Pesan Istri Ayatullah Khamenei kepada Wanita Muslim

Dalam kehidupan berpasangan, pria dan wanita berada dalam kedudukan yang sama. Itulah kira-kira pesan utama Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari pemimpin tertinggi di Republik Islam Iran. Pada tahun 1995, Perserikatan Bangsa-Bangsa pernah mengadakan Great Global Gathering of Women, dan wanita kelahiran Mashhad 68 tahun lalu ini, juga menyampaikan pesan-pesan utamanya terkait hak asasi wanita di dunia:

Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang

Sebuah kehormatan bagi saya untuk menyambut hadirin terhormat dalam pertemuan wanita yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Merupakan keinginan saya yang terdalam bahwa wanita di muka bumi harus hidup layak sesuai dengan kedudukan luhur mereka. Kuburlah masalah-masalah yang dihadapi wanita di seluruh negara yang disebabkan oleh banyak faktor. Seruan untuk solusi pemikiran yang cepat dan hati-hati ada di seluruh wanita. Saya berharap pertemuan ini menjadi bukti pertolongan besar bagi tujuan tersebut dan memberikan manfaat penuh dengan solusi terbaik yang disarankan Islam.

Dengan doa,

Mansoureh Khamenei

Berikut ini ringkasan wawancara dan pesan Mansoureh Khamenei dalam wawancara dengan majalah Mahjubah.

Tanya: Jelaskan secara singkat mengenai diri Anda?

Saya berusia 48 tahun. Saya telah menikah selama 31 tahun, memiliki empat putra dan dua putri. Saya tidak sekolah menengah dan perguruan tinggi, tapi sangat gemar membaca dan aktivitas sosial. Saya telah menghabiskan hidup berhubungan dengan urusan politik.

Tanya: Apa yang seharusnya menjadi tujuan wanita muslim dalam pernikahan?

Pernikahan merupakan kebutuhan natural pria dan wanita. Bahkan pernikahan adalah kebutuhan afektif, mental, fisikal, baik itu individual maupun sosial yang diterima dalam Islam. Oleh karena itu, semua ini menjadi tujuan wanita muslim. Sebagian wanita mungkin memikirkan pertimbangan lain selain tujuan utama pernikahan, seperti kekayaan, status sosial atau tipe pria tertentu. Pertimbangan kedua seperti itu juga mungkin diserahkan kepada mereka. Islam menyarankan pria dan wanita untuk tidak mempertimbangkan hal material.

Tanya: Bagaimana bisa seorang wanita membawa ketenangan dan kasih sayang dalam keluarga?

Pria dan wanita secara natural memiliki ketertarikan dan kemudian menikah. Kebahagiaan suami-istri akan bertahan jika pasangan hidup harmonis dan sadar akan ancaman bagi pernikahan mereka. Beberapa di antara ancaman tersebut adalah berharap terlalu banyak dari pasangan, saling mencari kesalahan, membanggakan keberhasilan individu dan keunggulan masing-masing keluarga, status sosial, dan saling memaksa selera pribadi terhadap segala sesuatu.

Tanya: Bagaimana seharusnya hubungan seorang wanita dengan suami dan anak-anaknya terkait tugasnya sebagai seorang istri dan ibu?

Dalam kehidupan berpasangan, pria dan wanita berada dalam kedudukan yang sama. Mungkin saja pria dan wanita berada dalam status sosial yang berbeda selama keunggulan masing-masing diperhatikan. Menurut prinsip agama, wanita dan pria memiliki hak yang berbeda, tapi perbedaan ini seharusnya tidak mempengaruhi hubungan mereka dalam keluarga. Hubungan antara ibu dan anak-anak didasari pada kasih sayang dan simpati, tapi kasih sayang ibu bisa berbeda karena pendidikan yang diterima dan pengalaman yang diperoleh dan hal itu mempengaruhi cara pengasuhan anak.

Tanya: Apa yang seharusnya menjadi peran wanita dalam memastikan kesinambungan dan keamanan aktivitas suami mereka dalam berbagai dimensi, seperti kegiatan ekonomi, politik, dan budaya?

Wanita dapat membantu suami dengan aktivitas mereka, yang sangat didasarkan pada seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Tapi saya sangat berpendapat bahwa jika wanita dapat membuat suami memiliki ketenangan pikiran di rumah, pria akan dengan mudah menjalankan aktivitas mereka.

Tanya: Apa yang harus menjadi peran pria dalam keluarga dalam arti menjadi seorang suami dan ayah?

Saya pikir peran pria sebagai seorang suami sama seperti peran wanita sebagai seorang istri. Mereka berdua adalah partner dalam kehidupan suami-istri yang didasari kedudukan yang sama tapi dengan hak berbeda. Selama anak-anak mendapat perhatian, pria harus berdampingan dengan wanita dalam setiap upaya mengantarkan anak-anak dengan benar. Pada kenyataannya, peran yang satu melengkapi peran yang lainnya.

Tanya: Prinsip apa yang Anda dan suami jalankan dalam kehidupan keluarga?

Dalam kehidupan, tujuan bersama kami terangkum dalam bentuk timbal balik kasih sayang dan rasa hormat. Hal ini akan membawa segala kebaikan kepada keluarga.

Tanya: Bagaimana suami Anda terhadap Anda?

Perilakunya dijiwai dengan saling mengasihi dan menghormati.

Tanya: Bagaimana Anda dan suami saling membantu dalam tugas-tugas khusus?

Saya tidak dalam posisi membantu dia dengan aktivitasnya, karena dalam hal ini dia tetap menyimpan masalah yang dihadapinya sendiri. Saya pun tidak suka mencampurinya. Sejauh urusan pribadi dan keluarga diperhatikan, tentu kami berdua saling bertukar pikiran. Adapun sisi praktis manajemen keluarga, beliau tidak cukup memiliki waktu untuk membantu dan saya pun juga tidak berharap bantuan darinya.

Tanya: Menurut Anda, apa yang seharusnya menjadi misi wanita muslim?

Saya percaya bahwa wanita muslim harus berusaha menjadi teladan selama tugas istri dan keibuan diperhatikan. Mereka juga harus mendidik anak-anak dengan baik dan merasakan tugas penting tersebut bagi mereka. Selain itu, kepribadian seorang wanita sangat penting dalam masyarakat dan dunia Islam. Pria dan wanita harus menunjukkan rasa tanggung jawab. Mereka tidak boleh hanya mementingkan kepentingan individu. Mereka tidak boleh lengah tentang apa yang terjadi di tanah mereka sendiri dan dunia Islam. Tanggung jawab memiliki beragam dimensi, seperti aspek budaya, politik, dan sosial. Wanita muslim dapat berpartisipasi dalam menangani urusan negara. Sebagai contoh, dalam proyek internasional, memberikan jasa utilitas publik dan lembaga-lembaga amal.

Tanya: Bagaimana wanita muslim dapat memiliki keyakinan yang lebih mendalam tentang Sayidah Zahra (putri Nabi Muhammad saw.), wanita teladan seluruh alam?

Mereka dapat mempelajari lebih mendalam melalui penyebaran Islam ke seluruh dunia dan tulisan biografi mengenai beliau. Terlebih lagi, wanita terhormat kita harus mengikuti teladan sebaik yang mereka bisa.

Tanya: Seberapa mungkin sebuah keyakinan mendalam tentang Sayidah Zahra (a.s.) mempengaruhi kehidupan wanita muslim?

Jika karakter beliau telah dikenali dengan benar maka akan membawa perubahan drastis dalam kehidupan wanita.

Tanya: Bagaimana hubungan Anda dengan wanita di masyarakat?

Saya adalah anggota biasa masyarakat ini dengan hubungan tulus terhadap wanita lain. Banyak wanita yang tidak memiliki hubungan personal mengunjungi kami. Alhamdulillah, pertemuan kami selalu dalam suasana bersahabat dan tulus.

Tanya: Bagaimana ekonomi rumah Anda?

Kami hidup dengan sederhana dan ekonomi rumah kami didasarkan pada kepuasaan (qana’ah).

Tanya: Seberapa sering Anda, suami, dan anak-anak berkumpul bersama?

Tergantung bagaimana suami terlibat dengan pekerjaannya. Anda tahu kantornya terletak di sebelah rumah tapi kami tidak melihatnya saat hari kerja. Biasanya dia makan bersama kami, tapi tentu, tidak pada hari-hari sibuknya.

Tanya: Bagaimana Anda menghabiskan waktu dengan suami saat hari raya agama?

Pada kesempatan tersebut, dia yang biasanya lebih banyak terlibat.

Tanya: Dapatkah Anda memberi tahu kami beberapa nasihat yang suami berikan untuk Anda?

Dia menasihati untuk menjaga kode etik agama, berhemat bahkan dalam menggunakan air dan listrik, jangan menyalahgunakan dana baitulmal (beberapa barang rumah tangga kami milik baitulmal) dan memanfaatkan banyak waktu untuk memperoleh pengetahuan.

Tanya: Apa nasihat penting Ayatullah Khamenei kepada anak-anaknya?

Membangun metal diri, moral, dan bahkan fisik (olahraga).

Tanya: Bagaimana hubungan afektif ayatullah dengan anak-anaknya?

Anak-anak bungsu kami yang sangat dia sayangi adalah perempuan. Dia memiliki bawaan kasih sayang terhadap anak-anaknya.

Sumber: Majalah Mahjubah, Vol 14 No. 9 (136) Sept. 1995. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Qads Sharyi dan dialihbahasakan ke dalam Bahasan Indonesia oleh Ali Reza © 2011

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s