Resep Meraih Kebahagiaan Hidup

Oleh: Ayatullah Muhammad Khamenei

Pertama, saya ucapkan selamat kepada seluruh kaum mukmin dan mukminat dalam memperingati hari kelahiran Imam Hasan Al-Askari as. Kedua, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian khususnya yang datang dari tempat jauh, seperti saya yang juga datang dari tempat jauh, di tempat ini.

Majelis semacam ini adalah perkumpulan yang insya Allah penuh dengan keberkahan Ilahi di mana kita memperingati kelahiran salah seorang pribadi suci, keluarga Rasulullah saw. Kita tahu salah satu filosofi memperingati hari mulia pribadi suci itu; pertama adalah bertemu atau berkumpulnya kita [silaturahmi] dan yang kedua pasti banyak hal yang dapat kita raih dari majelis semacam ini.

Di dalam banyak riwayat dan hadis Rasulullah saw. yang kemudian ditafsirkan oleh para imam Ahlulbait as., “Ahlulbait adalah bahtera keselamatan (safinatun najah).” Bagi orang-orang beriman tentu paham bahwa maksud daripada bahtera bukanlah perahu fisik, tetapi perahu yang bermakna atmosfir, kondisi, atau keadaan bersama Ahlulbait sehingga berada dalam keselamatan. Mereka akan menjaga dirinya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang akan menyesatkan, tapi selalu bersama Islam dan Ahlulbait. Alhamdulillah kita saksikan di banyak negeri, Islam dan Ahlulbait yang tak terpisahkan, dapat menyelamatkan umat manusia dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Manusia sepanjang sejarah—sejak dari Nabi Adam as. hingga manusia terakhir yang akan hidup di muka bumi ini—memiliki kesamaan yaitu meyakini bahwa, pertama adalah Allah Swt. yang akan membimbing kita dan setiap bimbingan dan hidayah berasal dari Allah Swt. dan yang kedua adalah kita semua memiliki musuh bersama, yaitu iblis yang selalu mengarahkan kita pada kesesatan dan menjauhkan kita dari Allah Swt.

Tetapi karena Allah Swt. adalah Tuhan yang Maha Pemberi Karunia dan Maha Menyelamatkan manusia, Allah Swt. kemudian mengutus para nabi, sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad saw., dan kemudian dilanjutkan oleh para imam Ahlulbait. Para nabi tadi memiliki tugas untuk menjelaskan kepada manusia jalan yang benar dan lurus, sehingga manusia berada dalam keselamatan dan jauh dari kesesatan.

Dari mukadimah yang telah saya sampaikan, maka kita harus tahu bahwa Islam bukanlah sekedar keyakinan semata. Seorang muslim tidak cukup hanya memiliki keimanan dan keyakinan. Namun pada saat yang sama, mereka harus sadar dan waspada karena diintai oleh musuh-musuh untuk menjauhkan dari hidayah dan bimbingan Allah Swt. Dalam sebuah hadis dikatakan “al-mu’min qayyis”, seorang mukmin itu cerdas. Mukmin adalah seseorang yang selalu waspada karena ia punya musuh. Ia selalu mawas diri dan mengenal jalan yang benar, mengikuti dan tidak mau lagi diajak menjauh dari jalan yang benar sehingga dapat meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Dunia saat ini adalah tempat di mana manusia seharusnya memilih salah satu dari dua hal; yaitu menjaga diri mereka agar tetap berada dalam keselamatan dengan mengikut ajaran agama—dan tentu yang terbaik adalah agama Islam sebagai agama penutup dari Allah, atau memilih untuk tidak mengikuti agama manapun. Seorang mukmin yang memiliki agama haruslah menjaga dirinya dan agamanya untuk selalu tetap berada dalam keselamatan dan memanfaatkan karunia Allah dengan diutusnya para nabi dan imam.

Resep kedua yang diajarkan, setelah kita mengikuti agama Islam dan melanjutkan dengan ajaran Ahlulbait untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan, kita diperintahkan untuk selalu berada dalam persatuan dan persaudaraan di tengah kaum muslimin. Kenapa? Karena kita diharapkan berada dalam satu saf yang kuat untuk melawan iblis dan setan-setan besar maupun kecil. Mereka yang tidak menginginkan adanya keselamatan dan kebahagiaan manusia adalah pihak yang tidak berhubungan dengan agama atau mazhab tertentu. Mereka hanya ingin melakukan perbuatan yang menyebabkan kekeruhan dan perpecahan di tengah umat manusia, khususnya di tengah kaum muslimin.

Mungkin dengan cara [menonjolkan perbedaan] mazhab, bangsa, atau bahasa, mereka memisahkan satu sama lain. Padahal dalam ajaran Islam, adalah sebuah fondasi bahwa seluruh kaum muslimin adalah bersaudara. Satu sama lain bukanlah orang lain tapi sebuah keluarga besar. Setiap orang yang datang, walaupun dari negeri lain dan berbahasa berbeda, bukanlah tamu tapi datang ke rumah sendiri. Karena itulah kita harus mawas diri dari pihak tertentu yang ingin memperuncing peperpecahan di kalangan kaum muslimin, di antaranya adalah dengan merusak makam suci Imam Hasan Al-Askari as. padahal kita tahu mereka (Ahlussunah dan Syiah) tidaklah bermusuhan tapi pihak tertentu yang ingin ada permusuhan di antara kaum muslimin.

Poin ketiga yang harus menjadi renungan kita bersama adalah bahwa Islam, Rasulullah dan Ahlulbaitnya, adalah teladan bagi kita. Islam bukanlah agama yang hanya berisikan ajaran [ritual] semata tetapi juga metode untuk mendidik para penganutnya menjadi manusia sempurna. Semua itu dicontohkan dan diteladankan oleh para pribadi suci seperti Rasulullah dan Ahlulbaitnya.

Rasulullah bukan hanya pengajar semata tapi juga pendidik akhlak; bahkan beliau adalah akhlak yang berjalan. Karena itulah Imam Ja’far Ash-Shadiq as. dalam sebuah sabdanya mengatakan, “Jadilah kalian, wahai pencinta kami Ahlulbait, sebagai pribadi yang menjadi teladan di tengah masyarakat; menjadi penghias dan pengharum nama kami, dan janganlah kalian melakukan perbuatan yang mencoreng nama baik kami. Berlakulah di tengah masyarakat, baik jual-beli maupun lainnya, dengan baik sehingga orang akan mengatakan ‘Beginilah apa yang diajarkan oleh Rasulullah dan pengikut Ahlulbait’.” Antara hubungan kita sesama manusia, baik di dalam keluarga maupun masyarakat, semua haruslah menjadikan Rasulullah dan Ahlulbait sebagai teladan. Sehingga kita tidak hanya mengklaim dengan lidah sebagai pengikut dan pecinta mereka, tapi benar dan mampu membumikan akhlak mereka di tengah-tengah masyarakat.

Seperti diketahui bersama pada malam ini kita memperingati hari kelahiran Imam Hasan Al-Askari as. Sebuah hari yang tentu penuh dengan keberkahan, karena setiap kelahiran seorang nabi dan imam, maka itu sebuah peristiwa yang luar biasa. Selain keberkahan itu, Imam Hasan memiliki nilai tambah karena beliau merupakan sebab kelahiran Imam Mahdi yang menjadi imam terakhir Ahlulbait.

Mengapa kita meyakini bahwa kelahiran Imam Askari yang menjadi awal lahirnya Imam Mahdi afs. adalah memiliki kelebihan berkah daripada yang lain? Karena dengan lahirnya Imam Mahdi yang nanti akan muncul di akhir zaman—dan kita tidak tahu kapan—janji Allah Swt. akan terealisasi; bahwa tujuan penciptaan manusia dan seluruh makhluk serta diutusnya para nabi dan rasul akan terealisasi. Kita tahu sepanjang sejarah, para nabi bersusah payah melakukan dakwah dan misi risalah dengan menghadapi musuh-musuh agama, mereka selalu diakhir dengan berbagai hal-hal yang tidak menyenangkan. Ada sebagian dari mereka yang dibunuh; kalau tidak dibunuh maka ajaran mereka diselewengkan. Bayangkan juga dengan risalah besar yang dibawa Nabi Muhammad sejak 1.400 tahun yang lalu memiliki nasib yang sama dengan apa yang menimpa nabi sebelumnya. Semua itu akan terealisasi bahwa ajaran suci Rasulullah akan muncul kembali pada zaman kehadiran Imam Mahdi. Dari telaah sejarah dan filsafat kita tahu bahwa kemunculan Imam Mahdi pada akhir zaman akan menghadirkan sebuah sistem yang terbaik untuk manusia sehingga benar-benar meraih keselamatan dan kebahagiaan sebagaimana dijanjikan oleh Allah Swt.

Kita meyakini bahwa Imam Mahdi afs. walaupun belum muncul sampai nanti Allah mengizinkan beliau hadir di tengah masyarakat, tapi kita meyakini bahwa beliau hidup dan bersama kita hadir di majelis kita atau beliau memberikan perhatian pada majelis kita. Karena itulah kita selalu berdoa agar Allah Swt. menyegerakan kemunculan beliau dan menjadikan kita memiliki kesempatan menyaksikan cahaya suci beliau serta membantu melaksanakan risalahnya. Namun sebelum beliau hadir, kita harus yakin bahwa segala usaha yang telah dan akan kita lakukan tidaklah sia-sia. Semuanya memiliki nilai di sisi Allah sebagai salah satu mukadimah dan bangunan yang akan memberikan kesiapan atas hadirnya beliau di tengah-tengah masyarakat secara nyata. Karena itulah kita harus menjadikan diri kita benar-benar sebagai mereka yang memiliki saham (bagian) atas mempersiapkan kehadiran Imam Mahdi, baik untuk dirinya atau menyiapkan masyarakat, serta memberikan bantuan setiap apa yang terjadi bagi kaum muslimin di mana saja mereka berada. Selain itu kita juga harus sadar bahwa kita hidup bersama imam. Setiap perilaku kita, selain disaksikan Allah, juga disaksikan oleh imam. Karena itu kita harus mawas diri pada setiap apa yang kita lakukan, baik dalam hal ibadah maupun kehidupan masyarakat, semuanya sadar bahwa kita selalu dipantau Imam Mahdi. Mudah-mudahan Allah Swt. memanjangkan umur kita dan memberikan kesempatan bagi kita untuk bersama beliau secara hadir dan menyaksikan wajah suci beliau.

Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan kebahagiaan saya, ketika bertemu ikhwan dan akhwat sekalian. Ini merupakan hal yang biasa yang saya saksikan di berbagai negara ketika bertemu ikhwan dan akhwat yang penuh dengan cahaya iman, sehingga hilanglah semua kepenatan dan apa yang menimpa saya dari perjalanan jauh. Dengan silaturahmi dan tatap muka ini, saya bangga dan senang. Sebagai muslim dan bertemu saudara yang lain maka hilanglah keletihan dan kepenatan saya. Wassalamulaikum.

Penerjemah: Ust. Abdullah Beik

Pentranskripsi: Ali Reza Aljufri © 2010

Catatan: Ceramah disampaikan pada peringatan kelahiran Imam Hasan Al-Askari di Islamic Cultural Center, Jakarta, pada tanggal 26 Maret 2010.

2 thoughts on “Resep Meraih Kebahagiaan Hidup

  1. wah menarik … gw pernah denger jup cerita pas dajal muncul imam mahdi muncul abis itu ya’jun dan ma’jud … baru matahari terbit di barat.. ada datanya ngga ya kalo masalah itu .. atau lo pernah denger juga?

    • Banyak versi riwayat tanda-tanda kedatangannya. Di Google banyak, mulai dari yg diragukan sampe yang diyakini. Buku-bukunya juga banyak, yg paling heboh ya yang (katanya) Oktober 2015 kemunculannya (meski tidak ada yg tahu kecuali Allah)

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s