Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

Lama tidak berkunjung ke situs hakekat.com, saya mendapat kejutan dari salah satu artikelnya yang berjudul “Imam Maksum Shalat Sambil Mabok?” Dari judulnya, saya bisa pahami bahwa tujuannya adalah menjatuhkan derajat imam ahlulbait yang menurut mazhab Syiah adalah maksum. Menurut Syiah, para nabi sebagai pengemban risalah Allah Swt. dan para imam ahlulbait sebagai penjaganya haruslah terhindar dari kesalahan.

Hal ini berbeda dengan pendapat ahlusunah yang menganggap nabi dan imam ahlulbait tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Pendapat ini terkesan menjadi paradoks ketika seringkali situs hakekat.com membela mati-matian sahabat nabi yang seluruhnya adil dan nyaris tanpa cacat. Dikatakan bahwa mereka yang mencela sahabat bisa menjadi kafir. Tapi justru, situs hakekat.com terang-terangan mencela sahabat nabi.

Artikel dalam situs tersebut menyebutkan sebuah riwayat ketika Ali bin Abi Thalib (khalifah keempat ahlusunah, imam pertama Syiah) salat dalam keadaan mabuk dan ngawur dalam membaca Alquran (kata-kata “ngawur” berasal dari situs hakekat.com). Anehnya, hakekat.com menuliskan bahwa sumber riwayat tersebut berasal dari kitab ulama ahlusunah.

Salah satu riwayat yang dikutip berasal dari tafsir Ad-Dur Al-Mantsûr karya Jalaluddin As-Suyuthi [klik]:

عن علي بن أبي طالب قال‏:‏ صنع لنا عبد الرحمن بن عوف طعاما، فدعانا وسقانا من الخمر، فأخذت الخمر منا وحضرت الصلاة، فقدموني فقرأت‏:‏ قل يا أيها الكافرون لا أعبد ما تعبدون، ونحن نعبد ما تعبدون

Ali bin Abi Thalib berkata, “Abdurrahman bin Auf menghidangkan makanan untuk kami, kemudian memanggil kami dan menuangkan khamar, lalu aku mengambil khamar dan tibalah waktu salat. Aku membaca: Qul yâ ayyuhal kâfirûn, laa a’budu mâ ta’budûn, wa nahnu na’budu mâ ta’budun…

Kisah di atas kemudian menjadi latar belakang turunnya surah an-Nisa ayat 43 yang melarang mendekati salat dalam keadaan mabuk. Sebenarnya, penyebab satu ayat turun bisa berasal dari banyak hadis. Tapi hanya dari satu riwayat itu, hakekat.com berusaha menunjukkan bahwa Ali bin Abi Thalib tidaklah maksum tetapi malah salat dalam keadaan mabuk. Jadi, demi menjatuhkan mazhab Syiah, hakekat.com rela menjatuhkan sahabat Nabi saw. sekelas Ali bin Abi Thalib!

Situs hakekat.com menulis:

Secara tidak langsung, admin hakekat.com ingin mengatakan, “Kalau Syiah mengutip dari kitab suni untuk mendukung pendapatnya, lihat dong dalam kitab suni juga ada yang menjatuhkan pendapat kalian. Kenapa kalian tidak memandang riwayat kami…?” Padahal, ketika ada pengikut Syiah mengutip riwayat dari kitab ahlusunah, artinya itu adalah sebuah hujah bagi mazhab ahlusunah. Tapi kalau hakekat.com mengutip dari kitab ahlusunah mengenai sahabat yang minum khamar kemudian salat dalam keadaan mabuk, untuk menjatuhkan mazhab Syiah, itu artinya bumerang.

Betapapun riwayat tersebut yang berasal dari kitab ahlusunah yang tidak bisa digunakan dalam menilai Imam Ali as. bagi Syiah jika dibandingkan banyaknya hadis lain yang menjelaskan keutamaannya, bagaimana pendapat ikhwan ahlusunah melihat sahabat sekelas Ali bin Abi Thalib mabuk? Bukankah, baik suni maupun Syiah, meyakini Ali bin Abi Thalib bagian dari ahlulbait?

Kenapa hakekat.com tidak menggunakan riwayat lain dari Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, ath-Thabari, yang menyebutkan bahwa Abdurrahman bin Auf-lah yang sebenarnya mabuk saat salat dan ngawur membaca surah al-Kafirun?

Kalau mencela sahabat nabi bisa dikatakan kafir, bagaimana dengan admin hakekat.com yang menghina sahabat nabi saw. salat dalam keadaan mabuk dan ngawur dalam membaca Quran? Apa yang hendak dicapai situs hakekat.com dan sejenisnya bagi pengikut mazhab Syiah dan ahlusunah?

Catatan: Ada sebuah artikel lanjutan dari situs hakekat.com yang berupaya menjelaskan duduk-perkara Sayidina Ali yang mabuk saat salat. Salah satu bagian artikel itu berupaya menjelaskan mengenai ayat pengharaman khamar yang turun secara bertahap. Surah an-Nisa ayat 43 di atas termasuk tahap ketiga setelah ditahap kedua dalam surah al-Baqarah ayat 219 disebutkan:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”

Artinya, sahabat sudah bertanya dan tahu bahwa mengkonsumsi khamar itu dosa besar. Tapi menurut hakekat.com, meskipun para sahabat sudah bertanya tentang khamar dan Allah Swt. melalui nabi-Nya sudah menetapkan bahwa minum khamar dosa besar, masih ada sahabat sekelas Imam Ali yang mabuk saat salat! Logika hakekat.com adalah “sahabat (termasuk Imam Ali) mungkin tahu bahwa mengkonsumsi khamar dosa besar tapi tidak tahu hukum mengkonsumsi khamar saat salat”.

Inikah Ali bin Abi Thalib yang Ummulmukminin Aisyah katakan, “Ali adalah orang yang paling paham sunah nabi,” dan yang Abdullah bin Abbas katakan, “Perbandingan ilmuku dan ilmu para sahabat yang lain dengan ilmu Ali bin Abi Thalib bagaikan perbandingan setetes air dengan tujuh samudera lepas”? Inikah Ali bin Abi Thalib yang Khalifah Umar pernah berkata, “Kalau bukan karena Ali celakalah Umar”?

Tapi apa yang hakekat.com tulis:

Khalifah Umar berdoa dan turun wahyu! Inikah salah satu bentuk kebencian kepada Imam Ali yang merupakan anggota ahlulbait? Wallahualam.

Last modified: November 5, 2010

63 pemikiran pada “Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

  1. “Kalau Syiah mengutip dari kitab suni untuk mendukung pendapatnya, lihat dong dalam kitab suni juga ada yang menjatuhkan pendapat kalian. Kenapa kalian tidak memandang riwayat kami…?”

    tepat! menurutku emang ini permasalahan utama kenapa debat suni-syiah gak berhenti. Sudah sesat pikir dari awal sih.

  2. Salam..barusan liat linknya di hakekat.com ternyata moderator dan penulisnya yang mabok :p …kayanya saya pernah baca hadist itu tapi bukan untuk Imam Ali as tapi buat Yazid bin Muawiyah…

  3. pengetahuan yang kurang la yang menyebabkan sikap fanatisme mereka….saya rasa mereka yang demi menghina syiah tidak berpikir apa yang baru dihinanya ini sendiri…..memang berniat hanya untuk memperpecahbelah islam, semoga banyak kita kaum islam yang pintar sehingga tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan yang ditulisnya,

  4. maaf ya agak keluar dari topik, tapi di bandingkan kita saling mehujat sesama muslim, nie ada situs kristen, kayaknya disitu lebih baik kita memperjuangakan Islam kita dari ketidaktahuan mereka.
    (some text removed by ejajufri)

  5. bgm antum memahami tulisan hakekat.com ?…. he he he maksudnya ulama pemuja abu lulu’ah anutan antum menggunakan metodelogi dalam menilai sahabat Rasul, namun bila untuk Imam Ali mereka tdk mau menggunakan metodelogi tsb…aneh gak sih ?..,BACA LAGI YDG BAIK YA MAS nambah ilmu he he he

  6. akidah mmg hrs didukung dasar sejarah yg valid…makanya Imam Ali dan ahlul bait sangat dimuliakan di dlm kitab2 sunni sangat buanyak dimuat pujian pujian atas Ahlul Bait dimana mereka juga jadi idola ana., kalo dulu antum pernah sunni tentu antum tau sendiri…bahwa tdk pernah sunni mencela Ahlul bait. bahkan banyak mesjid suni bila jumatan mendoakan Ahlul bait yg Mulia, namun ibnu saba, abu luluah dan ulama ulama pujaan antum meciptakan doa doa cacimaki yg sangat enerjik tuk sahabat sahabat Rasul. Masya Allah…satu lagi mas suni tdk mengenal takiyah jadi pujian pujian tersebut tulus lo. ok mas selamat bertakiya tuk mencari titik temu buat persatuan Islam

    1. Soal kecintaan atau memuliakan ahlulbait, semua pengikut mazhab juga mengklaim kok alias “ngaku-ngaku”. Tapi siapa yg melaksanakan risalahnya bisa terlihat dari akidahnya (yang tertuang dalam tulisan, dan takiah tidak dilakukan dalam bentuk tulisan). Pengikut Syiah juga menyampaikan pujian kepada sahabat terbaik. Jadi silakan baca-baca dan update informasi lagi.

  7. risalahnya…”ngaku ngaku “cinta ? Masya Allah tuduhan sejak ibnu saba muncul lagi.. mas ana hanya tau risalah dan akidah yg dibawa Rasullulah semua setelahnya hanya menjalankan krn yg di ajarkan Rasullulah langsung dari Allah dan sdh lengkap. kecuali kalau berpendapat dan meyakini ttg wilayah atau hak penerusan kepemimpinan setelah Rasul, itu yg ana “dak berani meyakininya” mas, knapa ? logika org awam sekalipun apalagi mas yg briliyan akan lantas menyimpulkan bahwa Ali ibnu abithalib yg sangat pemberani dan ana kagumi itu menjadi seorang yg tidak menjalankan perintah Allah dan Rasulnya bila melepas kewajiban berjuang memperoleh hak yg telah disyariatkan. meskipun beliau banyak pendukungnya, begitu juga dg pemuda penghuni surga shalawat atas nya yg mulia Hasan knapa menyerahkan kepemimpinan kpd muawiyah, dan juga imam imam setelahnya yg tidak mengumpulkan kekuatan tuk memperoleh hak yg menjadi kewajiban dan tanggungjawabnya,,,,sumpah mas ana sangat tdk yakin 1000% mereka Ahlul bait yg mulia serendah itu/sepenakut itu dan sangat jauh dibandingkan penghulu Manusia Rasul mulia SAW (shalawat atas nya ) yang berjuang sendirian bener sendirian mas meskipun menghadapi kekejaman penentang penentangnya hingga akhirnya saat ini dan kemudian hari Islam menjadi besar….Allahu Akbar. dan untuk menutup suatu kebohongan sipembohong akan membuat kebohongan baru. maka untuk menjustifikasi bahwa wilayah itu adalah syariat wajib sejak adam, diberitakanlah kebohongan bahwa quran tlh dirubah dg menghilangkan ayat/surat yg berisi ttg wilayah..QURAN TELAH DIRUBAH MASYA ALLLAH

    1. Tenang, Mas, jangan terburu-buru ngetiknya apalagi pakai sumpah. Sejarahnya keliru (misalnya soal “banyak pendukung” dan “tidak mengumpulkan kekuatan”), dipaksakan dengan konsep yg minim. Hasilnya komentar panjang tapi keliru. Kalau saran saya singkat saja, pahami dulu perbedaan khilafah dan imamah. Baru bicara konsep wilayah. Ilmu tidak selalu menghasilkan cinta. Tapi, terima kasih 😉

  8. he he he,,,,santai aja mas, ana sekedar bingung aja moyang2 syiah itu kok mengkalaim hak penerus kepemimpinan setelah wafatnya Rasul dirampas oleh Abubakar, Umar, Usman, itu yg dimaksud apa ya mas imamah atau khalifah…? krn sepengetahuan kalangan suni Abubakar, Umar. Usman yg mulia tersebut tdk pernah mengklaim imamah jadi apa yg dirampas..? pengen tau konsep neh.

    1. Karena yakin bahwa, sebagaimana saya mengutip ucapan Imam Ali as., “ia membusanai dirinya sendiri” yang dipakaikan Allah kepadanya? 🙂 Soal imamah, saya kasih clue-nya aja ya, Mas. “Hasan wal Husain (adalah) pemimpin baik dalam keadaan duduk maupun berdiri.”

  9. Mau dijelasin kyk gmn jg ga akan ngerti mas reza kl org2 itu blm terbuka hati dan pikirannya.. Apakah mrk tahu bagaimana cara abubakar menjadi khalifah? Ktnya mau pake sejarah dulu, ya silakan baca sejarahnya tuh..

  10. silahkan mempersepsikan sejarah, namun fakta bahwa yg Mulia Imam Ali mendukung penuh para khalifah sebelumnya meskipun pernah terjadi pertengkaran tetapi saling maaf antar mrk begitu indah,,,, bahkan Imam Aliu membantu Khalifah2 sebelumnya terutama saat Khalifah Umar dimana Imam Ali dijadikan Umar sebagai penasehat utama di bidang spiritual dan hukum negara dan yg lebih fantastis Imam Ali menerima lamaran Khalifah Umar tuk mengawini ummu Khuksum anaknya,
    krn Khalifah Umar berkeinginan memiliki nasab yg Mulia Rasullulah
    salam damai saudra ku

    1. Saya setuju bahwa Imam Ali membantu khalifah dalam menjawab persoalan yg tidak bisa diselesaikan oleh selain Imam Ali pada masanya. Tapi mengenai Ummu Kaltsum putri siapa yg sebenarnya menikah dng Khalifah Umar, itu berbeda sejarah (baca selengkapnya di sini), apalagi dng alasan ingin memiliki nasab suci.

    2. mungkinkah Ali AS dan Fatimah AS yang termasuk ahlulbait Nabi SAWW yang suci mengawinkan putrinya dengan orang yang pernah menyembah berhala? coba renungkanlah

  11. seperti cerita sinetron mas, bahkan ada syiah yg mengatakan ummu kulsum yg menikah dg Khalifah Umar adalah jin yg diserupakan… (yg nulis mungkin sutradara film fiksi horor kali.. he he he) kita tinggal pilih aja ya mas, mau cerita sejarah yg valid atau sinetron. msh banyak sih sebenarnya sejarah ttg hubungan kawin mengawin antara keturunan Sahabat2 dan Ahlulbait…pasti mas ali sdh tahu…,salam damai tuk semua Muslim

    1. Kalau percaya cerita kayak begitu, sama keblinger-nya dengan yang percaya Ibnu Saba sebagai pendiri Syiah 😀 “Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk” (QS. 20: 47)

  12. maaf nimbrung mas. soalnya imam mereka baru tingkat imam sholat jadi mereka tak akan nyampai kalau dijelasin masalah Imam dunia akhirat yang dipilih berdasarkan Nash, dijelasi mereka tak mau mengerti dan tak akan mau mengerti, karena doltrinnya sudah menutup akalnya.

  13. Mas Reza, menurut pendapat ku sih kalau model boy ini; di pikiran bawah sadarnya udah tertanam istilah “ulama pemuja Abu lu’lu’, tuduhan ibnu saba, taqiyah, tahrif qur’an … dsb.”, jadi yang bisa ngobatin pikiran “jorok” spt itu ya cuma hypno therapy kali ya.

  14. payah mas, kulit aja sdh begitu dak masuk akal…ntah intinya. ana mau nanya neh
    apa intinya ini mas :(ana copasin )
    -“Sesungguhnya Allah akan memasukkan ke dalam surga siapa saja yang mentaati imam Ali WALAUPUN IA MENDURHAKAI ALLAH, dan sesungguhnya Allah akan memasukkan neraka siapa saja yang menentang imam Ali WALAUPUN IA MENTAATI ALLAH TA’ALA.”(Lihat kitab “Kasyful Yakin fi Fadhail Amiril Mukminin” karya Hasan bin Yusuf Al-Muthahhir Al-Hulli, hal.8)

    -“Sesunggunya Fathimah radhiallahu ‘anha adalah titisan tuhan yang menjelma dalam bentuk seorang wanita.” (Lihat kitab “Al-Asrarul Fathimiyyah” karya Muhammad Al-Mas’udi, hal.355)

    satu lagi yg mungkin mas ali bisa jelasin : Umar telah memilih 6 orang untuk melakukan syuro, setelah wafatnya, kemudian 3 orang dari mereka mengundurkan diri, lalu Abdurrohman bin Auf r.a. juga ikut mengundurkan diri, tinggal tersisa Utsman r.a. dan Ali r.a..
    Pertanyaannya: Mengapa tidak dari awal saja, Ali r.a. mengatakan kepada mereka bahwa ia telah menerima wasiat kekholifahan dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam-??! Apakah masih ada orang yang ia takuti setelah meninggalnya Umar r.a.??!

    susah ya mas memahami hal hal kecil tsb. apalagi yg seabrek abrek terdapat dlm kitab2
    Biharul anwar,al-kafi,rijalul kasyi,ushul kafi,hayatul qulub.

    1. Ketidakpahaman satu bidang (akidah) ditambah lagi dengan ketidakpahaman bidang lain (hadis), hasilnya? Copas-mengcopas 😀 Anda anggap pribadi mulia tersebut sebagai manusia biasa. Anda menilai pemahaman lain dng pemahaman Anda itu namanya kesalahan berpikir.

  15. saya bukan orang yang mengetahui tentang kelompok2 Islam seperti Syiah, Suni, atau jemaah2 lain… saya hanya pernah mendengar… di sini saya hanya berkomentar semua orang punya sumber biasanya jika mengutarakan sesuatu… namun kan kita membedakan yang baik dan yang buruk.. menurut saya ya kalo sesuatu tersebut baik ya nggak bermasalah dalam Islam. misalnya ada kelompok2 yang melarang maulid rasul (agak nggak nyambung dengan topik di atas).. tapi kan selama itu demi kebaikan juga tidak menjadi masalah.. hehehe

  16. he he he.. ketidak pahaman ana bisa terobati dg browsing mas, dari Nahjul blgh,khomeini sampai tulisan mas ali dkk. dari khawarij,salafy, wahaby sampai ahmadiyah bahai dll (bisa ditranslete pake google lagi, makanya mubazir nulis yg sdh ada). akhirnya kembali ke logika dan sandaran Nash yaitu Quran dan Hadis yg bersambung ke Rasul SAW. ..sory mas
    perampasan hak Imam Ali oleh Khalifah sebelumnya yg secara lansung akan mencerminkan ketidak amanah dan lemahnya serta penakutnya Imam Ali tdk dpt ana terima.
    Kalo Pemberaninya Imam Ali dan amanahnya dlm menjaga dan menegakan agama sangat ana yakini. sejarah mencatat khawarij di perangi/ditumpas habis oleh beliau, timbul pertanyaan dilogika ana……..?
    sepertinya mas bisa memberikan kajian atau referensi buku syiah ttg knapa Imam Ali yg mulia berhenti memerangi Muawiyah padahal kekuatan Imam Ali pada saat siffin itu sangat memungkinkan tuk menumpas pasukan muawiyah yg telah kalah..? sementara khawarij yg tidak setuju penghentian perang tsb diperangi dg sangat keras (apa krn 1.khawarij mmg layak/hrs ditumpas krn sesat 2.Imam Ali yg tdk tau musuh sebenarnya atau krn 3. Imam Ali takut pada Muawiyah kalo point yg ke 2 dan 3. dak mungkin mas wong imam Ali kita akui keberanian dan tajam serta luas ilmunya ).
    saudaraku konsep mahzab apapun yg ada akan didukung oleh pengikutnya dg logika dan tafsiran AlQuran ala mrk yg semuanya mengklaim itu ajaran sebenarnya yg dibawa Rasul SAW. mencari titik temu antar mahzab dlm islam tidaklah segampang menemukan titik temu ajaran diluar islam krn di islam perubahan hukum2 agama sekedar tuk mengakomodir kelompok/aliran sangat tdk mungkin.
    akal kitalah yg merangkai dan menelaah konsep benar(menurut semua mahzab)tsb.
    mungkin krn ini saudara ku mengkoment bhwa ana baru tahu ttg imam sholat.
    salam damai dan copas lagi “Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk” (QS. 20: 47)

    1. Komentar Anda sebenarnya sudah semakin jauh keluar dari konteks artikel di atas. Tapi ada beberapa hal yg mesti diluruskan. Tidak pernah ada yg mengatakan “tidak amanah” atau “penakut”. Justru yg juga harus menjadi pertanyaan adalah jika kekhalifahan itu sah berdasar nas, kenapa keluarga nabi termasuk Imam Ali menunda baiat hingga (menurut riwayat) enam bulan? Apakah penolakan baiat juga Anda cerminkan pembangkangan? Jika memang keluarga nabi dianggap membangkang, pantaskah dilakukan penyerangan terhadap rumah putri Nabi saw., Fatimah?

      Kemudian, pemberani tidak harus selalu dicerminkan dengan bertempur mengangkat pedang. Syariati dalam bukunya Ali ibnu Abi Thalib yg mengupas Imam Ali dari sisi sosiologi, mengatakan bahwa Ali adalah peletak dasar persatuan umat. Islam belia yg dibangun susah payah oleh Nabi, tidak serta merta harus hancur karena perpecahan di dalam tubuh umat muslim, apalagi kerajaan Romawi mengancam Islam saat itu. Kekhalifahan bisa “diserahkan” tapi keimamahan tidak pernah.

      Alhamdulillah kalau bisa mengakses Nahjul Balaghah (meski tidak cukup dng browsing), dan saya tidak akan banyak memberikan komentar. Imam Ali sudah memberikan komentarnya tentang Muawiyah dan Perang Shiffin di beberapa tempat dalam Nahjul Balaghah. Imam Ali juga telah memberikan komentarnya tentang kekhalifahan di dalam Khutbah asy-Syiqsyiqiyyah.

    2. ana kira riwayat ghadir khum sudah jelas kok.. ngga’ usah panjang2 sayyid.. cahaya tidak bisa di lihat orang buta.

  17. Ya Allah…. Seandainya orang2 pintar seperti kalian mau berbuat sesuatu yg lebih PENTING utk memperbaiki citra Islam yg sudah anjlok-jlok, DARIPADA TERUS BERPOLEMIK, pasti Islam bisa utuh tampil sebagai RAHMATAN LIL’AALAMIIN..

  18. halah, orang Syi’ah sok pinter dan sok bijak! hobi mut’ah aja sok ngerti agama.
    kampret nih sekte gemblung
    orang2nya tutul semwa………!!!!!!!!!!

    1. Kang sagaf hobi anda memang suka memecah belah umat Islam , mungkin yg anda andalkan okol bukan akal, fanatik mazhab membuat buta mata hati , mengunci akal , jadi otak anda tidak berkembang, lihat orang Syiah sudah bisa menguasai teknologi nuklir anda sibuk memikirkan cara menjatuhkan Syiah , bagaimanapun juga anda tidak akan dapat menghancurkan Syiah, Syiah dihujat , Syiah makin berkembang, orang sekarang sudah pinter2 tdak sperti anda, sibuk mencari kesalahan orang lain kesalahan sendiri tidak tahu.

    2. sagaf.. sagaf.. nt abis makan apa, masuk2 kok ngamuk2.. Nt Sendiri syiah siapa? Ali, Umar, Muawiyah, abdul wahab to siapa?

  19. Bagi hakekat Com , cara anda dalam menghujat Syiah mirip sekali yg dilakukan BANI MUAWIYAH terhadap Imam ALI AS, apakah anda belajar dari mereka? Kalau anda paling benar tolong tunjukkan hadits yg mewajibkan taklik pada 4 MAZHAB ? kalau tidak tahu berarti anda taklik buta tidak menggunakan akal.

  20. masalah mahzab:Rasul SAW dak pernah memerintahkan/mengajarkan hrs ikut mahzab2. apakah itu sunni atau syiah,
    masalah berakal(okol)dan taklid: spertinya hanya klaim-klaim atas pemahaman msg2 aja bagi kami sangat tdk masuk akal “cerita ttg mahdi yg dulunya bisa ditemuin pake utusan/kurir lalu skrg gak bisa ditemuin lagi lalu ditungguin di dpn goa”, dan memuja muja kuburan org saleh.
    Maki-makian bani Umayah dlsb : Rasul SAW juga dak pernah nyontohin memaki maki ahlul bait,sahabat sahabat dan istri Beliau lalu yg begitu ngapain diikut … (Ikut aja Rasul SAW jgn ikutin imam-imam / guru-guru /ustazd-ustazd yg ajarannya jauh menyimpang dari beliau siapapun mrk) …….
    tentang kemampuan nuklir : bukan hanya iran negara islam lain jg ada.. contohnya Abdulkadir khan bapak nuklir pakistan yg membangun nuklir disana.
    kalo bisa bikin nuklir/senjata pemusnah massal org kafir lebih hebat lagi (mungkin krn nafsu membunuh yg begitu besar hingga mrk mengembangkan teknologi tsb).
    Syiah semakin berkembang, ahmadiyah dlm tempo singkat juga semakin berkembang, bahai jg berkembang,..
    saya setuju persatuan Islam. (kebencian antara syiah dan nawasib yg saling memaki sampai berani mengarang riwayat2 palsu yg mereka klaim dari Rasul dan Ahlulbait) sangat tdk layak diikuti.. Alhamdulillah sejak zaman Khalifah UMAR IBNU ABDUL AZIZ di Sunni riwayat palsu ttg kebencian thd Ahlulbait tsb telah dibersihkan. tinggal saudaraku syiah apakah mau meneliti kembali riwayat2 yg terdapat dlm kitab2 mereka…Wawlahualam.

Pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.