Islam Versi Amerika

Bukankah pemimpin negeri-negeri Islam seharusnya tampil islami? Mengapa mereka minum, berjabat tangan dengan “orang asing”, dan mendukung rezim tirani seperti Israel? Tulisan di bawah coba memberikan penjelasan pertanyaan tersebut

Pendiri Republik Islam Iran telah membedakan antara Islam “sejati” dan Islam versi Amerika. Islam versi Amerika didefinisikan sebagai Islam harta dan kekuasaan, penipuan, kompromistis dan diperbudak, serta kapitalis dari kalangan tertindas dan melarat. Dalam versi ini, inti dan nilai berharga Islam terlupakan dan yang tersisa hanyalah lapisan. Dengan kata lain, semangat menjalankan keislaman, perintah Tuhan dan praktik keagamaan menjadi rusak dan tinggal kulitnya saja.

Mungkin, faktor utama sikap kompromistis pemimpin negeri-negeri Islam itu karena kesalahpahaman atas ajaran Islam. Pemikiran seorang muslim, yang tahu bahwa Tuhan adalah pembuat hukum dan penguasa semesta alam, tidak akan dan tidak bisa harmonis dengan keyakinan materialistis Barat. Usaha seorang kapitalis Barat untuk mengasimilasi simbol-simbol kebudayaan berbagai bangsa merupakan perang psikologis untuk menggambarkan semangat seluruh peradaban yang disatukan dengan gaya hidup modern Barat. Jelas sekali, para elit penguasa dan bangsawan akan menentukan gaya hidup kelompok yang lain. Sebuah masyarakat dengan penguasa yang berkesesuaian dengan gaya hidup seperti itu, akan menjadi juru bicara resmi bagi periklanan gaya hidup yang sama.

Shimon Peres bersama Abdullah Gul dan Erdogan

Shimon Peres bersama Abdullah Gul dan Erdogan

Tentu saja, para pemimpin boneka tidak bisa secara terang-terangan melancarkan perang melawan simbol (keagamaan) seperti hijab (pakaian wanita islami), gaya hidup hidup sederhana, dsb. sebagaimana Syah Reza Pahlavi asal Iran melakukannya namun kemudian kehilangan dukungan publik dan para pelaku Perang Dunia mengasingkannya ke sebuah pulau. Nampaknya, kemasan Barat untuk Islam secara bertahap berubah menjadi gaya hidup Barat, dengan komitmen seremoni keagamaan dan berbaur serta minum-minum bersama. Inilah kemunculan Islam versi Amerika.

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi

Seiring berjalannya waktu, masyarakat menjadi terbiasa dengan tingkah-laku pemimpin politik mereka dan rasa sensitivitas mulai menghilang. Pemimpin politik, selebritis, atlit, dan lainnya yang media puja sebagai orang terhormat, menjadi teladan bagi generasi muda. Teladan seperti ini dan kelaziman gaya hidup Barat menciptakan kesenjangan antara generasi muda dengan rasa kepercayaan terhadap agama dan nasional.

Hijab dan pakaian

Simbol penting dari pergeseran masyarakat Islam terhadap penafsiran Amerika terhadap Islam adalah hijab dan etika berpakaian. Menurut Islam, pentingnya hijab bagi mereka yang beriman akan berpengaruh penting bagi “kesehatan” masyarakat umum.

Emir Qatar dan Bahrain bersama istri bertemu Elizabeth

Emir Qatar dan Bahrain bersama istri bertemu Elizabeth

Di banyak negeri-negeri Islam, etika berpakaian islami secara signifikan berubah ke arah etika berpakai barat, yang paling jelas terlihat dalam pejabat tinggi negara tersebut dan keluarganya. Wanita di Saudi, Qatar, dan negara Teluk Persia lainnya menjadi contoh fakta ini. Meskipun tindakan keras telah diambil oleh pemerintah Saudi dan sanksi Islam bagi wanita muslim sudah jelas, wanita-wanita muda dari keluarga Saud menghindarinya.

Keserakahan dan pencari harta

Salah satu aturan penting Islam sejati bagi seorang muslim adalah gaya hidup sederhana dan menghindari kemewahan. Hal ini semakin ditekankan bagi para pemimpin, karena mereka dilihat oleh rakyat; dan harus memiliki kehidupan kelas terendah untuk memahami penderitan dan kesulitan rakyat.

Relasi Qatar dan Amerika Serikat

Relasi Qatar dan Amerika Serikat

Sayangnya, para penguasa Arab korup dan reaksioner yang memerintah atas nama Islam, memiliki catatan gelap dalam hal ini, sekalipun banyak umat Islam yang berjuang dari kemiskinan dan penderitaan; namun mereka menjalani kehidupan mewah di kerajaan.

Kompromistis

Minum, berpose, ekonomi, keamanan, dan militer berlapis, dsb serta bekerja sama dengan musuh yang diakui Islam merupakan wujud terbesar Islam versi Amerika, terlihat jelas dalam kediktatoran Arab dan negara lain di kawasan; sehingga orang-orang di negara ini kehilangan harapan dari pemimpin mereka dalam menyelamatkan kemerdekaan, harga diri warga, dan mereformasi status quo. Gelombang kebangkitan Islam dipicu oleh fakta pahit ini.

Tzipi Livni dan Emir Qatar yg disebut memiliki skandal

Tzipi Livni dan Emir Qatar yg disebut memiliki skandal

Mencari keadilan dan keberanian

Keberanian di hadapan pemimpin arogan dan kekuatan jahat dunia dan menangis demi keadilan merupakan ciri lain Islam sejati yang tidak ditemukan gemanya di negara-negara tersebut; seolah-olah pemimpin reaksioner Arab dan pemimpin negara muslim yang ditekan tidak memiliki seni lain kecuali menyerah terhadap kekuataan intimadasi Barat. Mungkin karena alasan inilah, Turki, Saudi, Qatar, dan pemimpin Arab lainnya berada di sisi Israel dalam perang melawan Suriah.

Keterasingan dari massa muslim

Ketidakpedulian terhadap negara dan umat muslim merupakan ciri menonjol Islam versi Amerika, dengan contoh di negara-negara yang terkena dampak revolusi atau di ambang revolusi. Penguasa negara-negara ini melanggar hak-hak dasar rakyat dan agama Tuhan untuk kepentingan kalangan mereka sendiri dan orang-orang di Amerika Serikat. Fakta ini juga menjadi penyebab kebangkitan Islam di kawasan.

Hillary dan Menlu Turki, Ahmet Davutoğlu

Hillary dan Menlu Turki, Ahmet Davutoğlu

Pemimpin Revolusi Islam dalam Konferensi Internasional Profesor Universitas Muslim dan Kebangkitan Islam menyatakan, “Musuh takut dengan kebangkitan Islam sejati… mereka tidak takut dengan Islam yang menjadi budak dolar; mereka tidak takut dengan Islam yang tenggelam dalam kemewahan dan kerusakan, sebuah Islam yang tidak mengakar di tengah masyarakat, tapi mereka takut dengan Islam yang disertai dengan tindakan, Islam yang menanamkan kepercayaan kepada Tuhan. Tidak diragukan lagi, musuh-musuh takut kebangkitan Islam dengan ciri-ciri seperti ini. Mereka menolak menggunakan (istilah) Islamic Awakening ‘kebangkitan Islam’ untuk pergerakan yang saat ini terjadi di kawasan.” (SH/EA)

Sumber: Mehrnews.com

Raja Hamad dari Bahrain

Raja Hamad dari Bahrain

6 thoughts on “Islam Versi Amerika

  1. Pendapat Saya,,,,,Mereka2 itu bukan Islam,Sbb Firman Allah di dalam Al-Qur’an dg Tegas Mengatakan; Tidak ada satu Kaum yg ber Iman kepada Allah SWT dan Hari Qiyamat,kemudian Orang tsb Mencintai Orang yg membenci Allah dan Rosul, Siapa pun Dia, Ayah2 Mereka,Anak2 Mereka,Saudara2 Mereka atau Keluarga Mereka sekalipun,! Tetap tidak ada Kompromi atau Toleransi!!!! Hidup Mulia atau Mati Syahid.

  2. Bangsa Indonesia ini jauh beradab dibanding mereka. bersekutu dengan musuh, padahal tidak jauh dari negeri2 mereka musuh membantai dan menganiyaya saudara se Agama.

  3. “Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam dicurahkan kepada Rasulullah, shallallahi ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Semoga Allah meredhai pemimpin-pemimpin kami, Abu Bakar, Umar, Utsman dan ‘Ali serta sahabat seluruhnya, tabi’in dan atba’uttabi’in sampai hari kiamat.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s