Kritik dan Dukungan untuk Rouhani

Meskipun tahun ajaran baru dan proses belajar-mengajar sudah dimulai sekitar satu bulan yang lalu, namun tahun akademik baru Universitas Tehran secara resmi baru dibuka hari ini, Senin (14/10). Tidak tanggung-tanggung, acara tersebut dibuka langsung oleh alumni pertama Universitas Tehran yang berhasil menjadi presiden Republik Islam Iran, Dr. Hassan Rouhani. Setelah menaruh tas, laptop, dan telepon selular di asrama—karena barang-barang tersebut tidak diizinkan dibawa masuk—saya dan teman akhirnya bisa mengikuti acara tersebut setelah mendapatkan kartu undangan dari rekan teman yang bekerja di universitas.

Ketika Hassan Rouhani memasuki ruangan aula Allame Amini Perpustakaan Utama Universitas Tehran, para pendukungnya meneriakan slogan “Shallû ala Mohammad bâzu-ye rahbar âmad”. Setelah Rektor Universitas Tehran, Penasihat Kementerian Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran, Jafar Towfighi juga memberikan kata sambutan.

Jafar Towfighi, yang ketika naik ke panggung mendapat dukungan penuh dari mahasiswa, mengatakan bahwa bertambahnya organisasi di bidang kebudayaan, serikat pekerja, atau politik dapat meningkatkan posisi mahasiswa ke masa depan. Sementara Menteri Kesehatan dan Pendidikan Medis, Hashemi, juga menyampaikan pandangannya. “Dalam ruang berpikir universitas, siapa yang memberikan pemikiran paling baik, maka dialah yang akan menghasilkan suara lebih baik. Universitas tidak memiliki tempat bagi ekstrimisme dan justru universitas adalah tempat untuk memerangi ekstrimisme. Senjata di universitas adalah ilmu dan iman.”

Salah satu bagian yang paling menarik dari acara ini, selain pidato Rouhani, bagi saya adalah kesempatan bagi dua oganisasi besar mahasiswa untuk menyampaikan pendapat mereka dalam bentuk kritik dan dukungan. Kesempatan pertama, disampaikan oleh Arasteh, salah seorang perwakilan dari Basîj Dâneshjui Universitas Tehran. Salah satu kekhawatiran organisasi ini adalah untuk menciptakan Epik Ekonomi—dan kondisi perekonomian yang lebih baik, pemerintahan sekarang merasa cukup hanya dengan aktivitas diplomasi semata. Pemerintah seharusnya meningkatkan kapasistas internal dan penggunaan kemampuan dalam negeri.

Pada bagian lain, Arasteh menyatakan, “Pertumbuhan ekonomi harus bersandar pada ilmuwan muda (dalam negeri), bukan justru berhubungan dengan Barat.” Arasteh juga menyinggung kunjungan Rouhani ke Amerika Serikat dan menuntut ketegasan Rouhani dalam menghadapi negara-negara arogan. “Penasihat Kementerian Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi tidak mempercayai Majelis Pengawal dan justru mempertanyakan undang-undang dasar. Pada tahun 1388 (2009 M), ia juga mengajukan orang lain untuk dijadikan presiden republik ini, selain Ahmadinejad.” Kalimatnya ini, yang secara terang-terangan mengkritik seorang menteri, mendapatkan tidak sedikit protes dan cemoohan dari para hadirin.

Arasteh menambahkan, “Para mahasiswa basiji tidak menginginkan presiden republik ini diteriak ‘hu’ seperti yang terjadi tahun 1383. Kami siap membela presiden.” Namun perwakilan dari basij mahasiswa ini juga menyatakan, “Sekarang, salah satu petinggi pemerintahan tidak mengizinkan kritik dan kritik disebut sebagai ekstrimisme dan terorisme.”

Pada bagian terakhir, Arasteh mengatakan, “Kami telah menyiapkan poster bergambar para syuhada (kecelakaan) airbus yang rencananya diberikan kepada presiden. Namun bagian keamanan tidak memberikan izin sehingga poster tersebut tidak dapat dibawa ke dalam.”

Organisasi mahasiswa kedua, Anjoman Eslâmi Universitas Tehran, yang berafiliasi dengan para reformis negeri Iran juga tidak kalah dalam memberikan dukungan kepada Rouhani. Mostafa Dini yang mewakili organisasi tersebut juga membacakan pernyataannya. Salah satu bagian dari pernyataannya tersebut adalah sindiran terhadap kondisi beberapa tahun terakhir di mana para pejabat pemerintahan dan pimpinan universitas menolak bentuk perkumpulan para mahasiswa. Dini mengatakan bahwa kondisi dan larangan seperti itu saat ini tidak berlanjut.

“Kami berharap, para mahasiswa dan dosen, dengan alasan-alasan politik (apapun) tetap dapat melanjutkan kegiatan belajar dan mengajarnya.” Dini juga mengatakan bahwa melalui usaha Dr. Towfighi, harapan dan kebahagiaan ini dapat kembali ke ruang universitas dan semoga tetap dapat dipertahankan.

Mostafa Dini, juru bicara Anjoman Eslâmi, juga mengatakan bahwa proses rekrutmen petinggi universitas haruslah diperbaiki. “Universitas tidak boleh menjadi alat politik. Kami menanti dari pemerintahan sebuah hubungan keamanan yang transparan, rasional dan tetap menjaga hak-hak.” Di akhir kesempatan tersebut, Dini juga menegaskan: “Pembebasan para tahanan (politik) baik yang menjadi tahanan rumah ataupun penjara merupakan sebuah tuntutan publik.”

Presiden Iran, Hassan Rouhani, yang ketika masuk ke ruang aula mendapat dukungan penuh hadirin, di awal pembicaraannya meminta Farhad Rahbar, Rektor Universitas Tehran, untuk menyampaikan hadiah (poster) dari para mahasiswa basij kepada dirinya. Terkait dengan pernyataan dua kelompok mahasiswa tersebut, Rouhani menegaskan, “Pembacaan pernyataan dari dua organisasi mahasiswa tadi sangatlah bagus karena mereka menyampaikannya dari hati mereka dan ini merupakan bagian dari kebanggaan, karena kebebasan berpendapat seperti ini tidak terdapat di seluruh negara.”

Hassan Rouhani juga mengingatkan bahwa mahasiswa haruslah peduli dengan masalah-masalah politik. Dia juga menjamin bahwa pemerintah tidak akan mengekang universitas. Rouhani juga menyatakan bahwa kita tidak boleh memperlakukan buruk para dosen dan doktor terdahulu yang sudah pensiun. “Saya sampaikan kepada Kementerian Intelejen dan para aparat keamanan untuk membuka jalan diplomasi keilmuan dan untuk mempercayai universitas, para mahasiswa, dan dosen.”

Di bagian lain, Rouhani juga menjelaskan situasi terkini negara dan mengatakan, “Pemerintah sekarang memulai kerjanya dengan tangan kosong dan hutang yang banyak. Mereka yang mendukung saya ingin mengatakan bahwa kami akan selalu bersama kalian.”

Sumber:

  1. “حاشیه اولین حضور حسن روحانی در دانشگاه”. Islamic Student’s News Agency.
  2. “سخنان حسن روحانی در دانشگاه تهران”. Khabar Online.

Catatan: Tulisan akan diperbarui pada kesempatan berikutnya.

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s