“The Infidel”, Muslim jadi Yahudi

Kalau tadi siang ada yang sempat nonton berita, akan ada sebuah film baru ber-genre tidak lazim (komedi-religius) yang akan premier di Inggris tanggal 9 April 2010. Judulnya “The Infidel”. Dari judulnya saja—yang secara kasar bisa diartikan murtad—sudah berpotensi jadi kontroversi, apalagi kalau tahu ceritanya.

The Infidel bercerita tentang seorang muslim bernama Mahmud Nasir (diperankan oleh Omid Djalili) dan seorang supir taksi Yahudi bernama Lenny. Keduanya cukup rasis soal budaya masing-masing. Tapi kemudian Mahmud mengetahui bahwa ia dilahirkan sebagai seorang Yahudi dengan nama Solly Shimshillewitz (namun diadopsi oleh seorang muslim) dan ia meminta Lenny untuk mencari tahu tentang agamanya.

Ternyata film ini semi-kisah nyata sang produser, David Baddiel, yang mengalami kebingungan epic ethnic. Waktu sekolah, orang mengira dia berasal dari Pakistan; ia diperlakukan secara rasis karena menjadi Pakistan dan juga Yahudi. Ketika ia muncul di televisi, ia mendapat surat penggemar dari India yang mengatakan bahwa dia komedian India terbaik. Semakin bingung kan?

Baddiel sejak awal tahu dan yakin bahwa banyak orang yang akan marah dengan film ini, tapi dia tidak khawatir dengan serangan itu: ia telah menunjukkan film ini kepada muslim yang taat dan sejauh ini masih positif.

Tapi juga ada beberapa adegan yang membuat orang Yahudi marah—misalnya ketika Mahmud menyamar dan pergi ke acara bar mitzvah [semacam baptisnya Yahudi] dan dua orang janda mengajukan petisi mendukung Israel. Film ini telah dijual ke 62 negara dan Israel satu-satunya yang tidak mengambil!

David Baddiel juga mengatakan, “Bukan tugas saya untuk mempromosikan dialog dan toleransi antarkeyakinan, tapi saya berpikir bahwa film ini datang dari rasa cinta, kehangatan dan kasih sayang; dan tertawa [karena ini film komedi] adalah cara yang baik untuk meredakan ketegangan status di masyarakat multikultural.”

Kemungkinan besar film ini (berpotensi) mengundang reaksi. Film 2012 yang tidak terlalu menyinggung agama Islam saja sudah memunculkan fatwa haram menontonnya. Tapi namanya juga Indonesia, kalaupun film ini dilarang beredar, pasti tetap bisa dan mudah ditemukan. Saya sendiri meski belum menonton, tetap merekomendasikan; karena pasti bisa dicari pelajaran bijaknya.

Sumber: guardian.co.uk

Catatan: Situs resmi The Infidel. Situs resmi Omid Djalili. Situs resmi David Baddiel.

Aljazeera pernah menampilkan review-nya bersamaan dengan review film tentang Islamic punk, The Taqwacores.

11 thoughts on ““The Infidel”, Muslim jadi Yahudi

  1. kalo di indonesia mirip ayat” cinta yah…(kristen jadi islam)

    infidel adalah film yg harus ditonton

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s