Saya masih ingat wawancara Dr. Joserizal Jurnalis di sebuah majalah ketika berbicara tentang relawan MER-C yang berangkat menuju Gaza dari Tehran dengan kawalan Garda Revolusi Iran. Dia mengatakan bahwa posisi Iran di Timur Tengah memang “terjepit”; di satu sisi mereka adalah Persia dan sisi lain mereka adalah Syiah. Dua istilah ini masih menjadi musuh tersendiri bagi beberapa kelompok di Timur Tengah—yang notabene Arab. Mereka dan pendukungnya menganggap ras Persia sebagai Majusi. Setelah diberi label sebagai penyembah api, mereka juga memberi label kelompok sesat bernama Syiah.

Selain membangkitkan sentimen ras dan mazhab, mereka juga membuat rekayasa baru. Mereka mengatakan bahwa “Syiah Iran mempunyai hubungan rahasia dengan Israel untuk menghabisi bangsa Arab, termasuk Palestina” sehingga Syiah lebih berbahaya dari Zionis, dan sebagainya. Karena malas meneliti, mereka berteori bahwa Syiah berasal dari Yahudi (meski kadang mereka mengatakan bahwa Syiah berasal dari Persia). Karena malas mengkaji, mereka tidak bisa membedakan antara Yahudi dan Zionis. Mereka mencibir sambil membandingkan bantuan Iran ke Palestina dengan Arab Saudi yang justru memfasilitasi pangkalan militer Amerika.

Hamas yang berjuang bersama rakyat Palestina tidak mudah terpancing dengan adu domba seperti itu; adu domba yang sebenarnya malah membantu Zionis. Ketika Iran menyampaikan ucapan selamat kepada Hamas, ketika Hamas berterima kasih kepada Iran, orang-orang berbaju salafi yang secara tidak langsung malah membantu Israel ini panik dan menuduh Hamas menipu umat. Sekarang saya tidak tahu bagaimana reaksi mereka setelah beberapa hari yang lalu karavan Asia2Gaza yang tidak membawa perwakilan dari Arab Saudi disambut meriah oleh negara Ahmadinejad. Sekarang saya juga penasaran dengan reaksi mereka melihat pidato Khaled Meshal (Kepala Biro Politik Hamas) di Universitas Imam Sadeq, Tehran, berikut ini:

Ketika Israel didirikan, revolusi rakyat Palestina memasuki babak baru. Kami melawan kolonialisme Britania dan setelah tahun 1948 revolusi rakyat Palestina terus melanjutkan perlawanan (muqawamah). Rakyat Palestina mengorbankan segala yang dimilikinya. Seluruh negara (Islam) berdiri di samping rakyat Palestina dan mendukung revolusi dan perlawanannya terhadap penjajah. Kemudian datang Intifadah pertama tahun 1987 dan Intifadah kedua tahun 2000. Dengan demikian rakyat Palestina berjuang dari revolusi ke revolusi, dari Intifadah ke Intifadah, dan dari muqawamah ke muqawamah.

Zionis dan mereka yang ada di belakangnya mengira keteguhan hati rakyat Palestina akan hancur, melemah dan akhirnya menyerah. Tapi mereka yang melawan Zionisme dan mereka yang ada di belakangnya selama 100 tahun akan terus melawan—meskipun kemampuannya terbatas—dan meraih kemenangan, insya Allah. Meskipun rakyat Palestina berada dalam kepungan, mereka menciptakan senjata, mengembangkan sarana perlawanan, dan menemukan operasi kesyahidan. Inilah orang-orang yang akan meraih kemenangan dengan pertolongan Allah. Kalian dan saya akan mengalahkan musuh bangsa ini.

Izinkan saya mengingatkan bahwa urusan Palestina adalah urusan kalian juga—sebagaimana hal ini juga urusan rakyat Palestina, Arab, dan muslim—yakni Zionis adalah musuh kita dan Israel adalah musuh setiap orang. Umat kita terdiri dari berbagai mazhab, kelompok, Arab dan non-Arab, tapi kita adalah satu umat. Kita harus bergerak laksana satu umat, memfokuskan kekuatan dan kemampuan kita pada musuh bersama, khususnya Israel. Siapapun yang berdiri di samping Israel, akan kita lawan.

Kalian, saudara-saudaraku di Iran. Beberapa orang mengatakan: apa yang sudah Iran lakukan untuk Palestina?

Saudara-saudara yang terhormat, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak peduli dengan (urusan) kaum muslim, maka bukanlah bagian dari mereka.” Setiap muslim harus peduli dengan saudara muslim lainnya. Karenanya, wajar bagi Iran untuk berdiri bersama Palestina dan wajar bagi Iran untuk berdiri melawan Israel, sebagaimana juga wajar bagi seluruh negara Arab dan Islam untuk membela Palestina dan melawan Israel. Hal yang tidak lazim adalah sebuah negara Islam atau Arab berdiri bersama Israel. Ini yang aneh.

Pemimpin, presiden, pemerintah, parlemen, dan rakyat Iran telah berdiri bersama Palestina, Gaza, muqawamah, dan Hamas, semoga Allah membalas kebaikan kalian. Inilah dukungan besar yang kami apresiasi. Di wilayah Arab… beberapa orang menyalahkan kami karena didukung oleh Iran. Kami bangga karena menerima dukungan dari Iran, sebagaimana dukungan negara Islam dan Arab. Tapi yang memalukan, ada (negara-negara) yang mendapat bantuan dari Amerika Serikat atau dari musuh umat ini atau yang bekerja sama dengan Israel dalam masalah keamanan. Ini yang namanya aib. Bukanlah aib bagi muslim untuk bekerja sama dengan sesamanya. Ini kewajiban mereka. Saya katakan kepada kalian bahwa ketika kalian mendukung Palestina dan muqawamah di tanah Palestina, kalian mendukung usaha kemenangan, insya Allah. Perlawanan di tanah Palestina akan meraih kemenangan dan mengeluarkan Zionis dari tanah kita. Kami telah mengusir mereka dari Gaza meski mereka melanjutkan kepungan. Kita (juga) akan mengusir mereka dari Tepi Barat dan seluruh bumi Palestina, insya Allah.

Risalah kami adalah juga risalah kalian untuk merdekakan Palestina, membebaskan Yerusalem, dan membersihkan Masjidilaksa. Hal ini tidak akan bisa diraih dengan memohon sedekah, mengandalkan musuh, atau negosiasi yang sia-sia. Semua ini akan diraih dengan sarana jihad dan perlawanan, termasuk politik dan segala aktivitas perjuangan, tapi perlawanan (muqawamah) adalah hal yang utama.