangan ditulis “Min ‘Âdiyah Sayyidinâ Al-Imâm Zainul ‘Âbidin radhiallâhu ‘anhu” (Dari Doa Sayidina Imam Zainal Abidin ra.). Kami sekarang memasuki rumah-rumah ahlusunah dengan nama Palestina. Rumah-rumah mereka telah dipenuhi dengan Shahîfah Sajjâdiyah, Imam Husain as., Imam Khomeini ra. dan Ayatullah Sayid Ali Khamenei. Semua ini memunculkan kedekatan dan persaudaraan dengan kami.

Sudikah Anda menceritakan kenangan dan interaksi dengan ulama Lebanon?

Khaled Mishal dan Khamenei

Ada seorang ulama Lebanon yang tidak menyetujui kinerja kami dan tidak pernah dapat menerima argumentasi. Setelah syahadah Syekh Ahmad Yassin, Pemimpin Spiritual Maknawi Hamas, kami membuat acara peringatan duka di Beirut. Beberapa orang menyampaikan pidato temasuk saya dan Khalid Meshal, Ketua Biro Politik Hamas. Saya banyak memuji jihad dan syahadah Syekh Yassin, bahkan lebih banyak membicarakan Syekh Yassin ketimbang Khalid Meshal.

Ulama Lebanon itu tidak senang. Karena mengapa harus memuji seorang ulama ahlusunah dan menyebutnya syahid. Malam itu ketika tidur ia bermimpi ditemui Imam Mahdi af. dan mencela sikapnya dan berkata, “Apa yang diperbuat si fulan (Sayid Hassan Nasrallah) sangat baik dan kami rela dengan sikap tersebut.” Setelah itu ulama syiah ini mendatangi saya dan meminta maaf. Ia berkata, “Imam Mahdi af. mencela sikap saya.” Coba perhatikan di kota Beirut bagaimana Arab Saudi mengeluarkan dana yang tidak sedikit, namun kami berhasil menguasai ibu kota Lebanon. Saat Lebanon diinvasi, semua mendukung kami, bahkan tokoh-tokoh ahlusunah yang fanatik seperti Ali Bilhaj Al-Jazairi dan lainnya membela kami. Ini semua akibat dari semangat melawan rezim Zionis “Israel”.

Bagaimana Anda menilai posisi tokoh-tokoh syiah di kawasan?

Media-media syiah di Mesir sangat lemah dan tahun lalu banyak yang melakukan propaganda negatif terhadap saya dan Ahmadinejad. Dalam jajak pendapat tokoh dunia Arab dan Islam yang paling populer, mereka menyiapkan senarai panjang dari tokoh-tokoh dunia Arab seperti Bashar Assad, Abdullah bin Abdul Aziz, Hosni Mubarak, Mahmoud Abbas dan Muammar Qaddafi. Nama Ayatullah Khamenei tidak diboikot.

Hasil jajak pendapat tersebut menjadikan nama Sayid Hassan Nasrallah, Mahmoud Ahmadinejad dan Khalid Meshal berturut-turut sebagai tokoh dunia Arab dan Islam yang paling populer. Begitu juga sebuah lembaga Amerika di Palestina melakukan jajak pendapat di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza mengenai siapa tokoh yang dipercaya dan setiap responden diberi kesempatan menulis lebih dari satu nama. Kembali lagi dalam jajak pendapat ini telah disiapkan daftar panjang tokoh-tokoh Arab. Di Tepi Barat Sungai Jordan tempatnya Mahmoud Abbas dan ia yang berkuasa penuh membantu sepenuhnya Abdullah bin Abdul Aziz dari sisi finansial. Tokoh ini sangat membenci Hizbullah dan menyerang Sekjen Hizbullah. Ternyata hasil polling juga menempatkan Sayyid Hassan Nasrallah di urutan pertama dengan 82 persen, Bashar Assad di urutan kedua dengan 67 persen dan urutan ketiga adalah Abdullah Bin Abdul Aziz.

Penerjemah: © Saleh Lapadi

Baca Selengkapnya: Sayid Hasan Nasrullah: “Siapa Mengenal Ayatullah Khamenei Tidak Pernah Khawatir”

Last modified: June 20, 2010

2 thoughts on “Palestina, Faktor Pemersatu Ahlusunah dan Syiah

  1. sudah sa’at umat islam bersatu. Jgn mandang dari madzhab apa agar tidak terjadi konflik sesama muslim. Musuh yg nyata israel & amerika jg orang islam yg bersekutu dgn mereka dialah termasuk orang yg fasik.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s