Dilema Suni-Syiah (10): Memulai Penelitian

Tak hanya mempelajari media massa dan jurnalisme di Mesir, Raya Shokatfard juga mempelajari perihal televisi dan produksi dokumenter. Raya merasa harus mempelajari semua media dan alat. Raya memanfaatkan semua kesempatan yang ada untuk membuat film dan mendapatkan bantuan universitas dengan suntingan dan alat-alat lainnya.

Ketika akan menyelesaikan pendidikan masternya, Raya menghadapi bagian terberat. Raya harus memilih tema untuk tesisnya dan melakukan penelitian panjang untuk menyelesaikannya. Raya kembali mengambil keputusan penting. Pilihan topiknya mengejutkan pembimbing: Sejarah Konflik Suni-Syiah di Mesir.

Pembimbingnya mengingatkan bahwa mereka berada di departemen Media Massa dan topik yang dipilih Raya jelas tidak memenuhi persyaratan. Raya sadar, topik apapun yang dipilih akan menghabiskan waktu berbulan-bulan. Pada saat yang sama, dia tertarik tentang bagaimana masyarakat Mesir mendapatkan pemahaman tentang kekeliruan Jibril tersebut.

Raya bertekad untuk memasukkannya ke dalam tesis. Raya mengubah judulnya: Persepsi Masyarakat Mesir terhadap Syiah dan Peran Media. Negosiasinya berhasil meyakinkan pembimbing.

Penelitian itu dimulai…

Raya tidak menemukan sumber apapun terkait penelitiannya di universitas, padahal seharusnya tempat tersebut menjadi perpustakaan Bahasa Inggris terbesar di Mesir. Lalu, ke mana Raya harus mencari? Beberapa orang mengusulkan negara Suriah dan Yordania.

Raya kembali ke Suriah. Pertama, dia akan mengunjungi mufti agung yang telah berbaik hati pada waktu itu—tapi ternyata dia telah meninggal. Putranya yang sangat ramah menunjukkan sebuah panti asuhan dan universitas yang didirikan oleh ayahnya. Hal itu tetap tidak membantu tema tesisnya. Raya melakukan usaha kedua untuk menemui ulama yang dulu menolak bertemu dengannya. Tetap tidak berhasil. Tidak ada kesempatan bertemu dengannya.

Raya meminta bantuan untuk bertemu dengan mufti agung. Tapi orang-orang mengatakan hal tersebut mustahil. Raya harus menemui otoritas. Identitas Amerikanya akan menempatkan Raya dalam daftar hitam, sementara identitas Irannya akan memberikan lampu hijau. Pemerintah harus memastikan bahwa Raya bukanlah mata-mata untuk Amerika Serikat.

Setelah wawancara panjang, Raya diizinkan untuk bertemu dengan mufti agung. Ulama tersebut tidak berbicara Bahasa Inggris, sehingga Raya harus menyewa seorang penerjemah. Mufti itu sangat baik dan menjawab banyak pertanyaan. Tapi bukan jawaban yang Raya harapkan. Raya merasa dia tidak bebas berbicara dan berhati-hati dalam menjawab karena Raya memfilmkannya.

Ketika Raya keluar dari kantornya, dia bertemu dengan seorang wanita yang mengambil rekaman videonya untuk diperiksa dan menjanjikan akan mengembalikan keesokan harinya. Raya berpikir, mereka bahkan mengontrol Mufti Agung? Raya yakin dirinya harus jalan terus.

Orang-orang yang tahu perjalanan yang telah ditempuh Raya mengatakan bahwa dirinya mengambil langkah yang berani untuk mencapai tujuan. Mereka tidak membayangkan Raya telah bertemu banyak orang penting. Berada di awal usia 60-an, Raya semakin sadar dirinya tidak punya banyak waktu. Raya juga tidak menjamin energi yang dimilikinya untuk melakukan tugas berat ini.

Raya segera menuju Yordania untuk bertemu mufti agung yang ternyata sedang sakit. Orang-orang merekomendasikan nama profesor di Jordanian University yang posisinya setingkat dengan mufti agung tersebut.

Akhirnya, di sana Raya menemukan jawabannya!

Ikuti kelanjutan kisah Raya dalam mencari apa yang diyakininya sebagai kebenaran dalam serial artikel Dilema Suni-Syiah. Kisah ini disajikan ulang dalam Bahasa Indonesia atas persetujuan Raya Shokatfard.

Iklan

Pendapat Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s