Berlepas diri dari agresor seperti Israel (khamenei.ir)

Hajinya Orang Iran dan Kebangkitan Islam

Jika berbicara tentang haji dan Iran, orang-orang yang antipati terhadap Syiah—karena ketidaktahuannya—akan mengatakan bahwa ciri khas kelompok Syiah adalah “melakukan demonstrasi dan perusakan di kota suci Mekah pada musim haji setiap tahun dengan mengatasnamakan revolusi Islam.”[1] Peristiwa yang tidak dapat dilupakan baik oleh kelompok anti-Syiah maupun pemerintah Iran—yang memperingatinya setiap tanggal 6 Zulhijah—terjadi pada tahun 1987 dan menewaskan lebih dari 400 orang.

Sebelum revolusi Islam Iran terjadi pada tahun 1979, pemerintahan raja Pahlevi melakukan penekanan terhadap segala aktivitas ibadah yang berkaitan langsung dengan masalah sosial, seperti salat berjemaah. Begitu pula pada pelaksanaan ibadah haji, yang terpengaruh tekanan penguasa negeri-negeri muslim pada masa itu, jauh dari ruh sejatinya dan tidak memperhatikan sisi filosofi pertemuan akbar tahunan umat Islam tersebut. Padahal ayat Quran menyatakan: Allah menjadikan Kakbah sebagai baitulharam agar umat manusia bangkit (QS. Almaidah: 97)
Read More »

A Muslim pilgrim looks at Islam's holiest shrine, the Kaaba, at the Grand Mosque in the Saudi holy city of Mecca, late on September 20, 2015. The annual hajj pilgrimage begins on September 22, and more than a million faithful have already flocked to Saudi Arabia in preparation for what will for many be the highlight of their spiritual lives. AFP PHOTO / MOHAMMED AL-SHAIKH        (Photo credit should read MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images)

Tipu Muslihat Arab Saudi di Tanah Suci

Gelar pelayan dua tanah suci nampaknya hanyalah semboyan. Berikut ini beberapa cuplikan gambar yang menunjukkan adanya usaha untuk mencerabut Nabi Muhammad saw. dari hati umat muslim. Dimulai dari klaim bahwa orang tua nabi berada di neraka, keluarga nabi hanya manusia biasa, larangan ziarah kepada nabi, dan tuduhan lain yang merendahkan nabi saw. Anehnya, mereka yang berdalih sebagai muwahid sejati sering kali mengobral kata-kata “musyrik”, “bidah“, “sesat” dan sebagainya.Read More »

Makna Arbain dan Kesyahidan Imam Husain

Kita tidak dapat menjangkau seluruh makna arba’în. Kita tidak tahu persis mengapa angka 40 hari itu yang dipilih; bukan 30, bukan 20, bukan juga 100. Tapi yang jelas angka 40 disebut di dalam Alquran sebanyak empat kali. Nabi Musa as. tadinya dijanjikan untuk “bertemu” dengan Allah, tapi kemudian Allah menyempurnakannya: “…Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam” (QS. Al-A’râf [7] : 142). Seorang manusia oleh Alquran juga dinyatakan mencapai kesempurnaannya. Hatta idzâ balagha asyuddahu wa balagha arba’în sannah (QS. Al-Ahqâf [46] : 15). Bani Israil disebutkan bahwa mereka dihukum Tuhan tersesat selama 40 tahun.
Read More »