Revolusi 101: Kekuatan Salat Jumat

Oleh: Kaneez Fatima

Gambar-gambar paling mengesankan yang jarang tampil di muka umum adalah ketika waktu salat. Kerumunan orang berkumpul tanpa menunda-nunda ketika azan salat memanggil. Di saat yang sama gas air mata dilemparkan ke arah mereka dan pasukan keamanan terus membayangi.

Di samping semua itu, salat Jumat adalah katalisator bagi kebangkitan hari-hari ini. Jumat menarik banyak orang. Para jemaah berbondong-bondong ke masjid mendengarkan khutbah imam. Sama seperti yang kita pikirkan, momentum kebangkitan datang bersamaan dengan hari Jumat yang dijuluki “Hari Kemarahan”, “Hari Perpisahan”, atau “Hari Persatuan”.

Salat Jumat memainkan peran penting dalam membawa rakyat Mesir bersama-sama: muda dan tua, kaya dan miskin, pria dan wanita, berpendidikan maupun tidak. Salat Jumat adalah perwujudan dari apa yang terjadi di Tahrir Square dalam perjalanan revolusinya—rakyat berkemah secara harmonis, berbagi makanan dan kebutuhan lainnya agar suara mereka didengar.

Salat dan doa ini kemudian berubah menjadi protes terbesar yang pernah disaksikan Mesir. Secara tradisional, salat Jumat dibentuk agar masyarakat dapat berkumpul bersama sehingga isu-isu sosial dan kemasyarakatan tertentu dapat diangkat. Para imam dari Mesir menyambut kesempatan itu dan mengubah salat Jumat menjadi pembebasan yang lain. Salat Jumat tidak lagi terbatas pada ketaatan religius, tapi telah sampai ke seberang untuk melibatkan semua tanggung jawab anggota masyarakat.

Salat Jumat saat demo di Mesir

Sepanjang sejarah Islam, Jumat dan khutbahnya telah digunakan untuk membangkitkan kesadaran sosial dan politik di tengah-tengah masyarakat. Muawiyah menyebarkan propaganda besar-besaran melawan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib a.s. dan Imam Hasan bin Ali a.s. melalui penggunaan mimbar, khususnya pada hari Jumat. Mukmin dan pengikut setia wilayat kemudian mengambil kesempatan untuk menolak klaim yang mereka buat dari atas mimbar. Mereka suarakan secara publik keberatan mereka di tengah-tengah khutbah Jumat untuk melawan propaganda Muawiyah.

Tentu, sebagai contoh nyata, revolusi Islam Iran dididik dari khutbah Jumat semacam ini. Inilah sebabnya mengapa kita melihat upaya besar-besaran dari sebagian rezim diktator Timur Tengah untuk memastikan bahwa khutbah Jumat sesuai dengan “kebijakan pemerintah” dan terkadang justru didikte. Kekuatan Jumat mempunyai semangat untuk menciptakan revolusi, menjatuhkan monarki, membangkitkan kesadaran sosial dan politik, serta bersama-sama membawa masyarakat ke arah yang tak terduga.

Seperti yang ditunjukkan di Mesir dan disaksikan juga saat ini di Yaman dan Bahrain, Jumat adalah forum mingguan yang membawa persatuan dan perpaduan sosial. Ia menanamkan kepada para pesertanya doktrin kesetaraan, keadilan, dan kesadaran sosial. Manfaat pertemuan tersebut tidak bisa dianggap enteng.

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi. Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al-Jumu’ah [62]: 9-10)

Penerjemah: Ali Reza Aljufri © 2011

Baca Juga:

2 thoughts on “Revolusi 101: Kekuatan Salat Jumat

  1. Hari jum’at hari penuh barokah, jadi sangat merugi jika harus meninggalkan amalan2 sholeh di hari jum’at, meskipun di hari lain juga tentunya ya sama harus tetap berbuat amal sholeh..

    salaam

  2. saya selalu trenyuh ketika ikut berbaris dalam sholat berjamaah, ataupun ketika melihat para umat islam sedang melaksanakan sholat berjamaah. tampak rukun dan santun di hadapan Tuhan.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s