Masalah Palestina, Siapa yang Paling Jahat?

Semalam saya membaca kata-kata kutipan dari Elie Wiesel di Twitter. Konon, dia adalah salah seorang korban holocaust Yahudi. Dia mengatakan bahwa apa yang paling menyakitkan bagi korban bukanlah kekejaman penindas, tapi diamnya orang yang berada di sampingnya. Saya langsung ingat dengan Palestina, Mesir dan note milik Sayid Abuthalib Al Muhdar. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, khalifah bertanya kepada gubernur Mesir kala itu, Amru bin Ash. “Kaifa Mashr yâ ‘Amr?”

Amru bin Ash, sebelum masuk Islam, pernah menjadi utusan kaum kafir Quraisy untuk menghasut para sahabat Nabi saw. yang berhijrah ke negeri Ethiopia. Setelah masuk Islam, dalam peristiwa tahkim, ia memainkan peran penting dalam menjatuhkan Ali dan menaikkan Muawiyah sebagai khalifah dengan cara menaruh Quran diujung tombak. Makam dan masjidnya kini berada di Mesir.

Pertanyaan khalifah dijawab oleh Amru dengan jawaban yang selalu diingat sepanjang sejarah tentang orang Mesir. “Ardhuhâ dzahab, nisâuhâ lu’ab, wa rijâluhâ ‘abîdun liman ghalab….” Negaranya emas [subur karena berada di kedua sisi dari sungai Nil], wanita-wanitanya mainan, dan lelakinya hanya tunduk pada yang menang [tidak ada yang punya loyalitas].

Masih ingatkah kita pada sindiran yang dibuat tentang kezaliman orang-orang Arab yang hanya berdiam diri ketika Zionis Israel membantai orang-orang Palestina di Gaza? Di bawah ini ceritanya:

Tiga lelaki sedang bertanding untuk menentukan siapakah orang paling jahat di muka bumi. Lelaki pertama menyerang seorang wanita sampai giginya patah, hidung dan kupingnya berdarah, dan masih saja dipukuli sampai wanita tersebut pingsan. Lalu, dia berkata pada yang lain, “Akulah manusia paling jahat!”

Kemudian, pria kedua maju dan memperkosa wanita yang pingsan tadi dan terus menyiksanya sampai dia hampir mati. Lalu dia berkata, “Tidak ada yang lebih jahat daripada aku!”

Pria ketiga, yang dari tadi diam, maju ke depan, dan dengan dingin tersenyum dan berkata, “Akulah yang paling jahat, karena aku hanya duduk dan menonton, sedangkan wanita ini adalah saudaraku!!”

Wanita itu adalah Palestina. Lelaki pertama adalah Israel. Lelaki kedua adalah Amerika dan Barat. Lelaki ketiga adalah dunia Arab dan Islam yang duduk diam dan menonton. Lebih buruk lagi ada sebagian masyarakat dari dunia Islam yang mendukung Israel!

Ehud Olmert dan Husni Mubarak

Sekarang ini Zionis Israel sedang merampas tanah orang Palestina untuk membangun “Buffer Zone” dan sudah sekian puluh [bahkan ribu] pemuda dan warga sipil Gaza yang mati tertembak atau terbunuh secara sadis. Makin sempurnalah keterisoliran orang-orang Gaza dari dunia luar. Satu-satunya jalan adalah melewati terowongan yang mereka bangun menembus ke wilayah Mesir. Apakah Mesir menerima mereka (orang-orang) Gaza ini sebagai saudara sesama bangsa Arab? Apakah mereka di terima secara baik-baik untuk mendapat bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan?

Setelah Mesir, marilah kita berdiri di depan kaca; kita, Anda dan saya, sebagai umat muslim. Ya, kita tentu bisa dan wajib berdoa. Tapi pada saat yang sama kita terpancing oleh musuh Islam untuk terus saling “berbantah-bantahan” sesama umat muslim. Kita melupakan Palestina dan terlalu asyik saling klaim kebenaran antar-mazhab. Kita melawan mazhab A dan menuduhnya melakukan bidah dan sesat, sementara Palestina sedang melawan musuh yang jelas.

Kita masih juga sentimen dengan mazhab lain dan menganggap pembelaan terhadap Palestina hanyalah omong kosong. Kita kritik orang-orang yang demo di depan kedutaan Mesir dan Amerika dan menganggapnya sebagai sia-sia, sedangkan kita menonton televisi di sofa yang empuk. Kita juga teriakkan anti-Israel tapi masih menikmati konsumsi McDonald’s, Coca-Cola, Starbucks dan tidak berusaha mengurangi konsumsi produk yang jelas mendukung Israel.

Saya menggunakan kata “kita” karena memang Anda dan saya masih terus memperbaiki diri; kita adalah satu kesatuan umat yang Rasulullah saw. telah peringatkan, “Wa man lam yahtamma bi amril muslimîna, fa laisa minhum. Barang siapa yang tidak ikut memperhatikan permasalahan kaum muslimin maka dia bukan dari golongan itu (muslimin).”

“In the end, we will remember not the words of our enemies, but the silence of our friends.” ~ Martin Luther King, Jr.

Catatan: Thanks to Sayid Abuthalib Al Muhdar for his great note.

Artikel Terkait:

11 thoughts on “Masalah Palestina, Siapa yang Paling Jahat?

  1. Tulisan yang menarik. Saya baru menyadari bahwa membiarkan saudara dizalimi oleh orang lain adalah bentuk kejahatan lain yang justru lebih jahat.

  2. Aku juga menyesalkan perbedaan pandangan masalah mazhab dinegeri ini. Dari jejaring sosial FB sampai situs Islam sebesar Eramuslim, masih saja mencoba memperuncing masalah ini, Sampai dalam penyebutan RII saja menjadi Republik Syiah Iran.

    Ya Allah, bagaimana hal ini bisa terjadi pada Saudara kita yang berilmu pengetahuan dan memakai sorban?

    • Persatuan bisa tercipta dengan memandang hal yg imateri, semisal iman dalam hati, bukan dengki, apalagi aksesoris yang cenderung dapat menipu. Terima kasih.

  3. jangankan sepeti itu
    TKI bngsa indonesia juga korban kebiadaban ngeri ARAB,mreka semua mmg jahat, padahal dia tau sndiri klw itu adalh saudarnya moeslim,memang pd umumnya bngsaa yg beragama islam mank jahat, bukti nya korban TKi kita semua nya rata2 di negeri islam kan

    • Komentar-komentar lainnya yg enggak bermutu karena latar pendidikan Anda yg rendah dan menunjukkan kehidupan Anda yg tidak damai, saya hapus ya😆

  4. yup benar, kita sibuk mikirin mazab sapa yg benar, syiah dia nggap sesat oleh orng2 yg tdk suka dgn itu. tetapi justru kenyataannya, syiah lah yg berjuang untuk menentang israel secara fisik. hamas n hizbullah ini slh satu contohnya. trus yg bikin saya bingung, negara2 arab bahkan kita sendiri bnyk yg mencurigai syiah. trus yg bikin saya kagum dgn iran, syiah tdk menindas minoritas seperti yg di fitnahkan oleh orng2 yg g bertanggung jawab. iran menyadari, mau apapun agamanya, mrk ttp bangsa persia. itu yg tdk di miliki dunia arab

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s