Salat Jumat Menurut Syiah Tetap Wajib

Meski sejak tahun 2010 sudah ada yang meminta untuk membahas tentang salat Jumat, saya masih menundanya sampai kemudian ada yang mengira saya masuk kepada geng yang tidak menjalankan salat Jumat. Jadi, ini hanyalah sebuah penjelasan singkat secara pribadi mengenai hukum salat Jumat menurut Syiah.

Seperti biasanya, anggapan seperti itu muncul karena ketidakmengertian mereka tentang Syiah sehingga fitnah yang muncul pun tidak seragam. Buktinya? Situs hidayatullah.com, misalnya, mengatakan bahwa kaum Syiah tidak mewajibkan salat Jumat.[1] Eramuslim.com menulis bahwa Syiah bukan lagi tidak mewajibkan tapi mengharamkan salat Jumat.[2] Sedangkan voa-islam.com menyatakan bahwa dalam “Syiah tidak ada salat Jumat sebelum kedatangan Khomeini, karena imam ke-12 masih gaib.”[3] Lebih lagi arrahmah.com yang menuliskan bahwa “di Iran hingga kini tidak pernah dilaksanakan salat Jumat di masjid-masjid kaum Syiah”.[4]

Tuduhan semacam itu terus berubah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Syiah begitu benci dengan salat Jumat karena pada zaman Muawiyah khotbah Jumat dijadikan ajang untuk menjelek-jelekkan Ali bin Abi Thalib.

Syiah dan ahlusunah sama-sama meyakini kewajiban salat Jumat, sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam Alquran. Akan tetapi untuk melakukan setiap kewajiban memerlukan keberadaan syarat, yang kalau syarat tersebut belum terpenuhi maka perintah untuk melaksanakan kewajiban belum lengkap. Misalkan, perintah kewajiban salat dalam Alquran. Kalau syarat-syarat seperti: berakal, balig, atau masuknya waktu belum terpenuhi maka kewajibannya juga belum bisa dilaksanakan.

Keberadaan sebuah ayat pun tidak dapat ditelan begitu saja untuk dipakai mengkafirkan orang yang tidak melaksanakan ayat tersebut, karena sebuah ayat bersifat global dan membutuhkan penjelasan. Contohnya adalah ayat mengenai kewajiban zakat. Faktanya tidak semua orang (kaya) harus mengeluarkan zakat, kecuali syarat yang mewajibkan untuk mengeluarkan zakat terpenuhi: Islam, balig, tercapainya haul, nisab dan sebagainya.[5]

Riwayat tentang orang-orang yang meninggalkan salat Jumat juga disampaikan oleh para imam ahlulbait. Dalam Wasail, Imam Jafar mengatakan:

من ترك الجمعة ثلاثاً من غير علّة، طبع الله على قلبه

Siapa yang meninggalkan salat Jumat tiga kali tanpa alasan (syarak), Allah akan mengunci mati hatinya hatinya.

Sebagaimana juga ayat Alquran, hadis yang bernada ancaman tersebut hanya akan berlaku apabila syarat sudah terpenuhi. Dengan keterangan seperti itu, bukan berarti bahwa salat Jumat menjadi tidak wajib lalu kemudian ditinggalkan.

Lalu, syarat-syarat apa yang dimaksud? Mazhab suni Hanafi[6] dan Syiah sama-sama mensyaratkan adanya sultan (ruler), khalifah, imam atau yang diperintahkan untuk memimpin salat Jumat. Perbedaannya, mazhab Hanafi tidak mensyaratkan keadilan sultan, sedangkan mazhab Syiah Imamiah mewajibkan keadilan sultan (imam). Sementara tiga mazhab lain, Syafii, Maliki, Hambali, tidak menganggap perlu adanya sultan.[7] Karena salah satu syarat utamanya belum terpenuhi (yakni ketiadaan imam yang adil dan maksum), maka fukaha Syiah menyimpulkan bahwa kewajiban salat Jumat saat ini dihukumi wajib ikhtiyari dan bukan wajib ‘aini.

Mayoritas di antara mereka malah mengatakan bahwa jika tidak ada imam atau wakilnya, tetapi ada ahli fikih yang adil, maka dia boleh memilih antara melakukan salat Jumat atau salat Zuhur (amr ikhtiari), meskipun yang dianjurkan adalah mengerjakan salat Jumat. Sehingga tidak tepat kalau dikatakan bahwa salat Jumat menurut hukum Syiah adalah tidak wajib apalagi haram.

Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa karena begitu banyaknya manfaat dan pentingnya kehadiran dalam salat Jumat, maka orang-orang mukmin tidak sepantasnya menjauhkan diri mereka dari berkah-berkah keikutsertaan dalam salat semacam itu hanya karena meragukan keadilan (sifat adil) imam Jumat atau alasan-alasan lemah lainnya. Beliau bahkan menyebutkan bahwa perbuatan orang-orang yang tidak peduli atau sengaja tidak menghadiri salat Jumat sebagai perbuatan tercela menurut syariah. Jadi, jangan menilai satu orang pengikut Syiah yang sengaja meninggalkan salat Jumat sebagai sebuah keyakinan mazhab.

Masih tidak percaya kalau muslim Syiah melakukan salat Jumat? Tanyakan Sean Penn!

Referensi:

[1] ^ “MUI Sampang Keluarkan Fatwa Sesat Syiah yang Dibawa Tajul Muluk”. Hidayatullah.com. Diakses 23 Januari 2012.

[2] ^ “Waduh MUI Disusupi Syiah”. Eramuslim.com. Diakses 23 Januari 2012.

[3] ^ “Sebelum Turun Imam Khomeini, di Iran Belum Wajib Salat Jumat”. voa-islam.com. Diakses 6 Juli 2014.

[4] ^ “IJABI Berdusta Katakan Syiah Haramkan Nikah Mutah”. Arrahmah.com. Diakses 23 Januari 2012.

[5] ^ Al-Habsyi, Hidayatullah Husein. Salat Mazhab Ahlulbait. Bangil: Yayasan Islam Al-Baqir. Hlm. 180

[6] ^ “Mukhtasar Al-Quduri”. Diakses 23 Januari 2012. Lihat juga Al-Lubab, jil. I, hal. 112

[7] ^ Mughniyah, Muhammad Jawad. Al-Fiqh ‘ala Madzahib Al-Khamsah. Beirut: Dar Al-Jawad.

About these ads

12 thoughts on “Salat Jumat Menurut Syiah Tetap Wajib

  1. wajib nya shalat jumat krn hrs ada sultan/imam yg adil,…? kebetulan imam nya berabad abad gak nongol nongol (fiktif), dalil ntah dari imam yg mana tuh (maklum hadis syiah gak ada yg sahih alias terserah mau di pake atau kagak ama si marja) hehehe bingun nee kpn dong jumatan nya

    • si Eja ini seperti kebanyakan Syiah memang hobi mengada2 (taqiyah). Alim Syiah Muhammad al-`Amili al-Kazimi dalam kitabnya “Haqo’iq al-Ahkam fi Risalat al-Islam”, membahas ada 3 pendapat ulama Syiah berkaitan dengan sholat Jumat. Ada yang mengharamkan, mewajibkan & ada yang tidak mengharamkan maupun mewajibkan.

      Sunni mau mengadakan jumatan sendiri tidak boleh dengan alasan jumatan mesti di satu tempat & bersama, Gimana bisa jutaan muslim sholat disatu tempat seperti misalnya kampus Universitas Tehran?

      Alasan sebenarnya (tanpa taqiyah) adalah karena mayoritas ayatulah Syiah tidak menganggap Jumat itu wajib sebelum datangnya Mahdi. Capek deh sama taqiyah Syiah model si Eja ini.

      http://antimajos.com/2015/01/10/syiah-iran-larang-sunni-sholat-jumat-di-tehran/

    • Saya menggunakan pendapat mayoritas ulama. Di Tehran, seingat saya ada tiga tempat ahlusunah Iran melaksanakan Salat Jumat. Saya menghadiri sendiri di daerah Sadiqiye, Tehran, yang dikelola oleh Kurdi Syafii. Kedutaan RI dan Pakistan juga mengadakan salat Jumat. Atau, nabung datang ke Tehran :idea:

      Jadi kalau Asad capek “berdakwah” pada pembaca Syiah padahal niatnya numpang promo link, mending dakwah kepada teman-teman Anda yang ada di jalan-jalan raya pada saat pelaksanaan salat Jumat. Atau ya silakan nonton ini:

    • Ngga perlu datang kesana kok, seperti halnya saya ngga perlu datang ke Palestina untuk mengetahui penindasan yang dilakukan Yahudi disana. Lagipula saya punya teman dari Iran & dia ngga mungkin taqiyah seperti Syiah karena Sunni :P Kasihan banget ya Sunni di Tehran sampai mesti numpang sholat di kedutaan negara lain. Seperti tamu di negeri sendiri. Mestinya negara mereka yang menyediakan tempat ibadah resmi tuh.

      Payah nih mas Eja, “masjid” sunni yang di Sadeghiyeh itu namaz khaneh, bukan masjid Sunni dengan izin resmi rumah ibadah. Itu ibarat Kristen di Jakarta yang punya atau sewa ruko atau tempat tinggal terus dipakai kebaktian, jadi bukan berarti itu gereja dengan izin resmi kan? Bisa disegel kapan saja, seperti halnya “masjid” Sunni di Tehran itu bisa disegel kapan saja seperti yang terjadi Januari lalu. Kalau mau propaganda mbokya jangan ke saya mas. Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri adalah imam besar sunni Iran Maulana Abdul Hamid Ismailzehi (yang bukan ulama bayaran rejim Khamenei) mengeluh & mempertanyakan kenapa rejim Syiah tidak mau memberi izin resmi untuk Sunni membangun masjid sendiri di Tehran? Padahal Sunni sudah dijanjikan sejak awal Revolusi (http://antimajos.com/2015/03/16/tidak-ada-masjid-resmi-untuk-sunni-di-tehran/)

      Saya bukan numpang promo, tapi pos berita Sunni di Iran apa adanya, karena pos2 mas Eja & Syiah indonesia lainnya terlalu banyak sensornya sih. Ditutup2i melulu keadaan aslinya.

    • Aduh o_O Jangan tularin kecapekan Mas Asad ke saya dong. Payah deh, lha yang saya tulis itu “tempat melaksanakan salat” kok dibilang masjid. Saya tahu kalau konsep masjid menurut Anda bangunan yg harus berkubah, maka saya tulis “tempat melaksanakan salat”.

      Kenapa ke sana juga bisa jadi perlu buat Anda? Karena bisa bertemu dengan Molavi Abdolhamid Ismaeelzahi yg Anda maksud.

      Mungkin Anda bisa diajak “berziarah” ke rumah Imam Khomeini XD

      abdolhamid-ismaeelzahi-3

      Bertemu dengan presiden, Hassan Rouhani 8-)

      abdolhamid-ismaeelzahi-5

      Berdiskusi dng Ayatullah Makarem Shirazi. Karena kata Agha Ismaeelzahi, Ayatullah Makarem ini “sahabat lamanya” :roll:

      abdolhamid-ismaeelzahi-6

      Bahkan, bertemu dengan Sayid Ali Khamenei :o

      abdolhamid-ismaeelzahi-2

      Salat dengan Agha Ismaeelzahi bersama pengikut Syiah lainnya ^^’

      abdolhamid-ismaeelzahi-4

      Bahkan bisa memahami makna persatuan menurut Agha Ismaeelzahi: “Persatuan adalah menghormati orang lain, berlapang dada, satu hati sepenanggungan bersama yang lain.”

      abdolhamid-ismaeelzahi-1

      Terkait pesan persatuan Abdolhamid Ismaeelzahi, penting dipahami oleh pengikut Syiah dan suni, karenanya saya menolak segala penghalang terhadap kebebasan beribadah yang dilakukan siapapun, sekaligus saya mendukung siapapun suni dan Syiah untuk Salat Jumat bersama-sama. Tamu-tamu ahlusunah seperti Ismail Haniyeh toh juga melakukan salat Jumat di Universitas Tehran.

      Saya sampai saat ini tidak melarang keras untuk promo-promo link. Tapi karena Anda sudah punya domain sendiri (selamat, ya!) silakan menulis apapun. Kalau sudah kehabisan ide karena temanya tidak berubah atau mungkin kekurangan tema tentang suni di Iran, bolehlah sekali-sekali bahas nasib pengikut Syiah di Arab Saudi. Beberapa jam lalu masjid Syiah di Arab Saudi dibom, puluhan tewas. Kalau berkenan, silakan dianalisis.

      By the way, anyway, lupa yey, tema tulisan di atas tentang salat Jumat menurut Syiah. Bukan nasib masjid suni di Iran atau masjid Syiah di Saudi.

    • iya di artikel itu saya pasang kok foto beliau berpelukan “mesra” ketika bertemu dengan Khamenei, tapi beliau ternyata terang2an mengecam rejim Khamenei karena sampai sekarang tidakmengizinkan masjid resmi Sunni dibangun di Tehran. Kalau memang punya hubungan mesra seperti ingin diperlihatkan foto2 itu lalu kenapa tidak diizinkan? Bisa jawab ngga?
      Tuh link videonya kalau ngga percaya. Saya mah ngga suka taqiyah atuh hehe.
      http://antimajos.com/2015/03/16/tidak-ada-masjid-resmi-untuk-sunni-di-tehran/

      Kalau mau suruh saya konsen ke tema tulisan soal Jumat kenapa kamu trus bahas militan Sunni bom masjid Syiah Saudi? Kenapa ngga sekalian kita bahas juga militan Syiah bom masjid2 Sunni di Irak? Ngga usah heran deh soal kelompok militan sih, sama saja mau militan Sunni atau Syiah. Kamu ngga usah repot soal militan Sunni spt ISIS dll, karena ulama kami sudah sering kecam & negara Sunni juga sudah perangi mereka. Lebih baik Syiah seperti kamu tuh bahas kekejaman militan Syiah yg hobi menindas Sunni. Kapan ulama Syiah mau kecam atau Iran perangi mereka? Taqiyah melulu sih kerjanya.

    • Ngetik-nya pakai keyboard, jangan pakai emosi XD

      Enak, ya, jadi orang model Anda. Kalau ISIS berkelakuan, Anda tinggal cuci tangan. Tapi mayoritas ulama Syiah kecam orang Syiah yang membuat perpecahan, Anda tinggal bilang itu cuma taqiyah.

    • Gimana? Kalo memang hubungan maulana abdul hamid & khamenei mesra spt di foto itu, kenapa izin resmi bangun masjid di Tehran saja ngga boleh? Kenapa beliau mengecam rejim khamenei? Nah bingung kan jawabnya hehe

      Ngga bisa jawab malah ngebanyol :P

    • Kenapa ngebanyol? Karena saya juga ingin menyesuaikan dengan banyolan Anda selama ini. Li kulli maqam, maqal :D

      Oh, jadi yang sebenarnya sedang melakukan taqiyah pada foto-foto di atas menurut Anda justru Abdolhamid Agha? XD

    • Semakin alim akan agama syiah maka semakin kuat praktek menipu/takiya. Maksudnya mau menipu /takiya umat islam (hanya khusus tuk menipu umat islam), padahal sesungguhnya diri mereka sendirilah yg tertipu

Sampaikan komentarmu!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s