Jabat Tangan Setelah Salat

Saya pernah menulis tentang hal ini pada tahun 2008 yang lalu, tapi kembali memperbaruinya setelah membaca koran Republika beberapa hari yang lalu. Di kolom suarapublika, seorang warga Lenteng Agung menuliskan pengalamannya ditolak salaman setelah salat. Setelah membaca pengalaman bapak itu, yang segera terlintas dipikiran saya: Wahabi. Berikut pengalaman orang tersebut:

Pada Jumat, 11 Juni 2010, saya salat Jumat di Masjid At-Tin. Seperti biasa, setelah azan pertama, saya melakukan salat qabliah Jumat, lalu setelah itu saya bersalaman dengan orang yang duduk di sebelah kanan dan kiri saya. Setelah selesai salat Jumat berjemaah, saya kembali bersalaman dengan orang yang duduk di kanan dan kiri saya, tapi dengan hati setengah kaget dan kecewa saya ditolak bersalaman dengan orang yang sama yang duduk di sebelah kiri saya. Saya berpikir apakah ada doktrin yang melarang bersalaman untuk kedua kalinya dengan orang yang sama terhadap pengikut jemaah tertentu?

Apakah karena saya sudah bersalaman sesudah salat qabliah sehingga yang kedua ditolak? Adakah hadis yang melarang berjabatan tangan kedua dengan orang yang sama pada salat Jumat? Setahu saya, Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk saling berjabat tangan. Mohon jawaban dari siapa saja yang tahu tentang hal tersebut.

Ini bukan jawaban dari pertanyaan bapak di atas, tapi sekedar opini. Saya, alhamdulillah, belum pernah ditolak saat salaman setelah zikir/doa. Tapi direspon dengan salaman gaya terpaksa atau sambil buang muka, pernah. (Tidak salaman biasanya setelah salat, tanpa zikir, orang di sebelah saya langsung pergi melihat saya tidak sedekap).

Seluruh umat muslim sepakat bahwa mengucapkan salam dan berjabat tangan adalah perilaku yang memiliki nilai keutamaan. “Bahwa dua orang yang bertemu dan bersalaman akan diampuni dosa mereka sebelum berpisah.” (HR. Ibnu Majah). Dalam riwayat ahlulbait, misalnya dari Bihâr al-Anwâr, Rasulullah saw. bersabda, “Bersalamanlah, karena bersalaman itu akan menghilangkan kebencian.”

Keutamaan bersalaman ini segera hilang jika dilakukan setelah salat, menurut ulama Wahabi. Salah satu dalil yang digunakan adalah hadis riwayat Muslim, “Barang siapa yang melakukan pekerjaan (amal) yang tidak ada perintahnya dari kami, maka tertolak.” Jadi, karena nabi atau salaf saleh tidak mencontohkan, pokoknya bidah. Saya pernah membaca buku mengenai “sekian ratus kesalahan dalam salat”. Menurut pengikut Wahabi—yang sekarang mencatut nama salafi, termasuk bidah dalam salat antara lain: mengusap muka setelah salat, doa setelah salat dipimpin imam, zikir dengan (alat) tasbih, mengangkat tangan ketika berdoa setelah salat fardu.

Fatwa Syekh Abdulaziz bin Baz

Tanya
Bagaimana hukum bersalaman setelah salat, dan apakah ada perbedaan antara salat fardu dan salat sunah ?

Jawab
Pada dasarnya disyariatkan bersalaman ketika berjumpanya sesama muslim… Disukai bersalaman ketika berjumpa di masjid atau di dalam barisan, jika keduanya belum bersalaman sebelum salat maka bersalaman setelahnya, hal ini sebagai pelaksanaan sunah yang agung itu disamping karena hal ini bisa menguatkan dan menghilangkan permusuhan.

Kemudian jika belum sempat bersalaman sebelum salat fardu, disyariatkan untuk bersalaman setelahnya, yaitu setelah zikir yang masyru’. Sedangkan yang dilakukan oleh sebagian orang, yaitu langsung bersalaman setelah salat fardu, tepat setelah salam kedua, saya tidak tahu dasarnya. Yang tampak malah itu makruh karena tidak adanya dalil, lagi pula yang disyariatkan bagi orang yang salat pada saat tersebut adalah langsung berzikir, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Nabi saw. setelah salat fardu.

Adapun salat sunah, maka disyariatkan bersalaman setelah salam jika sebelumnya belum sempat bersalaman, karena jika telah bersalaman sebelumnya maka itu sudah cukup. [Group assunnah]

Disadari atau tidak, gencarnya dakwah salafi beberapa tahun terakhir berdampak pada perubahan sebagian masyarakat. Semakin sering kita melihat orang-orang berpakaian a la Taliban atau Pakistan di jalan raya, semakin banyak pula perbuatan atau amalan yang dilabeli bidah. Wajar, karena mereka ingin “memurnikan” ajaran Rasulullah saw. Malah kalau bisa, persis seperti zaman itu.

Syekh Muhammad Jawad Mughniyah pernah berkata, “لكلّ بداية نهاية إلاّ الإفتراء على الشّيعة. Setiap awal tentu berakhir, kecuali fitnahan terhadap Syiah.” Benar saja, fitnah atau tuduhan sampai juga ke Syiah hatta dalam masalah jabat tangan setelah salat. Beberapa situs—yang kemudian di-copy-paste ke situs lain—menulis, “… bersalaman sesudah salat adalah tradisi kaum Syiah yang suka merubah-rubah ajaran Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [voa-islam.net]

Padahal salaman setelah salat dalam “budaya” mazhab Syiah jarang saya temui. Beberapa kali salat berjemaah dengan ikhwan Syiah (termasuk yang dari Iran) jarang sekali ada yang bersalaman. Tapi ketika berjemaah dengan ikhwan ahlusunah, khususnya yang tradisionil seperti warga NU, hampir seringkali bersalaman. Imam Nawawi mengatakan bahwa salaman setelah salat adalah bidah mubahah (boleh dilakukan boleh tidak) [dnuxminds]. Di Forum Diskusi Nahdlatul Ulama, sempat terjadi dialog ketika seorang salafi memulai pembahasan jabat tangan seusai salat. Ada yang menulis, “Apakah nabi mengajarkan kalau ada orang ngajak salaman setelah salat maka biarkan saja/enggak usah tanggapi salamannya?”

Fatwa Ayatullah Ali Khamenei

Tanya
Apa pendapat (fatwa) Yang Mulia tentang perbuatan saling berjabat tangan antara mushalli seusai salat? Perlu disebutkan bahwa sebagian ulama agung mengatakan, bahwa karena tidak ada keterangan riwayat dari para imam suci ahlulbait as. yang menyebutkan masalah ini, maka tidak ada alasan untuk melakukannya. Namun, kami mengetahui bahwa saling menjabat tangan akan semakin memperat tali persahabatan dan cinta antarsesama jemaah salat?

Jawab
Saling menjabat tangan setelah salam (bagian akhir salat) tidaklah terhalang. Secara umum, menjabat tangan seorang mukmin adalah sesuatu yang dianjurkan (mustahab).

Catatan: Lagi dan lagi. Tulisan ini bukan bertujuan membesarkan masalah kecil, bukan juga memperkeruh, apalagi menciptakan perpecahan. Saling mengenal bisa menghilangkan prasangka. Wallahualam.

22 thoughts on “Jabat Tangan Setelah Salat

  1. yg jadi pangkal masalah adalah sabda rosul (?)“Barang siapa yang melakukan pekerjaan (amal) yang tidak ada perintahnya dari kami, maka tertolak.”
    yg seakan dari arti tersebut tdk ada tempat lagi untuk ijtihad / inovasi dlm islam.

    • “It’s only Muslims who use the term ‘innovation’ to mean something bad.” (The West-Coast Punk, The Taqwacores)

  2. Alhamdulillah , banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari blog anda ini
    Mohon teruskan memposting lebih banyak khasanah Ahlul bayt agar saudara
    muslim yang lain bisa lebih mengenal dan mencintai ISLAM dari Baginda Nabi

  3. Beberapa hari yang lalu saya mendengarka pembahasan tentang ‘salaman setelah shalat’.
    Memang Rasulullah tidak memberikan contoh tentang bersalaman setelah melakukan shalat, karena memang hal itu bukan termasuk rukun atau syarat dalam/setelah shalat. Namun jika memang ada yang mengajak bersalaman, hendaklah menerimanya dengan tulus. Sebagaimana yang anda sampaikan dalam beberapa hadist di atas.🙂

    Agar tidak terjadi bid’ah atau apapun, kita anggap saja itu sebagai sunnah ketika bertemu dengan sesama muslim.

    • Sepakat enggak kalau urutannya setelah salat kemudian doa/zikir baru salaman? (Atau urutan ini perlu hadis lagi?)

    • eehh…. ada asri ns…

      kok kita anggap saja sunnah? sunnah itu kan ucapan dan perbuatan Rasul SAW. sedangkan diatas bukan sunnah, mana bisa kita menjadi-jadikan suatu perkara itu sunnah Rasul SAW

    • bersalaman sesama muslim adalah sunnah rosul. jd bukan bagian dari sholat itu sendiri.saya rasa tdk ada salahnya meladeni org yg ngajak salaman.daripada membuat org kecewa atau berprsangka buruk justru bikin dosa baru.lupakan saja itu dilakukan setelah sholat.

  4. Orang yang ribut dan tidak mau salaman orang kurang kerjaan saja. Itu muamalah atau ibadah? Kalau salat ditambah-tambah jelas tidak boleh choi

  5. Tidak ada bidah dalam soal itu. Hanya orang sok pangamal sunnah saja. Habis solat nyanyi aja boleh

  6. Awalnya dulu aku menganggap orang yg ga mau salaman setelah salat adl sombong. tapi setelah menyadari bahwa tidak ada tuntunannya dlm Islam, aku dpt hikmahnya bhw jangan pernah menjudge sesorang mnrt pikiran kamu bilamana kamu belum tahu ilmunya.

    Sedangkan larangan lantunan ayat suci Alquran menjelang azan salat Jumat di masjid jelas dalilnya, selain mengganggu orang yg salat sunnat. Sedangkan bidah, maksudnya segala sesuatu diluar tuntunan nabi SAW yg menyangkut ibadah saja, bukan termasuk hal-hal duniawi, dan inovasi sendiri sangat direkomendasikan dlm Islam terutama untuk IPTEK, bukan untuk ibadah. Karena kalau inovasi diterapkan dlm ibadah, akan merusak ajaran Islam itu sendiri.

  7. Berjabat tangan setelah sholat adalah tradisi mulsim Indomesia, bukan suatu yang di wajibkan. Tapi juga bukan suatu yang di larang dengan larangan keras, Jika dalam berjabat tangan setelah sholat fardlu terdapat kebaikan didalamnya maka saat berjabat tangan tersebut tidak mengapa

  8. Berjabat tangan setelah sholat adalah tradisi muslim Indomesia, bukan suatu yang di wajibkan. Tapi juga bukan suatu yang di larang dengan larangan keras, Jika dalam berjabat tangan setelah sholat fardlu terdapat kebaikan didalamnya maka saat berjabat tangan tersebut tidak mengapa

  9. wah gawat…kalau yg dimaksud “ada contoh nabi” itu seperti pemahaman orang wahabi…selama ini aku berhubungan suami istri (ame bini gue dongg) jadinye bid’ah terus, abis…teknik gerakan yg aku lakukan gak dicontoin ame Nabi. aku cari teknik-teknik berhubungan intim yg dicontoin nabi kagak pernah nemu…aku nyari kan pingin hubungan laki-bini gue jadi ibadah yang sempurna sesuai contoh nabi….nah gimana tuh…tolong siapa yang tau jawabannya……sori bros kalau nyimpang …. ogut sekedar nyari permisalan aja…trims.

  10. contoh nabi dlm berhubungan ane blm tau mas.
    tapi kalau dalam green book ada, cara sigheh dg anak laki maupun anak perempuan. gini lo mas UHE…(maaf kalau jorok,tapi ini ucapan ulama lho)
    Kedua kaki si anak ditekan lalu masukkan penis di antara kedua paha anak laki-laki
    atau anak perempuan dan menciumnya.

    ada juga yg (MAAF) anal mas UHE…(udah nyobain?)
    “Jika seorang istri membatalkan pernikahannya karena suaminya tidak mampu
    melakukan hubungan seksual dengannya baik secara vaginal maupun anal, suaminya
    harus mebayar padanya sejumlah uang sebagai ganti kerugian sebanyak separuh dari
    Mehryehnya [harganya] seperti yang tertera dalam kontrak pernikahan. Jika suami atau
    istri membatalkan pernikahan oleh karena salah satu alasan yang disebutkan di atas, si
    pria tidak berhutang apapun kepada istrinya jika mereka telah melakukan
    persetubuhan; jika mereka tidak melakukannya, ia harus membayar penuh mas mahar
    istrinya”.

    ini fatwa imam lho bkn porn.?????…SORY

  11. mas BOY .. ane gak ngerti tu yang alinia pertama … maksudnye ape “sigheh dgn anak laki ato prempuan, dst….

    kalo yg alinea selanjutnya ane paham….

    intinya maksud ane, ane lg nyoalin pendapatnye kaum wahabi nyang dikit-dikit hrs ada conto dari nabi…. menurut ane, yang penting kan ada aturannya baik itu dari nabi atopun dari fatwa ulama….tidak melulu harus ada contoh dari nabi dan kalo kagak ada contoh jatohnye bid’ah….ya itu kayak dalam kasus salaman …. ada aturan kan belon tentu ada contoh….emang nabi pernah nyontoin caranya solat orang bongkok yg kagak bisa tegakin badannya . . . emang nabi pernah nyontoin gaya-gaya hubungan laki-bini . . . emang nabi pernah nyontoin cara cebok ato kencing yg bener . . . kan kagak pernah….yg ane tau nabi (untuk hal yg kagak ada contohnya) cuman berbicara tentang aturan ato etikanya saja…gak pernah nyontoin dengan cara melakukannya (dalam hal tertentu lho). . . .

    thanks to mas BOY atas infonye…… selamat berpuase…

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s