Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad

Berapa jumlah terbanyak umat muslim yang mendatangi Mekah pada musim haji bulan Zulhijah? Hanya sekitar tiga juta orang. Dua bulan setelahnya di bulan Safar, puluhan juta manusia mengarahkan diri mereka ke kota Karbala, Irak. Lima tahun lalu, angka pengunjungnya masih sekitar 10 juta orang. Tapi kini pada tahun 2014, jumlahnya diperkirakan meningkat melebihi 20 juta manusia seolah sebagai bentuk aksi menantang terorisme ISIS. Mengapa jumlahnya bisa melebihi peziarah haji? Lanjutkan membaca “Umat Kristiani Ziarahi Cucu Nabi Muhammad”

Pengakuan Tentara AS dari Irak

Saya berusaha keras untuk bangga atas pengabdian saya. Tapi yang bisa saya rasakan hanya rasa malu. Rasisme tidak bisa lagi menutupi realitas pendudukan. Mereka semua adalah orang, mereka adalah manusia. Saya merasa terganggu dengan rasa bersalah setiap kali melihat orang tua, yang tidak bisa berjalan, yang kami giring dengan tandu dan meminta polisi Irak untuk membawanya pergi.

Saya merasa bersalah setiap kali melihat seorang ibu dengan putrinya, yang menangis histeris dan berteriak bahwa kami lebih buruk dari pada Saddam, ketika kami paksa keluar dari rumahnya. Saya merasa bersalah setiap kali melihat wanita muda, yang saya tarik lengannya dan seret ke jalanan. Kami diberi tahu bahwa kami memerangi teroris. Tapi teroris sebenarnya adalah saya dan pendudukan ini.
Lanjutkan membaca “Pengakuan Tentara AS dari Irak”

Ulama Irak di Perbatasan Amerika

Oleh: Sayid Hassan Al-Qazwini (2003)

Tidak seorangpun dari kita bisa membayangkan ke mana jalan akan membawa kita dalam kehidupan. Kisah pribadi saya dimulai dari leluhur saya, sebagaimana tercermin dalam empat bagian nama saya: Imam Hassan Sayid Al-Qazwini. Imam, merupakan istilah bahasa Arab yang berarti “pemimpin”. Dalam kasus saya, saya seorang pemimpin agama dari salah satu masjid tertua di Amerika Utara

Bagian kedua nama saya, Sayid, adalah sebuah gelar kehormatan yang diberikan kepada mereka yang silsilahnya dapat ditelusuri kembali ke Muhammad, nabi umat Islam, yang juga kita sebut sebagai Rasulullah. Hari ini, ratusan ribu umat muslim seluruh dunia memiliki garis keluarga yang kembali kepada Nabi Muhammad saw. Tidak semuanya ulama. Seorang sayid(ah) bisa dari jenis kelamin, warna, atau budaya yang berbeda di seluruh dunia.
Lanjutkan membaca “Ulama Irak di Perbatasan Amerika”

Foto Syekh Tijani bersama Baqir Al-Shadr Membahas Syiah

Berikut ini adalah kutipan kisah dari sebuah buku perjalanan spiritual seseorang bermazhab Maliki dari Tunisia yang kemudian berpindah menjadi mazhab Ja’fari (Syiah ahlulbait). Buku yang mungkin sudah pernah kita baca dan cukup populer serta telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa menjadi Then I was Guided, ثم اهتديت, dan Akhirnya Kutemukan Kebenaran. Pertemuan Syekh Muhammad al-Tijani dengan Ayatullah Syahid Baqir al-Shadr ini akhirnya membuka keraguan dan kesalahpahaman mengenai beberapa hal tentang mazhab Syiah ahlulbait, seperti posisi marjak taklid, peringatan Asyura, tanah yang digunakan sebagai tempat sujud, tabaruk, dan lain-lain. Semoga kutipan ini bermanfaat dan foto yang ditampilkan menepis keraguan kisah tersebut.

Lanjutkan membaca “Foto Syekh Tijani bersama Baqir Al-Shadr Membahas Syiah”

Wasiat Ulama Syiah tentang Persatuan dengan Suni

Ulama ini dikenal luas oleh banyak orang melalui dua karya besarnya di bidang filsafat dan ekonomi. Dialah Muhammad Baqir al-Sadr, penulis Falsafatuna dan Iqtishaduna. Pada tanggal 9 April 1980, bersama dengan saudarinya, Amina al-Sadr atau yang dikenal dengan nama Bint ul-Huda, dia dieksekusi mati oleh rezim Ba’ath Saddam Hussein. Sebelum dieksekusi, ulama kelahiran 1 Maret 1935 itu menuliskan pesan persatuannya untuk para pengikut Syiah dan ahlusunah. Lanjutkan membaca “Wasiat Ulama Syiah tentang Persatuan dengan Suni”

Propaganda Piala Oscar

Isu perang tidak pernah reda menghiasi layar kaca dan layar lebar. Sinema tidak henti-hentinya mempertontonkan sepak terjang tentara Amerika dengan berbagai perlengkapan militernya. Model film seperti ini berupaya memperlihatkan tentara Amerika sebagai sosok penyelamat, meski mereka membunuh kelompok separatis bahkan anak-anak dan perempuan. Selain itu, sejak awal hingga potongan akhir film senantiasa mempertontonkan senjata paling mutakhir buatan AS.

Lanjutkan membaca “Propaganda Piala Oscar”

Pembunuh Cucu Nabi Masih Hidup!

Oleh: Madiha Zaidi

Imam Husain as. tidak membaiat Yazid.

Inilah pesan umum yang banyak dari kita ajarkan pada anak-anak, baik di sekolah akhir pekan, rumah, atau bahkan kelas-kelas Muharam bagi anak-anak di sepuluh malam pertama. Kemudian kita ajarkan “Setiap hari adalah Asyura, setiap tempat adalah Karbala.”

Benarkah demikian? Bagaimana mungkin? Padahal Imam Husain tidak syahid setiap hari. Bunda Zainab dan Bunda Sukainah as. tidak dipukul dan tidak dirampas hijab mereka setiap hari. Yazid tidak merampas hak-hak Islam setiap hari. Atau memang demikian?

Lanjutkan membaca “Pembunuh Cucu Nabi Masih Hidup!”

Melukai Diri di Hari Asyura?

Keinginan memberi pendapat tentang hal ini sebenarnya sudah lama, namun sempat terhenti ketika tahu sudah banyak ikhwan yang menjelaskan perihal melukai diri sampai berdarah-darah di hari Asyura. Tapi kembali tergerak untuk “ikut campur” ketika seorang teman karib bertanya: Kenapa di Iran peringatan Asyura pake segala melukai diri segala pakai pedang gitu?

Sebenarnya saya cukup heran, karena yang saya tahu peristiwa Asyura di Iran pada tahun ini malah diwarnai demonstrasi politik. Karena sekarang masih bulan Muharam dan merasa wajib untuk menjawab kalau ditanya, sekaligus memberi informasi tambahan bagi yang selama ini salah paham.

Lanjutkan membaca “Melukai Diri di Hari Asyura?”