Orang Tua Juga Harus Belajar dari Anak-Anak

Hanya karena hidup lebih dulu dari anak-anak, orang tua kerap merasa paling benar. Sikap itu diwujudkan dengan memaksa anak-anak untuk bersikap sama seperti mereka para orang dewasa; tidak lagi kekanak-kanakan. Padahal, Nabi saw. sendiri pernah berkata, “Seseorang yang memiliki anak harus memperlakukan anaknya seperti anak-anak.”[1] Lanjutkan membaca “Orang Tua Juga Harus Belajar dari Anak-Anak”

Dilema Suni-Syiah (17): Sejarah Periwayatan Hadis

Raya Shokatfard, wanita kelahiran tahun 1949, sudah menyusuri sejarah panjang suni dan Syiah. Mengapa semua itu dia lakukan? Alasan pertama adalah keinginan untuk mengenal para imam keturunan nabi. Raya merasakan daya tarik untuk mengenal kehidupan dan ajaran mereka. Terutama, pesan nabi dalam hadis sahih yang menjelaskan betapa pentingnya mereka. Alasan kedua, Raya ingin memperjelas banyak isu kontroversial yang mengganjal hubungan suni-Syiah. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (17): Sejarah Periwayatan Hadis”

Dilema Suni-Syiah (4): Kedudukan Para Imam

Para ulama Syiah meminta Raya membaca hadis dan sejarah untuk memahami betapa pentingnya kedudukan para imam ahlulbait. Raya mulai yakin bahwa mereka merupakan pribadi-pribadi yang suci dan penting. Tapi sampai di mana batasannya? Ada sebuah hadis sahih dari nabi yang membuat Raya terkejut mengenai kedudukan para imam. Hadis yang sebenarnya sudah pernah Raya dengar sebelum datang ke Iran, yaitu hadis tsaqalain atau dua pusaka. Lanjutkan membaca “Dilema Suni-Syiah (4): Kedudukan Para Imam”

Meluruskan Doa Berbuka Puasa ‘Paling Sahih’

Doa buka puasa apa yang biasanya Anda baca? Jika jawabannya Allâhumma laka shumtu, maka itu sama seperti yang kebanyakan masyarakat baca selama ini. Doa itu sudah sejak lama diajarkan oleh guru mengaji bahkan biasa diputar oleh beberapa stasiun televisi saat bulan Ramadan. Tapi beberapa tahun belakangan, sebagian masyarakat dibingungkan oleh doa berbuka puasa versi lain yang sebelumnya jarang terdengar. Doa dengan awalan dzahabazh zhammâ’ diperkenalkan oleh sebagian masyarakat lain yang “tercerahkan”. Lanjutkan membaca “Meluruskan Doa Berbuka Puasa ‘Paling Sahih’”

Membawa Manfaat Pertemanan ke Akhirat

“Hai, teman. Apa kabarmu hari ini? Bagaimana, semua kegiatan hari ini? Lancar, kan?” Kita sering kali bertemu, berbicara, menghabiskan waktu bahkan biaya bersama dan untuk teman-teman, laki-laki atau perempuan, apapun latar belakang pendidikan bahkan apapun agama yang dianutnya. Tapi di sisi lain, kita tahu bahwa dunia tempat kita berinteraksi dengan teman-teman bukan dunia yang kekal. Lanjutkan membaca “Membawa Manfaat Pertemanan ke Akhirat”

Ketika Israel Memburu Imam Mahdi

Semasa pendudukan Amerika Serikat di Irak, salah satu pertanyaan paling mengherankan dari para tentara kepada orang-orang Irak yang disiksa di berbagai penjara seperti Abu Ghraib adalah “di mana pria yang bernama Imam Mahdi bersembunyi?” Menurut Mohabat News, sebuah kantor berita Kristen Iran pro-Israel, ketakutan terhadap Imam Mahdi begitu kuat sehingga CIA dan MI6 telah mengunjungi Irak selama 20 tahun terakhir untuk mendapatkan informasi tentang Imam Mahdi; di kota mana dia terakhir terlihat? Kapan dia akan muncul lagi? Lanjutkan membaca “Ketika Israel Memburu Imam Mahdi”

Arab Saudi Melawan Imam Mahdi

Ketika beberapa bulan lalu mengikuti konferensi tentang Timur Tengah, kita tahu bahwa Bashar Assad yang tidak mewakili agama dan mazhab manapun bukanlah orang tanpa cacat. Tapi tidak bisa diabaikan bahwa dia termasuk dari sedikit pemimpin Timur Tengah yang berani melawan hegemoni Amerika Serikat dan Israel terhadap Palestina. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membedakan mana keinginan rakyat sesungguhnya dan mana yang melibatkan campur tangan pihak asing. Lanjutkan membaca “Arab Saudi Melawan Imam Mahdi”

Malam Persatuan Umat

Tidak seperti biasa, saya cukup terburu-buru untuk pulang ke rumah pada hari ini (12/6). Lebih tepatnya menuju masjid dekat rumah. Hal ini karena Ustaz Husin Alatas, pengasuh Radio Silaturahim, akan mengisi ceramah bakda Magrib. Seperti yang sudah diduga, saya terlambat sekitar tiga puluh menit. Tapi saya bertekad, saya harus menuliskan sesuatu dari pembicaraannya—sesuai dengan ingatan dan pemahaman saya—karena saya tidak ingin sesuatu yang bermanfaat hanya dikonsumsi oleh diri sendiri lalu menguap begitu saja.

Sebelum lanjut, saya ingin cerita latar belakang bagaimana Ustaz Husin bisa ceramah di masjid dekat rumah. Dengar cerita, masjid yang baru direnovasi ini mulai kedatangan kelompok pengajian yang mudah sekali mengatakan haram, bidah, syirik, sesat. Muncul keresahan dan khawatir terjadi benturan, ada warga yang kemudian mengundang Ustaz Husin yang dikenal vokal menyuarakan persatuan umat. Keresahan akibat benturan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia.
Lanjutkan membaca “Malam Persatuan Umat”