Suriah Akan Menjadi Irak

Awalnya, saya mengurungkan niat membagi-ulang tulisan Patrick Cockburn, kolumnis The Independent, yang berjudul Syria: The descent into Holy War. Tapi hari ini di kelas, guru menyinggung tentang apa yang baru-baru ini terjadi di Suriah. Apalagi teman di kelas yang berasal dari Suriah juga mengatakan bahwa tetangganya pernah menjadi korban pemenggalan yang dilakukan Tentara Pembebasan Suriah. Ia berasal dari kota Latakia, namun tewas di kota Tartus.

Guru di kelas menasihatkan murid-murid asal Suriah yang ingin kembali ke negaranya agar berhati-hati. Bagaimana tidak? Seorang anak kecil dengan santainya memegang kepala manusia yang dipenggal olehnya! Guru di kelas mengatakan, “Apakah nabi kita membunuh anak kecil Yahudi? Tapi apa yang terjadi di Suriah mengerikan karena seorang anak kecil dengan santainya memegang kepala muslim yang dipenggal. Peperangan ini hanya akan membuat Suriah mundur 50 tahun ke belakang.” Berikut ini kutipan tulisan Patrick Cockburn:

Inilah salah satu video paling mengerikan dalam sejarah perang di Suriah. Video tersebut menunjukkan dua orang  yang dipenggal oleh pemberontak Suriah, salah satunya oleh seorang anak kecil. Dengan sejenis golok, dia memenggal tepat di leher seorang pria paruh baya yang dipaksa untuk berbaring di jalan dengan kepala di atas batu blok beton. Di akhir video, seorang prajurit yang terlihat dari Tentara Pembebasan Suriah, memegang rambut dari kepala yang terpotong dalam rasa kemenangan.

Video yang telah dilihat di YouTube oleh orang-orang Suriah, memperkuat kekhawatiran bahwa Suriah akan meniru Irak dalam perang berdarah selama bertahun-tahun setelah invasi AS tahun 2003. Hal ini juga menumbuhkan keyakinan di kalangan muslim non-suni minoritas dan suni di pihak pemerintah begitu juga dengan tentara dan rakyat sipil, bahwa mereka tidak akan memiliki masa depan aman di Suriah jika para pemberontak menang. Salah seorang yang dipenggal tersebut teridentifikasi sebagai anggota dari 2,5 juta komunitas Alawi. Ini merupakan kelompok Syiah bagi Bashar Assad dan anggota pemerintahannya. Peristiwa pemenggalan kepala ini, begitu bangganya direkam oleh para pelaku, yang menunjukkan bahwa mereka tidak punya alternatif selain melawan sampai akhir.

Video tersebut juga menunjukkan kontradiksi kebijakan AS dan sekutunya. Dalam beberapa minggu terakhir, 130 negara telah mengakui Koalisi Nasional Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi sebagai wakil sah rakyat Suriah. Tapi di saat yang sama, AS telah mengecam kelompok Al-Nusra, pasukan paling efektif dari pada pemberontak, sebagai teroris dan berafiliasi dengan Al-Qaida.

Video di YouTube memainkan perang penting dalam propaganda perang di Suriah sehingga pertanyaan tentang otensitas dan kebenarannya di pertanyakan. Dalam kasus video pemenggalan yang disebutkan, detail yang ada seluruhnya begitu meyakinkan. Nadim Houry, deputi direktur Human Rights Watch di Timur Tengah dan Afrika Utara, telah melihat video tersebut berulang kali untuk mengidentifikasi keadaan, pelaku, dan lokasi kejadian. Dia tidak ragu tentang otensitasnya dan mengatakan bahwa lokasinya mungkin di daerah Deir el-Zhor (bagian Timur Syria). Tapi warga di sana bersikeras bahwa kejadian terjadi di utara Homs.

Video diawali dengan dua pria paruh baya yang diikat bersama di kursi sebuah rumah, dikelilingi oleh penculik yang terkadang menampar dan memukul mereka. Mereka kemudian dibawa ke jalanan. Seorang pria dengan baju hitam diseret dan ditentang sampai tertidur dengan kepala di atas batu blok beton. Seorang anak kecil, yang terlihat seperti berusia 11 atau 12 tahun, memotong lehernya dengan alat seperti golok, namun tidak cukup kuat. Kemudian seorang pria menyelesaikan dengan memotong kepalanya. Pria kedua dengan baju biru juga berakhir sama. Kepala itu kemudian ditunjukkan ke kamera dan kemudian diletakkan di atas tubuh. Anak kecil itu tersenyum saat berpose dengan senjata.

Video eksekusi seperti ini mirip seperti yang dibuat Al-Qaida di Irak untuk menunjukkan kebencian mereka terhadap musuh. Hal ini tidak mengherankan karena banyak dari anggota berpengalaman di Al-Nusra berkata bahwa mereka juga memerangi pemerintahan Irak yang didominasi Syiah. Agenda mereka sepenuhnya sektarian dan mereka begitu antusias untuk membunuh Syiah, terkadang dengan bom yang diledakkan di tengah kerumunan pasar atau masjid, dari pada memerangi tentara Amerika.

Gejolak Suriah yang dimulai Maret 2011, tidak selalu penuh darah atau didominasi oleh suni yang berjumlah 70 persen dari 23 juta populasi Suriah. Pada awalnya, demonstrasi damai dan tuntutan utama pendemo adalah pemerintahan demokrasi dan hak asasi manusia. Mereka mengklaim bahwa itu semua adalah tuntutan utama, tapi kemudian bukti menunjukkan bahwa pergerakan ini melenceng ke arah sektarian

Pemberontak Suriah

Video tersebut bukan satu tentang bukti fanatisme agama para pemberontak. Video lain menunjukkan bagaimana Tentara Pembebasan Suriah membakar husainiah milik Syiah di kota Idlib. Mereka meneriakkan simbol kemenangan ketika membakar bangunan yang digunakan orang Syiah. Jika para pemberontak mengulangi perusakan terhadap makam dan masjid Sayidah Zainab di kota Damaskus, yang selalu dibanjiri peziarah dari Iran dan Irak, maka bisa muncul ledakan kebencian antara suni dan Syiah di seluruh Timur Tengah. Sebagaimana pemboman makam suci di kota Samarra, Irak, yang dilakukan Al-Qaida pada tahun 2006.

Suriah saat ini serupa dengan Irak sembilan tahun lalu. Saya telah berada di Damaskus selama 10 hari, dan setiap hari saya dikejutkan dengan situasi di Suriah berbeda dengan apa yang digambarkan kepada dunia oleh para pemimpin dan media asing. Pernah, Damaskus diguncang dengan ledakan artileri dan bom bombil, tapi tidak tertutup. Saya berpergian 160 kilometer ke Homs, kota ketiga terpadat, tanpa kesulitan. Homs, merupakan jantung perlawanan, secara keseluruhan masih berada dalam kontrol pemerintah selain beberapa titik. Tapi hal ini bukan posisi baik bagi pemerintah, karena ia belum mampu merebut kembali Aleppo dan beberapa titik Homs seperti Kota Tua.

Mispersepsi atas realitas yang terjadi di Suriah dipenuhi oleh propaganda, atau lebih tepatnya laporan tidak tepat dan menyesatkan oleh bias media terhadap pemberontak dan perlawanan terhadap pemerintah. Dengan mengizinkan beberapa wartawan asing, pemerintah telah menciptakan kekosongan informasi yang secara otomatis akan diisi oleh musuh-musuhnya.

Saya belum pernah bertemu orang Suriah di Damaskus yang belum melihat video tersebut. Video tersebut begitu mempengaruhi rakyat Suriah dalam menentukan masa depannya, tapi media utama di luar Suriah sangat jarang menyebutnya. Beberapa mungkin akan jijik melihat pembantaian yang dilakukan dengan santai, tapi mungkin sebenarnya lebih dikarenakan kontradiksi antara yang pemimpin dan media asing laporkan dengan apa yang sesungguhnya terjadi di sini.

8 thoughts on “Suriah Akan Menjadi Irak

  1. Di Indonesia sendiri pemberitaan cenderung memihak pihak oposisi. Tapi untunglah pemerintah indonesia masih bisa bersifat netral

  2. wah..mengerikan sekali beritanya”? inilah akibat dari sikap penguasa yg kejam dari kaum syiah.baseer al asaad adalah sosok penguasa syiah yg paling kejam di muka bumi sama seperti bapaknya.bukti nyata bhw aqidah dan akhlak ajaran agama syiah adalah bejat dan bahkan ada yg msh tersembunyi. kaum sunni di suriah dibantai oleh penguasa syiah dan bala tentaranya serta antek-antek syiah di suriah. Ingat..! amerika dan sekutunya bisa masuk ke irak karena dibantu penguasa syiah iran. amerika dan sekutunya bisa masuk afganistan krn dibantu oleh sang penghianat yaitu penguasa iran.dll. syiah-yahudi-nasrani seaqidah sama saja. sama-sama bejatnya. WASPADALAH…AGAMA SYIAH ITU SESAT..!

  3. 2 komen di atas2 ane dodol smua, ga ngerti yg dibaca atau emang IQ jongkok apa yah……hehehehehe…maap no ofen yah bro…v🙂

  4. syiah tuh anjing bangsat harus dipenggal juga wajib ga usah takut sama aja kyk motong kambing jgn pada cemen orng syiah emng harus dipenggal lehernya

  5. Tidak usah mengaku-ngaku sebagai Sunni, jika akhlak kita jauh Sunnah. Kata2 kotor penuh kebencian, kesombongan, kedengkian, dendam kesumat pantasnya diucapkan oleh khawarij, yg scr fisik terlihat islami, rajin baca al-Qur’an tapi sayangnya cuma sampai tenggorokan. Mudah-mudahan saudara2 muslim yg lainnya bisa membedakan mana Sunni yg asli dan mana Sunni abal-abal…semua terlihat dr akhlaknya.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s