Antara Istri Nabi dan Istri Firaun

Di beberapa tempat dalam Alquran, Allah Swt. sering kali menggunakan perumpamaan dalam menjelaskan maksud dari firman-Nya. Tamtsîl atau perumpamaan adalah memberikan kedudukan sesuatu bagi sesuatu yang lain, melalui jalan penyerupaan, pengkiasan, majâz, atau lainnya. Salah satu tujuannya adalah agar manusia berpikir dan dapat menjadikannya sebagai pelajaran (Q.S. al-Hasyr: 21).

Perumpamaan Alquran mecakup penjelasan tentang perbedaan ganjaran dan balasan, pujian dan celaan, pahala dan siksaan, meninggikan dan merendahkan perkara, dan membenarkan dan membatilkan perkara. Di antara ayat perumpamaan tersebut dapat kita temukan dalam surah at-Tahrim yang memberikan contoh tentang perempuan dari dua sisi. Berikut ini sedikit penjelasan yang saya rangkum dari buku al-Amtsâl fil Qurân karya Syekh Jafar Subhani yang diterjemahkan oleh Muhammad Ilyas.
Continue reading

Kritik dan Rekonstruksi Hadis Suni-Syiah

Oleh: Ayatullah Dr. Husaini Qazwini

Hadis yang kami temui dalam Shahîh al-Bukhârî ada manfaatnya bagi kami. Kami akan berdalil dengannya; bukan berarti kami menerima seluruh riwayat dalam Shahîh al-Bukhârî. Kami berhujah dengan riwayat yang membenarkan kata-kata kami dan menolak hujah mereka. Ini adalah kaidah wajib bagi orang berakal. Merujuk pada apa yang berkaitan dengan peristiwa ini, yaitu nabi yang mulia saw… berdiri dan kencing. Hadis ini dibawakan Bukhari dalam sahihnya (jil. 1, hlm. 62, hadis no. 224 dan beberapa tempat lain):

أَتَى النَّبِىُّ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا

Beliau mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum dan kencing berdiri. Kami mengatakan riwayat ini, perbuatan ini, bertentangan dengan kemaksuman akhlak dan adab seorang nabi. Karena nabi yang mulia dibanggakan dengan: “Sesungguhnya engkau di atas akhlak yang mulia.” Beliau mempunyai seluruh keindahan akhlak mulia. Manusia kencing berdiri dianggap orang yang tercela dan dianggap suatu aib.
Continue reading

Kenapa hakekat.com Menghina Sahabat Nabi?

Lama tidak berkunjung ke situs hakekat.com, saya mendapat kejutan dari salah satu artikelnya yang berjudul “Imam Maksum Shalat Sambil Mabok?” Dari judulnya, saya bisa pahami bahwa tujuannya adalah menjatuhkan derajat imam ahlulbait yang menurut mazhab Syiah adalah maksum. Menurut Syiah, para nabi sebagai pengemban risalah Allah Swt. dan para imam ahlulbait sebagai penjaganya haruslah terhindar dari kesalahan.

Hal ini berbeda dengan pendapat ahlusunah yang menganggap nabi dan imam ahlulbait tidak terlepas dari melakukan kesalahan. Pendapat ini terkesan menjadi paradoks ketika seringkali situs hakekat.com membela mati-matian sahabat nabi yang seluruhnya adil dan nyaris tanpa cacat. Dikatakan bahwa mereka yang mencela sahabat bisa menjadi kafir. Tapi justru, situs hakekat.com terang-terangan mencela sahabat nabi.
Continue reading

Munafik di Sekitar Kita

Geregetan Tidak tahan juga untuk tidak memuat tulisan ini dan mem-publish-nya. Sekedar informasi, sumber utama tulisan yang saya buat ini adalah tafsir karya Syekh Mohsen Qaraati. Ketika saya membaca karya beliau ini, bayangan saya langsung teringat kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Sangat persis. Orang-orang ini tidak memiliki keimanan orang-orang mukmin, tapi juga tidak memiliki keberanian orang-orang kafir. Jadi mereka begitu halus; tidak heran beberapa orang mengatakan bahwa orang semacam ini lebih berbahaya dari orang kafir.
Continue reading

Penghapusan Keutamaan Ahlulbait dalam Tafsir Alquran

Abdullah Yusuf Ali dikenal sebagai seorang penerjemah dan juru ulas Quran ahlusunah. Terjemahan dan ulasannya sangat terkenal di dunia Islam dan Barat serta di manapun bahasa Inggris dibaca dan dipahami. Sebuah perbandingan dari catatan penjelasan antara versi lama dan versi baru yang “direvisi” menunjukkan berbagai perbedaan. Edisi “revisi” tersebut telah menghapus penghormatan terhadap Imam Hasan dan Husain as., yang merupakan cucu Nabi Muhammad saw. dan anggota ahlulbait. Selain itu, beberapa perubahan menarik juga telah terjadi! (Teks berwarna merah berasal dari pemilik blog, Ali Reza)

Continue reading

Kitab Ibnu Qutaibah dan Kutukan Imam Ali

Oleh: Ahlulbayt DILP

Di akhir Kitâb Al-Ma’ârif karya Ibnu Qutaibah, ada bagian berjudul “Al-Barash” yang memuat daftar orang-orang terkenal yang pernah terkena penyakit leprosy [lepra/kusta] atau leukoderma selama masa hidupnya. Daftar pertama dari nama-nama tersebut adalah Anas bin Malik, salah seorang sahabat Nabi saw. Penulis kitab mencatat sebuah peristiwa yang menjadi penyebab penyakit tersebut, yaitu kutukan Imam Ali bin Abi Thalib a.s.

Kitab versi terbitan edisi Mesir memuat sebuah kalimat di akhir kisah itu di mana Ibnu Qutaibah menyatakan keraguan tentang keasilan peristiwa ini. Tapi pernyataan atas keraguan tersebut tidak ditemukan dalam manuskrip tua kitab itu yang berusia 700 tahun dan tersimpan di Perpustakaan Inggris!

Continue reading

Penyimpangan Terjemahan Hadis Bukhari tentang Imam Mahdi

Oleh: Ahlul Bayt Digital Islamic Library Project

Hadis nomor 658 bab empat kitab Shahîh al-Bukhârî edisi bahasa Arab/Inggris menyebutkan riwayat singkat tentang kedatangan Yesus (Nabi Isa alaihisalam) dan kehadiran seorang Imam. Terjemahan itu berubah pada edisi cetakan berikutnya! Shahîh al-Bukhârî merupakan kitab hadis utama bagi saudara ahlusunah dan dianggap sebagai kitab terpercaya setelah Alquran. Penerjemahan bahasa Inggrisnya yang dilakukan oleh Muhammad Muhsin Khan dalam 9 jilid, telah diterbitkan dalam beberapa edisi. Hadis yang didiskusikan ini terdapat pada edisi Dar al-Fikr (tanpa tahun, meskipun baru) sebagai berikut:

Continue reading