Apa Kabar Doktor Cilik Penghafal Alquran?

Masih ingat dengan doktor cilik hafal Quran yang dijuluki “Mukjizat Abad 20”? Jauh sebelum program Hafiz Indonesia dan Hafizh Quran populer di televisi, pada tahun 2007 nama Mohammad Hossein Tabatabai ramai diperbincangkan di Indonesia. Buku yang mengulas latar belakang dan metode belajar Quran anak kecil asal Iran ini laris manis di pasaran. Bahkan, Arrahmah Media yang kerap menyerang Iran dan Syiah juga turut memproduksi video yang diberi judul The Amazing Child. Lanjutkan membaca “Apa Kabar Doktor Cilik Penghafal Alquran?”

Mereka Mengatakan Syah Iran Seorang Syiah

Suatu hari di kota Madinah, seorang muslim terlibat konflik dengan seorang Yahudi. Demi menyelesaikan konflik, Yahudi tersebut mengusulkan untuk menemui Muhammad saw. agar diputuskan perkaranya. Muslim tersebut menolak karena tahu bahwa Rasulullah saw. selalu memutuskan perkara berdasarkan keadilan. Ia khawatir keputusan rasul akan berseberangan dengan kepentingan pribadinya. Muslim tersebut justru mengusulkan agar Kaab bin Al-Ashraf, seorang rahib dan pembesar Yahudi, menjadi hakim. Ia yakin rahib itu dapat disogok dan pasti memenangkannya dalam kasus sengketa dengan si Yahudi. Lanjutkan membaca “Mereka Mengatakan Syah Iran Seorang Syiah”

Etika Mengumpulkan Harta

Berikut ini merupakan kutipan dari makalah mata kuliah Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi yang disusun bersama Abdul Badruddin, Hasanudin, dan Khairunnisa pada tahun 2008. Saya menemukan (kembali) makalah ini dan merasa sayang kalau tidak dibagikan di blog ini. Semoga bermanfaat!

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan cara yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka kabarkan kepada mereka tentang azab yang pedih

Ayat ke-30 dan ke-31 surah At-Taubah menceritakan tentang sikap kebanyakan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan para alim mereka sebagai tuhan selain Allah. Sementara ayat ke-34 di atas menceritakan bahwa selain mereka tidak pantas menjadi tuhan, mereka juga tidak pantas menjadi pemimpin. Banyak dari mereka yang menyembunyikan bukti-bukti ajaran Musa dan Yesus a.s. demi menjauhkan pengikut sejati dari jalan Allah.
Lanjutkan membaca “Etika Mengumpulkan Harta”

Malam Persatuan Umat

Tidak seperti biasa, saya cukup terburu-buru untuk pulang ke rumah pada hari ini (12/6). Lebih tepatnya menuju masjid dekat rumah. Hal ini karena Ustaz Husin Alatas, pengasuh Radio Silaturahim, akan mengisi ceramah bakda Magrib. Seperti yang sudah diduga, saya terlambat sekitar tiga puluh menit. Tapi saya bertekad, saya harus menuliskan sesuatu dari pembicaraannya—sesuai dengan ingatan dan pemahaman saya—karena saya tidak ingin sesuatu yang bermanfaat hanya dikonsumsi oleh diri sendiri lalu menguap begitu saja.

Sebelum lanjut, saya ingin cerita latar belakang bagaimana Ustaz Husin bisa ceramah di masjid dekat rumah. Dengar cerita, masjid yang baru direnovasi ini mulai kedatangan kelompok pengajian yang mudah sekali mengatakan haram, bidah, syirik, sesat. Muncul keresahan dan khawatir terjadi benturan, ada warga yang kemudian mengundang Ustaz Husin yang dikenal vokal menyuarakan persatuan umat. Keresahan akibat benturan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia.
Lanjutkan membaca “Malam Persatuan Umat”

Presiden Ini Selalu Mencium Alquran

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah tulisan yang berusaha membuktikan bahwa Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, adalah seorang penghina Islam. Kesahajaan yang selama ini ditampilkannya adalah kepura-puraan karena sebenarnya ia menyembunyikan permusuhan terhadap Islam. Lalu, bagaimana cara Ahmadinejad memperlakukan Alquran? Lanjutkan membaca “Presiden Ini Selalu Mencium Alquran”

Dialog Ulama dengan Si Cerdik

Cerita ini terjadi beberapa abad yang lalu. Bermula dari pertemuan seorang ulama muslim dengan seorang kafir, yang kemudian berlanjut dengan dialog yang perlu kita renungkan. Sebagaimana yang kita ketahui, dalam sejarah Islam terdapat beberapa aliran sejak zaman dahulu hingga sekarang. Salah satu dari perbedaan itu adalah bagaimana cara seorang muslim sejati menilai suatu “kebaikan” dan “keburukan”. Perbedaan itu sebenarnya menyangkut masalah fundamental keislaman. Kubu Imam Ali bin Abi Thalib dan Khawarij merupakan sumber utama perbedaan itu. Dari kedua kubu itulah kemudian menyusup masuk ke dalam golongan-golongan lain, yang walaupun tidak memakai nama golongan keduanya: pengikut ahlulbait dan Khawarij.

Lanjutkan membaca “Dialog Ulama dengan Si Cerdik”

Firman yang Naik, Firman yang Turun

Muhammad al-Tijani. Dulu ia dikenal sebagai seorang ulama mazhab Maliki. Kini ia memeluk mazhab Syiah ahlulbait. Keputusannya untuk berpindah dilalui dengan penelitian, pengalaman, dan perjalanan yang tentu tidak singkat. Karena itulah dalam beberapa bukunya, ia juga melakukan otokritik terhadap perilaku sebagian pengikut Syiah yang menurutnya kurang tepat. Salah satu di antaranya adalah dalam hal membaca doa dan Alquran. Ia mengkritik sebagian orang yang lebih mengutamakan firman yang naik (doa) dan terkesan mengabaikan firman yang turun (ayat).
Lanjutkan membaca “Firman yang Naik, Firman yang Turun”

Antara Istri Nabi dan Istri Firaun

Di beberapa tempat dalam Alquran, Allah Swt. sering kali menggunakan perumpamaan dalam menjelaskan maksud dari firman-Nya. Tamtsîl atau perumpamaan adalah memberikan kedudukan sesuatu bagi sesuatu yang lain, melalui jalan penyerupaan, pengkiasan, majâz, atau lainnya. Salah satu tujuannya adalah agar manusia berpikir dan dapat menjadikannya sebagai pelajaran (Q.S. al-Hasyr: 21).

Perumpamaan Alquran mecakup penjelasan tentang perbedaan ganjaran dan balasan, pujian dan celaan, pahala dan siksaan, meninggikan dan merendahkan perkara, dan membenarkan dan membatilkan perkara. Di antara ayat perumpamaan tersebut dapat kita temukan dalam surah at-Tahrim yang memberikan contoh tentang perempuan dari dua sisi. Berikut ini sedikit penjelasan yang saya rangkum dari buku al-Amtsâl fil Qurân karya Syekh Jafar Subhani yang diterjemahkan oleh Muhammad Ilyas.
Lanjutkan membaca “Antara Istri Nabi dan Istri Firaun”

Khamenei tentang Pelecehan terhadap Alquran

Menyusul terjadinya pelecehan keji terhadap kitab suci Alquran di Amerika Serikat (AS), Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesannya yang penting kepada bangsa Iran dan umat Islam yang besar, menyebut jaringan Zionisme di dalam tubuh pemerintahan AS sebagai dalang dari aksi pelecehan yang keji terhadap kesucian Alquran. Seraya menjelaskan berbagai konspirasi dan target zionis di balik permusuhannya terhadap Islam dan Alquran, beliau menegaskan, “Untuk membuktikan kebenaran klaimnya yang mengaku tidak terlibat sama sekali dalam konspirasi ini, pemerintah AS harus menghukum dengan para pelaku asli kejahatan ini dengan balasan dengan semestinya.”
Lanjutkan membaca “Khamenei tentang Pelecehan terhadap Alquran”