Apa Kabar Doktor Cilik Penghafal Alquran?

Masih ingat dengan doktor cilik hafal Quran yang dijuluki “Mukjizat Abad 20”? Jauh sebelum program Hafiz Indonesia dan Hafizh Quran populer di televisi, pada tahun 2007 nama Mohammad Hossein Tabatabai ramai diperbincangkan di Indonesia. Buku yang mengulas latar belakang dan metode belajar Quran anak kecil asal Iran ini laris manis di pasaran. Bahkan, Arrahmah Media yang kerap menyerang Iran dan Syiah juga turut memproduksi video yang diberi judul The Amazing Child. Lanjutkan membaca “Apa Kabar Doktor Cilik Penghafal Alquran?”

Dalam Dekapan Sahih Bukhari

Telaga itu luas, sebentang Ailah di Syam hingga Sana’a di Yaman. Di tepi telaga itu berdiri seorang lelaki. Rambutnya hitam, disisir sepapak daun telinga. Dia menoleh dengan segenap tubuhnya, menghadap hadirin dengan sepenuh dirinya. Dia memanggil-manggil. Seruannya merindu dan merdu. “Marhabban ayyuhal insân! Silakan mendekat, silakan minum!” Lanjutkan membaca “Dalam Dekapan Sahih Bukhari”

Meluruskan Doa Berbuka Puasa ‘Paling Sahih’

Doa buka puasa apa yang biasanya Anda baca? Jika jawabannya Allâhumma laka shumtu, maka itu sama seperti yang kebanyakan masyarakat baca selama ini. Doa itu sudah sejak lama diajarkan oleh guru mengaji bahkan biasa diputar oleh beberapa stasiun televisi saat bulan Ramadan. Tapi beberapa tahun belakangan, sebagian masyarakat dibingungkan oleh doa berbuka puasa versi lain yang sebelumnya jarang terdengar. Doa dengan awalan dzahabazh zhammâ’ diperkenalkan oleh sebagian masyarakat lain yang “tercerahkan”. Lanjutkan membaca “Meluruskan Doa Berbuka Puasa ‘Paling Sahih’”

Sudahkah Membayar Upah Rasulullah?

Demi mengenang wafatnya lima orang saleh, sekelompok masyarakat membangun patung-patung mereka untuk dijadikan sebagai monumen peringatan dan penghormatan. Setelah beberapa generasi berlalu, muncullah dongeng dan khurafat yang menjadikan patung-patung itu sebagai berhala. Nuh a.s. hadir dan membuat revolusi pemikiran untuk membersihkan akal manusia dari penyembahan selain kepada Tuhan yang Mahaesa. Lanjutkan membaca “Sudahkah Membayar Upah Rasulullah?”

Arab Saudi Melawan Imam Mahdi

Ketika beberapa bulan lalu mengikuti konferensi tentang Timur Tengah, kita tahu bahwa Bashar Assad yang tidak mewakili agama dan mazhab manapun bukanlah orang tanpa cacat. Tapi tidak bisa diabaikan bahwa dia termasuk dari sedikit pemimpin Timur Tengah yang berani melawan hegemoni Amerika Serikat dan Israel terhadap Palestina. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membedakan mana keinginan rakyat sesungguhnya dan mana yang melibatkan campur tangan pihak asing. Lanjutkan membaca “Arab Saudi Melawan Imam Mahdi”

Presiden Ini Selalu Mencium Alquran

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah tulisan yang berusaha membuktikan bahwa Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, adalah seorang penghina Islam. Kesahajaan yang selama ini ditampilkannya adalah kepura-puraan karena sebenarnya ia menyembunyikan permusuhan terhadap Islam. Lalu, bagaimana cara Ahmadinejad memperlakukan Alquran? Lanjutkan membaca “Presiden Ini Selalu Mencium Alquran”

Kata “Ahlulbait” dalam Alquran

Ada seseorang yang kerap kali berkunjung ke blog ini (serta blog lainnya) dan konsisten dalam berkomentar tentang topik yang sama. Sesekali dia datang dan kembali meng-copy-paste hipotesisnya. Orang itu beranggapan bahwa konflik suni-Syiah disebabkan perebutan tahta ahlulbait. Dia juga mengatakan bahwa ahlulbait (dan keturunan nabi) sudah tidak ada, sehingga sepantasnya tidak perlu ada lagi konflik suni-Syiah.

Dia mungkin mencoba untuk menyederhanakan masalah. Sangat mungkin dia akan kembali lagi ke blog ini dan mengulang hipotesisnya. Saya jadi berpikir, kalau ahlulbait sudah tidak ada, mengapa nabi saw. mewasiatkan umatnya untuk berpegang teguh pada Alquran dan ‘itrah, ahlulbait (HR. Muslim)? Kalau Alquran suci, bagaimana mungkin dipadankan dengan yang tidak suci? Kalau Alquran kekal dan menjadi petunjuk hingga saat ini, bagaimana pantas dipadankan dengan sesuatu yang sudah tidak ada? Berikut ini sekelumit penjelasan tentang kata “ahlulbait” dalam Alquran yang saya kutip dari A Shi’ite Encyclopedia.
Lanjutkan membaca “Kata “Ahlulbait” dalam Alquran”

Peristiwa Karbala dalam Kitab Ahlusunah

Membicarakan tentang peristiwa Karbala dan hari Asyura selalu dikaitkan dengan kelompok Syiah. Orang-orang enggan membicarakan peristiwa pembunuhan Husain bin Ali karena takut dituduh penganut Syiah. Padahal, peristiwa yang berkaitan dengan tragedi tersebut tercatat dalam kitab-kitab ahlusunah. Oleh karena tu, mengungkap peristiwa Karbala menjadi sangat penting, setidaknya karena dua alasan. Lanjutkan membaca “Peristiwa Karbala dalam Kitab Ahlusunah”

Firman yang Naik, Firman yang Turun

Muhammad al-Tijani. Dulu ia dikenal sebagai seorang ulama mazhab Maliki. Kini ia memeluk mazhab Syiah ahlulbait. Keputusannya untuk berpindah dilalui dengan penelitian, pengalaman, dan perjalanan yang tentu tidak singkat. Karena itulah dalam beberapa bukunya, ia juga melakukan otokritik terhadap perilaku sebagian pengikut Syiah yang menurutnya kurang tepat. Salah satu di antaranya adalah dalam hal membaca doa dan Alquran. Ia mengkritik sebagian orang yang lebih mengutamakan firman yang naik (doa) dan terkesan mengabaikan firman yang turun (ayat).
Lanjutkan membaca “Firman yang Naik, Firman yang Turun”