Memuji Ayatullah, Editor CNN Dipecat

Kebebasan pers atau pandangan pribadi seorang jurnalis kita teriakkan di Indonesia (semakin santer setelah kasus rekening gendut dengan celengan babi). Tapi di Amerika sana yang katanya menjunjung kebebasan dan demokrasi, tidak sepenuhnya berlaku. Editor senior CNN, Octavia Nasr, dikabarkan dipecat karena “menghormati” Ayatullah Fadhlullah.

Editor senior Timur Tengah ini dipecat setelah menulis dalam akun Twitter-nya bahwa dia “menghormati” ulama Lebanon yang baru saja meninggal dan telah menginspirasi Hizbullah. Octavia meninggalkan stasiun TV Amerika itu karena kredibilitasnya “diragukan”. [BBC]

Ayatullah Fadhlullah, ulama muslim Syiah Lebanon, wafat dalam usia 74 tahun. Beliau dianggap sebagai pemimpin spiritual gerakan Hizbullah ketika dibentuk pada tahun 1982. Setelah mendengar wafatnya Ayatullah Fadhlullah, dia menulis dalam Twitter, “Sad to hear of the passing of Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah.. One of Hezbollah’s giants I respect a lot. #Lebanon”

Setelah saya cek akun Twitter-nya (@octavianasrCNN), ternyata sudah dihapus. Tapi Octavia memberikan tautan atas pernyataan penyesalannya. Dia mengatakan menyesal tentang tweet tersebut dan tidak menjelaskan secara detail mengapa ia “menghormati” Ayatullah Fadhlullah, yang dikenal selalu membela hak-hak wanita.

Dalam tulisannya di CNN, dia mengatakan (saya persingkat):

“Reaksi atas tweet saya sangat cepat, luar biasa dan memberikan pelajaran baik tentang kenapa 140 karakter seharusnya tidak digunakan untuk mengomentari isu-isu kontroversial dan sensitif, terutama berkaitan dengan Timur Tengah.

“Saya menggunakan kata ‘menghormati’ dan ‘sedih’ karena bagi saya sebagai wanita Timur Tengah, Fadhlullah mengambil pendirian yang terkesan berlawanan dan pelopor di antara ulama Syiah mengenai hak-hak wanita. Dia menyerukan penghapusan sistem suku ‘kehormatan membunuh’, yang disebutnya sebagai praktik primitif dan tidak produktif. Beliau memperingatkan pria muslim bahwa kekerasan terhadap wanita berarti melawan Islam.

“Saya bertemu Fadhlullah tahun 1990. Beliau mau mengambil risiko bertemu dengan jurnalis Kristen muda dari Lebanon Broadcasting Corporation. Fadhlullah sedang dipuncak kekuasaan. Ketika saya diantar masuk, saya diberi tahu bahwa beliau tidak akan memandang saya langsung…

“Wawancara berlangsung 45 menit, dan menanyakan tentang agenda Hizbullah bagi sebuah negara Islam di Lebanon. Dia mengatakan dengan terus terang bahwa itu adalah impian kelompoknya tapi akan ada ruang untuk agama lain… Beliau menantang saya untuk melakukan wawancara tanpa mengedit. Kami lakukan.

“Hal ini bukan berarti saya menghormatinya atas apa yang dia lakukan dan katakan. Jauh dari hal seperti itu.”

Kemudian Octavia Nasr menyebutkan bahwa Ayatullah Fadhlullah membenci pemerintahan Amerika Serikat dan Israel, memuji serangan yang membunuh warga Israel, dan menurut Sayid Fadhlullah jumlah korban Yahudi dalam peristiwa holocaust “meningkat” secara aneh. Tapi menurut Octavia, itu adalah komitmennya terhadap misi utama Hizbullah.

Octavia juga menyatakan bahwa Ayatullah Fadhlullah telah ditetapkan sebagai teroris oleh Departemen Keuangan AS. Pernyataan awalnya yang memuji, ditutup dengan rasa penyesalan. Ia mengatakan, “Sayyed Fadlallah. Revered across borders yet designated a terrorist. Not the kind of life to be commenting about in a brief tweet. It’s something I deeply regret.”

Artikel Terkait:

Iklan

7 Comments

    1. Hm.. iya sih, ana pernah nyoba juga. Tapi kalau emang “turut andil dalam konspirasi” seharusnya dihapus, bukan hidden.

Pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s