Anosmia Mengingatkan Kita untuk Mensyukuri Indra Penciuman

Demam dan sakit kepala yang dialami istri selama dua hari sebelum akhirnya pulih, mungkin akan dianggap sakit biasa. Tapi saat hari ketiga dia mengatakan tidak bisa mencium bebauan, ini pasti ulah virus yang terkenal itu. Anosmia atau kehilangan daya penciuman menjadi salah satu penanda infeksi Covid-19 yang membingungkan saintis. Tidak ada pembengkakan, peradangan, kesulitan bernapas, atau gejala utama lainnya, tapi kemampuan mencium aroma tiba-tiba hilang.

Lanjutkan membaca “Anosmia Mengingatkan Kita untuk Mensyukuri Indra Penciuman”

Menyelisik Lebih Dalam Muslim Syiah di Manado

Minoritas dalam minoritas. Begitulah kira-kira gambaran komunitas Syiah di Manado, Sulawesi Utara. Hidup di provinsi dengan mayoritas beragama Protestan, masyarakat muslim memiliki tantangan tersendiri. Namun eksistensi penganut Syiah di tengah mayoritas Kristiani dan globalisasi Sulut menjadi realitas yang menarik. Masjid dan majelis mereka aktif. Identitas mereka dapat dengan mudah dikenali.

Lanjutkan membaca “Menyelisik Lebih Dalam Muslim Syiah di Manado”

Lantunan Bassim Al-Karbalaei bagi Pecinta Ahlulbait

Setiap memasuki bulan Muharam, suara lantunan pembaca eulogi semakin rutin terdengar. Pujian, penghormatan, serta sanjungan kepada ahlulbait dan pecintanya dilantangkan. Rangkaian syair dan iramanya menyentuh kalbu sekaligus membangkitkan girah. Salah satu dari sekian pembaca pujian atau maddahi itu adalah Bassim Ismail Muhammad-Ali Al-Karbalaei.

Lanjutkan membaca “Lantunan Bassim Al-Karbalaei bagi Pecinta Ahlulbait”

Jangan Tertipu dan Waspadai Aplikasi Syiah Palsu

Wahabi, atau apapun sebutan sekte yang dinisbatkan kepada mereka, selalu tidak menarik untuk dibicarakan. Hal itu karena mereka kerap melakukan segala cara untuk memuluskan Islam menurut mereka sendiri. Itulah yang diungkapkan Prof. Dr. Azyumardi Azra dalam kata pengantar buku Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik[1]. Sesuai dengan judulnya, buku tersebut bercerita tentang beragam cara yang digunakan salafi Wahabi dalam menyebarkan pengaruhnya. Lanjutkan membaca “Jangan Tertipu dan Waspadai Aplikasi Syiah Palsu”

Pengantin Baru yang Menjadi Janda dalam 13 Hari

Namanya Thanna Alghabban. Tahun 2015 ini, dia merayakan ulang tahunnya yang ke-26. Pada tahun ini juga, dia menikahi sahabat terbaik yang menjadi belahan jiwanya dan mengandung anak pertamanya. Pada tahun yang sama, dia kehilangan suaminya. Thanna lahir di Manchester dan pindah ke London pada usia 7 tahun. Dia dibesarkan dalam keluarga muslim yang moderat; semua wanitanya mengenakan jilbab. Thanna juga mengenakan jilbab ketika berusia 8 tahun. Dia terus memakai jilbab (meski bukan dengan cara yang terbaik) sampai berusia 25 tahun. Pada usia inilah, dia mencapai usia krisis paruh baya dan jilbabnyalah yang menjadi alasan utama. Lanjutkan membaca “Pengantin Baru yang Menjadi Janda dalam 13 Hari”

Pengunjung peringatan wafat Imam Khomeini

Tidak Seperti Orang Iran Melihat Pemimpinnya

Ketika mendengar akan ada pertemuan umum (didâr-e umûmî) dengan rahbar di kompleks haram, segera saya menyambutnya dengan mendaftarkan diri sebagai peserta. Tanggal 14 Khordad merupakan hari libur nasional di negeri Iran untuk memperingati wafatnya Imam Khomeini. Pagi-pagi sekali pada hari Selasa, 4 Juni 2013, saya mendatangi musala untuk salat dan sarapan lalu kemudian meninggalkan asrama di Qazvin menuju kompleks Haram Imam Khomeini di luar kota Tehran. Lanjutkan membaca “Tidak Seperti Orang Iran Melihat Pemimpinnya”

Bahkan Imam Khomeini Menghemat Tisu

Selain para wanita dan pria klimis, siapa lagi orang yang paling boros dalam menggunakan tisu? Saya menyimpulkan bahwa mereka adalah para sopir angkutan umum. Dalam beberapa waktu belakangan, kita bisa melihat banyaknya penjual tisu murah di pinggir-pinggir jalan, terminal, dan pemberhentian lampu merah. Dengan selembar uang minimal Rp 3.000, kita sudah bisa mendapatkan lima puluh lembar tisu yang memiliki dua lapis. Lanjutkan membaca “Bahkan Imam Khomeini Menghemat Tisu”

Persahabatan Seorang Pastor dengan Sang Syekh

Lahir dari sebuah keluarga religius di daerah Abadan (Iran) pada tahun 1962, Mansour Leghaei adalah doktor bidang teosofi dan pernah menjadi murid dari ulama besar seperti Ayatullah Vahid-Khorasani, Ayatullah Javadi-Amoli, Ayatullah Mesbah-Yazdi, dan Ayatullah Bahjat. Pada usia 32 tahun, tepatnya tahun 1994, ia bersama keluarganya tiba untuk pertama kalinya di Australia. Lanjutkan membaca “Persahabatan Seorang Pastor dengan Sang Syekh”