Nowruz dan Rakyat Iran

Sampai saat ini, saya belum pernah menghirup udara Nowruz di musim semi. Terlebih merasakan hiruk-pikuk masyarakat Iran dalam menyambut Nowruz. (Nowruz secara bahasa berarti “hari baru”, yakni hari pertama hijriah syamsiah sekaligus awal musim semi). Tentu saya tidak akan pernah bisa merasakan sebagaimana mereka telah merasakannya selama ribuan tahun. Sebuah suasana yang sedikitnya menyerupai jelang lebaran di tanah air; di mana warga memenuhi jalan-jalan dan pasar meski tak peduli harga naik untuk kemudian kembali ke kampung halaman masing-masing.

Sosiolog muslim Iran, Ali Syariati, menyampaikan definisinya tentang Nowruz sebagai sebuah momen penyatu rakyat Iran. Menyatu dengan alam yang kembali tumbuh subur setelah sebelumnya tertidur oleh musim dingin; menyatu bersama dalam sebuah momen kultur yang terus dipertahankan selama ribuan tahun. Dipertahankan dari infiltrasi budaya asing yang tidak memiliki akar di tanahnya.

Sebuah Deklarasi Kehidupan Rakyat Iran

Menyampaikan sesuatu yang baru tentang Nowruz merupakan hal yang sulit. Nowruz merupakan sebuah perayaan nasional dan semua orang tahu tentang itu. Setiap tahun Nowruz dirayakan, setiap tahun terus dibicarakan. Sudah banyak yang dikatakan tentangnya, dan Anda sudah banyak mendengar tentangnya. Lalu, apakah ada gunanya berbicara lagi tentangnya?

Tentu saja! Apakah kita tidak memperbarui Nowruz setiap tahun? Jadi mari kita mendengar tentang hal itu berulang kali lagi. Membosankan memang dan bahkan tidak masuk akal untuk mengulang sebuah tulisan ilmiah atau literatur. Kebijaksanaan menolak pengulangan, tapi sensasi menyambutnya. Alam pun menyukai pengulangan, dan masyarakat membutuhkannya.

Alam pada dasarnya tercipta dari pengulangan. Sebuah masyarakat menjadi kuat karena pengulangan, sensasi memperoleh kehidupan mereka melaluinya dan Nowruz merupakan sebuah keindahan, kisah yang berulang di mana alam, sensasi, dan masyarakat menjadi satu, namun tidak pernah tua atau membosankan.

Nowruz meraih tangan-tangan rakyat dengan ramah dan menarik mereka dengan suka cita keluar dari lingkungan kecil di kamar-kamar yang tertutup pintu, di bawah atap, di antara gedung-gedung tinggi dan jalan-jalan semen seluruh kota ke padang rumput yang luas, padang hijau bersama pelukan alam, di mana semua orang merasa bebas dan gembira.

Matahari musim semi menghangatkan dan mencerahkan hari mereka, keagungan menyaksikan pembaruan penciptaan yang menggairahkan diri mereka sendiri, angin dan hujan musim semi dengan indah menciptakan adegan baru yang sudah dilatarbelakangi dengan kuncup yang mekar berbagai warna dan aroma:

“Aroma hujan, aroma mint, aroma tanah. Aroma dahan yang basah karena hujan musim semi yang lembut dan bersinar bersih…”

Happy Nowruz

Nowruz merupakan kesempatan untuk mengumpulkan kembali kenangan-kenangan penting. Kenangan akan hubungan antara manusia dengan alam, yang diperbarui setiap tahun. Putra alam yang selalu lupa ini telah membuat dirinya terlalu sibuk dengan urusan artifisial, sehingga sepenuhnya melupakan ibu tersayang. Sekarang, dia dipanggil kembali ke pelukan ibu tercinta oleh mantra magis Nowruz. Di sana, mereka dengan bahagia bersama-sama merayakan reuni bahagia ini.

Putra yang lalai akan mencari tahu tentang asal-usulnya di dalam pelukan ibu dan wajah sang ibu akan mekar dalam menemukan kembali anaknya yang hilang, meneteskan air mata kebahagiaan dalam kesempatan membahagiakan, menangis karena suka cita, kembali menjadi muda dan cantik, sedikit berbicara, seperti Nabi Yakub a.s. yang mendapatkan kembali penglihatannya setelah mencium aroma pakaian Yusuf a.s. untuk sekali lagi diberikan pandangan yang tajam untuk melihat putranya.

Sebagaimana buku-buku sejarah mengungkapkan, “Suatu tahun, ketika Nowruz dan Asyura (hari kesepuluh bulan Muharam, hari berkabung) bertepatan, Syah Safavi menghabiskan hari bersedih untuk Imam Husain (a.s.) dan merayakan hari berikutnya sebagai Nowruz!”

Tidak hanya itu. Nowruz juga memperkuat ikatan antara generasi saat ini dan seluruh leluhur yang bijak di masa lalu, dan memperkuat hubungan semuanya dengan alam. Nowruz juga memperkuat ikatan satu sama lain di masyarakat Iran saat ini, yang telah memiliki penderitaan dan kenangan pahit akibat serangan dari segala hal, kekejaman musuh baik dalam maupun luar, algojo yang membuat menara dari kepala-kepala mereka dan pembantaian banyak generasi.

Dengan demikian, kita dengan bangga menyatakan keberadaan hidup sebagai bangsa yang bijak dan bahagia, berdiri tegak di tengah angin kencang dari insiden mengerikan yang mampu mencabut setiap pohon yang kuat, tapi tidak bangsa kita. Kita umumkan bahwa kita hidup dan akan melanjutkan keberadaan kita dengan bangga di tanah ini hingga akhir, meskipun di abad kegelapan ini ketika musuh-musuh kita, khususnya Barat, yang bersikeras agar kita merasa asing dengan budaya kita sendiri, agar kita menjadi budak mereka, tanpa kepribadian yang bisa diandalkan.

Baca Selengkapnya: Norouz; Declaration of Iranians’ Livelihood, Eternity. Ali Shariati

Foto: cooking.akairan.com

One thought on “Nowruz dan Rakyat Iran

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s