Menyatukan Suni dan Syiah Melalui Musik

Bulan Ramadan 2016, sebuah video musik tentang bulan puasa viral di grup WhatsApp. Meski menggunakan alunan Love Yourself Justin Bieber, liriknya menceritakan tentang kebaikan dan amalan bulan Ramadan serta persatuan umat. Banyak kalangan menyukainya. Tapi sedikit yang menyadari gerakan salat khas yang dilakukan salah seorang penyanyinya: mengangkat tangan setelah salam di akhir salat. Sepertinya, grup musik ini pasti sedikit-banyak tahu tentang Syiah.

Ternyata tak salah. Penyanyi yang melakukan gerakan salat bernama Karter ‘KZ’ Zaher itu memiliki darah Lebanon selatan. Perang tahun 2006 antara Hizbullah-Israel, memaksanya kembali ke tempat kelahirannya, Kanada. Di sana, di kelas bahasa Inggris, KZ bertemu Jae Deen, seorang mualaf Kanada keturunan Ghana. Memiliki kesamaan gaya bermusik, mereka sepakat membentuk Deen Squad.[1]

Deen Squad menggabungkan urban rap dan hip-hop dengan nilai dan inti ajaran spiritualitas Islam. Kesalahpahaman dunia Barat terhadap Islam dan kaburnya “identitas muslim” kontemporer di kalangan remaja dan orang dewasa coba mereka hapuskan dengan musik-musik Deen Squad. “Kami percaya dengan cara kami untuk mengubah dunia dan kehidupan masyarakat. Kami percaya dengan cara ini karena orang-orang mengatakan hidup mereka berubah drastis setelah mendapati musik kami.”

Musik hanyalah media. Karena bagi Deen Squad, perjuangan untuk membimbing orang lain adalah akar dalam agama Islam. Dakwah menyempurnakan akhlak dan menginspirasi perubahan adalah esensi penting misi Nabi Muhammad saw. “Kami ingin remaja muslim untuk kembali pada akar mereka, merangkul kembali kebudayaan mereka yang kaya, dan bangga atas agama mereka secara utuh.”

“Banyak remaja muslim di Barat tidak nyaman dengan identitas agama mereka. Apa yang musik kami sampaikan ialah Islam dan aspek positif budaya Barat dapat sesuai. Jadilah muslim yang baik dan juga bangga dengan budaya Barat tempat kalian dibesarkan. Islam dengan sempurna dapat menyatu dengan Barat, tanpa mengorbankan misi dan nilai-nilainya.”

Impian Deen Squad telah menembus batas. Mereka menjadi pahlawan bagi para penggemarnya termasuk kalangan non-muslim.”Menariknya, 70% penjualan barang dagangan kami berasal dari mereka!” Bagi Deen Squad, hal tersebut sekali lagi menjadi bukti bahwa Islam dan muslim bisa beresonansi dengan orang-orang dari semua latar belakang etnis, agama dan strata sosial. “Sekaligus membuktikan bahwa kita semua adalah anak Adam dan berasal dari satu Pencipta,” kata Sami Abboud, sang manajer, dengan rendah hati.

Sami Abboud telah lama berkecimpung di industri musik. Tapi demi Deen Squad, dia rela keluar dari karirnya dan menghabiskan tabungannya untuk mengejar cita-cita Deen Squad. “Kami telah mengorbankan banyak hal: tidak melanjutkan pendidikan, tidak ada jaminan atas pendapatan, kehilangan waktu untuk bertemu keluarga dan sahabat. Harapan imbalan atas pesan dan perubahan hidup yang dirasakan orang lain lebih besar dari risiko dan rasa takut akan tidak bisa menghidupi keluarga,” kata Deen Squad kepada The Muslim Vibe.[2]

Setiap muslim memiliki kewajiban untuk mengembangkan kekuatan fisik, spiritual, emosional, mental, dan intelektual untuk mengabdi pada Allah. Menjalankan kehidupan sesuai garis-Nya. Menemukan makna dalam kehendak-Nya. Mendapati tujuan dalam ilmu-Nya. Mengungkap kebahagiaan dalam kebijaksanaan-Nya. Apa yang dilakukan oleh Deen Squad bisa jadi telah membangkitkan sesuatu yang tidak kita sadar berpotensi untuk membuat perbedaan—bagi diri sendiri ataupun masyarakat.

“The ummah’s so divided, man, it doesn’t make sense. Religion is so divided, man, it doesn’t make sense. Wish we could turn back time, to the prophet’s day. When we were all just one in unity, but now we’re spread out!” Mari nyanyikan dengan alunan Stressed Out Twenty One Pilots.

Referensi:

[1] ^ Hamoud, Yaesoun (22 Juni 2015). “Meet Karter Zaher, the Lebanese Guy Who Raps About Islam and Hijabi Queens.” Beirut.com.

[2] ^ Ashraf, Ali (13 Agustus 2016). “Deen Squad – Bringing the youth back to Islam, one rhyme at a time.” The Muslim Vibe.

One thought on “Menyatukan Suni dan Syiah Melalui Musik

Pendapat Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s