Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad

Berapa jumlah terbanyak umat muslim yang mendatangi Mekah pada musim haji bulan Zulhijah? Hanya sekitar tiga juta orang. Dua bulan setelahnya di bulan Safar, puluhan juta manusia mengarahkan diri mereka ke kota Karbala, Irak. Lima tahun lalu, angka pengunjungnya masih sekitar 10 juta orang. Tapi kini pada tahun 2014, jumlahnya diperkirakan meningkat melebihi 20 juta manusia seolah sebagai bentuk aksi menantang terorisme ISIS. Mengapa jumlahnya bisa melebihi peziarah haji? Lanjutkan membaca “Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad”

Belajar dari Kesabaran Ahlulbait

Di suatu hari yang indah, Rasulullah saw. berkumpul bersama putrinya, Fatimah, dan menantunya, Ali. Bersama beliau juga telah ada cucu yang berasal dari rahmatullah, Hasan dan Husain. Berkumpulnya keluarga tersebut sangat menyejukkan hati. Siapa lagi orang yang seperti nabi? Siapa lagi yang seperti Ali? Siapa lagi yang seperti Fatimah? Siapa lagi yang seperti Hasanain? Sebuah momen indah dalam sejarah kemanusiaan.

Tak lama kemudian, tiba-tiba Jibril turun menemui nabi saw. “Wahai utusan Allah, apakah engkau dalam keadaan senang dan bahagia?”

“Tentu saja,” jawab nabi. “Ini Ali, ini Fatimah, dan ini Hasan serta Husain. Inilah keluargaku yang indah.”
Lanjutkan membaca “Belajar dari Kesabaran Ahlulbait”

Haul Imam Husain Persatukan Suni-Syiah

Peringatan gugurnya Sayidina Husain di Masjid Agung At-Tin, Minggu (14/02), kembali menyatukan umat muslim dari berbagai ormas dan mazhab. Ribuan jemaah yang hadir dari perwakilan NU, Muhammadiyah, FPI, HMI, kiai, habaib dan ustaz, bersama-sama berselawat kepada Rasulullah saw. yang dipimpin Hasyim Abdullah dan mengenang kesyahidan cucu Rasul, Sayidina Husain bin Ali. (Terlihat gambar di samping KH. Noer Iskandar SQ sedang menyampaikan ceramahnya).

Ustaz Othman Umar Shahab yang menjadi penceramah pertama sempat menyinggung ayat, “Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali mawaddah pada al-qurbâ’.” (QS. 42: 23). Para mufasir menyatakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan keluarga Nabi saw. Mawaddah di sini lebih tinggi dari pada mahabbah, karena mawaddah berarti mahabbah (kecintaan) sekaligus ittiba’ (mengikuti dan mencontoh). Sedangkan al-qurbâ dengan alif lam menandakan ma’rifah yang merupakan kekhususan kepada keluarga Nabi.
Lanjutkan membaca “Haul Imam Husain Persatukan Suni-Syiah”

Pembunuh Cucu Nabi Masih Hidup!

Oleh: Madiha Zaidi

Imam Husain as. tidak membaiat Yazid.

Inilah pesan umum yang banyak dari kita ajarkan pada anak-anak, baik di sekolah akhir pekan, rumah, atau bahkan kelas-kelas Muharam bagi anak-anak di sepuluh malam pertama. Kemudian kita ajarkan “Setiap hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala.”

Benarkah demikian? Bagaimana mungkin? Padahal Imam Husain tidak syahid setiap hari. Bunda Zainab dan Bunda Sukainah as. tidak dipukul dan tidak dirampas hijab mereka setiap hari. Yazid tidak merampas hak-hak Islam setiap hari. Atau memang demikian?

Lanjutkan membaca “Pembunuh Cucu Nabi Masih Hidup!”

Arbain 1430 H: Contoh Persatuan Umat Islam

Suasana Peringatan Arbain 1430 H di Masjid At-Tin
Suasana Peringatan Arbain 1430 H di Masjid At-Tin

Ratusan bahkan mungkin ribuan masyarakat Islam memenuhi Masjid Agung At-Tin dalam peringatan Arbain Sayyidina Husain, Sabtu 21 Februari 2009. Masyarakat dari berbagai golongan dan kelompok, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Ahlul Bait serta beberapa pemuda yang mengenakan jaket majelis taklim tertentu bersama-sama memperingati Haul Agung Sayyidina Husain, yang sebenarnya jatuh pada tanggal 20 Shafar lalu.

Acara ini dapat menjadi contoh bagi umat Islam lainnya bagaimana menjalin persatuan sesama umat Muslim tanpa mengenal perbedaan golongan atau mazhab tertentu. Sayyidina Husain adalah milik seluruh mazhab bahkan milik seluruh umat manusia. Peringatan syahidnya Sayyidina Husain dapat menjadi momentum penting mengenai persatuan umat Islam, karena Imam Husain berjuang membela keadilan dan melawan kezaliman. Berikut ini adalah review dari para penceramah pada acara tersebut.

Lanjutkan membaca “Arbain 1430 H: Contoh Persatuan Umat Islam”

Makna Arbain dan Kesyahidan Imam Husain

Kita tidak dapat menjangkau seluruh makna arba’în. Kita tidak tahu persis mengapa angka 40 hari itu yang dipilih; bukan 30, bukan 20, bukan juga 100. Tapi yang jelas angka 40 disebut di dalam Alquran sebanyak empat kali. Nabi Musa as. tadinya dijanjikan untuk “bertemu” dengan Allah, tapi kemudian Allah menyempurnakannya: “…Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam” (QS. Al-A’râf [7] : 142). Seorang manusia oleh Alquran juga dinyatakan mencapai kesempurnaannya. Hatta idzâ balagha asyuddahu wa balagha arba’în sannah (QS. Al-Ahqâf [46] : 15). Bani Israil disebutkan bahwa mereka dihukum Tuhan tersesat selama 40 tahun.
Lanjutkan membaca “Makna Arbain dan Kesyahidan Imam Husain”

Memaknai Arbain

Angka-angka tidak hanya berlaku dalam kehidupan materi semata, bahkan dalam kehidupan spiritual sekalipun, angka memiliki peranan yang sangat penting. Jumlah rakaat dalam salat, jumlah tasbih arbaah, jumlah tasbih Sayidatina Fatima Az-Zahra dan hal-hal serupa yang menunjukkan bahwa kehidupan maknawiah tidaklah lepas dari nilai angka-angka.

Nilai angka-angka itu dimulai dari angka lima, tujuh, dua belas, empat belas dan empat puluh di mana untuk setiap angka memiliki arti tersendiri sebagaimana yang akan kami jelaskan nantinya. Nilai angka lima diartikan bahwa ada lima nabi ulul azmi (lima nabi pembawa kitab suci), dan lima anggota keluarga Nabi Muhammad saw.

Nilai angka tujuh diartikan dengan tujuh langit dan tujuh kota cinta, tujuh tahapan perjalanan ruhani dalam irfan, dan tujuh kali tawaf di Baitul Haram Kakbah.

Lanjutkan membaca “Memaknai Arbain”