Ternyata, Tata Cara Salat Syiah dan Suni Sama Saja!

Pada tahun 1982, Ahmed Deedat datang ke Iran. Kristolog terkenal itu diundang dalam acara ulang tahun revolusi Islam Iran yang ketiga. Pulang dari sana, Deedat banyak bercerita. Cerita tentang pentingnya belajar dari negara Iran. Negara yang rakyatnya baru berjuang meruntuhkan sebuah kekaisaran berusia ribuan tahun 🏰 Belum tuntas perjuangan, digempur lagi oleh serangan Irak. Tapi mereka berhasil bangkit đź’ŞđźŹĽ

Lanjutkan membaca “Ternyata, Tata Cara Salat Syiah dan Suni Sama Saja!”

Dilema Suni-Syiah (12): Tuduhan di Malaysia

Penelitian suni-Syiah yang dilakukan Raya Shokatfard mengantarkannya pada Malaysia yang kini menjadi rumah berikutnya. Selama bertahun-tahun, Raya berusaha meyakinkan putranya untuk meninggalkan Amerika Serikat menuju Mesir. Beberapa kali kunjungan ke sana membuat putranya tak menyukai Mesir. Berulang kali pula putranya mengatakan pada Raya kalau dia tidak menyukai orang Arab. Tapi, kenapa? Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (12): Tuduhan di Malaysia”

Syiah di Tengah Masalah Talak Tiga di India

Baru menikah beberapa jam, suami dari Shagufta Sayyd (21) mengakui hubungan spesialnya dengan wanita lain. Setelah mengatakan tidak ingin hidup lagi dengan Shagufta, lelaki itu langsung berkata, “Saya ceraikan kamu. Saya ceraikan kamu. Saya ceraikan kamu.” Shagufta tidak sendiri; ada banyak wanita muslim lain yang langsung memperoleh predikat janda dengan praktik talak tiga langsung. Lanjutkan membaca “Syiah di Tengah Masalah Talak Tiga di India”

Pengalaman Membayar Khumus Pertama Kali

Selain pembayaran zakat, kewajiban sosial lain yang digariskan dalam Alquran namun jarang terdengar adalah khumus. Kalau Anda masih ingat, setelah penyerangan terhadap pengikut Syiah di Sampang terjadi, kembali muncul beberapa tuduhan terhadap mazhab ini yang di antaranya terkait dengan khumus. Kelirunya, khumus yang diwajibkan Allah dianggap sebagai fee sebesar 20% untuk biaya jihad fi sabilillah.[1] Tuduhan ini sengaja dibuat untuk menakut-nakuti pemerintah beserta warga awam karena kini—sebagaimana yang kita ketahui—kata jihad menjadi istilah yang dikonotasikan dengan terorisme. Lanjutkan membaca “Pengalaman Membayar Khumus Pertama Kali”

Menyimak Hakikat Azan Syiah

Pembakaran dan penjarahan terhadap madrasah dan rumah kaum Syiah di Madura yang dilakukan sekelompok orang dengan mengatasnamakan Islam suni menjadi salah satu alasan mengapa saya menulis tentang masalah azan. Pasalnya, salah seorang yang disebut ulama setempat mengatakan, “Syiah dan suni di Iran sama-sama besar sehingga sering terjadi konflik… Azan mereka itu ditambahi dengan kalimat hayya ala khairil ‘amal dan asyhadu anna ‘Aliyyan waliullah.” Lanjutkan membaca “Menyimak Hakikat Azan Syiah”

Hukum Menyentuh Ayat Quran pada Ponsel Layar Sentuh?

Pertama, karena tulisan ini termasuk dalam kategori fikih, maka pembahasan akidah seperti tauhid (seharusnya) sudah kita lewati. Hal ini cukup penting untuk dipahami sebelum melanjutkan pembahasan. Kedua, setelah meyakini bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah adalah mulia dan wajib dihormati, maka tulisan ini juga menjadi begitu penting.

Hujjatul Islam Mohsen Qaraati pernah memberi contoh. Misalkan tembok rumah kita kalau kita kotori mungkin tidak terlalu bermasalah (secara hukum), tapi kalau tembok masjid (rumah Allah) maka jadi bermasalah. Contoh lain adalah kata “Abu Lahab”. Jika kita menuliskan di kertas biasa, maka tidak bermasalah untuk menyentuhnya. Tapi kalau kata “Abu Lahab” yang ada di dalam ayat Alquran (firman Allah), maka menyentuhnya pun harus disertai kesucian. Karena itulah saya agak heran ketika membaca sejarah yang menyebutkan bahwa Khalifah Utsman membakar mushaf-mushaf Alquran. (Lihat, misalnya: Kajian Quran Sunnah).
Lanjutkan membaca “Hukum Menyentuh Ayat Quran pada Ponsel Layar Sentuh?”

Jabat Tangan Setelah Salat

Saya pernah menulis tentang hal ini pada tahun 2008 yang lalu, tapi kembali memperbaruinya setelah membaca koran Republika beberapa hari yang lalu. Di kolom suarapublika, seorang warga Lenteng Agung menuliskan pengalamannya ditolak salaman setelah salat. Setelah membaca pengalaman bapak itu, yang segera terlintas dipikiran saya: Wahabi. Berikut pengalaman orang tersebut:
Lanjutkan membaca “Jabat Tangan Setelah Salat”

Takbir Allahu Akbar yang Dilecehkan

Sewaktu berada di Madinah, Dr. Ali Syariati mendengar sesuatu yang belum pernah ia dengar sekalipun dari mulut seorang Syiah yang bodoh. Ali Syariati mendengar seseorang yang disebut ulama mengatakan, “Orang-orang Syiah jika mereka telah melaksanakan salat, mereka akan menepuk-nepuk pahanya sebanyak tiga kali dan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri lalu berkata khanal Amin (Jibril telah berkhianat)…”

Mungkin, melalui ‘ulama’ seperti inilah ada orang yang mengatakan bahwa salah satu kemiripan antara Syiah dengan Yahudi [atau Kristen seperti yang dilakukan orang ini] adalah selesai salat mereka memukul paha. Melalui ‘ulama’ seperti ini juga ada seseorang yang setelah melihat saudaranya yang Syi’i salat, lalu berkata, “Syiah kalau salat mukul-mukul paha ya?” Melalui ‘ulama’ semacam ini juga ada orang Kuwait yang tanya ke saya di chat room, “Kenapa selesai salat, orang Syiah memukul-mukul paha?”

Lanjutkan membaca “Takbir Allahu Akbar yang Dilecehkan”